
Ahza tanpa perduli dengan tatapan Galen padanya segera menghampiri putranya.
"Ya sayang, mama disini." Ucap Ahza mencium wajah Galaxy.
"Galaxy takut ma." Ucap Galaxy dengan wajah ketakutan.
"Sekarang kamu jangan takut karena sekarang sudah ada papa di sini yang akan melindungi kamu dari orang-orang jahat." Ucap Galen sudah ada di samping Galaxy.
"Papa?" Ulang Galaxy dengan bingung.
"Iya aku papa mu. Aku papa kandungmu. Lihat wajah kita hampir sama." Kata Galen mendekatkan wajahnya dan mencium wajah Galaxy dengan kasih sayang.
Galaxy menatap wajah Galen dengan intens. Benar apa yang dikatakan oleh lelaki itu. Wajahnya sangat mirip jika mereka berkaca.
"Tapi papa ku papa Denis." Kata Galaxy dengan polos.
"Dia bukan papamu, aku yang papamu dan mereka berdua nenek dan kakek mu." Ucap Galen memperkenalkan ayah dan ibunya.
Galaxy beralih menatap Ahza dengan wajah bingung nya.
"Sudah jangan di pikirkan yang penting Galaxy sehat dulu ya." Ucap mama Galen dengan senyum lebarnya saat mengelus lembut kepala Galaxy.
#Ceklekkk
Pintu terbuka, hingga seorang lelaki yang menggendong anaknya diikuti 2 orang di belakang nya menyelonong masuk.
"Rupanya kamu disini," Ucap lelaki itu dengan cukup keras.
Galaxy langsung ketakutan saat melihat nya dan mendengar suaranya. Galen yang sedang menggenggam tangan putranya yang gemetar langsung memeluknya erat.
"Mas Denis." Lirih Ahza.
"Jangan teriak-teriak di sini." Ucap papa Galen pada lelaki yang tengah menatap tajam perempuan di samping Galen.
"Keluar kamu!! Kamu lelaki yang sudah buat cucu saya seperti itu." Ucap Mama Denis marah.
__ADS_1
"Oh jadi mereka keluarga anak itu, beruntung deh biar gantian mereka yang urus." Ucap Denis dengan enteng.
"Tanpa kamu bilang pun kami akan mengurusnya. Kalau tahu sedari dulu kami tidak akan membiarkan cucu kami di siksa oleh kalian." Jawab papa Denis geram.
Tanpa sepatah katapun Denis menarik tangan Ahza dan menyeretnya keluar dari ruangan tersebut.
"Mas aku masih ingin melihat Galaxy." Ucap Ahza meronta-ronta.
"Kamu tidak kasihan dengan Kenzie yang dari tadi mencari mu?" Tanya Denis pada Ahza.
Ahza hampir saja melupakan Kenzie jika saja Denis tidak mengatakan nya. Ahza terlalu khawatir pada Galaxy dan melupakan Kenzie.
"Mama kakak kenapa?" Tanya Kenzie setelah keluar dari ruangan.
"Kakakmu tidak apa-apa, sekarang dia akan tinggal bersama papanya. " Kata Denis.
"Mas!" Kata Ahza tidak terima.
"Kenapa? Dia masih memiliki papa, kita lihat keluarganya juga sangat menyayanginya." Sahut mama Denis tiba-tiba.
"Ta.. " Saat Ahza ingin berbicara Denis segera menghentikan Ahza dengan ucapannya.
Ahza menghela nafas berat. Dirinya tidak dapat membayangkan bagaimana rasanya berpisah dengan Galaxy ataupun Kenzie. Ahza ingin kedua anaknya.
...🐛🐛🐛...
1 minggu kemudian. . .
Kenzie mengajak Ahza ke mall.
"Ma kakak Galaxy di mana?" Tanya Kenzie kesekian kalinya.
"Kata papa kakak Galaxy sekarang punya papa baru ya makannya kakak tidak mau pulang. Kata papa, papa Kak Galaxy banyak sekali uangnya makanya kakak lebih suka di sana." Lanjut Kenzie sedih.
