Di Antara 2 Suami

Di Antara 2 Suami
Galaxy yang malang


__ADS_3

Pesta besar-besaran itu berlangsung dengan meriah. Tetapi yang membuat terkejutnya lagi setelah acara perayaan pernikahan dari pengusaha sukses Pranata Razzan dan Agatha Lala. Mereka mengumumkan rencana perjodohan putra sulungnya yang sudah berusia 35 dengan seorang janda berusia 30 tahun beranak 1.


"Apa maksud Papa?" Tanya Galen memastikan kalimat yang di tangkap nya melalui pendengarannya tidak salah.


"Kamu dan Indah akan bertukar cincin malam ini juga." Kata Pak Pranata menjelaskan kembali ucapannya.


Galen yang mendengarnya tertawa membuat orang-orang yang melihatnya mengira jika Galen sangat senang.


"Aku tidak mau." Bentak Galen dengan nada tinggi.


"Galen jaga sikapmu." Ucap wanita di samping Pak Pranata.


Galen membuang nafas dengan pelan, berharap agar emosi di dalam tubuhnya segera keluar saat menyadari jika dirinya kini sedang di sorot oleh beberapa kamera.


"Aku menolak perjodohan ini." Ucap Galen dengan nada yang lebih rendah.


"Jangan buat mama malu Nak." Kata mama Galen, Ibu Agatha.


"Pokoknya mama ingin kamu menikah." Tambah wanita itu dengan lirih.


"Aku sudah menikah jadi aku tidak mau menikah lagi." Kata Galen terang-terangan membuat semua orang terkejut.


Banyak yang tidak percaya karena yang mereka tahu Galen adalah pria yang tidak pernah terlihat dekat dengan wanita manapun bahkan menurut rumor jika Galen adalah orang penyuka sesama jenis.


"Aku sudah menikah kalau kalian tidak percaya aku punya buktinya." Kata Galen memanggil Aiden sekertaris kesayangannya.


Aiden segera melakukan apa yang tuannya inginkan lewat tatapan matanya.


Hingga gambar layar yang semula menunjukkan kenangan-kenangan Pak Pranata dan keluarga kini berganti dengan foto Galen tengah bersanding dengan seorang wanita yang menggunakan kebaya sedang melakukan prosesi pernikahan. Tetapi sayangnya wajah wanita itu membelakangi kamera sehingga tidak terlihat di layar.


"Pokoknya aku tidak bisa menerima perjodohan ini karena alasannya sudah aku katakan. Jadi kalau kalian ingin melanjutkan acara tukar cincin silahkan dengan orang yang belum menikah." Tegas Galen pada semua orang.


"Jika masih ingin di lanjut di sini ada sepupu ku yang tampan, mantan asisten pribadi aku yang menyebalkan atau sekertaris kesayanganku yang kaku ini." Pungkas Galen meninggalkan semua orang disusul dengan sekertaris kesayangannya.


...🐛🐛🐛...

__ADS_1


"Papa buka, aku takut." Teriak seorang anak menggedor-gedor pintu berharap ada orang yang mau membukakan pintunya.


"Aku janji tidak nakal pa, tapi buka pintunya." Kata anak berusia lima tahun itu dengan pilu tapi tidak ada satu orang pun yang mau membukakan pintu.


Dengan tangisnya yang selama ini di tahun kini Galaxy sudah tidak kuat membendung nya lagi. Terkurung dalam ruangan yang gelap gulita dan kotor juga bau membuat Galaxy ketakutan.


Tidak jarang ada serangga yang merambat pada tubuhnya tetapi Galaxy tidak mampu melihat wujudnya karena gelap hanya tangisan yang menyayat hati yang mampu anak 5 tahun itu lakukan berharap segera ada yang membukakan pintu tersebut.


"Tikus, kecoa jangan gigit aku ya, daging aku enggak enak." Gumam Galaxy menatap sekelilingnya walaupun tidak dapat melihat apapun di sekitarnya.


"Hantu juga jangan makan aku ya, daging aku pahit dan keras. Nanti gigi kalian bisa bisa sakit." Gumam Galaxy lagi berusaha menepis rasa takut nya.


