Di Antara 2 Suami

Di Antara 2 Suami
Ahza sudah tidak mau dengan Denis


__ADS_3

"Justru aku yang sudah tidak ingin dengan mu mas." Kata seorang wanita dengan seorang anak yang sedang di tuntun nya.


"Ahza." Ucap Denis terkejut buru-buru melepaskan rangkulan tangan wanita itu dari lengannya tidak lupa menurunkan anak kecil di gendongannya.


"Sekarang ceraikan aku mas. Aku tidak sudi di madu." Teriak Ahza dengan tangisnya yang di coba di tahannya tetapi tidak bisa. Hatinya tidak sanggup untuk merasakan sakit di hatinya.


"Aku tidak akan menceraikan mu." Ucap Denis tegas bukannya meminta maaf.


"Tapi aku tidak sudi lagi denganmu." Jawab Ahza tidak Terima.


"Tidak sudi kenapa? Bukankah kita sama saja, bahkan kamu yang memulainya terlebih dahulu." Ucap Denis santai menyalahkan Ahza.


"Ingat ya mas, aku melakukannya karena terpaksa tidak seperti mu." Balas Ahza tidak Terima di samakan dengan lelaki di depannya.


"Hahahaha. . terpaksa atau tidak itu sama saja Ahza, kita sama-sama menikmatinya. Kamu juga melakukannya hingga menjadi seorang anak." Kata Denis.


"Tapi dulu kamu yang memintaku untuk kembali padamu mas, kenapa sekarang kamu seperti ini dan menyalahkan ku." Ujar Ahza dengan menggelengkan kepalanya .


"Pokoknya aku mau cerai." Ucap Ahza membuat Denis murka.


#Plaakk


"Berani sekali kamu meminta itu padaku." Teriak Denis tidak kalah tinggi.


Ahza memegangi pipinya yang terasa panas dan perih, sedangkan wanita di samping Denis diam-diam tersenyum puas melihat pertunjukkan di depannya.


"Papa kok gitu, kasihan mama." Ucap seorang anak kecil yang sedari tadi ada di tengah-tengah pertengkaran antar orang dewasa tersebut.


"Sudah ayo Kenzie kita pergi dari sini." Ujar Ahza membawa putranya pergi.


"Aku tekankan sekali lagi ya tidak akan ada perpisahan di antara kita sampai kapanpun. Kita semua akan hidup bahagia bersama-sama." Kata Denis membuat Ahza meradang tetapi Ahza memilih pergi tidak meladeni Denis sebab ada Kenzie di sekitarnya. Sedangkan anak perempuan itu Ahza tidak perduli.


...🐛🐛🐛...


"Mama lihat itu kakak." Tunjuk Kenzo pada seorang anak yang sedang di gendong oleh lelaki yang memakai jas.


Ahza ikut mengalihkan pandangannya mengikuti arah yang di tunjukkan oleh Kenzie.

__ADS_1


Benar dirinya terkejut dengan apa yang di lihatnya. Seseorang yang beberapa hari ini sangat di rindukannya ada di sana. Ahza tidak sabar rasanya ingin memeluk, mencium dan menggendong nya setelah beberapa hari tidak bisa walaupun sekedar melihatnya.


Ingin rasanya Ahza mendekat, tetapi Ahza takut jika mendapat penolakan lagi dari lelaki di sampingnya seperti yang sudah-sudah apalagi saat ini dirinya tengah bersama Kenzie. Ahza takut Galen akan berbuat kasar lagi setelah beberapa kali memperingati Ahza agar tidak menunjukkan wajahnya lagi di hadapan Galaxy.


Ahza yang melamun tidak sadar jika Kenzie sudah tidak ada di sampingnya lagi. Tetapi anak lelaki itu sudah ada di dekat Galaxy dan sang kakak.


"Kakak." Ucap Kenzie menatap seorang anak lelaki di gendongan lelaki dewasa.


Galaxy menoleh ke bawah. Di tatapnya mata sang adik yang tengah menatapnya dengan penuh kerinduan. Galaxy kemudian menatap wajah lelaki yang tengah menggendongnya seperti sedang bertanya apakah boleh?.


Lelaki itu menoleh sebentar ke arah Kenzie yang tengah menatap Galaxy tanpa berkedip kemudian menatap sang putra dan menganggukkan kepalanya.


"Terimakasih daddy." Ucap Galaxy tidak lupa mengecup dahi lelaki di hadapannya.


"Apapun untukmu son." Balas Galen membalas mencium kedua pipi putranya kemudian menurunkan dari gendongannya.