Ahza menggenggam erat kedua tangan nya agar emosinya tidak meledak di tempat itu. Denis benar-benar keterlaluan sudah memisahkannya dengan Kenzie dan sekarang mengatakan hal yang akan membuat Kenzie berfikiran buruk terhadap Galaxy.
__ADS_1
Ahza berjongkok di depan Kenzie dan mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil itu.
Belum sampai dirinya berbicara pemandangan yang membuatnya terkejut ada di depan matanya. Seorang lelaki yang sangat di kenalnya ada di hadapannya sedang menggendong seorang anak perempuan dengan seorang wanita seusianya yang bergelayut manja pada lengannya.
Dari yang dilihat oleh Ahza mereka seperti keluarga bahagia.
"Ma?" Ucap Kenzie yang melihat ibunya hanya diam dengan pandangan lurus ke depan.
"Ah ya sayang, sebaiknya kita jalan-jalan ke sana." Ucap Ahza memilih mendekat agar mengetahui kebenarannya secara langsung.
Kenzie menganggukkan kepalanya. Ahza menggendong Kenzie agar leluasa mengikuti suaminya dan perempuan yang Ahza duga pasti memiliki hubungan dekat.
"Kau tahu mas, aku sangat bahagia akhirnya sebentar lagi akan memiliki anak." Ucap wanita yang bergelayut manja pada Denis dengan wajah bahagianya.
Lelaki di samping nya hanya diam tidak menyahut, terlihat sekali kegelisahan di balik wajahnya.
"Mas Denis. Kenapa diam saja sih. Harusnya kamu bahagia dong kan ini anak mu juga." Ucap wanita itu lagi membuat Ahza yang awalnya tidak yakin dengan apa yang di dengarnya adalah benar.
Ahza benar-benar emosi mendengarnya. Suaminya benar-benar keterlaluan. Ternyata selain menyiksa Galaxy dia juga berselingkuh di belakangnya. Bahkan hingga melakukan hal terlarang hingga kini akan menghasilkan seorang anak.
Ahza benar-benar kecewa. Rasa ragu nya mendadak hilang dan keinginannya untuk berpisah dengan Denis semakin kuat. Ahza tidak mau dengan lelaki seperti Denis. Walaupun dirinya juga pernah melakukan kesalahan tetapi semuanya terjadi karena terpaksa bukan atas keinginannya sendiri seperti apa yang dilakukan Denis di belakangnya.
"Tapi jangan sampai Istriku tahu." Balas Denis membuat Ahza semakin marah. Ahza pikir wanita itu mau dengan Denis karena tidak tahu statusnya telah beristri. Tetapi kenyataannya sama saja mereka berdua adalah orang yang sama saja.
"Kenapa mas? Kamu tidak mau istrimu tahu tetapi bagaimana dengan nasib anak yang aku kandung mas. Anak ini juga membutuhkan status mas." Ucap wanita itu dengan menunjuk perutnya yang sedikit bergelombang.
"Aku tidak ingin anak ini lahir tanpa status yang jelas. Aku ingin kamu segera menikahi ku juga sebelum perutku ini semakin membesar mas." Lanjut wanita itu lagi.
"Ya ya aku akan menikahi mu." Jawab Denis santai.
"Lalu istrimu?" Tanya wanita itu dengan wajah penuh harap.
"Istriku akan tetap menjadi istriku." Sahut Denis.
"Jadi kau tidak berkeinginan untuk menceraikannya mas?" Tanya wanita itu dengan wajah kecewa.
__ADS_1
Denis menggelengkan kepalanya yakin.
"Kau tahu sendiri kan aku sangat mencintainya, jadi aku tidak akan menceraikannya." Ucap Denis menatap tajam wajah wanita di depannya. Hingga tanpa di sadarinya jika sedari tadi ada seorang yang tengah menatapnya dengan tatapan terluka, marah dan kecewa menjadi 1.