"Kata papa aku anak setan, anak brengsek. Aku tidak tahu artinya apa. Jadi kalian jangan nakal sama aku ya." Gumam Galaxy dengan suara bergetar ketika mengingat saat di bentak-bentak oleh semua orang di rumah ini. Hanya ada mama dan adiknya, Kenzie yang menyayanginya dan bersikap baik padanya.


"Mama cepat pulang, aku takut, aku juga lapar ma." Gumam Galaxy lagi sambil memegangi perutnya dengan pandangan yang mulai mengabur.


"Aku sayang mama, papa, Kenzie, Oma, Opa, Pakde sama Bude." Lirih Galaxy memejamkan matanya.


...🐛🐛🐛...


"Oke-oke sayang. Tapi tunggu temen papa dulu ya." Kata Denis bermain ponsel tanpa menoleh pada putranya.


"Ayo pa sekarang." Kata Kenzie menarik-narik celana Denis.


"Iya nanti dulu ya." Kata Denis tidak mengalihkan pandangan nya dari ponsel.


"Sudah dari tadi mas?" Tanya seorang wanita yang menggandeng tangan seorang gadis kecil.


"Belum lama. Hallo Sisil kenalin ini anak Papah." Kata Denis membuat Kenzie yang awalnya fokus dengan wahana yang ingin di cobanya menoleh pada anak perempuan dengan tubuh yang lebih kecil darinya.


"Anakmu manis sekali sih mas?" Kata Wanita yang menggandeng tangan gadis kecil itu.


"Siapa dulu dong papanya." Kata Denis dengan bangganya.


"Ayo kalian kenalan dulu." Ujar wanita itu pada kedua anak yang saling menatap dengan pikiran nya sendiri.

__ADS_1


Dengan malu-malu gadis kecil itu mengulurkan tangannya pada Kenzie, akan tetapi Kenzie tidak menerimanya memilih memalingkan wajah nya dan memegang tangan Denis dengan posesif.


"Sini sama papah saja." Kata Denis sambil menerima uluran tangan gadis kecil berusia hampir 6 tahun.


"Nanti Sisil mau main perosotan sama mandi bola ya sama papah." Kata gadis kecil itu dengan polosnya.


"Tidak boleh." Sentak Kenzie marah.


"Kok tidak boleh inikan papah Sisil." Protes gadis kecil itu.


"Ini papa Kenzie. Bukan papa kamu." Bentak Kenzie membuat mata gadis kecil itu berkaca-kaca.


"Kenzie!!!" Bentak Denis pada putranya.


Kenzie yang jarang di bentak ikutan menangis. Denis mengusap kasar rambutnya menghadapi dua anak kecil yang sama-sama menangis. Denis tidak pernah berada pada posisi seperti ini sebab Galaxy tidak pernah menangis justru lebih banyak menenangkan saat Kenzie sedang merajuk seperti saat ini.


Denis tiba-tiba memikirkan nasib Galaxy yang di kurungnya di dalam gudang. Tapi cepat-cepat Denis menepis perasaannya untuk Galaxy.


"Paling aku tinggal sebentar, ini saja baru pukul 5 sore." Batin Denis meyakinkan jika anak berusia 5 tahun itu tidak apa-apa.


"Papa jahat." Kata Kenzie di sela-sela tangisan nya.


"Maaf ya sayang, ayo kita main ke sana." Kata Denis merasa bersalah karena sudah membentak anak yang di cintai nya.


Kenzie menganggukkan kepalanya sambil merentangkan kedua tangannya agar sang papa mau menggendongnya


Tetapi bukan hanya Kenzie yang melakukan hal seperti itu sebab gadis kecil di sampingnya melakukan hal yang sama.


Denis merasakan dilema, antara ingin menggendong siapa di antara keduanya.


"Lebih baik kita berjalan bersama-sama bagaimana?" Tanya Denis dengan hati-hati.


Kedua anak itu menggelengkan kepalanya.


Denis lagi-lagi di buat ingat dengan Galaxy yang belum pernah di gendongnya sama sekali bahkan saat pergi berempat anak itu memilih berjalan daripada memintanya untuk menggendong saat Ahza menggendong Kenzie.

__ADS_1


"Sial kenapa aku harus mengingat anak itu." Batin Denis mengumpat.


__ADS_2