
"Kenapa wajah mu tegang seperti itu sayang, aku hanya bercanda." Kekeh Denis kemudian mencium bibir Ahza dan sedikit **********.
#Ceklek.
Ahza segera melepaskan tautan bibirnya dari Denis saat mendengar pintu ruangan terbuka sambil memalingkan wajahnya saat menyadari ada seseorang yang melihat nya.
"Ah maaf kan mama dan papa karena mengganggu kegiatan kalian." Kata mama Denis dengan tersenyum menggoda. Membuat Ahza semakin malu karena mama dan papa mertua nya melihat nya dan Denis tengah berci*man dengan Denis.
"Tidak apa-apa ma, meskipun kalian mengganggu kami, tapi kami bisa melanjutkan nya lain kali." Ucap Denis langsung mendapatkan cubitan pada pinggangnya dari istrinya. Ahza sangat malu mendengar ucapan frontal yang keluar dari mulut suaminya. Sedangkan dua paruh baya itu tersenyum dengan menggeleng-nggelengkan kepalanya.
Ahza tidak menyangka jika niatnya ingin menjenguk suami dan adiknya justru di sambut dengan kesadaran suaminya yang sudah 6 bulan ini tidak sadarkan diri. Sedangkan Ryan tinggal pemulihan, walaupun Ahza belum menjenguknya sama sekali setelah operasi yang di jalani nya .
Ahza lega untungnya tadi sebelum berangkat dirinya memilih pakaian dengan kerah yang menutupi lehernya, jadi bisa menutupi tanda merah yang di buat Galen setiap malamnya.
"Dimana lelaki itu." Batin Ahza yang tiba-tiba mengingat suami keduanya itu.
🐛🐛🐛
Jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah 7 malam. Ahza masih asik mengobrol bahagia dengan Denis dan kedua mertuanya. Tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan muncullah seorang lelaki muda berpakaian formal yang mengejutkan keempat orang di dalam ruangan.
"Saya datang untuk menjemput nona Azha." Kata lelaki muda itu tanpa basa-basi.
Denis yang melihatnya mengernyitkan kedua alisnya tanda bingung.
"Oh ya tuan Ben, nanti saya akan kembali bekerja ke rumah tuan Galen, setelah saya menjelaskan semuanya kepada suami saya ini. Anda bisa pulang terlebih dahulu saya nanti akan menyusul." Kata Ahza mengarang cerita. Sedangkan laki-laki yang diajaknya bicara hanya diam dengan tatapan datarnya.
"Iya tuan Ben, nanti menantu saya ini akan kembali bekerja, tapi biarkan dulu dia bersama suaminya ini." Tambah mama Denis.
__ADS_1
"Baiklah saya berikan waktu 1 jam lagi. Saya nanti akan kembali. Permisi." Kata Ben berlalu meninggalkan ketiga orang yang berwajah tegang dan satu orang yang kebingungan tanpa menunggu jawaban dari keempatnya.
"Kamu bekerja apa sayang, kok di jemput lelaki dengan pakaian rapi seperti itu?" Tanya Denis menatap Ahza heran.
"A.. aku bekerja sebagai-" Ahza kebingungan menjawab nya.
"Sebagai asisten pribadi." Tambah mama Ahza asal, karena melihat wajah Ahza yang kebingungan saat menjawab pertanyaan dari putranya.
"Dia anak buah dari orang yang membantu pengobatan kamu yang tadi mama ceritakan sama kamu sayang." Tambah mama Denis berbohong.
"Maafkan aku ya sayang, gara-gara aku kamu harus kerja." Kata Galen merasa percaya.
"Tidak apa-apa mas, kamu jangan pikirkan itu, yang harus kamu pikirkan adalah kesehatan kamu mas." Balas Ahza dengan tersenyum manis.
"Mama dan papa mau keluar sebentar ya." Kata Mama Denis yang sadar jika keduanya butuh waktu untuk berdua sebelum Ahza kembali ke suami keduanya.
"Kalian mau titip sesuatu." Tanya mama Denis sebelum keluar dari ruangan itu.
