
Setelah Sora menyelesaikan tugasnya langsung saja dia mulai membuka matanya dan terlihat kalau dirinya habis menangis ketika mengingat semua kejadian itu.
Namun dia tidak bisa mengingat wanita yang selalu bersamanya hingga akhir misinya saat ini, seperti sengaja dihilangkan oleh Schwi atau memang serangan terakhir Muzan yang mengenai kepalanya waktu itu.
[selamat siang.. kak Sora] sahut Schwi dengan suara lembut padaku, namun aksen berbicaranya masih sama seperti dulu.
'ahh.. selamat siang Schwi, bisakah aku melihat status terbaruku saat ini' batinku sembari tersenyum lembut pada Schwi.
[baik.. ] balas Schwi padaku.
____________________________
Nama : Sora
Umur : 17 tahun
Jenis kelamin : Laki Laki
Pekerjaan : tidak ada
Judul : Jenius, Kutu Buku, Gamer, Sis-Con, [ ], Pencinta Hewan, Penulis Novel, Ahli Pedang, Bodyguard, Pemburu Iblis, Pembantai Iblis, Penggila Latihan, Master Cinta, Kakak Idaman
Atribut :
Kekuatan : 120 > 235
Kepintaran : 130 > 269
Kelincahan : 110 > 252
Stamina : 130 > 230
Pesona : 100
Skill : Photography Memory, Pikiran Tenang, Memasak (MAX), Emperor Eye, Menulis Kilat, Intuisi Penulis, Cold Reading, Teknik Pernafasan Bulan, Demon Slayer Mark (MAX), Teknik Pernafasan Konsentrasi Penuh, Meditasi
____________________________
Setelah melihat ini aku hanya bisa tertawa canggung sebab seluruh statusku bertambah lagi setelah misi kedua yang sudah aku selesaikan kali ini.
Terutama dijulukan yang aku dapat ketika misi kedua, aku yakin kedua julukan itu dari aku yang selalu mendengar curhatan tentang cinta mereka, lalu aku yang selalu menjaga dan juga bermain dengan Nezuko dan beberapa anak anak dikediaman kupu kupu waktu itu.
Langsung saja aku melihat kearah jam yang berada diatas meja ku dan terlihat kalau aku benar benar hanya pergi selama 1 jam padahal aku tadi tertidur dari pukul 14:59 sampai 15:59.
Aku yang melihat ini hanya bisa menghela nafas lega ketika mendengar apa yang Schwi katakan padaku memang benar benar terjadi.
Setelah aku melihat jam tiba tiba saja aku menghirup bau masakan Saki yang sudah lama tidak pernah aku makan masakannya selama 10 tah- maksudku 1 jam aku tertidur ketika mereka berbelanja.
Langsung saja aku segera keluar dari kamar dan menunju kedapur untuk makan masakannya Saki yang sudah lama kurindukan.
Ketika aku sudah sampai dapur langsung saja aku melihat beberapa makan diatas meja tersusun rapi, tapi yang membuatku aneh adalah beberapa tatapan dari mereka semua yang menatapku terkejut, begitu juga dengan Shiro yang menjatuhkan sendok pudingnya ketika melihatku.
"Sora.. kau suda-" sahut Saki namun sepertinya dia terkejut ketika melihatku namun dengan wajah memerah.
sedangkan aku yang melihat ini hanya bisa terdiam lalu menanyakan sesuatu pada mereka semua.
"ja.. jadi ada yang bisa.. jelaskan apa yang terjadi.." tanyaku dengan gugup ketika melihat pandangan mereka semua tertuju padaku.
"kak.. apa kamu.. mengecat rambutmu ?"
---
"kak.. apa kamu.. mengecat rambutmu ?" tanya Shiro yang melihat rambut Sora berubah, begitu juga dengan yang lain ketika melihat rambut Sora.
Ketika Shiro berbicara seperti itu langsung saja Sora memegang rambutnya lalu melihat kearah cermin yang terpasang didinding dan berjalan kearah cermin itu.
Setelah melihat penampilannya saat ini dia benar benar berbeda dari sebelumnya, hingga membuat wajahnya pucat ketika melihat rambutnya yang berubah menjadi warna putih seperti Shiro.
"YANG BENAR SAJA!! SEJAK KAPAN RAMBUTKU BERUBAH WARNA HA !!"
---
Setelah kejadian itu langsung saja Sora memberitahukan mereka kalau selama ini dia hanya tidur selama 1 jam saja, dan justru dia juga tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.
