Di Antara 2 Suami

Di Antara 2 Suami
Menyetujui persyaratan


__ADS_3

"Siapa yang ingin bunuh diri?" Tanya Ahza dengan kesal pada lelaki tampan dihadapannya karena sudah menuduh ingin mengakhiri hidup padahal tidak ada pemikiran seperti itu dalam otaknya.


"Kau, kau ingin menjatuhkan tubuh mu ke bawah sana kan?" Pertanyaan Ahza malah di balas oleh pertanyaan lelaki tersebut.


"Kau pikir aku sebodoh itu hah?" Kaget Ahza karena lelaki di hadapan nya mengira dirinya akan bunuh diri, padahal Ahza tidak ada pikiran sedikit pun untuk melakukan nya. Apalagi dengan cara ekstrim seperti itu. Iya kalau jatuh langsung mati, kalau tubuh remuk tapi nyawa masih enggan keluar dan mengakibatkan ke catatan bukankan itu lebih merugikan, begitulah pikir Ahza.


"Lalu kau mau apa berdiri di pinggir sini? Tidakkah kau lihat beberapa orang di bawah tengah menatapmu. Karena mereka berpikiran seperti apa yang aku pikirkan kepadamu." Ujar lelaki tampan itu menunjuk ke bawah dimana beberapa orang tengah melihat ke arahnya dengan pandangan yang sulit di artikan bahkan beberapa orang sudah siap dengan ponsel nya untuk merekam detik-detik terjadinya percobaan bunuh diri seperti yang mereka pikirkan.


"Huh kalian terlalu banyak menonton drama." Ketus Ahza meninggalkan lelaki itu sendirian dengan tampang cemberut. Niatnya ingin menenangkan pikiran agar bisa berpikir jernih dengan keputusan yang diambilnya justru di salah artikan oleh orang-orang di sekitarnya.


🐛🐛🐛


Ahza duduk sambil menyesap tehnya dengan gelisah di sebuah kafe. Sudah hampir setengah jam dirinya menunggu seseorang yang penting tetapi tidak kunjung memunculkan batang hidungnya.


"Maaf saya terlambat." Kata seseorang menghentikan lamunannya.


"Ah ya, tidak apa-apa." Kata Ahza dengan tersenyum manis tapi tidak dengan isi hatinya yang ingin mengumpat lelaki dihadapannya.


"Jadi kau mau menikahi saya?" Tanya laki-laki yang tengah menyeruput minuman milik Ahza dengan percaya dirinya membuat Ahza melotot kan matanya ke arah lelaki tampan di hadapan nya.


"Setelah kita menikah kau bisa memberikan pengobatan yang terbaik untuk adik dan suami mu itu." Ujar lelaki tampan itu menatap Ahza dengan intens.


Ahza yang di tatap seperti itu justru membuatnya gelisah. Ahza tidak mengerti jalan pikirkan orang yang ada di hadapannya. Padahal lelaki itu sudah tahu Ahza sudah bersuami tetapi kenapa dirinya mau menjadikan nya istri. Jadi hubungan seperti apa yang di inginkan lelaki di hadapannya.


"Aku mohon pinjami saja aku uang untuk biaya pengobatan adik dan suamiku, suatu saat nanti aku akan membayarnya. Kau tahu sendiri kan aku sudah bersuami jadi tidak mungkin aku menikah lagi sedangkan aku masih memiliki suami. Hubungan seperti apa yang akan kita jalani jika kita menikah?" Kata Ahza hati-hati takut lelaki di hadapannya tersinggung dan tidak jadi menolongnya.


Lelaki di hadapan nya tersenyum sinis menatap wajah Ahza.

__ADS_1


"Kau mau membayar menggunakan apa? tubuhmu?" Ejek lelaki itu menelisik bagian tubuh Ahza.


"Jaga ucapan mu itu. " Ahza terlihat marah.


"Di dunia ini tidak ada yang gratis, jika kau


menginginkan sesuatu harus ada jaminan di dalam nya." Kata lelaki itu menghentikan kalimatnya.


