Dari Teman Jadi Pasangan

Dari Teman Jadi Pasangan
Surprise!


__ADS_3

"SURPRISE!!" Teriak Bunda dan Teman teman Airin yang lainnya. Airin terkejut saat mendengar suara teman temannya yang ada di Villa. Kemudian mereka semua menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun untuk Airin...


🎶Happy birthday to you🎵


🎵Happy birthday to you 🎶


🎶Happy birthday to you 🎵


🎵Happy birthday, happy birthday🎶


🎶Happy birthday to you 🎵


🎵Happy birthday to you🎶


Airin sangat terharu dengan kejutan yang diberikan oleh keluarga, sahabat, guru, dan teman teman Sekolahnya. Kemudian Angga menghampiri Airin, Angga membawa sebuah cake Ulang Tahun yang khusus dibuat oleh ketiga sahabatnya itu untuk dirinya.


"Ditiup lilinnya. Jangan diliatin doang dong, yang megang kan pegel." Kata Angga.


"Ishh lo mah ganggu gw aja. Gw nih lagi terharu tau." Ucap Airin sambil memukul lengan Angga.


"Ririririnnn... Lo mau buat cake nya jatoh." Kata Angga yang sedang merapikan cake nya.


"Ya maaf.. Oke gw tiup." Jawab Airin.


"Rin.. Jangan lupa Make A Wish nya." Kata Mukramah.


'Gw berharap.....' Batin Airin. Kemudian Airin pun langsung meniup lilinnya. Tak luoa juga dia mengucapkan terima kasih kepada Orang Tuanya dan keoada semua orang yang sudah hadir. Kemudian, Bunda menyuruh Airin untuk mengganti pakaiannya dengan Gaun.


"Gaa.. Lo mau gw kasuh tau gk caranya mikat hati cewek." Kata Arka.


"Mikat mikat.. sikat kali." Kata Angga ketawa.


"Ehh serius gw.. Gw nih ahlinya." Ucap Arka sambil membusungkan dadanya.

__ADS_1


"Mah.. Arka Playboy. Jauh jauh lo dari dia." Teriak Angga padahal Mujramah berada tak jauh dari mereka berdua.


"Woyy! Ahh lo mah gabisa di ajak bercanda." Kata Arka marah.


"Masih gw liatain." Sinis Mukramah sambil mengarahkan dua jari ke arah matanya dan ke arah Arka.


"Hahaha.. kasian deh." Tawa Angga menang.


"Minta di jitak ni anak." Kata Arka kesal.


"Aaahhh!" Kata Angga kesakitan.


"Woy ahh sakit! Gk ada hati lu mukulnya." Keluh Angga sambil mengusap kepalanya.


"Tu..." Tunjuk Arka ke arah seorang perempuan yang sedang berdiri tepat di ujung tangga yang sedang berusaha untuk turun.


Seperti Cinderella yang akan menghadiri pesta dansanya. Gaun yang simpel namun menawan. Kulit yang putih dan bersih seperti salju. Rambut yang tergurai begitu saja menambah kecantikan di wajahnya. Senyuman nya mengembang seperti bunga bunga yang baru bermekaran.


Angga sangat terpesona dengan tampilan Airin saat ini. Dia seperti melihat Peri yang datang menghampirinya.


"Wah.. Anak Ayah sudah menjadi Reremaja ya sekarang." Kata Ayah.


"Karna sekarang Airin sudah turun, waktunya kita mulai pesta sesungguhnya." Kata Bunda.


Semuanya sangat bahagia dan sangat menikmati pesta tersebut. Ada yang sedang bernyanyi untuk menghibur tamu lainnya, Ada yang asik berjoget ria untuk memeriahkan pesta tersebut. Ada juga yang sibuk mengambil makanan yang akan mereka makan.


Di sudut ruangan, Airin, Angga, Mukramah, dan Arka sibuk berbicara dengan sangat asik. Mereka tertawa bahagia dan menceritakan kejadian yang sebenernya tentang rencana kejutan untuk Ulang Tahun Airin. Saat sedang asik bercerita, Kak Riska datang dan memberikan informasi kepada Airin.


"Apa!! Yang bener Kak!?" Kata Airin dengan sangat terkejut dan sontak saja dia langsung berdiri.


"Iya Nona, mereka sedang berbicara dengan Nyonya dan Tuan. Kalau begitu saya permisi." Kata Kak Riska.


"Kenapa Rin?" Tanya Angga bingung.

__ADS_1


"Ada Kak Chris sama Kak Cindy." Jawab Airin senang.


"Kak!" Teriak Mukramah sambil melambaikan tangannya.


"Eyyo. Airin udah besar ya sekarang." Kata Kak Chris.


"Kak.. Apa kabar? Kak Cindy tinggal dimana? Airin kangen banget. Jangan bilang Kak Cindy tinggal di Jerman?" Tanya Airin menyelidik.


"Ihh apaan deh.. Biasa aja kali natapnya. Kan Kakak juga sana kayak Kak Chris tugasnya." Jawab Kak Cindy.


"Ohh ini yang namanya Kak Cindy.. Kenalin Kak, Chalista Anindia Mukramah." Kata Mujramah sambil menjulurkan tangannya.


"Dari ucapannya pasti Seleb." Kata Kak Cindy.


"Tul.. Betul sekali." Kata Mukramah.


"Saya Arka Sultan Araffif." Kata Arka ikut memperkenalkan dirinya.


"Angga Putra Wijaya." Ucap Angga biasa.


"Wah wah.. Pasti Angga ini orangnya cuek and cool sama orang asing kan." Kata Kak Cindy menebak.


"Yap.. betul. Sama Kakak aja dia kadang jawab singkat." Kata Kak Chris.


"Enggak kak.. Itu lagi mager ngomong aja." Bantah Anggah.


"Ohh iya... Btw, tumben Kak Cindy sama Kak Chris dateng berdua? Ada apa?" Selidik Airin.


"Ya pastinya mau kasig kejutan kali buat lu." Kata Arka.


"Gk.. soalnya kalo Kak Chris sama Kak Cindy mau kasih kejutan kenapa gelagatnya aneh?" Tanya Airin.


"Gk aneh kok.." Kata Arka.

__ADS_1


"Aneh.. Pertama, Kali mereka mau kasih kejutan, pastinya Kak Riska gk perlu ngasih informasi ke gw dong kali ada Kak Chris sama Kak Cindy. Kedua, Mereka itu dapat izin libur harus satu satu gk bisa berdua sekaligus. Ketiga, Mereka habis dari Markas Pusat di Kota L karna menggunakan sarung tangan yang memiliki logo khusus. Terakhir, Mereka membaca lencana S milik mereka." Jelas Airin panjang lebar.


"Hmm.. Kali gw sih gk ngerti maksudnya gimana. Tapi gw sadar kok kalo mereka berdua memang aneh." Kata Angga.


__ADS_2