
Ahza tersentak kaget saat miliknya tiba-tiba di masuki lagi oleh sesuatu. Matanya langsung melotot saat laki-laki yang tadi malam menggempur nya habis-habisan kini berada di atasnya lagi dengan melakukan hal yang sama dengan apa yang tadi malam ia lakukan. Bisa di pastikan jika dirinya tidak bisa berjalan akibat dari apa yang sedang di lakukan oleh suami barunya di atas tubuhnya.
Ahza membiarkan Galen melakukan apapun pada tubuhnya karena untuk berontak lagi Ahza tidak sanggup. Ahza pasrah menerima apapun yang di lakukan Galen padanya.
Galen dengan semangatnya mencoba berbagai posisi bercinta dengan Ahza.
"Menu**ging!!" Perintah Galen pada Ahza.
Dengan lemas Ahza menuruti semua ucapan Galen karena Galen tidak segan-segan berbuat kasar jika Ahza tidak menurutinya.
#Plaaaaakkkk
#Plaaakkkk
#Plaaaakkkk
Argghh" Pekik Ahza
Galen memukul bo*ong Ahza dengan keras sambil menggerakkan senjata miliknya lebih cepat hingga pelepasan yang kesekian kalinya di siang hari itu terjadi.
"Kau milikku hanya milikku." Gumam Galen tidak jelas terdengar oleh Ahza.
Setelah bergumam tidak jelas Galen merebahkan tubuhnya di samping Ahza yang masih berbaring dengan dada naik turun.
"Ashhhh." Ringisnya saat mencoba untuk duduk.
Galen menoleh saat mendengar suara wanita yang sekarang menjadi istrinya sedang meringis kesakitan akibat perlakuan nya.
"Kau mau kemana?" Tanya Galen melihat tubuh polos dengan beberapa warna keunguan yang terlihat di sekitar tubuhnya.
"A.. aku mau buang air kecil." Lirih Ahza meraih selimut untuk menutupi tubuh polosnya.
"Kenapa di tutup, aku sudah melihat semuanya bahkan aku sudah merasakannya." Ujar Galen santai.
Ahza memalingkan wajahnya saat mendengar apa yang lelaki di sampingnya katakan. Hingga tiba-tiba tubuhnya terasa melayang, refleks Ahza memegang leher orang yang tanpa aba-aba mengangkat tubuhnya.
Pandangan mata keduanya bertemu, Galen merasakan ada sesuatu hal saat melihat mata sayu Asha saat melihatnya. Jantung nya berdetak kencang tidak terkendali karena gengsi jika Ahza mendengar nya Galen buru-buru menurunkan Ahza setelah itu meninggalkannya di kamar mandi.
🐛🐛🐛
Setelah mandi dan makan siang Ahza pergi ke luar untuk melihat kondisi adik dan suaminya tanpa bilang ataupun berkata pada orang-orang yang ada di rumah itu. Tidak tahu jika semua itu akan mengakibatkan masalah baru untuknya.
__ADS_1
Saat Ahza tengah berada di ruangan Denis Galen tiba-tiba datang dengan kemarahannya.
"Ahza!!" Teriak seorang lelaki di depan pintu.
Ahza tidak menoleh sedikitpun justru asik memperhatikan wajah suaminya yang hampir semuanya tertutup kain dengan penuh cinta.
"Ada apa tuan Galen?" Tanya papa Denis cemas saat melihat mata lelaki muda itu memancarkan kemarahan yang mendalam.
Galen tidak menjawab tetapi langsung mendekat ke arah Ahza dan menampar pipinya.
#Plaaakkkkk
"Pulang!!!" Ucap Galen setelah menampar pipi Galen langsung keluar dari ruangan tersebut.
Ahza diam menatap punggung Galen dan memegangi pipinya yang terasa panas dengan mata berkaca-kaca.
#Greeepp
Mama Denis memeluk tubuh Ahza, membenamkan kepala Ahza pada dadanya. Mengusap bahu yang bergetar karena tidak kuat menahan tangisnya.
"Kenapa menutupi dari kita jika kamu di perlakukan dengan kasar?" Lirih mama Ahza dengan mata berkaca-kaca. Mama Denis dan papa Denis sudah curiga jika Ahza di perlakukan tidak baik oleh lelaki yang kini telah menjadi suami keduanya karena melihat bekas luka yang ada di wajah dan bibirnya serta memar di kedua pergelangan tangannya.
