
Ahza asik dalam lamunannya hingga tiba-tiba tubuhnya terasa seperti melayang.
"Tuan Galen tolong turunkan aku." Kata Ahza tiba-tiba tubuhnya dilemparkan begitu saja ke atas ranjang.
Galen yang entah sejak kapan sudah polos tidak memakai sehelai benang pun itu menindih tubuh Ahza, Ahza yang awalnya berontak kembali pasrah saat Galen mengancamnya dengan ancaman akan menghancurkan karir milik Bibi Hesti, wanita yang sudah berjasa dalam hidup nya. Ahza dapat merasakan milik lelaki di depannya yang sudah berdiri tegak.
Galen melepaskan satu persatu kancing kemeja yang sedang dikenakan oleh Ahza hingga pakaian itu lolos dari badan wanita di bawahnya. Galen melucuti semua pakaian yang melekat pada tubuh Ahza dengan mudahnya hingga tubuh mulus itu terpampang jelas di hadapannya.
Galen membelai tubuh Ahza dari rambut turun untuk bermain dengan kedua dada yang masih kencang itu dan tidak lupa mencicipi dada itu seperti yang dulu sering Galen lakukan pada tubuh Ahza.
"Ahhh.. " Desah Ahza yang tidak bisa di tahan saat tangan dan mulut Galen lakukan pada kedua dadanya.
Saat Galen mengangkat wajahnya pandangan matanya tidak sengaja mengarah pada perut bawah Ahza.
Di saat Galen mengusap lembut bekas operasi sesarnya, membuat Ahza merasa ngilu, mungkin karena trauma sebab membayangkan perutnya di sayat oleh pisau.
Dapat dilihat perubahan wajah Galen padanya. Masih ada nafsu yang belum terlampiaskan juga kemarahan dan kekecewaan dalam matanya.
Tanpa aba-aba Galen memasukkan miliknya pada milik Ahza dengan sedikit kesusahan. Ahza juga merasakan sakit saat milik lelaki ini memaksa untuk masuk ke dalam miliknya.
Apalagi hampir ada 3 bulan belakangan ini Denis jarang memintanya untuk melayaninya dengan alasan lelah.
#Jleeeeppp
"Auchhh.. " Ringis Ahza saat milik Galen sudah terbenam semuanya di dalam milik Ahza yang masih sulit untuk di masuki.
...🐛🐛🐛...
"Huh kenapa sih ngikutin terus." Kata seorang anak kecil menghentikan langkahnya dengan wajah kesal.
"Alin kan mau pulang sama Gala." Balas gadis kecil dengan rambut yang di ikat dua dengan senang.
"Tapi aku tidak mau sama kamu." Kata Galaxy dengan nada kesal. Membuat mata gadis kecil itu berkaca-kaca.
Galaxy yang melihat nya hampir menangis menjadi tidak tega.
"Ya sudah ayo. Tapi aku mau cari Kenzie dulu." Kata Galaxy lembut menyodorkan tangannya dengan cepat gadis kecil itu meraih tangan anak lelaki yang sudah menolongnya berkali-kali saat dijahili oleh teman-teman yang lainnya.
Galaxy dan gadis kecil yang bernama Alin itu mencari keberadaan Kenzie bersama. Hingga banyak sekali pasang mata yang menatap keduanya tetapi Galaxy tidak perduli sedang gadis di sampingnya memilih menundukkan kepalanya.
Pandangan matanya tidak sengaja melihat seorang anak yang terjatuh saat menggendong anak yang tubuhnya lebih besar darinya.
"Gimana sih Kenzie, kita jadi kalah kan." Ucap seorang anak kecil tanpa membantu temannya yang menangis karena terjatuh.
__ADS_1
"Kaki Kenzie sakit." Kata anak yang masih duduk di atas tanah yang berbatu di sela-sela tangisannya.
"Huh Dasar manja, gitu aja nangis. Gara-gara Kenzie aku jadi kalah." Kata anak kecil itu tidak perduli sedikit pun pada anak yang masih belum bangun.
"Iya Kenzie lemah. Gendong Arion saja tidak kuat." Sahut anak yang baru saja datang dengan menggendong satu temannya.
"Iya dasar lemah, sana main masak-masakan saja sama anak perempuan." Tambah seorang anak yang baru saja turun dari gendongan temannya dengan mengejek.
Kenzie yang dasarnya anak manja semakin menangis kencang mendengar ejekan teman-temannya.
"Hu Kenzie cengeng. Kenzie cengeng." Ejek anak-anak di sekitarnya.
Bahkan seorang anak yang bernama Arion memukul kepala Kenzie cukup keras.
"Auchhh sakit." Kenzie terus menangis dan memegangi kepalanya yang sakit karena dipukul anak itu .
