Di Antara 2 Suami

Di Antara 2 Suami
Sifat Iblis


__ADS_3

Ahza berjalan dengan ragu saat memasuki sebuah rumah dimana tempat nya beberapa bulan ini berada.


Terlihat rumah yang biasa sepi itu kini terasa lebih mencengkram.


Ahza kini sudah tiba di ruang keluarga, samar-samar terdengar suara televisi membuat Ahza berjalan mendekati asal suara tersebut dengan pelan.


Terlihat seorang lelaki yang menyenderkan kepalanya ke sofa dengan beberapa minuman alkohol di depannya. Mata lelaki itu terpejam seperti orang yang tengah tertidur. Tidak lupa bau alkohol yang menyengat membuat Ahza semakin takut.


Karena jika lelaki ini sedang mabuk dia tidak akan segan-segan berbuat gila padanya seperti beberapa bulan yang lalu dimana Ahza hampir meregang nyawa oleh perbuatan lelaki ini.


"Mas?" Ucap Ahza pelan. Tetapi tidak ada reaksi apapun darinya.


Ahza semakin khawatir saat lelaki di hadapan nya saat mulai membuka matanya.


#Greeepp


Laki-laki itu memeluk Ahza dengan cukup kuat, semakin kuat dan bertambah kuat membuat Ahza kesulitan bernafas seperti seekor mangsa yang sedang di lilit ular piton.


"Sudah puas?" Teriak laki-laki itu tetap dengan memeluk kuat tubuh Ahza.


"Aghhh sa.. sakitt mas." Ucap Ahza saat laki-laki itu menekan kuat tubuhnya.


"Lebih sakit hatiku yang melihat kalian seperti itu." Teriak Galen melemparkan tubuh Ahza ke atas sofa.


"Dasar ******!!!" Teriak Galen lagi sambil mengayunkan jari-jarinya ke pipi Ahza.


#Plaaaakkkk


"Apa salah ku mas, dia suamiku juga kan. Kamu yang memilih sendiri untuk masuk ke hubungan kami." Kata Ahza sedikit berteriak. Dirinya lelah jika terus di kendalikan oleh lelaki di depannya. Dirinya bukan boneka yang tidak memiliki perasaan di perlakuan seperti itu terus oleh Galen akan selalu diam dan menerima.


"Memang salah ku mas, telah berani memintamu untuk membiayai semua pengobatan dan lainnya. Tapi aku manusia mas, bukan boneka. Aku punya perasaan. Aku terluka mas, aku sakit kamu perlakukan seperti ini terus." Lanjut Ahza dengan suara bergetar.


"Terserah mas, kamu mau membunuhku atau menyiksaku silahkan. Keinginan ku sudah terwujud. Adik dan suamiku sudah sembuh." Lirih Ahza pasrah.


Galen mengepalkan tangannya kuat,saat mendengar semua yang di ucapkan wanita yang sudah masuk ke hatinya itu.

__ADS_1


"Baiklah kalau keinginan mu seperti itu." Ucap Galen dengan tersenyum smirk.


Galen menyeret Ahza ke dalam kamar yang mereka tempati dengan kasar.


Tanpa banyak bicara Galen melucuti semua pakaian yang melekat pada tubuh Ahza dengan kasar.


Kemudian mengeluarkan sebuah campuk dari dalam lemari. Ahza yang melihatnya meneguk kasar salivanya.


"Ma.. mas Arrggghhhh." Ahza terbata sebelum cambuk itu mengenai dadanya.


#Ctaaasss


Terlihat jelas bekas dari cambukan itu dari bahu hingga kedua dada Ahza.


"Ini hukuman untukmu." Ucap Galen kemudian me*e*as kasar dada yang tadi di cambuknya.


"Arghh.. " Pekik Ahza kesakitan.


Tidak berhenti di situ Galen menggigit put*ng milik Ahza.


"Arghhh.. " Pekik Ahza sekali lagi saat gigi itu menancap sempurna di put*ng da*anya.


#Ctaaasss


#Ctaaasss


#Ctaaasss


#Ctaaaasss


#Ctaaasss


"Arghhh." Pekik Ahza di setiap cambukan yang mengenai tubuhnya.


Hingga akhir nya tubuh itu ambruk karena tidak kuat menahan sakit.

__ADS_1


"Kau tidak boleh pingsan sebelum merasakan semua hukuman yang aku berikan Ahza Rumaisa." Teriak Galen kemudian mengangkat tubuh yang tidak berdaya itu ke atas ranjang.


Mencumbu bibir merah itu dengan kasar walau tubuh wanita di bawahnya hampir tidak sadarkan diri.


#Plaaaakk


Bukannya kasihan saat melihat Ahza mulai tidak sadarkan diri Galen justru menampar pipi Ahza hingga sudut bibir nya mengeluarkan darah.


Galen terus bermain-main dengan dada Ahza yang mulai memerah karena sakit dengan perlakuan Galen.


#Plakkk


#Plakkk


Sekarang tangan itu terulur menampar kedua d*d* Ahza cukup keras. Ahza masih dapat merasakan sakit tetapi tenaganya sudah tidak cukup untuk berteriak.


"Kau menikmati nya?" Tanya Galen yang tengah tersenyum smirk.


Ahza hanya menggeleng lemah.


"Tadi kau yang memintanya kan, kau lebih suka di kasari daripada aku perlakukan dengan baik." Ucap Galen sinis.


Galen mencengkeram kedua dada Ahza dengan kuat, mulai menghisap kedua dada itu secara bergantian.


Ahza hanya diam pasrah menerima apa saja yang Galen lakukan pada tubuhnya dengan air mata yang selalu menetes.


Saat Ahza memejamkan matanya Galen selalu menamparnya agar kesadarannya tidak hilang. Galen benar-benar seperti monster, batin Ahza.


"Buka paha mu lebar-lebar !!!" Perintah Galen pada Ahza.


Karena Ahza tidak menuruti nya, membuat Galen kembali emosi. Dengan kasar Galen membukanya, memasukkan jarinya ke dalam milik Ahza dengan kasar. Bermain-main di dalamnya hingga puas, apalagi melihat Ahza yang menggelinjang tidak karuan dengan apa yang tengah dilakukan jari Galen pada miliknya.


Galen melepaskan pakaian yang di kenakan nya dengan cepat. Memasukkan senjata nya ke dalam milik Ahza. Menghujani nya tanpa henti. Tidak perduli apakan Ahza menikmati nya atau tidak yang terpenting dirinya merasa puas dengan apa yang dilakukannya.


"Milikmu sangat sempit sayang. Membuatku selalu ketagihan." Kata Galen di tengah-tengah permainannya.

__ADS_1


Ahza diam tidak membalasnya. Tangannya mencengkram erat seprei saat Galen bermain dengan tidak terkendali di atasnya.


"Akan ku buat kamu hanya memikirkan ku saja Ahza. Hanya aku." Batin Galen dengan terus menghujani Ahza dengan hentakannya yang semakin cepat.


__ADS_2