Di Antara 2 Suami

Di Antara 2 Suami
Peristiwa yang menimpa


__ADS_3

Seorang perempuan cantik tengah duduk termenung di sebuah kafe sambil menyedot jus jeruk yang menyegarkan kerongkongan nya.


"Hay ada apa dengan wajah pengantin baru ini?" Tanya seorang perempuan bertubuh subur mengejutkan perempuan cantik yang tengah banyak yang dipikirkan.


"Ah Noni kamu ngagetin saja." Balas perempuan cantik itu kesal.


"Kamu sih melamun terus." Sahut Noni santai


"Ahza bagaimana keadaan Ryan?" Sambung Noni menyomot roti di hadapannya.


"Ryan harus segera operasi, tapi-" Ahza menjeda kalimatnya.


"Ibu dan bapak tidak punya uang sebanyak itu." Lanjut Ahza sedih.


"Memangnya berapa yang kamu butuhkan, siapa tahu saja aku bisa membantu mu." Ujar Noni prihatin.


"150 juta itu baru biaya operasi belum biaya lainnya." Lirih Ahza menghela nafas berat. Ahza yakin Noni pun tidak akan punya uang sebanyak itu karena keadaan ekonomi nya hampir sama dengannya.


"Maafkan aku Za, aku tidak memiliki uang sebanyak itu." Kata Noni merasa bersalah karena tidak bisa membantu sahabat kecilnya.


"Tidak apa-apa Non, kamu mau menemani ku dan mendengarkan keluh kesah ku saja aku sudah senang." Ujar Ahza tersenyum manis.


"Kenapa tidak bilang dengan suamimu saja Za?" Tanya Noni mencoba mencari solusi.


"Itu hanya akan memperkeruh keadaan saja Non, kau tahu kan betapa tidak sukanya ibu mas Denis padaku?" Ucap Ahza sedih saat mengingat bagaimana perlakuan ibu dari suaminya. Hanya karena dirinya dari keluarga miskin membuat ibu mertua nya tidak menyukai nya dan mengatakan kalau dirinya hanya memanfaatkan putranya untuk mendapatkan uang.


"Maafkan aku, aku lupa Za." Sesal Noni karena hampir saja membuat suasana semakin rumit.


Ahza dan Noni tinggal bersebelahan sehingga mereka sangat akrab. Tidak ada rahasia-rahasia diantara keduanya. Menurut Ahza Noni tipe orang yang amanah dan tidak suka ikut campur urusan orang lain. Jadi diri nya tidak ragu untuk membicarakan masalah pribadi nya dengan Noni.


Mereka asik mengobral hingga tidak mengira jika sedari tadi ada seseorang yang menguping pembicaraannya.


🐛🐛🐛

__ADS_1


"Kamu darimana sayang?" Tanya seorang lelaki saat perempuan cantik bertubuh seksi itu menutup pintu kamarnya.


"Aku dari rumah sakit mas." Kata Ahza setelah menjatuhkan bokongnya di atas kasur di samping lelaki yang baru saja bertanya.


Laki-laki itu hanya manggut-manggut saja tanpa bertanya bagaimana keadaan orang yang beberapa hari ini aku jenguk. Ahza bingung kenapa setelah menikah suaminya terkesan acuh dan tidak perduli dengan keluarga nya. Bahkan sudah hampir 1 minggu Ryan adiknya di rawat di rumah sakit tetapi suaminya belum menjenguknya dan beralasan sibuk.


"Sayang aku mau." Ucap laki-laki tampan itu mulai mencium tengkuk Ahza. Ahza yang tahu apa maksud suaminya pun tersenyum kemudian meletakkan kedua tangannya di leher lelaki tampan yang tak lain adalah suaminya.


"Aku sangat mencintai mu Ahza." Bisik lelaki muda itu setelah melakukan pergulatan ranjang dengan perempuan cantik yang sudah terkulai lemah di pelukan nya.


Ahza tidak menjawab, lebih memilih memejamkan matanya karena lelah yang di rasakannya setelah melayani suaminya. Apalagi dengan status pengantin baru yang di sandangnya membuat mereka tahan hingga beberapa ronde.


