
Beberapa menit telah berlalu dan saat ini terlihat kalau Sabito, Giyuu dan Makomo sedang duduk seiza sembari mendengar ceramahan dari Shinobu yang saat ini terlihat sedang menatap mereka bertiga dengan tajam.
Tentu mereka bertiga hanya bisa terdiam dan hanya bisa menerima tatapan Shinobu dalam keadaan ketakutan, dan untuk Sora sendiri saat ini dia juga sama sedang dimarahi oleh Saki, Shiro bahkan Mikan pun ikut memarahinya.
Sedangkan yang lainnya hanya bisa terdiam lalu melihat kearah lapangan yang saat ini terdapat beberapa goresan dari setiap tebasan yang Sora keluarkan selama pertandingan berlangsung.
"kau seharusnya menahan diri kau mengerti" sahut Saki sambil menatap tajam kearah Sora yang sedang menghindari tatapan tajam Saki, Shiro dan juga Mikan.
"yahh.. mau bagaimana lagi aku tiba tiba saja teringat soal kenangan itu" balas Sora sambil berusaha untuk menenangkan mereka bertiga.
"betul.. kau harus menahan diri, lagipula kau hampir mengenai kami kau tahu itu bukan" sahut Mikan pada Sora sambil menatap tajam kearahnya, sedangkan Shiro hanya menganggukan kepalanya yang setuju dengan perkataan Mikan.
"baiklah.. baiklah.. aku minta maaf, aku salah aku akan menahan diri ketika mereka bertanding lagi denganku" sahut Sora sambil berjanji pada mereka.
"kakak berjanji ?" tanya Shiro yang masih menatap Sora tidak percaya dengan perkataannya.
"aku berjanji" balas Sora sambil menatap mata adiknya dengan serius, sedangkan Shiro hanya menganggukan kepalanya.
"SORA !!" teriak Lala sambil melambaikan tangannya pada Sora yang diikuti oleh Rito dan yang lainnya yang saat ini sedang menghindari kontak langsung dengan dirinya.
"yo.. Lala" sahut Sora dengan santainya menyapa Lala dan membiarkan Rito juga yang lainnya yang saat ini sedang mengalihkan mata mereka padanya.
"itu pertandingan yang bagus !! dari mana kau mempelajari teknik itu ?" tanya Lala pada Sora dengan polosnya bertanya pada dirinya.
"ahh.. kalau itu aku mendapatkan sebuah pencerahan ketika sedang berlatih teknik pernafasan angin milikku sebelumnya" balas Sora dengan santainya pada Lala yang saat ini menatap Sora dengan kagum.
Sedangkan yang lainnya hanya bisa menatap Sora dengan datar ketika mendengar jawaban Sora yang begitu santainya pada Lala.
"yahh.. siapa yang akan menduga kami masih akan kalah dengan Riku" sahut Sabito sambil berjalan dengan beberapa perban ditubuhnya begitu juga dengan Giyuu dan Makomo, untuk Shinobu sendiri saat ini dia mengikuti mereka dari belakang.
"Riku ?" tanya Rito yang bingung dengan perkataan Giyuu begitu juga dengan yang lainnya, sedangkan Sabito dan Makomo langsung saja memukul kepalanya.
"yahh.. kalian benar benar masih merepotkanku Sabito, Giyuu, Makomo aku yakin kalian hidup bahagia disana tanpa aku bukan" sahut Sora dengan santainya pada mereka sambil tersenyum.
Sedangkan mereka semua bingung dengan ucapan Sora pada keempat murid baru itu, kecuali Saki dan Shiro yang saat ini terkejut ketika melihat ini.
Sabito, Giyuu, Makomo dan Shinobu saat ini terkejut ketika mendengar perkataan Sora, apalagi ketika mereka mendengar Sora melanjutkan perkataannya pada Shinobu.
"dan aku yakin kau ingin membicarakan sesuatu padaku bukan Shinobu ?" tanya Sora dengan senyum lembut diwajahnya pada Shinobu.
Ketika mendengar ini langsung saja Shinobu mulai memeluk Sora dan menangis dipelukannya, sedangkan Sora yang mendapatkan perlakuan ini langsung saja memeluk balik sembari mengusap punggungnya.
Sedangkan Rito dan yang lainnya masih bingung dan juga terkejut dengan pembicaraan Sora dan Shinobu, namun Sabito langsung saja mengajak mereka semua ketampat lain.
"bagaimana kalau kita biarkan mereka berdua terlebih dahulu, Lala-San bisakah kamu mengantar kami ketempat lain akan aku jelaskan semuanya ?" sahut Sabito sambil mengajak mereka semua untuk membiarkan Sora dan Shinobu untuk berdua saja.
"baiklah" balas Lala lalu segera mengajak mereka semua pergi untuk meninggalkan Sora dan Shinobu berdua saja disana.