Sedangkan mereka yang mendengar ini hanya bisa terdiam ketika mendengar penjelasan Sora, karena masalah ini tidak terpecahkan langsung saja mereka semua makan bersama, namun setelah selesai makan tiba tiba saja Sora bertanya pada Saki.
"ahh.. Saki apa kau punya teh hitam ? aku ingin minum teh didepan halaman" tanya Sora dengan lembut, namun lagi lagi dia ditatap oleh mereka semua ketika dia berbicara.
"ehh.. itu.. kita tidak memilikinya, tapi tidak biasanya kau minum teh.. apa kau yakin tidak apa apa Sora ?" tanya Saki yang bingung dengan kelakuan Sora yang sangat jarang minum teh.
"ehh ?" sahut Sora yang melihat kejadian ini terkejut, namun langsung saja dia menepuk keningnya kalau kebiasaannya ikut terbawa ketika dia menjalankan misi sebelumnya.
"ah.. it-" namun sebelum Sora dapat melanjutkan perkataannya, tiba tiba saja Shiro menarik lengan bajunya.
__ADS_1
Tentu Sora yang merasakan ini langsung melihat kearah Shiro, kalau adiknya saat ini sedang menatap Sora dengan khawatir.
"kak.. kau tidak baik baik saja" sahut Shiro dengan pandangan khawatir pada kakaknya.
"yah.. master, semua kebiasaan master mulai dari cara makanmu sampai nada bicaramu semuanya berbeda" sahut Jibril yang melihat semua kelakuan Sora berbeda dari sebelumnya.
Sedangkan Sora yang melihat ini hanya bisa terdiam dan hanya bisa menghela nafas pasrah dan mulai mengatakan semuanya yang terjadi ketika dia tidur namun tidak dengan misinya.
Sebelum dia dapat menceritakan semuanya tiba tiba saja Kobayashi datang kerumah dengan keadaan lelah karena pekerjaannya dikantor sudah selesai semuanya.
"aku pulang.. ha.. akhirnya selesai juga Tohru, Saki-Chan apa kalian mem-" tapi sebelum menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja dia melihat kalau rambut Sora sudah berubah warna.
"KAU MENGECAT RAMBUTMU YA !!" teriak Kobayashi yang terkejut sambil menunjuk kearah Sora yang saat ini menatapnya dengan dengan datar, begitu jyga dengan yang lainnya.
"yahh.. karena Kobayashi-Nee sudah disini aku bisa menceritakan semuanya apa yang terjadi" sahut Sora sembari menghela nafas, sedangkan Kobayashi bingung dan hanya mendengarkan cerita Sora sampai selesai.
---
Setelah Sora menceritakan semua yang dia alami ketika tidur, dimulai dari dia bangun ditengah hutan, berlatih, membunuh iblis pertamanya, seleksi akhir, memulai misi pertamanya sebagai pemburu iblis, dan masih banyak lagi, namun tidak dengan wajah mereka yang begitu buram ketika mengingat itu.
Tentu mereka hanya bisa terdiam setelah mendengar ini, bahkan Saki dan Shiro pun sampai menangis ketika mendengar kalau dirinya mati saat pertempuran terakhirnya.
Sedangkan Kobayashi yang mendengar ini hanya bisa terpikir satu hal dan mulai bertanya pada Sora dengan serius.
"jadi.. semua itu benar benar terjadi.. lalu apa kau memiliki bukti ?" tanya Kobayashi yang menatap Sora dengan serius, namun bukan dia yang menjawab melainkan Tohru yang menjawabnya.
"itu.. Kobayashi-San, mengenai bukti itu sebenarnya kami sudah melihat kalau kebiasaan Sora sudah mulai berubah ketika rambutnya berubah" sahut Tohru sambil mengangkat tangannya pada Kobayashi, lalu menceritakan semua yang dia lihat hari ini.
Sedangkan Kobayashi hanya menganggukan kepalanya saja ketika mendengar ini dan langsung saja menatap kearah Sora dan memberitahukan hal yang mengejutkan mereka semua.
"yahh.. setelah mendengar semua ini aku hanya bisa menyimpulkan 1 hal, kalau apa yang dialami oleh Sora adalah ingatan yang diwariskan" sahut Kobayashi pada mereka semua yang saat ini terkejut dengan penuturannya.
"ingatan yang diwariskan ?" tanya Kanna sembari memiringkan kepalanya dengan imut sebab ia bingung dengan penjelasan Kobayashi.
"hmm.. apa yang Sora ceritakan adalah ingatan soal Riku yang Sora ceritakan sebelumnya, lalu ingatan si Riku itu terbawa kedalam ingatannya yang berarti Sora adalah Riku itu sendiri, hanya itu yang aku tahu" sahut Kobayashi yang mengejutkan mereka semua, begitu juga dengan Sora yang saat ini sedang memegang kepalanya yang pusing ketika mendengar perkataan Kobayashi.
