
1 bulan berlalu. . .
Seorang wanita tengah menatap langit malam dengan tatapan sendunya.
Pikirkan nya menerawang ke kejadian 3 minggu lalu, dimana dirinya di siksa dan dilecehkan selama seminggu berturut-turut. Bahkan di buat sampai tidak bisa berjalan sampai harus di rawat di rumah sakit selama beberapa hari. Sekarang dirinya kembali pasrah mengikuti semua keinginan lelaki itu daripada harus menanggung rasa sakit yang bertubi-tubi.
Ahza tidak sengaja menoleh ke arah seseorang yang tidak asing di ingatannya, tengah menatapnya dengan pandangan yang sulit di artikan.
Ahza yang merasa risih karena sedang memakai baju tidur yang terkesan seksi segera masuk ke dalam kamarnya. Dirinya tidak ingin mengalami masalah jika Galen melihatnya dan berfikir jika dirinya sedang menggoda lelaki lain.
Ahza merebahkan tubuhnya di atas kasur yang empuk, baru saja dirinya ingin memejamkan mata suara pintu kamar yang terbuka membuatnya kembali membuka matanya.
"Kenapa belum tidur hem?" Tanya Galen ikut merebahkan tubuhnya di samping Ahza.
"Aku belum mengantuk, sudah selesai semua pekerjaan mu?" Tanya Ahza merapatkan tubuhnya setelah mendapat isyarat dari Galen.
"Sudah." Jawab Galen singkat kemudian mengelus pelan kepala Ahza.
#Cupp
Galen mencium bibir Ahza dengan lembut tidak seperti biasanya. ********** pelan agar Ahza dengan suka rela membuka mulutnya.
Ahza diam tidak membalas ataupun menolaknya. Membuat Galen melepaskan pagutan bibir nya.
"Besok aku ada pekerjaan di luar negeri selama 1 minggu. Sejujurnya aku ingin membawa mu tapi di sana aku sangat sibuk." Ujar Galen terlihat berat untuk meninggalkan Ahza, berbanding terbalik dari apa yang Ahza rasakan.
"Tidak apa mas, kamu fokus saja dengan pekerjaan mu." Ujar Ahza.
"Aku pasti akan merindukanmu." Ucap Galen membelai wajah Ahza.
__ADS_1
...🐛🐛🐛...
Seorang lelaki sedang berdiri melihat hujan yang tiada henti membasahi semua yang di lalui nya.
"Sudah lah istrimu itu sudah nyaman di rumah bosnya, makanya dia tidak mau pulang." Kata seorang lelaki sambil menghembuskan asap rokok nya.
"Apalagi istrimu itu sangat cantik tidak menutup kemungkinan jika bos mu itu akan tertarik pada nya." Lanjut laki-laki itu memanasi.
"Ahza tidak mungkin mengkhianati ku." Kata Denis yakin.
"Isi hati seseorang siapa yang tahu. Apalagi dengan keadaan mu sekarang yang seperti ini. Maaf ya wajahmu tidak setampan dulu juga keuangan mu. Sekarang kamu hanya lelaki pengangguran." Ucap laki-laki itu terus mengompori Denis.
"Bram jangan bicara yang aneh-aneh." Kata seorang wanita paruh baya tiba-tiba.
"Aku tidak bicara aneh ma, aku berbicara sesuai fakta agar dia sadar jika istrinya itu lambat laun akan mengkhianati nya." Balas Bram santai.
"Tidak!!Ahza tidak mungkin seperti itu." Kata Denis tidak terima berlalu meninggalkan dua orang itu.
"Bukan aku yang keterlaluan tapi Denis ma." Teriak Bram membuat wanita paruh baya itu tidak jadi meninggalkan tempat itu.
"Denis selalu merebut apa yang aku punya. Dari kasih sayang mama dan papa." Kata Bram emosi.
"Bahkan Kirana wanita yang sangat aku cinta juga di rebut oleh nya." Lanjut Bram mengepalkan tangannya karena emosi.
"Denis tidak merebut Kirana Bram, Kirana yang suka dengan adikmu sendiri. Denis juga tidak pernah merespon Kirana karena Denis hanya mencintai Ahza." Ujar Mama Denis.
