Di Antara 2 Suami

Di Antara 2 Suami
Keluarga Galen


__ADS_3

Ahza pikir setelah melayani Galen, Galen akan berhenti dan membiarkan nya istirahat tetapi salah. Galen memintanya lagi dan lagi dengan posisi yang berbeda-beda.


Bahkan Galen mencoba berhubungan intim bathub kamar mandi.


"Kau sudah lelah?" Tanya Galen memainkan rambut panjang lurus milik Ahza yang baru saja ia keringkan menggunakan hair dryer.


Ahza menganggukkan kepalanya dengan pandangan sayu ke arah Galen.


Galen menatap Ahza dengan penuh cinta. Padahal niat awalnya ingin membuat Ahza hidup sengsara tetapi akhirnya justru dirinya lah yang jatuh cinta setelah bertemu dengan nya.


Galen membuka sebuah laci dan mengambil sebuah gunting. Ahza yang melihat nya menatap takut pada Galen yang sedang menatapnya dengan pandangan yang tidak dapat di artikan.


"Ka.. kau ma.. mau apa?" Tanya Ahza takut refleks memegang rambut panjangnya yang sedari tadi di mainkan oleh Galen.


"Diam lah !! Turuti saja apa yang akan aku lakukan." Kata Galen membuat Ahza patuh mengikuti ucapannya.


Tanpa aba-aba Galen memotong rambut panjang Ahza hingga tersisa sebahu.


"Kenapa?kenapa kau memotong nya?mas Denis bisa marah." Protes Ahza dengan paniknya, belum menyadari wajah lelaki di hadapan nya yang tersinggung dengan ucapannya.


Galen segera menjambak rambut pendek Ahza dan membenturkan kepalanya ke kaca. Beruntung nya kaca itu tidak pecah, jika pecah di pastikan wajah Ahza akan rusak karena terkena pecahan kaca itu.


"Sekarang aku pemilik mu Ahza Rumaisa. Jadi jangan coba-coba melawan ku, apalagi untuk laki-laki lain." Teriak Galen marah. Tangannya bergerak membuang apa saja yang ada di hadapannya untuk melampiaskan kemarahannya.


Air mata Ahza menetes tanpa henti. Dirinya lelah di perlakukan seperti ini terus menerus.


🐛🐛🐛


Sudah genap 4 bulan Ahza menikah dengan Galen semenjak kejadian itu Galen selalu menuntut Ahza untuk berpenampilan seperti apa yang di inginkan nya. Tanpa perduli Ahza menyukainya atau tidak.


Galen juga membuang semua baju-baju lama Ahza dan mengganti nya dengan pakaian yang seksi untuk di kenakan di dalam rumah saja. Ahza tidak pernah di bolehkan untuk keluar dari rumah apalagi untuk menjenguk adik dan suami nya. Ponsel Ahza juga di sita agar tidak bisa berkomunikasi dengan siapapun.


Ahza berdiri di atas balkon memikirkan tentang hidup nya yang seperti ada di penjara, tidak bisa melakukan apapun tanpa izin dari Galen.


Galen memperlakukan nya seperti seorang ratu, tetapi tetap saja jika membuat Galen marah atau tidak menuruti keinginannya laki-laki itu akan bersikap kasar padanya dengan alasan mendisiplinkan nya.


Ahza tidak menyadari jika seseorang lelaki sedari tadi sedang memperhatikannya dengan pandangan yang sulit di artikan.

__ADS_1


"Sayang!!" Teriak seorang lelaki dari dalam kamar.


Ahza buru-buru masuk sebelum lelaki yang baru saja bangun dari tidur itu tidak marah.


"Kau sudah mandi?" Tanya seorang dari balik selimut dengan tubuh polosnya.


"Sudah, kamu mau mandi sekarang mas?" Tanya Ahza masih berdiri.


Sebenarnya Galen sudah menyuruh Ahza untuk memanggilnya sayang sama seperti dirinya memanggil Ahza.


"Kita mandi bersama." Kata Galen dengan senyum menggoda.


"Aku sudah mandi mas." Jawab Ahza lirih karena takut jika suami nya marah karena Ahza menolaknya.


"Kau menolak ku?" Tanya Galen dengan menatap Ahza tajam.


"Bu.. bukan mas, tapi aku lapar." Balas Ahza cepat.


