
3 Hari berlalu. . .
Ahza menikmati udara malam di balkon kamar yang di tempati nya bersama suami keduanya. Tidak sengaja matanya melihat seseorang yang tidak asing di matanya sedang menatap santai ke arahnya dengan secangkir kopi di tangannya.
Awalnya Ahza cuek tapi lama-lama Ahza risih karena lelaki itu tidak mengalihkan pandangan matanya sedikitpun dari arahnya.
Ahza memilih masuk ke dalam kamar nya daripada di perhatikan seperti itu.
"Dasar orang aneh." Gumam Ahza sambil mengunci pintu balkon hingga ada seseorang yang memeluknya dari belakang membuatnya terkejut.
#Grepp
"Siapa yang aneh?" Bisik seorang lelaki di belakang telinganya.
"Tii.. tidak, ka.. kamu pasti salah dengar." Ujar Ahza mencoba melepaskan diri dari pelukan Galen.
"Benarkah?" Tanya Galen tambah memeluk erat tubuh Ahza.
Ahza menganggukkan kepalanya pasrah, Galen meletakkan satu tangannya di bahu Ahza kemudian memeluk erat leher Ahza yang membuat Ahza kesulitan bernafas.
"Ugghh." Ahza memukul-mukul lengan Galen agar melepaskan tangannya dari lehernya.
"Jangan berani bermain-main di belakang ku." Ucap Galen melepaskan tangannya dari leher Ahza.
Ahza terbatuk-batuk memegangi dadanya yang baru saja bisa bernafas akibat ulah Galen. Tanpa aba-aba Galen menyambar bibir Ahza. Mencumbu nya dengan penuh gairah. Dengan terpaksa Ahza kembali melayani Galen dengan keahlian nya.
🐛🐛🐛
1 bulan berlalu. . .
"Dimana sepatu ku sayang?" Tanya seorang lelaki dengan lembut pada wanita yang sedang memakaikan dasi padanya.
"Ada di tempat biasa. Nanti aku ambilkan." Jawab wanita di hadapannya sambil melanjutkan pekerjaan nya.
__ADS_1
"Terimakasih sayang." Kata lelaki itu sambil mengecup bibir wanita di hadapannya.
#Cupp
"Sudah, biar aku ambilkan sepatu nya." Kata wanita itu hendak pergi dari hadapan lelaki itu, tapi lelaki itu menahan tangan wanita tersebut.
Lelaki itu menyambar bibir wanita di hadapannya dengan penuh cinta. Tapi tidak dengan wanita di hadapan nya. Dia hanya pasrah dengan apa yang di lakukan oleh lelaki di hadapannya.
Lelaki itu melepaskan pagutan bibirnya, kemudian menatap intens wajah wanita di hadapannya yang terlihat semakin cantik dengan tubuh yang ideal.
"Ayolah bersikap padaku seperti pasangan pada umumnya." Ujar lelaki itu masih menatap intens wajah wanita di hadapannya.
Saat tatapan keduanya bertemu Ahza buru-buru mengalihkan pandangannya. Meskipun lelaki di hadapan nya sekarang berubah manis tapi jika sedang marah atau cemburu dia akan melampiaskan pada Ahza.
Ahza membentengi hati nya agar tidak jatuh cinta dengan lelaki di hadapan nya karena di dalam hatinya masih ada Denis, suami pertamanya yang menempati singgasana.
"Kau menolaknya?" Tanya Galen dengan pandangan tajam.
"Dan aku tidak ingin mencobanya." Lanjut Ahza dalam hati karena untuk mengatakannya langsung dapat di pastikan Galen akan mencekiknya seperti 1 minggu yang lalu.
"Mau sampai kapan hah? Selalu alasanmu seperti itu." Kata Galen sedikit emosi.
Ahza tidak menjawab, memilih menundukkan kepalanya karena takut dengan tatapan yang seakan menelannya bulat-bulat.