"Terserah mama, mama tidak pernah menyalahkan Denis karena dia anak kesayangan kalian kan? Walaupun dia sudah merusak hubungan ku dengan Kirana kalian tetap tidak perduli." Kekuh Bram.
Mama Denis menghela nafas pelan, sudah beberapa kali dirinya menasehati Bram tetapi Bram tidak pernah percaya dan tetap menganggap Denis telah merebut wanitanya yang kini tidak pernah terlihat sama sekali.
__ADS_1
Dua bersaudara itu awal nya saling menyayangi namun setelah peristiwa yang membuat nya salah paham dan berakhir dengan Denis yang di musuhi oleh kakak kandungnya sendiri.
Bram menganggap Denis telah menggoda Kirana. Karena semenjak bertemu dengan Denis sifat Kirana berubah padanya. Dan lambat laun Kirana mengatakan kebenarannya jika Kirana selama ini mencintai Denis. Kirana juga mengatakan hal yang menyakitkan untuk Bram kalau ternyata dia sudah tidak mencintai Bram lagi setelah mengenal Denis dan memutuskan hubungan nya dengan Bram untuk mendapatkan Denis.
Bram sebenarnya tidak terima, tapi tetap berusaha sebaik mungkin, berharap agar Kirana bisa jatuh cinta lagi padannya. Tapi semua nya sia-sia karena Kirana sama sekali tidak perduli dengan semua yang di lakukan nya.
Hingga pada akhir nya Kirana melihat Denis sedang bermesraan dengan seorang perempuan yang pasti nya lebih cantik dan seksi darinya. Kirana benar-benar terpuruk apalagi mendengar jika Denis mencintai perempuan itu dan ingin menjadikannya sebagai istri.
Kirana yang patah hati menemui Bram dan menceritakan semuanya pada Bram hingga tidak sadar keduanya melakukan sesuatu hal yang membuat Kirana tidak pernah terlihat lagi sampai sekarang.
Bram terus mencari keberadaan Kirana tapi nihil, Kirana seperti hilang di telan bumi tidak ada tanda-tanda kehadiran nya.
Kemudian dirinya di pertemukan dengan seorang wanita yang sekarang telah menjadi istrinya. Renata perempuan muda tidak terlalu cantik dan berkulit sedikit gelap dengan postur tubuh sedikit berisi yang di temui nya di sebuah warung.
Bram buru-buru mengenalkan Renata pada kedua orang tuanya karena takut jika di dahului oleh Denis. Bram bukan takut tetapi gengsi jika Denis menikah lebih dulu mendahului nya.
Renata cepat akrab dengan mamanya karena memiliki hobi yang sama yaitu memasak. Tidak seperti Ahza, dia tidak memiliki kemampuan memasak seperti Renata. Ahza hanya bisa berkutat dengan peralatan yang berhubungan dengan kecantikan.
Ahza bekerja di salon milik bibinya yang berprofesi sebagai rias pengantin yang cukup terkenal di daerahnya. Tidak jarang Ahza di ajak bibinya untuk membantu di saat ada job merias pengantin. Bibi Ahza sangat mengagumi skil Ahza dalam urusan merias wajah.
...🐛🐛🐛...
Ahza menatap kepergian Galen dengan perasaan lega. Baginya jika sedang bersama Galen rasanya seperti berada di dekat monster.
Sifat Galen sangat susah di tebak. Kadang-kadang bersikap manis yang sering kali bisa membuatnya jatuh cinta jika Ahza tidak membentengi hatinya dengan kuat.
Tapi jika mengingat bagaimana Galen menyakiti nya Ahza benar-benar merasa terhina.
Saat Ahza sedang melamun seseorang tiba-tiba datang menghampiri nya.
__ADS_1
"Mau aku bantu untuk keluar dari sini?" Tanya seorang lelaki memakai holiday dengan santainya memasuki rumah tanpa Ahza persilahkan untuk masuk. .
Ahza terbengong menatap punggung lelaki yang sedang memasuki rumah dengan santainya. Ahza seperti pernah mendengar suara itu, tapi Ahza lupa dimana tepatnya dia bertemu dengan laki-laki itu.