"tunggu jadi, reinkarnasi itu adalah sebuah kenyataan ? begitu maksudmu ?" tanya Jibril sambil menatap Kobayashi dengan penasaran.
"bisa iya bisa juga tidak, lagi pula jika benar kalau reinkarnasi itu ada, maka kemungkinan reinkarnasi itu terjadi adalah 1 : 1.000.000.000 yang berarti itu sangat sangatlah langka untuk terjadi, dan apa yang Sora alami adalah ingatan yang diwariskan"sahut Kobayashi dengan ringan sembari menjelaskan semua ini pada mereka.
"jika itu reinkarnasi maka, seluruh ingatan itu akan sudah ada ketika Sora masih berumur 1 atau 3 tahun selama didunia ini" lanjut Kobayashi pada mereka yang saat ini sedang menyerap semua informasi ini, termasuk Sora dan juga Shiro.
"karena aku sudah menjelaskan semuanya, bagaimana kalau kalian menyiapkanku makanan ? aku benar benar lapar hari ini" sahut Kobayashi sembari mengelus perutnya yang sudah keroncongan itu.
Sedangkan Tohru langsung saja pergi dan mulai memasak untuk Kobayashi, sedangkan Sora yang mendengar ini hanya bisa menghela nafas lega.
Sebab apa yang Sora dengar dari penjelasan Kobayashi sebelumnya membuat dirinya terbantu dalam masalahnya kali ini dan hanya membiarkan mereka semua menyerap semua informasi ini dari Kobayashi.
"yahh.. karena masalah ini sudah selesai bagaimana kalau aku pergi untuk membeli teh hitam, aku ingin sekali minum teh hari ini" sahut Sora dengan tenang pada mereka semua, namun sebelum Sora dapat pergi dia langsung di hentikan oleh Saki.
"ahh.. Sora sebaiknya kau tidak usah pergi, biarkan aku saja yang memesan kualitas yang bagus untukmu" sahut Saki yang langsung menghentikan Sora sebelum dia berdiri dari kursinya.
"ehh.. tap-" sebelum dia selesai dengan perkataannya langsung saja Saki memotongnya.
"tidak.. biarkan aku saja, mengerti ?" sahut Saki sembari tersenyum padanya, namun senyuman itu justru membuat Sora dan Shiro menggigil ketakutan.
"ba.. baiklah aku serahkan semuanya padamu" sahut Sora dengan gugup sambil menganggukan kepalanya dengan pelan karena takut dengan senyumannya itu.
Sedangkan Shiro yang melihat senyumnya Saki langsung saja mulai memeluk tangan kakaknya dengan erat karena saat ini dia benar benar ketakutan.
"he.. sepertinya tidak akan lama lagi kalian akan menikah" sahut Kobayashi yang sedang makan lalu dengan senyum jahilnya dia menjahili kedekatan Sora dan juga Saki saat ini.
Sedangkan mereka berdua yang mendengar ini hanya bisa memasang wajah memerah dan segera menoleh kearah lain agar tidak melihat satu sama lain sebab mereka saat ini malu dengan pernyataannya Kobayashi.
Kobayashi yang melihat ini hanya tertawa saja ketika melihat kedekatan mereka yang seperti sepasang pengantin baru.
---
Keesokan harinya saat ini Sora sedang berjalan bersama dengan temannya, dan apa yang dia pikirkan memang terwujud kalau Rito dan yang lainnya terkejut ketika melihat rambutnya Sora berubah warna.
Bahkan Lala beberapa kali meminta Sora untuk melakukan eksperimen pada rambutnya yang membuat Sora harus beberapa kali menolaknya sambil tertawa canggung.
Sedangkan yang lainnya ketika melihat ini hanya bisa membuka mulut mereka dengan lebar, sebab mereka terkejut dengan perubahan Sora yang sebelumnya mendorong kepalanya Lala untuk menjauhi dirinya justru ini sebaliknya.
Bahkan Sora pun kerepotan dengan sikap mereka yang selalu bertanya tentang perubahan dirinya hingga mereka semua sampai didepan gerbang sekolah keributan terjadi lagi.
Banyak dari para perempuan berteriak karena melihat Sora tersenyum dengan rambut putihnya yang membuat mereka semua terpana, sedangkan laki lakinya jangan ditanya.
Ketika Sora dan yang lainnya masuk kekelas lagi lagi Sora ditatap oleh para gadis dengan wajah memerah, tentu Sora yang melihat ini hanya bisa tertawa canggung ketika melihat ini.