Kenzie menatap dengan tatapan yang sulit di artikan. Melihat kedekatan antara Galaxy dan lelaki di depannya membuat Kenzie iri, sebab terakhir ini Denis jarang memanjakannya. Kenzie jadi membayangkan jika Papanya juga memperlakukan nya seperti lelaki itu.


"Kenzie sama siapa?" Tanya Galaxy membuyarkan lamunan Kenzie.


"Kenapa mama tidak menemui ku?" Tanya Galaxy sedih menatap wajah ibunya.


Sedangkan Ahza memilih memalingkan wajahnya agar Galaxy tidak menyadari jika Ahza sedang menangis.


Dengan mengumpulkan keberanian Ahza mendekat pada Galaxy walaupun Galen tengah menatapnya dengan tajam.


#Greeepp


Ahza langsung memeluk tubuh putranya. Mencium seluruh wajahnya, kepalanya juga tangannya dengan rasa rindu.


Galaxy membalas pelukan Ahza tak kalah eratnya. Anak usia 5 tahun itu juga menangis apalagi setelah mendengar tangisan dari mamanya. Galaxy sekarang yakin jika mamanya juga merasakan hal yang sama seperti yang dirinya rasakan. Walaupun di tempatnya sekarang Galaxy tidak kekurangan materi ataupun kasih sayang tetapi rasanya tetap saja berbeda jika tidak ada mama ataupun Kenzie adiknya.


Kenzie ikut berpelukan dengan ibu dan kakaknya. Sedang laki-laki itu hanya menatap dengan pandangan yang tidak dapat di jelaskan.


"Maaf kan mama Galaxy." Ucap Ahza dengan pilu.


"Galaxy tidak apa-apa ma. Lihat sekarang Galaxy punya papa, nenek, juga kakek yang sayang pada Kenzie." Ucap Galaxy dengan polosnya membuat Ahza semakin bersalah.

__ADS_1


Jika dari dulu ia mengatakan kebenarannya pada Galen pasti Galaxy tidak akan merasakan apa yang selama ini ia rasakan di rumah Denis.


"Sudah ayo kita pulang." Ucap Galen tiba-tiba mengganggu temu kangen antara anak dan ibu.


"Tapi aku mau sama Mama Dad." Lirih Galaxy dengan tatapan memohon.


"Kamu tidak betah tinggal sama Daddy?" Tanya Galen sedih.


"Bu.. bukan seperti itu Dad, tapi aku mau mama juga." Jawab Galaxy dengan ragu takut menyinggung Galen.


Galen menaikkan sebelah alisnya.


"Lalu bagaimana?" Tanya Galen bingung.


Ahza yang tidak enak berusaha membujuk Galaxy agar mau pulang bersama Galen. Sebab Ahza sendiri tidak ingin membawa Galaxy kembali ke rumah Denis. Apalagi setelah mengetahui kelakuan Denis di belakangnya. Ahza bertekad akan menyelesaikan urusannya dengan Denis terlebih dahulu. Ahza tidak sudi jika harus di madu apalagi dengan wanita tidak tahu seperti itu.


Ahza akan pergi membawa Kenzie dan Galaxy untuk tinggal bertiga.


Itu kalau dirinya bisa melawan Galen pikir Ahza sudah berputus asa terlebih dahulu.


"Jika Galaxy ingin sama mama artinya kita harus membawa mama tinggal di rumah Daddy kan?" Tanya Galen tiba-tiba membuat Ahza menatap tidak percaya apa yang di katakan oleh Galen.


Galaxy segera menganggukkan kepalanya, karena bagi Galaxy dirinya bisa bersama sang mama.


"Kalau mama tinggal sama Daddy kakak, Kenzie di ajak ya ma." Ucap Kenzie dengan polosnya.


"Jangan tinggalin Kenzie karena sekarang papa sibuk tidak ada waktu buat Kenzie lagi." Lanjut Kenzie cepat.


"Kenzie!" Teriak Ahza tertahan.


"Sudah-sudah jadi bagaimana?" Tanya Galen tidak sabaran.


"A.. aku." Ucap Ahza bingung mengambil keputusan.


"Lihatlah mama tidak mau ikut dengan kita. Padahal adikmu saja sudah tidak sabar ingin ikut ke rumah kita." Ucap Galen mengompori. Galaxy menatap kecewa pada Ahza.


"Sekarang mama juga tidak sayang sama aku ya?" Tanya Galaxy berkaca-kaca karena mendengar kalimat provokasi dari Galen.

__ADS_1


__ADS_2