
Seseorang tiba-tiba mencumbu Ahza dengan kasar, tetapi tercium bau aroma alkohol yang cukup menyengat.
"Ahhh mas Denis." Desah Ahza dengan mata terpejam saat merasakan seseorang memainkan dadanya. Membuat seseorang di atas tubuhnya segera menatap tajam wajah wanita yang masih memejamkan matanya.
Meskipun Galen dalam keadaan mabuk tetapi kesadaran masih ada sehingga dia bisa mendengar dengan jelas apa yang di katakan Ahza.
#Plaaaakkkkkk
Ahza segera membuka matanya saat merasakan perih di pipinya. Ahza menatap bingung dengan mata berkaca-kaca pada Galen.
"Ada apa?" Tanya Ahza dengan suara khas bangun tidurnya.
Galen tidak menjawabnya justru mencekik leher Ahza dan melotot ke arahnya.
"A. apa.. sa.. sa.. la. h ku?" Tanya Ahza dengan suara tersendat-sendat akibat dari perbuatan lelaki di depannya. Tangannya berusaha memukul-mukul lengan Galen, berharap Galen melepaskan kedua tangan itu dari leher nya.
Saat melihat wajah Ahza mulai memucat Galen melepaskan cengkeraman tanggannya pada leher Ahza dengan kasar hingga Ahza terhempas ke atas kasur.
Ahza menghirup udara sebanyak-banyaknya, dengan air mata yang terus mengalir. Sedangkan lelaki itu tetap menatap Ahza dengan tajam, tidak ada rasa bersalah sedikitpun pada wajah tampannya justru hanya ada kemarahan dalam tatapan matanya.
"Kenapa kau tidak bisa mencintai ku Ahza, aku sudah bersikap baik dan menyayangimu. Tapi kenapa balasan mu seperti ini hah!!! Bahkan saat aku menyentuhmu dalam keadaan tertidur. Saat kau mendesah kau malah menyebut lelaki brengsek itu !!!" Teriak Galen marah menghempaskan perabotan dan memukuli apa saja yang ada di sekitarnya untuk melampiaskan kemarahannya.
Ahza terkejut mendengar ucapan Galen. Dirinya tidak sadar dengan apa yang keluar dari mulutnya saat tertidur.
"Kau yang brengsek bukan mas Denis!!!! Kau bukan menyayangi ku, justru kau memperlakukanku layaknya budak mu." Teriak Ahza dengan nafas naik turun. Entah keberanian dari mana hingga Ahza berani berbicara dan berteriak seperti itu pada Galen.
"Kau atur aku sesuai keinginan mu. Bahkan kau mengurung ku di dalam rumahmu selama berbulan-bulan tanpa boleh keluar selangkah pun dari rumahmu ini !!! Kau hanya memperlakukan ku seperti pelacur!!!" Lanjut Ahza dengan emosi.
"Kau iblis Galen Zafar Razzan !!! Kau memisahkan ku dari keluarga dan suami ku. !!! Kau tidak punya perasaan." Teriak Ahza mengeluarkan semua unek-unek yang di tahannya selama beberapa bulan ini.
Galen tertawa kencang mendengarnya. Membuat Ahza yang mendengar tawa itu ketakutan.
__ADS_1
"Sekarang kau mulai berani padaku, apa aku terlalu baik akhir-akhir ini?" Tanya Galen dengan tersenyum smirk.
Galen berdiri dan melepaskan ikat pinggangnya dengan pandangan mata yang tajam ke arah Ahza, membuat Ahza semakin ketakutan.
#Ctassss
#Ctassss
#Ctassss
#Ctassss
#Ctasss
#Ctaas
Galen terus mengayunkan ikat pinggang itu ke tubuh Ahza tanpa jeda. Tidak memperdulikan jeritan dan tangisan wanita di hadapan nya yang memohon ampun.
"Ampun mas.. maaf.. maafkan aku." Lirih Ahza tidak berani menatap Galen.
Galen mendekat ke arah Ahza. Tangannya terangkat mengelus pelan rambut yang mulai sedikit panjang itu dengan lembut. Tetapi lama kelamaan usapan itu berubah menjadi jambakan yang menyakitkan.
Wajah Ahza mendongak ke arah Galen dengan tatapan memohon nya.
"Kau mau aku maafkan?" Tanya Galen yang segera diangguki pelan oleh Ahza.
"Serahkan tubuh dan hatimu untukku." Kata Galen yang mendapat gelengan pelan dari Ahza.
"Kau tidak mau, baiklah aku akan lakukan hal lain. Supaya kau memohon padaku." Ucap Galen menghempaskan genggaman tangannya dari rambut Ahza kemudian berlalu ke kamar mandi.
Ahza menghela nafas lega. Di lihatnya dari cermin di samping ranjang bagaimana keadaan tubuhnya yang terkena cambukan ikat pinggang. Hingga tiba-tiba Galen menyeret lengan Ahza dengan kasar sampai di kamar mandi.
__ADS_1
"A.. a" Belum selesai Ahza berbicara Galen lebih dulu menenggelamkan kepalanya ke dalam bathup membuat Ahza kelabakan di dalam air.
Galen terus mengangkat kepala Ahza agar bisa bernafas kemudian menenggelamkan lagi hingga beberapa kali. Membuat Ahza hilang kesadaran akibat ulahnya.
"Hey bangunlah jangan pura-pura, aku belum selesai menghukum mu." Ucap Galen yang menganggap Ahza pura-pura pingsan.
"Ahza!! Ahza!!!" Teriak Galen dengan paniknya sambil menepuk-nepuk pipi wanita yang sudah terlihat pucat.
Galen buru-buru menggendong tubuh Ahza yang pingsan, meletakkan tubuh lemah itu kemudian melakukan pertolongan pertama.
🐛🐛🐛
Ahza merasakan sakit di kepalanya saat pertama kali membuka matanya. Di lihatnya lelaki yang sedang terlelap di sampingnya dengan memeluk erat tubuhnya.
Wajah tampan dengan alis yang tebal dan tatapan mata seperti elang saat mata itu terbuka. Hidung mancung dengan bibir yang tipis tanpa jambang atau kumis di wajah tampannya.
"Tidak Ahza, dia itu iblis bahkan tadi menyiksamu habis-habisan. Jangan tertipu dengan wajah tampannya." Batin Ahza mewanti-wanti agar jangan mengaguminya.
"Kau sudah sadar?" Tanya laki-laki itu tiba-tiba membuka matanya.
"Ah.. i.. iya sudah." Gugup Ahza takut jika lelaki di hadapan nya tau jika dirinya sedari tadi memperhatikannya.
"Ada yang sakit?" Tanya Galen lembut.
"Semuanya." Kata Ahza tidak sadar dengan kalimat yang dikeluarkan nya sebab mendengar ucapan Galen yang terdengar berbeda.
"Maafkan aku." Ucap Galen sambil mencium kening Ahza dan punggung tangannya kemudian keduanya saling tatap hingga beberapa saat.
Galen mendekatkan wajahnya ke wajah Ahza mencium bibir Ahza dengan lembut setelah pagutan itu terlepas Galen menatap wajah Ahza.
"Jangan tinggalkan aku." Gumam Galen yang terdengar di telinga Ahza.
__ADS_1