Di Antara 2 Suami

Di Antara 2 Suami
Kembar tapi tidak sama


__ADS_3

3 bulan berlalu. . .


"Selamat ya pak buk anda berdua sebentar lagi akan menjadi orang tua. Kandungannya sudah memasuki usia 3 bulan. Juga kabar baiknya lagi di sini terdapat 2 calon bayi." Kata seorang wanita paruh baya yang memakai jas warna putih dan stetoskop yang menggantung di lehernya itu menjelaskan.


Denis dengan wajah bahagianya menatap layar yang sedang di jelaskan oleh dokter kandungan tersebut. Sedangkan Ahza dengan raut wajah yang sulit di jelaskan.


"Saya tuliskan dulu resepnya ya, nanti kalian tebus di apotik." Kata dokter kandungan itu menyerahkan hasil USG kepada Denis lalu berjalan ke arah mejanya kemudian menulis sesuatu di atas kertas.


"Sayang kita akan segera menjadi orang tua." Kata Denis tanpa mengalihkan pandangannya dari kertas yang di berikan oleh dokter itu.


Setelah kembali dari rumah sakit Denis baru saja menyadari jika wajah Ahza murung.


"Kenapa sayang?" Tanya Denis sambil mengemudikan mobilnya.


"Dia anak siapa mas?" Tanya Ahza membuat Denis mengerutkan keningnya.


"Ya jelas-jelas anak aku lah. Usia kandungan nya kan baru 3 bulan.


"Ta.. tapi-" Ucapan Ahza langsung di cegat oleh Denis.


"Sudahlah yang penting sekarang jaga kandungan mu supaya calon bayi kita sehat. Tidak usah pikirkan yang tidak-tidak." Kata Denis mengusap perut Ahza yang sedikit membuncit.


Ahza memilih menuruti apa yang di ucapkan oleh Denis. Ahza pikir juga pertanyaannya barusan bisa saja menyakiti Denis dengan mengingatkannya dengan peristiwa beberapa bulan lalu.


Walaupun sebenarnya Ahza tidak yakin, jika bayi yang di kandungnya adalah anak Denis.


Karena seingatnya Ahza terakhir menstruasi 3 hari sebelum keluar dari rumah Galen. Selama 3 hari itu Ahza dan Galen berhubungan intim.


...🐛🐛🐛...


Kini usia kandungan Ahza berusia 9 bulan saatnya juga Ahza melahirkan buah hati yang selama ini di tunggu-tunggu kelahiran nya.


Karena kembar dokter menyarankan untuk operasi sesar. Tapi Ahza menolaknya karena ingin merasakan bagaimana rasanya kontraksi.


Sudah 10 jam Ahza melakukan kontraksi tapi kedua bayi itu masih anteng-anteng saja di dalam.


Dokter memutuskan untuk melakukan operasi saat melihat kondisi Ahza yang terlihat lemas dan pucat. Dokter takut jika Ahza tidak kuat jika harus mengeluarkan dua bayinya.


Ahza dan keluarga pun akhirnya menyetujuinya .


Tidak lama terdengar suara bayi bersautan dari dalam ruang operasi, yang sedari tadi menunggunya benar-benar lega.

__ADS_1


...🐛🐛🐛...


Ahza sudah di pindahkan ke ruang rawat, kini tinggal menunggu perawat membawa bayi yang saat ini sedang di bersihkan.


Dua orang perawat membawa 2 ranjang bayi. Denis, mama Denis sudah tidak sabar untuk melihatnya. Sedangkan papa Denis yang paling santai di antara keduanya.


"Duh cucu oma ganteng banget, putih lagi lihat hidungnya mancung sekali pa." Kata mama Denis menunjukkan bayi yang di dendong itu ke arah papa Denis.


"Iya kulitnya putih sekali ya ma, rambutnya juga coklat. Seperti bule." Tambah papa Denis membuat Denis yang berada di sampingnya mengerutkan dahinya kemudian berjalan untuk melihat langsung apa yang sedari tadi mama dan papanya katakan.


"Apa anak saya yang satu tertukar Sus?" Tanya Denis yang membuat semua orang menoleh padanya.


"Tidak pak. Mereka berdua benar-benar anak bapak, karena hari ini hanya ada anak anda yang lahir." Kata salah seorang suster menjawab.


"Anak kembar tidak harus memiliki wajah yang sama nak." Kata Mama Denis.


"Tapi ma, perbedaan keduanya sangat jauh, Kedua bayi itu tidak ada kesamaan sama sekali." Kata Denis membuat kedua orang tua nya juga Ahza penasaran untuk melihatnya.