"hahaha.. sepertinya kali ini aku dalam masalah" tawa canggung Sora pada Rito dan yang lainnya, namun sebelum Rito menjawabnya tiba tiba saja Saruyama datang sambil menggoyangkan tubuhnya dengan kesal.
"oii.. sialan kenapa kau mengecat rambutmu, apa kau ingin menjadi ikemen ha ?!" teriak Saruyama yang masih menggoyangkan tubuhnya Sora hingga dia harus beberapa kali menepuk tangannya.
"oi.. monyet mana bisa aku menjelaskan jika kau terus menggoyangkan tubuhku" sahut Sora sembari menepuk tangannya Saruyama.
Sedangkan Saruyama yang mendengar ini langsung saja melepaskan tangannya pada pundak Sora dengan kesal, apalagi Sora masih memanggilnya dengan sebutan monyet.
__ADS_1
Sebelum Sora dapat menjelaskannya tiba tiba saja bel berbunyi dan tanda kalau pelajaran akan segera dimulai, sedangkan Saruyama yang mendengar ini hanya bisa berteriak kesal karena kejadian ini.
Ketika bel berbunyi tiba tiba saja Hiratsuka-Sensei datang, namun sebelum memulai pelajarannya dia langsung saja melihat Sora yang memiliki rambut putih dan memilih untuk membiarkan saja terlebih dahulu.
"ehm.. baiklah semuanya hari ini kita kedatangan kedatangan murid baru dikelas ini jadi aku ingin kalian semua akrab dengan mereka, baiklah kalian boleh masuk !!" teriak Hiratsuka pada murid pindahan pindahan itu.
Sedangkan Sora yang mendengar ini terkejut sebab ia mendengar kata 'mereka' dari mulut gurunya barusan, tiba tiba saja para murid pindahan itu masuk dan terlihat ada 4 orang yang masuk sebagai murid baru dikelas ini.
"perkenalkan namaku Urokodaki Sabito salam kenal semuanya" sahut Sabito yang memperkenalkan dirinya pada mereka semua dilanjuti oleh yang lainnya.
"Tomioka Giyuu salam kenal" sahut Giyuu sambil tersenyum pada mereka semua.
"Tomioka Makomo sepupu dari Giyuu salam kenal" sahut Makomo pada mereka dengan tenangnya.
Sedangkan yang terakhir membuat Sora sedikit terkejut dengan namannya, namun ia tetap menenangkan dirinya ketika mendengar ini.
"salam kenal semuanya perkenalkan nama saya adalah Kocho Shinobu semoga kita bisa akrab" sahut Shinobu sambil tersenyum yang membuat para lelaki berteriak penuh semangat ketika melihat ini.
Tentu keributan terjadi dalam kelas sampai sampai Hiratsuka sendiri harus turun tangan ketika melihat ini, bahkan Sora dan Rito yang melihat ini hanya bisa tertawa canggung saja.
"baiklah kalian berempat bisa duduk dikursi yang kosong, dan Sora setelah istirahat aku ingin kau kekantor terlebih dahulu dan menjelaskan semuanya apa yang terjadi kau paham bukan" sahut Hiratsuka pada mereka berempat lalu melihat kearah Sora yang hanya menganggukan kepalanya saja.
Sedangkan Hiratsuka yang melihat ini hanya bisa terdiam sebab tingkah Sora sepertinya berubah dari pandangannya.
Ketika mereka berempat yang mendengar ini langsung saja mencari tempat duduk yang kosong dan mulai mengisinya, namun Shinobu saat ini berada disebelah kanan bangkunya Sora yang membuat para pria langsung menatapnya begitu juga dengan Saruyama yang melihat ini.
Sedangkan Rito hanya bisa menghela nafas lega karena bukan dirinya kali ini, dan Sora hanya melihat Shinobu tersenyum saja sambil membalas senyumannya lalu melihat kearah depan untuk belajar kali ini.
---
Setelah bel sekolah berbunyi langsung saja Hiratsuka melihat kearah Sora yang sepertinya hanya menganggukan kepalanya saja dan mulai berdiri dan mengikuti Hiratsuka kekantor.
Ketika mereka berdua sudah pergi langsung saja seluruh murid berkerubunan datang dan mulai mengajak keempat murid baru itu mengobrol satu sama lain.
Sedangkan Saruyama yang melihat ini hanya bisa menghela nafas karena mereka berempat sudah dikerubung oleh teman temannya dan hanya bisa pergi kearah Rito yang saat ini sedang menatapnya dengan kasihan.