Membuat dua paruh baya itu segera meninggalkan keduanya.
"Kamu tiduran lagi ya mas." Kata Ahza yang melihat suaminya sedari tadi duduk.
"Pegal sayang, maunya deket-deket sama kamu saja." Kata Denis membuat Ahza duduk mendekat ke arah lelaki dengan tubuh yang masih terdapat beberapa luka bakar pada anggota tubuhnya, tetapi masih terlihat tampan bagi Ahza.
"Kok rambutnya di potong si sayang?' Tanya Galen sambil memainkan rambut panjang sedada milik Ahza.
"Em.. e.. a.. pucuknya rusak mas, jadi aku pendekin." Jawab Ahza seadanya.
__ADS_1
"Tapi kamu makin cantik saja sayang." Kata Denis membuat Ahza lega. Ahza pikir Denis akan marah karena pernah melarang nya saat Ahza mengatakan ingin potong rambut.
"Tambah wangi juga seksi." Lanjut Denis yang kini membuat Ahza tersipu malu karena ucapan suaminya.
"Membuatku takut jika bos mu itu akan jatuh cinta padamu." Kata Denis.
"Aku takut jika dia berani berbuat kurang ajar padamu, sebagai seorang lelaki aku tahu apa yang akan mereka pikirkan saat melihat wajah dan tubuhmu ini." Kata Denis membuat Ahza terkejut.
"Memangnya apa yang mereka pikirkan?" Tanya Ahza penasaran karena benar setiap kali ada si dekatnya Galen tidak berhenti memintanya untuk melakukan hubungan intim.
"Mereka ingin memakan mu seperti ini." Kata Denis kemudian menyambar bibir Ahza dengan lembut. Ahza membalas ciuman itu tetapi ketika tangan Denis mulai memasuki baju yang di kenakan nya Ahza mulai berontak karena takut Denis melihat tanda merah di kedua da*anya. Bukannya berhenti Denis justru menekan tengkuk leher Ahza dengan cukup kuat. Tangan Denis mulai bermain-main pada kedua da*a Ahza secara bergantian, menarik pelan pu*ingnya membuat Ahza mulai terbawa gairahnya, jika saja Denis tidak mencium bibirnya pasti dia akan mengeluarkan suara desahannya.
Denis melepaskan pagutan bibirnya saat dirasa keduanya membutuhkan cukup oksigen untuk bernafas.
"Milikmu semakin besar dan kamu tambah mahir dalam berciuman sayang." Kata Galen mengelus pelan bibir Ahza.
Ahza dengan nafas naik turun tidak menjawabnya. Tapi saat Denis hendak membuka kaos yang di kenakan nya tangan Ahza langsung menepis nya.
"Aku hanya ingin melihat dan menyusu padamu seperti biasanya." Kata Denis dengan senyum menggoda.
"Ma.. malu mas, kalau ada yang datang seperti tadi bagaimana? untung mama dan papa." Elak Ahza yang sebenarnya takut jika Denis melihat da*anya.
"Kamu lucu deh, tapi aku senang akhirnya mama memperlakukan mu dengan baik." Ujar Denis membetulkan baju Ahza yang hendak di bukannya.
Tadi saat bersama mama Denis pun bercerita tentang semuanya kecuali masalah tentang Galen selama Denis koma kepada Denis.
"Aku juga senang akhirnya kamu sadar mas. Aku sangat takut kehilangan mu." Kata Ahza memeluk erat tubuh suaminya.
__ADS_1
"Ini juga berkat kamu sayang, aku juga sangat berterima kasih dengan bos kamu karena mau membiayai pengobatan ku hingga sembuh." Ucap Denis tidak berhenti mengecupi seluruh wajah Ahza.
"Kamu salah mas berterima kasih sama dia, walaupun dia menolong mu dengan membayarkan semua biaya untuk pengobatan mu tapi secara tidak langsung dia meminta imbalan dengan apa yang di berikan nya itu. Dia orang yang sudah menghancurkan hubungan kita." Batin Ahza sedih.