
Seorang wanita yang sedang fokus memasukkan beberapa pakaian dan barang-barang lainnya di dalam koper ter lonjak kaget saat ada sepasang tangan yang memeluk nya dari belakang.
"Biarkan seperti ini dulu." Ucap laki-laki itu merasakan ketenangan saat memeluk tubuh wanita nya.
"Tapi aku buru-buru tuan." Kata Ahza hati-hati .
"Kasihan anak-anak pasti mereka sedang menunggu ku." Lanjut Ahza masih berada dalam pelukan Galen.
"Anak-anak?" Tanya Galen heran.
"Iya anak-anak ku pasti mereka sedang menungguku, kasihan sekali." Jawab Ahza.
"Kasihan sekali Galaxy." Lanjut Ahza dalam hati mengkhawatirkan keadaan putra sulung nya yang tidak pernah di akui oleh keluarga Denis. Hatinya sedari tadi merasa khawatir.
"Memangnya kamu sudah punya anak berapa?" Tanya Galen mencoba mencari tahu.
"Dua." Jawab Ahza tidak curiga.
"Berapa usianya?" Tanya Galen lagi.
"5 tahun." Balas Ahza apa adanya.
"Kamu bilang dua. Lalu yang satu usia berapa?" Tanya Galen mengintrogasi.
"Mereka kembar." Jawab Ahza masih melanjutkan aktifitasnya.
Galen manggut-manggut mendengar jawaban Ahza tetapi otaknya berfikir sesuatu.
"Usianya 5 tahun, andaikan saja itu anakku." Batin Galen berharap.
"Aku pulang ya tuan." Kata Ahza setelah menutup resleting kopernya.
"Tidak boleh, aku masih merindukanmu." Ucap Galen tidak ingin melepaskan pelukannya.
"Tapi tuan, aku harus segera pulang, kasihan anak-anak, mereka pasti menungguku." Ucap Ahza
" Terutama Galaxy." Lanjut Ahza dalam hati.
"Aku tidak ingin kamu berhubungan badan dengan Denis." Kata Galen sambil memegang dada Ahza dan bermain-main di sana.
"Juga jangan memanggilku tuan, sekarang panggil aku sayang atau hubby, husband atau apalah yang penting terkesan romantis." Lanjut Galen.
"Baiklah tapi ijinkan aku pulang." Jawab Ahza mengalah daripada berdebat dengan lelaki di depannya. Karena sedari tadi perasaannya tidak enak.
...🐛🐛🐛...
"Papa ayo pulang, Kenzie sudah ngantuk." Kata anak lelaki itu untuk kesekian kalinya. Tetapi papa nya masih sibuk memenuhi keinginan gadis kecil di sampingnya.
"Ayo pa cepat!" Kata Kenzie dengan nada yang tinggi. Denis yang menyadari jika putranya sedari tadi sudah mengantuk.
"Sebentar lagi ya, tunggu kak Sisil main ayunan selesai." Kata Denis masih mengulur waktu.
__ADS_1
Dengan mata yang memerah dan berkaca-kaca Kenzie akhirnya mengeluarkan tangisannya yang cukup kencang. Membuat wanita berusia 30 tahun itu menoleh ke arahnya sedangkan Denis segera mengendong anak kesayangan nya.
"Huh dasar anak manja, kalau aku sudah jadi istri mas Denis akan aku tendang lebih dulu anak seperti dia." Batin wanita itu.
"Arimbi ayo ajak anakmu pulang, anakku sudah mengantuk." Kata Denis pada wanita itu.
Dengan terpaksa akhirnya Arimbi mengajak putrinya untuk pulang meskipun awalnya menolak tetapi gadis kecil itu akhirnya menurut setelah melihat tatapan tajam dari sang mama.
"Lihat mas Sisil itu anak yang penurut." Kata Arimbi membanggakan putrinya.
Mereka berdua akhirnya pulang dengan mengantarkan Arimbi dan putrinya terlebih dahulu.
...🐛🐛🐛...
Seorang wanita yang baru saja memasuki rumah dengan tergesa-gesa memasuki sebuah kamar hingga tidak sengaja menabrak seorang wanita dengan perut membuncit.
"Heh hati-hati kalau jalan, kamu mau buat aku celaka?" Sentak wanita itu dengan marah.
"Maafin aku Kak Renata. Aku buru-buru." Kata Ahza meninggalkan wanita itu karena bagi Ahza wanita itu tidak sampai terjatuh, yang terpenting sekarang adalah melihat keadaan anaknya.
"Mbak dimana anak-anakku?" Tanya Ahza setelah mencari kesana-kemari tapi tidak menemukan orang lain selain wanita dengan perut membuncit itu.
"Heh kamu ibunya kenapa tanya sama aku." Jawab wanita itu dengan ketus tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel di tangannya.
Ahza menghela nafas berat. Percuma saja bertanya pada wanita di depannya sebab Ahza sangat tahu jika wanita ini sangat membencinya.
Hingga seorang lelaki dan anak yang ada di gendongannya akhirnya datang. Dengan tidak sabaran Ahza bertanya pada lelaki itu.
"Kenzie tidur mas?Tapi dimana Galaxy?" Tanya Ahza celingak-celinguk mencari keberadaan nya.
"Mbak Renata tadi aku bilang untuk mengeluarkan anak itu sudah kan?" Tanya Denis pada wanita dengan perut membuncit itu.