"ahh.. Rito.. bagaimana kalau kita kekantin saja" sahut Saruyama dengan tidak semangat ketika melihat seluruh murid baru langsung dikerubungi yang lainnya.
Sedangkan Rito hanya menganggukan kepalanya saja dan segera pergi bersama Saruyama untuk pergi kekantin, dan Lala sendiri saat ini sedang mengobrol dengan Makomo dengan asiknya.
Bahkan Sabito, Giyuu, Makomo dan juga Shinobu terkejut jika Lala adalah seorang alien, namun mereka masih tetap berteman dengan Lala yang polos itu tanpa maksud lain.
---
Sedangkan Sora saat ini sudah keluar dari kantor guru tersebut sambil menghela nafas lega sebab Hiratsuka dan beberapa guru bertanya padanya mengenai rambut tersebut.
Dan Sora sendiri hanya menjawab kalau dia hanya mengalami stress saja, dan jawabannya itu pun diterima oleh beberapa gurunya saja.
Ketika Sora ingin kembali kekelasnya tiba tiba saja Sora melihat Nana berjalan bersama gadis berambut merah kepang yang sepantar dengannya.
Sedangkan Nana yang melihat Sora keluar dari kantor segera menghampirinya begitu juga dengan gadis tersebut.
"Sora !!" teriak Nana yang melihat Riku dari jauh.
"ohh.. Nana aku kira kau tidak akan punya teman, ha.. syukurlah" sahut Sora yang menghampiri Nana sambil tersenyum lega ketika melihat Nana memiliki teman.
Sedangkan Nana yang mendengar ini mukanya memerah karena marah dengan ucapannya sedangkan gadis itu hanya tertawa ketika mendengar ini.
"a.. apa yang kau maksud ha !?" teriak marah Nana pada Riku sambil menaikan lengan bajunya dan bersiap baku hantam dengan Sora, namun dia langsung dipotong oleh Sora.
"ya.. dari pada soal itu, aku justru penasaran dengan temanmu ini" sahut Sora sambil melirik kearah Mea dengan senyum yang masih terpasang diwajahnya.
"ahh.. ehem.. perkenalkan dia adalah temanku Kurosaki Mea" sahut Nana sambil memperkenalkan Mea pada Sora.
"Kurosaki Mea, salam kenal Sora-Senpai, kau bisa memanggilku Mea seperti Nana" sahut Mea sambil tersenyum dan melambaikan tangannya pada Sora.
"yahh.. sepertinya aku tidak perlu memperkenalkan diri lagi jika kau sudah mengetahuinya, ahh.. dan satu lagi Mea terima kasih sudah mau berteman dengan Nana, jika tidak mungkin dia akan kesepian.. anak yang malang.. hu.." sahut Sora sambil membungkukkan badannya pada Mea sambil menangis palsu pada Mea.
"jangan perlakukan aku seperti anak kecil sialan !?" teriak Nana ketika mendengar perkataan Sora pada Mea.
Sedangkan Mea hanya tertawa ketika melihat Sora menjahili Nana, dan mereka bertiga mengobrol sebentar sambil menjahili Nana hingga Mea sampai tertawa terbahak bahak karena kelakuan Sora yang sering menjahili Nana hingga kesal.
---
"kau benar benar berubah lagi kali ini ?" tanya Yukino pada Sora yang melihat kalau rambutnya saat ini sama dengan Shiro.
"yahh.. tidak apa apa, lagi pula Shiro memiliki kakak yang mempunyai rambut berwarna putih sama sepertinya, bukankah begitu Shiro ?" sahut Sora sambil bermain catur dengan adiknya kali ini.
Sedangkan Shiro hanya menganggukan kepalanya saja dan menggerakkan bidaknya dan mulai memakan bidak milik Sora hingga membuat Sora sedikit kesal.
"selain itu mengapa kau disini, Zastin-Dono" tanya Sora sambil melihat kearah Zastin yang saat ini sedang duduk disampingnya sambil melihat permainan catur Sora dengan Shiro.
Namun penampilannya kali ini berbeda, biasanya Zastin akan menggunakan armor besar, tapi sekarang dia hanya menggunakan sandal, lalu celana jeans dan juga kaus putihnya saja kali ini.
"ahh.. aku lupa soal itu, ehmm.. aku ingin menantangmu berduel pedang lagi Sora-Dono, kali ini aku sudah berlatih dan mencoba untuk berduel lagi denganmu" ucap Zastin pada Sora yang masih fokus pada caturnya.
Ketika akan menggerakkan bidaknya seketika dia berhenti lalu melihat kearah Zastin dengan wajah datarnya.
__ADS_1
"ha ?"