Tentu mereka hanya menganggukan kepala meraka saja, sedangkan Saki dan Shiro saling menatap satu sama lain lalu menganggukan kepala mereka dan ikut bersama dengan yang lainnya.
Ketika mereka semua pergi meninggalkan Sora dan Shinobu, langsung saja suasana menjadi cukup sunyi walau hanya terdengar suara tangisan Shinobu saat ini juga.
---
Perlu waktu setengah jam untuk menenangkan Shinobu, setelah tenang langsung saja dia menampar Sora tanpa ampun.
Tentu saja Sora bisa menerima tamparan penuh kasih sayang oleh Shinobu, langsung saja Shinobu membentak Sora tanpa ampun.
"mengapa kau lakukan itu dasar sialan !! aku benar benar ketakutan ketika melihat kau pergi seperti itu !! apalagi aku harus mengurung diri dikamar selama beberapa bulan !! kau tahu itu bukan !!" teriak Shinobu sembari mengeluarkan air matanya walau sudah menenangkan dirinya.
Sedangkan Sora yang mendengar ini hanya bisa terdiam dan hanya bisa menunggu Shinobu membentaknya saja, bahkan Sora pun merasa bersalah karena membuat Shinobu menangis.
"a.. ak-" namun sebelum melanjutkan perkataan Sora tiba tiba saja dia dicium oleh Shinobu yang membuatnya terkejut.
Namun itu tidak berlangsung lama ketika Shinobu melepaskan ciumannya lalu kembali memeluk Sora dengan wajah memerah dan juga air mata yang masih mengalir dipipinya.
"itu.. ciuman pertamaku disini kau tahu itu" gumam Shinobu sembari memeluknya dengan erat yang tidak ingin Sora melihat wajah memerahnya saat ini.
Sedangkan Sora yang mendengar ini hanya terdiam lalu melihat kearah Shinobu dan segera memeluknya dengan lembut.
"aku kembali, Shinobu" bisik Sora sambil memeluk balik Shinobu, sedangkan Shinobu yang mendengar ini langsung membalasnya dan mengeratkan pelukannya pada Sora yang tidak ingin lepas darinya.
"hmm.." sedangkan Shinobu hanya menganggukan kepalanya saja dan membiarkan dirinya dipeluk oleh Sora.
"namun tetap kau harus dihukum"
"ha ?"
---
__ADS_1
"jadi begitu" sahut Sabito sambil menjelaskan kejadian sebelum mereka berempat bereinkarnasi pada mereka semua yang saat ini terkejut, kecuali Saki dan Shiro.
"yahh.. sama persis seperti yang Sora katakan pada kami berdua" sahut Saki sambil melihat kearah Shiro yang saat ini sedang menganggukan kepalanya pada Sabito.
"ehh.. kalian berdua sudah tahu.. itu.." sahut Sabito namun ia tidak tahu dengan nama mereka, sedangkan Saki yang melihat ini langsung saja memperkenalkan dirinya.
"ahh.. maafkan aku perkenalkan namaku Tenjouin Saki kelas 3 - A dan ini Shiro adiknya Sora atau Riku yang kalian kenal, kami tunangannya" sahut Saki yang memperkenalkan dirinya dan juga Shiro pada mereka.
Tentu hal ini membuat mereka semua terkejut apalagi Shiro adalah tunangannya Sora dari pada adiknya, begitu juga dengan Sabito, Giyuu dan Makomo.
"EHHH !! TUNANGAN !?" teriak Giyuu yang terkejut ketika mendengar ini.
"waduh.. gawat jika Shinobu mendengar ini mung-" sebelum Makomo melanjutkan perkataannya tiba tiba saja mereka mendengar suara langkah kaki dari Sora dan Shinobu.
Terlihat saat ini Shinobu tersenyum dan menuju kearah mereka semua namun berbeda dengan Sora yang saat ini terlihat babak belur oleh Shinobu.
Ketika mereka berdua datang langsung saja Sabito dan Giyuu tertawa terbahak bahak ketika melihat penampilan Sora kali ini, sedangkan yang lainnya hanya bisa menahan tawa.
"HAHAHAH.. aduh.. aduduhh.. perutku AHAH" tawa Giyuu yang melihat keadaan Sora saat ini.
"sialan si tukang makan dan tukang curhat itu masih belum kapok rupanya" gumam Sora yang melihat Sabito dan juga Giyuu masih menertawakannya hingga sekarang.
---
Setelah kejadian kemarin mereka kembali ke kehidupan normal mereka, namun kali ini Sora dan Shiro langsung ditanya oleh Sabito, Giyuu, Makomo dan Shinobu mengenai pertunangan mereka.
Ketika mereka berdua mendengar ini langsung saja melihat kearah Saki yang saat ini memerah malu karena tidak sengaja memberitahukan hal ini pada mereka.