"Itu sudah resiko yang aku terima ma." Lirih Ahza buru-buru mengusap air matanya.
"Aku titip mas Denis ya ma, pa. Titip salam juga sama Ibu dan Bapak. Aku harus buru-buru pulang." Kata Ahza buru-buru pergi meninggalkan dua paruh baya tanpa menunggu jawaban dari papa Denis dan mama Denis yang masih menatapnya iba.
🐛🐛🐛
Ahza sampai di kediaman Galen. Dengan langkah ragu Ahza membuka pintu kamar yang di tempatnya semalam.
#Ceklek
Ahza membuka pintu dengan pelan, di edarkan pandangan nya untuk memindai seluruh ruangan. Ahza menghela nafas lega karena tidak menemukan seseorang yang di cari nya.
Tapi tanpa di duga ada seseorang yang menjambak rambutnya dari belakang hingga wajahnya menengadah ke arahnya.
"Berani sekali kau pergi tanpa izin dari ku Ahza Rumaisa!!" Bentak seorang lelaki di hadapan Ahza.
Tanpa perasaan lelaki itu menyeret rambut panjang Ahza agar mengikuti langkahnya.
Galen membawa tubuh Ahza ke kamar mandi kemudian melucuti pakaian yang di kenakan Ahza, saat Ahza mencoba menghentikan apa yang dilakukan Galen padanya tamparan keras dan tarikan pada rambutnya akan di terimanya.
__ADS_1
Ahza pikir Galen akan meninggalkan nya begitu saja setelah melucuti pakaian yang dikenakannya, tetapi pikiran Ahza salah justru Galen datang membawa sebuah cambuk di tangannya. Ahza bergerak mundur saat melihat Galen berjalan mendekat ke arahnya dengan senyum smirk yang menghiasi wajahnya.
"Berhenti atau aku tambah hukuman mu!!" Teriak Galen keras, Ahza menggelengkan kepalanya tetap bergerak mundur hingga punggungnya menubruk dinding dengan air mata yang mengalir.
#Ctaaaassss
"Argghhh." Pekik Ahza merasakan sakitnya cambuk kecil itu mengenai paha kirinya.
#Ctaaassss
"Arggghhh." Cambuk itu kembali mengenai bahu dan punggungnya saat Ahza menggosok pahanya yang terasa panas bekas cambukan tetapi sayangnya Galen tanpa aba-aba mengayunkan cambuk nya.
#Ctasssss
"Arggghhh sakit." Ucap Ahza tetapi tidak di hiraukan oleh lelaki di hadapan nya. Ahza membelakangi Galen untuk melindungi bagian depan tubuhnya dari cambuk yang di layangkan Galen pada tubuhnya.
#Ctassss
#Ctasss
#Brukkk
Tubuh Ahza luruh ke lantai karena sudah tidak kuat merasakan sakitnya cambukan itu.
Saat melihat Ahza mendudukkan tubuhnya Galen berjalan mendekati nya. Menyentuh rambut Ahza dengan lembut kemudian menariknya dengan kuat hingga wajah sembab kesakitan itu terlihat jelas di matanya.
"Sa..sakit tuan, to.. tolong ma.. mafkan a.. aku." Ucap Ahza terbata memegangi tangan Galen berharap ia akan melepaskan nya.
"Ingat!! Kau harus mematuhi semua ucapan ku." Kata Galen menghempaskan genggaman tangannya pada rambut panjang Ahza.
Ahza segera menganggukkan kepalanya, membuat Galen tersenyum puas. Di sentuhnya punggung yang terdapat garis-garis kemerahan dengan sedikit darah yang melengkapi itu dengan lembut tetapi mampu membuat Ahza meringis kesakitan.
"Berani kau menentang ku, terima hukuman seperti ini atau lebih parah lagi." Ucap Galen kemudian mengangkat tubuh Ahza ke atas ranjang.
Galen mengobati luka Ahza dengan hati-hati.
"Shhhh sakit." Ringis Ahza setiap kapas itu mengenai lukanya.
"Tahan, salah siapa tidak mau mematuhi ku?" Tanya Galen kesal saat mengingat Ahza meninggalkan nya begitu saja.
"Kamu yang berperan penting membuat luka di sekujur tubuhku. Dasar saiko. Aku membenci mu." Umpat Ahza dalam hati kesal dengan ucapan Galen yang tidak merasa bersalah.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku tidak akan mengulanginya." Kata yang keluar dari mulut Ahza berlainan dengan isi hatinya.