"Kau beruntung karena saya mau menjadi kan mu istri, bukan jal*ng." Lanjut lelaki itu dengan mengangkat sebelah alisnya.


Lelaki 29 tahun bernama lengkap Galen Zafar Razzan itu melihat pergelangan tangannya menatap wajah Ahza yang sedang menahan amarah nya.


"Waktu kita tinggal 5 menit lagi, karena sebentar lagi akan ada operasi. Jadi bagaimana keputusan mu. Melihat kedua orang itu tetap merasakan sakit dan akhirnya meninggal atau merawat nya dengan pengobatan yang terbaik." Kata Galen dengan serius menatap wajah Ahza yang sekarang berubah gusar.


"A.. a." Ahza terbata-bata tidak bisa berkata-kata karena bingung dengan keputusan nya.


Ahza menghela nafas kasar, dirinya tidak ingin kedua lelaki yang berarti di hadapannya pergi meninggalkan nya. Tetapi jika dia menerima syarat lelaki itu sama saja dirinya mengkhianati suaminya yang tengah sekarat. Bagaimana akhirnya jika suaminya tahu? Perceraian bisa saja terjadi.


"1 menit lagi." Kata Galen lagi.


"Berapa lama kita akan menjalani hubungan ini?" Tanya Ahza tiba-tiba.


"1 tahun." Kata Galen singkat.


"Baiklah aku akan menyetujui syarat mu." Kata itu tiba-tiba lolos begitu saja dari mulut Ahza.


"Oke, nanti asisten saya akan menemui mu untuk menunjukkan surat perjanjian untuk kau tanda tangani." Kata Galen beranjak meninggalkan Ahza tanpa mendengar jawabannya.

__ADS_1


"Semoga keputusan ku ini, tidak akan aku sesali suatu saat nanti. Maafkan aku mas Denis. Tapi aku tidak sanggup untuk kehilanganmu dan Ryan." Batin Ahza menatap kepergian lelaki yang sebentar lagi jadi suami keduanya.


"Suami kedua." Gumam Ahza tertawa miris ikut beranjak dari tempat nya.


🐛🐛🐛


Ahza sampai di rumah sakit setelah sebelumnya pulang untuk membersihkan tubuhnya.


"Ma maaf kan Ahza." Ucap Ahza kepada seorang wanita paruh baya dengan ragu sambil menjatuhkan lututnya di hadapan kedua mertua nya.


"Ada apa Za? Bangunlah jangan seperti ini." Ujar wanita paruh baya itu dengan bingung karena menantunya tiba-tiba meminta maaf dan berlutut di hadapannya.


"Maaf kan aku ma, tapi aku tidak bisa jika harus melihat orang yang penting dalam hidupku menderita terus seperti itu." Ahza menghela nafas beratnya kemudian melanjutkan berbicara.


"Jadi aku akan menyetujui persyaratan orang itu agar dia mau membantu." Lirih Ahza dengan air mata yang membasahi pipi mulus nya.


"Tapi bagaimana kalau Denis sudah sadar Za? Kami tahu dia sangat mencintaimu." Kata Papa Denis.


Ahza hanya menggeleng kan kepalanya pasrah.


"Kalian bisa membuat nya membenci ku, lebih baik menutupinya daripada mengetahui kebenaran yang sama saja menyakitkan." Ucap Ahza dengan berat.


"Tidak Za kami bisa menutupi dari Denis, lagian kamu hanya butuh waktu 1 tahun saja kan?" Kata Mama Denis.


"Tapi ma, Ahza tidak menjamin jika kami tidak akan melakukan hubungan-" Ahza tidak melanjutkan ucapannya karena tidak sanggup untuk mengatakan nya.


"Sebagai seorang lelaki pasti nya mas Denis tidak akan mau dengan ku lagi yang sudah terjamah oleh lelaki lain." Pungkas Ahza dengan tangisnya.

__ADS_1


"Tidak. Jika kita tidak memberi tahunya, kita akan menyimpan rapat-rapat rahasia ini." Kata mama Denis cepat.


__ADS_2