Sedangkan Sora langsung menjelaskan mengenai asal usulnya Shiro dan pertemuan mereka berdua lalu dimana kedua orang tua mereka tiba tiba saja mengirim surat kepada Sora kalau dirinya sudah ditunangkan oleh mereka.
Tentu mereka yang mendengar ini terkejut dan sedih ketika mendengar masa lalu Shiro, namun mereka tetap mendengar cerita Sora sampai selesai.
Bahkan ketika Sora dan yang lainnya pulang dari tempat itu tiba tiba saja mereka bertemu dengan Jibril yang langsung memberikan surat dari ibunya Sora dan Shiro kalau dirinya dan Shinobu sudah bertunangan yang membuat Saki dan Shinobu terkejut mengenai ini.
Sedangkan Sora dan Shiro merasa kalau ibunya saat ini mulai mengetahui kegiatan mereka, namun yang mereka tidak ketahui saat ini adalah dari mana mereka tahu apakah itu dari bibinya, mungkin.
Untuk Saruyama sendiri dia hanya bisa mengutuk Sora ketika dirinya mendapatkan tunangan cantik yang lainnya, bahkan beberapa dari yang lainnya langsung menjauhi Saruyama yang terlihat seperti orang gila.
---
Sekarang Sora sedang berada di gedung Fujikawa Shoten, dia berada disini untuk memberikan volume terbaru dari novel SAO miliknya.
Kenapa sebab dunia ACGN saat ini sedang menurun secara drastis, makanya novel Sora langsung dibuatkan Anime dan menjadi sorotan untuk dibuatkan adaptasi animenya.
Tentu ketika Anime SAO mulai dirilis banyak orang yang mulai menonton Anime itu hingga seluruh jepang mulai meledak karena berita ini, sebab light novel milik Sora dan Shiro yang saat ini sedang panas panasnya mulai dibuatkan Animenya.
Bahkan Sora dan Shiro pun tidak menyangka kalau novel mereka sudah diadaptasi menjadi anime tanpa mereka ketahui sebelumnya, bahkan beberapa perusahaan pun mengajukan kolaborasi dengan novel milik Sora.
Dimulai dari makanan, minuman, pakaian dan game pun meminta untuk berkolaborasi dengan novelnya Sora hingga dia benar benar kerepotan dengan semua orang orang itu.
Sebenarnya Sora berencana ingin membuat novel baru, namun dia harus mencari ide baru jika dia ingin membuat novel baru nya.
---
Saat ini Sora sedang berjalan menuju ruangannya Sonoko, untuk mengurus volume baru dari novelnya SAO, namun ketika dirinya sudah sampai tiba tiba saja dia langsung disapa oleh Sonoko.
"yahh.. Kuuhaku-Sensei apa kau disini untuk memberikan volume terbaru dari novelmu itu ?" sahut Sonoko yang saat ini sedang duduk lalu berdiri dan segera menyapanya.
Namun Sonoko terdiam ketika melihat Sora rambutnya yang berwarna putih, ketika melihat ini langsung saja dia bertanya padanya.
"itu.. Sora apa kau mengecat rambutmu" sahut Sonoko yang melihat rambut Sora.
"tidak.. aku hanya mengalami stress berat saja ketika menulis novel ini, ketika perusahaan selalu memaksaku untuk mengajak kolaborasi lah, minta volume terbaru lah, buka acara tanda tangan lah, uhh.. stress betul !!" sahut Sora sambil mengomel pada Sonoko yang saat ini sedang berusaha untuk menghindari tatapan mata Sora yang begitu tajam mengarah padanya.
"ahahaha.. mau bagaimana novelmu sangat laris" sahut Sonoko sambil menggaruk kepalanya, dan Sora yang melihat ini hanya menghela nafas lalu memberikan flashdisknya pada Sonoko.
"ini volume terbaru nya.. karena sudah selesai aku ingin pulang jangan mengganggu ku, dan tambahkan ini jika mereka terus memaksa untuk mengajak kolaborasi maka aku tidak akan melanjutkan menulis novel ini" sahut Sora yang melambaikan tangannya pada Sonoko yang saat ini sedang terkejut, lalu keluar dan meninggalkan Sonoko sendiri diruangannya yang terdiam ketika mendengar ini.
Tentu Sonoko yang melihat ini langsung menghela nafas dan membiarkannya pergi untuk beristirahat, dan segera membuka dan mengambil volume terbaru dari SAO.
"yahh.. sepertinya dia tidak berubah sama sekali meskipun penampilannya berubah namun tulisannya masih belum berubah, sudah kuduga dari Kuuhaku-Sensei dia adalah aset yang berharga mana mungkin aku akan membuatnya berhenti dalam dunia ACGN" ucapnya sambil melihat flashdisknya.
