Di Antara 2 Suami

Di Antara 2 Suami
Setelah pernikahan


__ADS_3

Ahza dan kedua mertuanya ikut ke ruangan yang ditunjukkan oleh seorang lelaki muda yang di ketahui sebagai asisten pribadi dari Galen.


Galen Zafar Razzan adalah seorang dokter spesialis bedah sekaligus pemilik rumah sakit ini. Entah motif apa hingga dokter tampan ini menginginkan seorang istri dari lelaki lain untuk di jadikan istrinya.


"Kalian harus menandatangani surat perjanjian itu." Kata Galen dengan melemparkan selembar kertas kosong bermaterai ke hadapan 3 orang yang ada di hadapan nya.


"Kenapa kosong?" Tanya papa Denis curiga.


"Saya belum sempat memikirkan nya, tapi kalian tenang saja saya tidak akan menipu." Ucap Galen santai menatap papa Denis yang memasang ekspresi curiga.


"Kalian juga bisa mengatakan jika ingin memasukkan beberapa isi perjanjian ke dalamnya." Tambah Galen.


"Kami tidak ingin mereka bercerai." Ucap mama Denis dengan ragu.


"Kamu dengar Ben, tulis seperti apa yang ibu ini katakan." Kata Galen pada asistennya.


"Ada lagi?" Tanya Galen lagi.


"Aku ingin anda mengobati adik dan suamiku sampai sehat dan normal kembali juga masalah akibat dari kebakaran itu sampai selesai." Tambah Ahza.


"Kau tenang saja." Balas Galen singkat.


Akhirnya dengan sedikit ragu papa Denis menandatangani surat itu setelah dua wanita beda usia itu menandatangani.


"Nanti malam kita akan menikah." Kata Galen mengejutkan ketiga orang di hadapan nya.


"Kenapa mendadak sekali?" Tanya Ahza sedikit teriak karena terkejut.


"Tinggal ikuti saja, tidak usah banyak tanya agar adik dan suami mu itu segera mendapatkan pengobatan." Kata Galen membuat Ahza menganggukkan kepalanya.


"Pintu keluar ada di belakang kalian." Ucap Galen tanpa melihat ke arah ketiganya, justru sibuk dengan kertas-kertas di hadapan nya.


Membuat ketiga orang yang ada di ruangan itu paham apa maksud lelaki di depannya.

__ADS_1


"Kalian harus menerima akibatnya, terutama kau Denis dan Ahza." Batin Galen setelah mereka keluar dari ruangan nya.


🐛🐛🐛


Malam sudah menunjukkan pukul 12 malam semua orang harusnya sudah tidur lelap tetapi tidak dengan Ahza. Ahza sedang gelisah karena berdua dengan seorang lelaki asing yang tiba-tiba menjadi suaminya. Pukul 9 malam dirinya dan Galen menikah hanya di hadiri beberapa orang saja.


"Cepat ganti pakaian mu dengan ini." Ucap seorang lelaki melemparkan sehelai kain ke wajah Ahza. Ahza menggelengkan kepala nya dengan wajah yang memerah saat melihat kain itu. Meskipun dirinya sering memakai kain seperti itu tetapi hanya di hadapan suaminya bukan dengan lelaki asing.


"Pakailah!!!" Bentak Galen menatap Ahza yang menunduk.


"Atau kau mau aku yang menggantikan nya?" Tanya Galen tersenyum menyeringai.


Ahza dengan cepat berlari ke kamar mandi mengganti baju tidur nya dengan kain tipis berwarna abu-abu muda yang mener*wang. Terlihat sekali anggota tubuh yang selalu tertutup, membuat Ahza malu untuk keluar.


"Cepatlah!!!" Teriak Galen dari luar membuat Ahza melangkahkan kakinya dengan pelan.


Galen menelan kasar saliva nya saat melihat Ahza yang sedang malu-malu dengan kedua tangan untuk menutupi sesuatu yang terlihat jelas dari balik lingirie yang di berikan olehnya.


Tanpa aba-aba Galen menarik Ahza hingga tubuh mungil itu terhempas ke atas ranjang. Galen dengan pandangan penuh nafsu menindih Ahza mendekatkan bib*rnya dan me*umat bibir mungil itu dengan nafsu yang menggebu-gebu. Ahza berontak dengan air mata yang membasahi pipi nya. Dirinya merasa bersalah dengan apa yang tengah di lakukan dengan lelaki yang menjadi suami kedua nya itu. Ahza merasa sudah mengkhianati Denis hingga sejauh ini.


#Plaaakkkk


Rasa panas dan perih di pipi ia rasakan akibat tamparan dari Galen tiba-tiba.


"Kau harus mela*ani ku seperti kau mela*ani suamimu Ahza. Kau paham!!!" Bentak Galen dengan suara beratnya. Tanpa menunggu jawaban Ahza, Galen kembali mendekatkan bi*birnya dan mel*mat b*bir Ahza dengan rakus, bahkan saat Ahza tidak mau membuka mulutnya Galen menggigit b*bir Ahza hingga berdarah.