#Brukkk
Tiba-tiba tubuh Arion tersungkur akibat tendangan dari belakang oleh seorang anak.
Arion menangis saat merasakan sakit di lengan dan kakinya padahal dia hanya terjatuh di atas tanah tidak seperti Kenzie.
"Gala kok tendang Arion sih." Ucap salah seorang anak disana.
Galaxy tidak menjawab kemudian berjalan mendekati Kenzie yang meringis kesakitan dengan wajah biasa saja tanpa merasa bersalah ataupun ketakutan.
"Kakak lihat kaki Kenzie berdarah, sakit sekali kak." Adu Kenzie pada kakaknya dengan menangis.
Arion menatap Galaxy marah saat ingin membalas Arion Galaxy lebih dulu menangkap kaki Arion yang ingin menendangnya kemudian menghempaskan nya dengan kuat. Hingga tubuh Arion kembali terjatuh.
Galaxy hanya memandang tajam wajah Arion yang ketakutan.
"Kakak Kenzie tidak bisa berdiri sakit." Kata Kenzie lagi membuat Galaxy menoleh padanya dengan wajah khawatir saat melihat adiknya tidak berhenti menangis.
Tiba-tiba seorang anak perempuan datang membawa plester dan menyerahkannya pada Galaxy.
"Kak jangan nanti sa-" Kata Kenzie terlambat saat melihat Galaxy hendak menempelkan plester pada lututnya.
"Ayo berdiri kita pulang." Kata Galaxy beranjak bangun.
"Kaki Kenzie sakit kak." Kata Kenzie membuat Galaxy menghela nafas berat.
Galaxy berjongkok membelakangi Kenzie dengan tatapan tajam pada semua anak di sekitarnya yang terlihat ketakutan.
__ADS_1
Galaxy menggendong Kenzie di punggungnya dengan Alin yang membawa tiga tas dengan susah payah.
"Gala tungguin Alin, tasnya berat tau." Teriak Alin yang tertinggal sedikit jauh.
Galaxy menghentikan langkahnya setelah mendengar teriakan Galaxy.
"Kenzie berat ya kak?" Tanya Kenzi yang masih ada di punggung kakaknya.
"Ya kamu berat seperti monyet." Balas Galaxy sekenanya yang membuat Alin yang sudah menyusulnya tertawa. Sedangkan Kenzie dengan wajah kesalnya mengeratkan pegangannya pada leher sang kakak.
"Kalau Kenzie seperti monyet kakak apa dong kan badan kakak lebih besar dan tinggi dari Kenzie." Kata Kenzie dengan polosnya.
"Kingkong." Bukan Galaxy yang menjawab tetapi Alin yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Galaxy sedangkan Kenzie tertawa terbahak-bahak.
Galaxy melanjutkan langkahnya menuju tempat yang biasanya dirinya dan anak-anak menunggu jemputan.
"Eh kok gendong Kenzi kenapa Gal?" Tanya seorang Security pada Galaxy.
"Jatuh dia Pak." Lagi-lagi bukan Galaxy yang menjawab melainkan gadis kecil dengan tiga tas di tubuhnya.
"Aduh kasihan sekali, Pak Satpam mau anterin tapi gimana ya nanti tidak ada yang bertugas disini." Kata Pak Security bingung.
"Tidak apa-apa Pak, biasanya sebentar lagi Papa jemput." Kata Galaxy membuat Security menganggukkan kepalanya.
"Kalian duduk saja di sini." Kata Pak Security langsung di angguki oleh ketiga anak itu.
Hingga sebuah motor matic dengan dua orang dan satu anak bayi di pangkuan seorang wanita paruh baya berhenti tidak jauh dari ketiga anak itu.
"Papa sama mama Alin sudah jemput, kalian bagaimana?" Tanya Alin pada dua anak lelaki di sampingnya.
"Tidak apa-apa nanti papa jemput. Kamu duluan saja." Jawab Galaxy.
Alin ragu untuk meninggalkan Galaxy dan Kenzie tapi kedua orang tuanya yang menunggu sambil membawa adiknya yang masih kecil membuat Alin kasihan.
"Sudah sana, kasihan adikmu kepanasan." Kata Galaxy saat melihat Alin ragu untuk meninggalkan nya.
"Ya sudah Alin pulang dulu ya. Ini tas kalian." Kata gadis kecil itu sambil meletakkan tas yang di pangkuannya di samping Galaxy.
Galaxy dan Kenzie menganggukkan kepalanya.
Sudah hampir 1 jam kedua anak lelaki itu memutuskan untuk pulang karena lelah untuk menunggu dan perutnya sangat lapar.
"Ayo aku gendong." Kata Galaxy sudah berjongkok di depan Kenzie dengan dua tas di dadanya.
__ADS_1