Bayi yang sedang di gendong oleh mama Denis segera di letakkan kembali ke atas ranjang bayi.


Ranjang bayi itu didekatkan hingga terlihat jelas sekali perbedaan wajah diantara keduanya.


Benar sekali ma, yang ini wajahnya mirip sekali sama Denis, sedang yang mama tadi gendong wajahnya juga familiar tapi mama lupa siapa dia." Kata mama Denis mengingat-ingat wajah seseorang.


"Dokter Galen!!" Teriak mama Denis dan papa Denis bersamaan.


"Siapa dokter Galen ? Apa sepupu ku?" Tanya Denis heran.


Ahza yang mendengar ucapan mertua nya, seketika merasa jantungnya akan melompat dari tempatnya.


Sementara kedua paruh baya itu saling pandang sebab bingung untuk mengatakannya.


"Dokter Galen adalah lelaki yang menjadi suami kedua istrimu itu." Kata seorang lelaki yang berumur di atas Denis.


"Apa benar itu Ahza?" Tanya Denis sedikit kecewa.


Ahza menganggukkan kepalanya dengan ragu saat melihat wajah Denis yang kecewa.


Denis mengusap kasar wajahnya, kembali melihat dua makhluk kecil itu secara bergantian.


"Tidak mungkin kan, mereka anak dari ayah yang berbeda?" Tanya Denis dengan tawa miris.

__ADS_1


"Kamu harus melakukan tes DNA untuk membuktikannya." Celetuk Bram.


"Memangnya kamu mau, jika ternyata mereka berdua bukanlah anak kandungmu, melainkan anak dari lelaki lain." Tambah Bram mengompori.


Ahza hanya diam tidak bisa berkomentar apapun saat melihat wajah kedua anaknya. Dirinya melamun hingga tidak mendengarkan orang-orang yang sedang membicarakan hal penting.


"Baiklah aku akan melakukan tes DNA untuk kedua anak itu." Kata Denis mantap.


...🐛🐛🐛...


5 Tahun kemudian. . .


"Papa tunggu Galaxy." Kata seorang anak laki-laki berusia 5 tahun berusaha mengejar sebuah mobil yang telah meninggalkan nya di depan supermarket.


Dengan nafas yang tersengal-sengal anak laki-laki itu berhenti mengejar mobil yang telah meninggalkannya.


# Ckiitttt


Tiba-tiba mobil keluaran terbaru berhenti di sampingnya.


"Dasar anak kecil sekarang, kerjaannya keluyuran di jam sekolah. Mau bolos ya." Ucap seorang lelaki pemilik mobil itu membuat anak kecil itu menoleh kearahnya. Laki-laki yang ada di dalam mobil sampai membuka kacamata hitamnya kemudian pmemelototkan matanya agar jelas apa dengan yang dilihatnya, mengedipkan matanya beberapa kali untuk memastikan dengan apa yang dilihatnya.


"Om daripada ngomel-ngomel mending anterin aku ke sekolah. Aku udah mau telat nih !" Mohon anak laki-laki itu melihat pada pergelangan tangannya.


Laki-laki itu tambah terkejut mendengar anak laki-laki itu berbicara layaknya orang memerintah tanpa malunya juga rasa takut sedikitpun.


"Aduh om malah keasikan melamun lagi. Buang-buang waktu ku saja." Ujar anak laki-laki yang tengah memakai holiday yang hampir menutupi seluruh tubuhnya itu dengan kesal lalu berjalan meninggalkan lelaki yang masih dalam lamunannya.


Suara klakson menyadarkannya saat ada sebuah sepeda motor yang ingin lewat tetapi terhalang oleh mobilnya.


"Kemana anak kecil itu?" Gumam laki-laki itu mengedarkan pandangannya ke segala arah tapi nihil anak laki-laki itu tidak terlihat sama sekali.


...🐛🐛🐛...


"Kenapa menunggu kakak disini, nanti kamu telat." Kata seorang anak laki-laki sambil melepaskan holiday kedodoran yang melekat pada tubuh putihnya.


"Kenzie kan tungguin kakak." Balas seorang anak laki-laki seusianya dengan polos.


"Ayo masuk!!" Ajak anak laki-laki itu berjalan lebih dulu.


"Kakak Galaxy tungguin Kenzie, jangan cepat-cepat." Teriak anak laki-laki itu berusaha menyamai langkah anak di depannya.

__ADS_1


__ADS_2