"Dasar pemalas sudah setengah 8 belum bangun, padahal anakku sudah waktunya sarapan kan sebentar lagi berangkat kerja." Teriak wanita paruh baya menghancurkan suasana pagi.


"Tidak apa-apa Ma, Ahza kelelahan." Sahut lelaki tampan yang tengah mengancingkan bajunya.


"Jangan terlalu di manja istrimu itu Denis, kamu bilang kelelahan memangnya pekerjaan apa yang di lakukannya." Cibir ibu dari lelaki tampan itu.


"Hey bangunlah perempuan pemalas!" Ucap wanita paruh baya menggoyangkan lengan Ahza membuat perempuan cantik itu melenguh. Tetapi tidak kunjung membuka matanya.


"Apa sih mas, aku masih capek jangan minta lagi." Gumam Ahza masih menutup matanya.


"Ahza Rumaisa!!!" Teriak wanita paruh baya itu kesal karena menantunya tidak kunjung bangun.


Ahza mendengar teriakan yang tidak asing di telinganya segera membuka mata.


"Istri macam apa kamu itu, lihat lah suami mu sudah rapi seperti itu kenapa kamu masih enak-enakan tidur." Sewot seorang wanita paruh baya menatap tidak suka.


Ahza hanya diam karena dirinya sadar ini adalah kesalahan nya untuk yang kesekian kali.


"Sudah lah ma, kan aku bilang Ahza kelelahan. Biasanya juga bangun paling pagi." Ucap Denis membela istrinya membuat wanita paruh baya itu tambah kesal.


"Kau itu terlalu memanjakan istri pe-" Ucapan wanita paruh baya segera terhenti oleh dering ponsel Denis.

__ADS_1


"Apa!!" Teriak Denis dengan syoknya setelah berbicara dengan seorang di balik ponselnya.


"... "


"Baik-baik aku akan segera ke sana." Kata Denis kemudian memutus telfonnya.


"Ada apa Den?" Tanya wanita paruh baya khawatir karena melihat raut wajah Denis yang panik.


"Toko kita kebakaran, aku harus segera ke sana ma." Ujar Denis gusar kemudian setengah berlari meninggalkan dua wanita yang masih berdiri dengan syoknya. Tapi tak lama keduanya segera berlari mengejar Denis.


🐛🐛🐛


Mobil yang di kendarai Denis dan keluarga nya telah sampai di depan toko. Keadaannya sudah cukup ramai dengan orang-orang yang datang untuk membantu memadamkan api nya juga beberapa lainnya hanya datang untuk menonton dan merekam kebakaran tengah berlangsung.


"Aku harus menyelamatkan uang tabungan yang aku simpan di dalam." Gumam Denis yang masih di dengar oleh orang di sekitarnya.


"Jangan mas, lihatlah api nya sangat besar." Kata Ahza menahan lengan Denis.


"Tapi jika tidak aku ambil, tidak ada uang yang tersisa. Aku akan kesana mumpung api nya belum merambat ke dalam ruangan ku." Ucap Denis sambil menepis tangan Ahza yang masih memegangi tangannya.


"Tidak mas, jangan." Kata Ahza memeluk tubuh Denis berharap Denis tidak pergi.


"Biarkan Denis mengambilnya, lihatlah api nya belum tentu merambat ke ruangan Denis lagipula apinya juga hampir padam." Kata wanita paruh baya yang tidak lain adalah mama kandung Denis.


"Tapi ma-" Kata Ahza terpotong oleh ucapan Mama Denis.


"Sudahlah Denis, sana ambil uangmu." Pungkas ibu memegangi Ahza agar tidak menghentikan Denis.


Denis berlari ke dalam ruangannya melewati kobaran api yang hampir padam, beberapa orang menghentikannya tetapi Denis tidak menghuraukannya membuat Ahza menghembuskan nafasnya pasrah.


"Lihatlah apinya sudah padam, kalau tadi Denis ikutin apa katamu pasti uang itu-" Kalimat mama Denis terhenti saat mendengar suara ledakan yang cukup keras dan tiba-tiba saja api berkobar semakin keras.


#Buummm

__ADS_1


__ADS_2