"Kau harus mencintai ku Ahza Rumaisa!!" Ucap Galen penuh penekanan.
Ahza membelalakan matanya mendengar ucapan Galen karena menyuruhnya untuk mencintainya, walaupun dia adalah suami Ahza sendiri, tetapi Ahza hanya mencintai suami pertamanya.
"Ahhhhh." Batin Ahza frustasi dengan hubungan yang di jalaninya.
"Aku ambilkan sepatu nya, kata mu nanti ada jadwal operasi." Kata Ahza mengalihkan pembicaraan nya, tanpa menunggu jawaban Galen Ahza berlalu dari hadapan Galen yang menatapnya dengan pandangan amarah.
"Kabari dokter lain untuk menggantikan saya melakukan operasi, saya sedang ada keperluan." Ucap Galen tanpa menunggu jawaban dari balik ponselnya langsung mematikan panggilan sepihak.
__ADS_1
Galen melepaskan pakaian yang sudah di kenakan nya. Membuat Ahza yang baru saja datang sambil membawa sepatu menjatuhkan nya begitu saja.
"Ke.. kenapa di lepas?" Gugup Ahza mengalihkan pandangan nya, meskipun hampir setiap hari Ahza melihat dan melakukan hubungan intim dengan Galen tetapi tetap saja hal itu membuat nya malu.
"Kenapa kau tidak bisa mencintai ku? Apa karena aku tidak sehebat Denis di atas ranjang?" Tanya Galen sudah tidak menyebut Denis dengan sebutan suamimu lagi karena hal itu justru membuat rasa sakit dalam hatinya.
"Ti.. tidak." Gugup Ahza membuat Galen yang mendengar nya marah karena menganggap Ahza membenarkan ucapannya.
"Aku akan buktikan kalau aku lebih hebat dari Denis." Ujar Galen menarik kasar tangan Ahza kemudian melemparkan tubuh Ahza keatas ranjang.
Galen segera menindih tubuh Ahza yang akan bangun untuk berusaha pergi darinya.
"Aku akan buktikan padamu jika milikku ini lebih besar dari Denis." Teriak Galen dengan emosi.
Ahza menggelengkan kepalanya saat Galen mengarahkan senjatanya ke dalam mulutnya. Tapi Galen tidak kehilangan akal, Galen mencengkeram dagu Ahza saat Ahza membuka mulutnya Galen segera memasukkan senjatanya ke dalam mulut Ahza.
Ahza akan muntah saat senjata Galen yang besar memenuhi mulutnya, tetapi tidak bisa karena posisi nya terlentang dan tubuhnya di tindih oleh tubuh Galen.
Galen menggerakkan senjatanya di dalam mulut Ahza secara pelan. Ahza berusaha mengimbangi walaupun sedikit kesulitan apalagi ini pengalaman pertama nya, karena saat berhubungan dengan suaminya ataupun Galen sebelum nya, Ahza tidak pernah melakukan hal seperti ini.
Semakin lama Ahza merasakan jika suami keduanya ini bergerak dengan tidak terkendali hingga rasa aneh menyembur dengan kerasnya membuat nya kesusahan menelannya.
Galen yang melihat wajah Ahza sedang menelan seluruh vanila miliknya tersenyum puas.
Galen bangkit dari tubuh Ahza. Kemudian menatap wajah Ahza yang masih kelabakan karena serangan vanila nya.
Bukannya kasihan Galen justru membalikkan tubuh Ahza kemudian memasukkan kedua jarinya ke dalam lubang yang sering memijit senjatanya.
"Ahhh." ******* dari Ahza tiba-tiba keluar saat jari Galen bergerak cepat mengobrak-abrik isi milik Ahza.
"Ahh Galen le-" Ucap Ahza terhenti saat Galen memasukkan miliknya pada milik Ahza.
"Ahh Galen." Racau Ahza tidak karuan membuat Galen tersenyum puas terus menghe n takkan miliknya semakin cepat.
__ADS_1