Perlahan-lahan wajah tegangnya berubah dan senyum terbit di wajah tampannya.


Ahza mengira suaminya ini memiliki karakter yang tidak dapat di tebak.


#Cuppp


Galen mencium kening Ahza dengan senyum manis nya.


"Terimakasih istriku." Kata Galen setelah mencium kening Ahza.


Ahza tidak menjawab nya tidak ada rasa bahagia atau terharu dengan ucapan Galen padanya. Tetapi Ahza harus memasang senyum palsu agar tidak jadi masalah untuk nya.


Galen merangkul posesif pinggang ramping Ahza menuju meja makan, terlihat seperti pasangan romantis jika orang lain yang melihatnya. Tapi tidak bagi orang yang berada di rumah itu. Mereka kasihan melihat istri tuannya karena sering kali di perlakukan kasar tetapi tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolongnya.


Suara ponsel milik Galen berbunyi membuatnya segera mengangkat panggilan itu walaupun sedang makan.


".... "


"Nanti aku akan melihatnya." Jawab Galen yang sedari tadi diam dan melihat ke arah Ahza sambil mendengarkan seseorang berbicara dalam ponselnya. Sedang kan Ahza acuh dan memilih fokus pada makanannya.

__ADS_1


"Setelah ini aku akan ke rumah sakit." Kata Galen dingin melanjutkan makanannya.


"Kan ini weekend." Sahut Ahza sekenanya.


"Aku ada keperluan." Jawab Galen dingin


Ahza menatap bingung dengan perubahan suara dan raut wajah Galen. Terkesan dingin dan cuek tidak seperti biasanya. Ahza sempat berfikir apa itu dari kekasih nya hingga membuatnya berubah seperti itu. Tapi Ahza tidak perduli yang terpenting sekarang dirinya aman dari siksaan laki-laki tampan di hadapannya.


Galen pergi begitu saja setelah membanting sendok dengan cukup keras membuat Ahza yang sedang makan menjadi terkejut. Tapi tidak lama setelah itu Ahza kembali asik dengan makanannya.


Ahza membawa piring kotor ke arah dapur dimana ada sesorang wanita paruh baya melihat ke arahnya.


"Eh nona, biar saya yang membersihkannya. Seharusnya nona tinggalkan saja piring-piring kotor itu di atas meja." Ujar seorang wanita paruh baya di dekat Ahza.


"Tidak apa-apa, aku biasa melakukan pekerjaan ini." Sahut Ahza tidak menghentikan aktivitasnya.


"Tapi nona tuan muda bisa marah." Ujar wanita paruh baya khawatir.


"Tidak apa. Pekerjaan seperti ini tidak akan melukaiku." Jawab Ahza santai membuat wanita paruh baya itu pasrah.


"Oh ya Bibi-" Ahza menjeda ucapannya saat tidak mengetahui nama wanita paruh baya itu.


"Asti nona. Nama saya Asti." Sambung wanita paruh baya itu.


"Ah ya Bibi Asti memangnya dimana keluarga lelaki itu?." Tanya Ahza sambil meletakkan piring yang sudah di cuci nya.


"Lelaki? lelaki siapa nona?" Tanya Bibi Asti bingung.


"Galen Bi. " Ujar Ahza tersenyum canggung.


"Oh tuan muda Galen, keluarga nya ada di LN nona." Jawab Bibi Ahza santai.


"Kenapa dia tidak ikut kesana Bi?" Tanya Ahza lagi.


"Agar aku bisa bebas dari cengkraman laki-laki itu." Pikir Ahza dalam hati.


"Sebenarnya keluarga tuan tinggal di negara ini, di rumah yang berbeda. Tapi karena adik tuan muda sedang menjalani perawatan di LN selama 6 bulan belakangan ini jadi Papa dan Mama tuan muda ada di sana meninggalkan beberapa usahanya pada tuan muda itu sebabnya tuan muda tidak ikut ke sana. Karena harus mengelola beberapa perusahaan dan rumah sakit di sini." Ucap Bibi Ahza menjelaskan.

__ADS_1


"Sakit apa adiknya?" Tanya Ahza penasaran.


"Depresi nona. Tapi jangan pernah nona menanyakan ini pada tuan muda, kalau bukan tuan muda yang bercerita lebih dulu pada anda." Kata Bibi Asti dengan wajah serius.


__ADS_2