#Plaaaakk


"Jangan menangis, la*ani aku seperti kau mela*ani suamimu Ahza!!!!" Bentak Galen lagi setelah menampar kembali pipi Ahza karena menangis sepanjang berciu*an itu berlangsung. Ahza tidak menanggapi tapi berusaha menahan air mata yang tidak di mintanya untuk keluar, tapi tetap saja air mata itu keluar dengan sendirinya.


"Cepat layani aku seperti kau melayani suamimu. Tanpa air mata." Kata Galen sambil menarik linger*e yang di kenakan oleh Ahza hingga sobek. Ahza tidak bisa bersikap kepada Galen layaknya dengan Denis.


Galen dengan pandangan penuh Gairah ikut melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhnya hingga polos. Ahza yang melihat senjata Galen membela la kan matanya. Apalagi ukuran nya sangat besar bisa di bilang jumbo, berbeda dengan Denis tidak kecil tetapi sedang.

__ADS_1


Galen kembali menindih tubuh Ahza. ******* dengan rakus b*bir Ahza bahkan tangannya mulai bergerak menyentuh benda apa saja yang ada pada tubuh wanita yang kini telah menjadi istrinya. Dilihatnya wanita itu kini mulai rileks tidak tegang dengan apa yang di lakukan nya.


Galen bermain-main pada kedua da*a Ahza m*****snya dengan kasar tapi mampu membuat Ahza seperti terbang. S*nsasi berbeda kini di rasakan nya saat dengan suaminya.


Ahza mulai terbuai dan membalas ci*man itu. Entah karena dirinya yang sudah lama tidak di sentuh oleh Denis atau karena permainan laki-laki ini mampu membuat nya terbang tinggi yang penting saat ini dirinya meminta lebih lagi apa yang laki-laki ini lakukan.


Galen begitu bersemangat saat Ahza membalas ciu*annya, tanpa aba-aba Galen mengarahkan senjatanya pada milik Ahza.


Galen kesusahan saat mem*sukkan miliknya, walaupun sudah tidak pera*an tapi karena sudah lama tidak di masuki dan memang Ahza merawatnya dengan baik sehingga senjatanya kesusahan untuk memasukinya.


Galen terus bersemangat untuk memasuki Ahza.


#Jlepp


"Arghhh" Pekik Ahza saat milik Galen dengan kasar memaksanya masuk hingga sekarang terbenam sempurna pada miliknya.


Galen mulai menggerakkan nya dengan perlahan tetapi semakin lama semakin cepat. Ahza yang di bawahnya hanya diam pasrah dengan apa yang dilakukan Galen pada tubuhnya.


"Kau benar-benar nikmat Ahza ahh" Kata Galen di tengah-tengah permainannya.


Ahza tidak merespon nya. Tapi tiba-tiba bayangan wajah Denis melintas di pikirannya. Seketika Ahza merasakan sesak di dad*nya. Dirinya merasa bersalah pada Denis yang sedang berjuang dengan kondisinya tapi disini dirinya justru berbuat hal seperti ini. Air matanya kembali menetes, gairahnya tiba-tiba menghilang begitu saja. Bahkan yang tadinya menikmati sekarang tidak lagi. Tubuhnya bergetar membuat lelaki di hadapannya menatap tajam ke arahnya.


"Jika sedang bersamaku jangan pernah membayangkan lelaki lain !!!!" Bentak Galen dengan marahnya.


Galen bergerak tidak terkendali di atas tubuh Ahza, membuat Ahza meringis kesakitan saat Galen tanpa henti menghe*takkan senjatanya ke dalam milik Ahza dengan kasar.


"Aghhh pelan-pelan sakit." Kata Ahza dengan suara yang terdengar aneh.


"Ini hukuman untukmu karena sudah berani memikirkan orang lain saat bersamaku." Ucap Galen bersamaan dengan pele*asan kesekian kalinya. Tubuhnya ambruk di samping Ahza dengan senjatanya yang masih berada di dalam milik Ahza.


Tapi tidak lama karena Galen kembali melakukannya lagi hingga beberapa kali ronde. Tidak ada rasa nikmat yang di rasakan Ahza karena Galen bermain kasar dengannya. Bahkan beberapa kali menggigit beberapa anggota tubuh Ahza.


Ahza menghela nafas lega karena akhirnya permainan ini berakhir juga tapat pukul 5 pagi. Setelah menahan sakit dan perih akibat permainan kasar oleh lelaki yang tengah memeluknya ini. Ahza tidak menyangka jika suami barunya ini sama kuatnya dengan Denis yang bisa tahan berjam-jam hingga beberapa ronde. Ahza juga ingat jika dirinya tidak melakukan apapun untuk mencegah dari hubungan ini agar tidak menghasilkan anak.

__ADS_1


"Jangan bergerak, atau milikku akan bangun lagi dan aku akan melakukannya sampai siang hari." Kata Galen membuat Ahza yang awalnya akan melepaskan diri dari pelukan lelaki di sampingnya berhenti bergerak dan memilih memejamkan matanya hingga mimpi datang menghampirinya.


__ADS_2