"Yah aku lupa Den, untuk mengeluarkannya dari gudang." Jawab wanita itu santai tidak ada raut bersalah sedikitpun pada wajahnya.
"Gudang? Kamu mengurung Galaxy di gudang mas?" Tanya Ahza terkejut.
Dengan buru-buru Ahza berlari menuju gudang hingga dirinya lupa akan sesuatu.
"Mana mas kuncinya?" Kata Ahza dengan sedikit keras pada lelaki yang sedang menidurkan putranya di atas kasur.
"Kenzie sedang tidur, pelan kan suaramu itu." Lirih Denis dengan menatap tajam Ahza.
"Maaf. Tapi mana kuncinya mas?" Kata Ahza dengan panik.
Denis menyerahkan kunci yang berada di laci mejanya pada Ahza. Setelah menerima kunci itu tanpa berucap kata Ahza berlalu menuju gudang dengan paniknya.
#Ceklek
Pintu itu akhirnya terbuka. Wajah Ahza semakin terlihat panik saat melihat tubuh anak 5 tahun itu terkulai lemas di atas lantai kotor tanpa alas apapun.
"Galaxy!!" Teriak Ahza menghampiri tubuh putranya.
__ADS_1
"Sayang bangun hei." Kata Ahza dengan histeris menepuk-nepuk pelan wajahnya yang dingin.
"Bangun sayang, mama di sini." Kata Ahza lagi mengguncang-guncang tubuh putranya tapi tetap saja tidak ada respon apapun dari anak yang memejamkan matanya.
Ahza segera menggendong tubuh putranya keluar dari gudang itu dengan paniknya.
"Mas mas Denis." Teriak Ahza histeris.
"Mas Galaxy pingsan ayo antar ke rumah sakit." Teriak Ahza lagi tetapi lelaki itu seperti tidak mendengar apa yang Ahza katakan sebab sedang memainkan ponsel di tangannya.
"Apaan sih teriak-teriak seperti di hutan saja. Ganggu orang istirahat." Ketus wanita dengan perut membuncit keluar dari kamar.
"Mbak Renata bagaimana ini, Galaxy pingsan." Ucap Ahza khawatir.
"Halah kasih saja minyak putih nanti pasti akan bangun." Jawab Renata memegang perutnya dengan wajah acuh.
Ahza tidak menyahut pada wanita itu. Memilih menghampiri lelaki yang masih asik dengan ponselnya seperti orang yang tidak mendengar apapun.
"Mas Denis tolongin Galaxy dia pingsan, ayo kita ke rumah sakit." Ucap Ahza di dekat lelaki yang sibuk memainkan ponselnya.
"Kasih minyak putih pasti bangun." Kata Denis dengan santai menoleh sebentar pada Galaxy kemudian fokus kembali ke ponselnya.
"Mas Galaxy benar-benar pingsan karena kamu yang mengurungnya dalam gudang yang kotor dan pengap itu." Sentak Ahza saat melihat wajah suaminya yang tidak perduli pada anak di gendongannya yang pingsan karena perbuatan Denis.
"Berani kamu bentak aku gara-gara anak brengsek itu hah." Kata Denis tidak kalah tinggi dengan Ahza.
"Mas cukup!!! Kali ini kamu keterlaluan." Jawab Ahza kemudian meninggalkan Denis yang sedang menatapnya tajam.
"Mau kemana kamu!! Aku tidak mengijinkan mu pergi." Teriak Denis mengejar Ahza.
"Lepas mas, aku mau bawa Galaxy ke rumah sakit." Ucap Ahza berontak saat Denis memegangi lengannya.
"Kenapa kalian ini ribut malam-malam begini bikin malu saja." Kata seorang wanita setengah abad yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"Ma Galaxy pingsan aku mau bawa Galaxy ke rumah sakit." Kata Ahza pada wanita itu berharap wanita itu mau membantunya.
"Paling pingsan nanti juga bangun sendiri." Jawab wanita setengah abad itu berlalu meninggalkan Ahza tanpa perduli pada anak yang berada di pelukan Ahza.
"Kalian semua jahat !!!." Teriak Ahza yang sudah tidak tahan melihat perlakuan kuarga itu pada putranya yang sudah sekarat.
Entah kekuatan dari mana Ahza berani menendang senjata milik suaminya dengan cukup keras sehingga Denis melepaskan tangannya dari lengan Ahza karena sakit yang di rasakan nya.
"Awas kamu Za." Teriak Denis memegangi senjatanya yang seperti pecah akibat tendangan keras Ahza.
Ahza berlari sekuat tenaga keluar dari rumah itu, sesekali menoleh kebelakang untuk memastikan jika tidak ada satu orang pun yang mengikutinya.
Karena keadaan sudah cukup malam tidak ada satu tetangga pun yang masih ada di luar rumah. Apalagi rumah Denis berada paling ujung.
"Kenapa tidak ada satu mobil pun yang lewat." Gumam Ahza cemas di tambah melihat wajah putranya yang pucat dan dingin.
Akhirnya Ahza memutuskan untuk berjalan kaki dengan menggendong tubuh putranya yang sedikit berisi daripada menunggu tumpangan dari orang lain.
__ADS_1
#Tin-tin-tin
Sebuah klakson mobil terdengar dari arah belakang nya membuat Ahza terkejut. Sebab dirinya tidak mendengar suara apapun sebelumnya.