Setelah itu langsung saja dia ke meja kerjanya sambil membuka berkas volume terbari dari novel buatan mereka berdua.
"kalau begitu aku baca dulu, mumpung gratis.." ucapnya sambil tersenyum aneh ketika akan membaca novelnya Sora.
---
Sedangkan Sora saat ini sedang menuju ke kedai yang merupakan salah satu kedai yang katanya mempunyai masakan yang lezat di kedai ini.
__ADS_1
Tentu Sora yangs mendengar desas desus itu mulai masuk dan dia disambut oleh perempuan berambut merah muda dan ada sedikit warna hijau diujung rambutnya, terlihat dia sedang menggunakan celemek berwarna merah muda sama dengan rambutnya.
"Selamat datang, meja untuk 1 orang tuan ?" tanya wanita itu pada Sora, sedangkan seorang pria terlihat memasak sambil menggunakan maskernya terlihat matanya memiliki warna yang berbeda.
"yahh.. untuk 1 orang dan aku ingin menu rekomendasi dari kedai ini" sahut Sora sambil tersenyum pada wanita tersebut.
"baiklah silahkan duduk terlebih dahulu tuan" sahut wanita itu sembari tersenyum menunjukkan kursi kosong padanya, sedangkan Sora hanya menganggukan kepalanya lalu segera duduk dikursi yang wanita tersebut tunjukan padanya.
Setelah wanita itu pergi langsung saja dia melihat sekeliling kedai ini terdapat beberapa ornamen orenamen yang membuatnya bernostalgia saat ini.
Ketika dia sedang mengagumi kedai tersebut tiba tiba saja dia didatangi oleh pria yang sedang memasak barusan sambil membawa pesanan Sora yaitu dango dan juga teh hitam kesukaannya.
"silahkan dimakan tuan" sahut pria itu sambil memberikan pesanannya dengan begitu sopan pada Sora.
"ahh.. terima kasih" sahut Sora sambil tersenyum pada pria tersebut walau ia sempat terkejut sebelumnya.
Sedangkan pria itu hanya menganggukan kepalanya saja lalu membiarkan Sora untuk memakan dango dan juga meminum tehnya.
---
Setelah Sora menyelesaikan makannya, langsung saja dia pergi menuju rumahnya namun ditengah jalan ketika akan menyebrang tiba tiba saja dia mendengar suara teriakan dan orang yang sedang lari dari kejaran 2 polisi dibelakangnya.
"BERHENTI !!" teriak polisi berambut putih itu dengan 3 luka sayatan diwajahnya yang tampak menyeramkan ketika dilihat, begitu juga dengan polisi satunya lagi yang hanya memiliki satu luka diwajahnya.
Sedangkan Sora yang melihat perampok itu menuju kearah sambil mengeluarkan pisau untuk menebasnya, langsung saja Sora menangkap tangan perampok itu lalu mematahkan tulangnya dan segera membantingnya.
Ketika sedang menghentikan perampok itu langsung saja polisi berambut hitam itu menahan perampok itu lalu membawanya kedalam mobil polisi tersebut.
"apa kau baik baik saja nak ?" tanya polisi berambut putih itu dengan khawatir pada Sora.
"ahh.. saya tidak apa apa pak" balas Sora pada polisi tersebut.
"ha.. syukurlah kalau begitu dan juga terima kasih sudah menolong menangkap perampok tersebut" sahut polisi lalu menepuk pundaknya Sora sambil berterima kasih padanya.
"sama sama.. kalau begitu saya permisi, pak" sahut Sora lalu pergi dari tempat kejadian, sedangkan polisi tersebut hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum kearah Sora dan membiarkan dirinya pergi.
---
Setelah pergi dari tempat kejadian langsung saja Sora kembali melanjuti perjalanannya, namun lagi lagi ia melihat seorang wanita sambil membawa kursi roda yang didalamnya terdapat bayi kembar dengan selimut bergambar kabut yang berbeda warna menyelimuti mereka berdua.
Sedangkan disampingnya adalah pria besar seperti beruang dengan luka dikeningnya sedang membawa barang belanjaan milik wanita tersebut.
"terima kasih tuan sudah membantuku membawa barang belanjaan saya" sahut wanita tersebut pada pria besar itu.
Sedangkan dia hanya menganggukan kepalanya, lalu segera kembali melanjuti jalan mereka, namun Sora yang melihat ini dia sempat mengira kalau mereka adalah sepasang suami istri melainkan hanya sekedar menolong wanita tersebut.
Ketika melihat ini langsung saja Sora menggelengkan kepalanya lalu kembali melanjuti perjalanannya menuju rumah.
---
Setelah berjalan cukup lama akhirnya dia sampai rumah dan segera masuk kedalam rumah, ketika dia membuka rumahnya tiba tiba saja Sabito, Giyuu, Makomo dan Shinobu ada didalam rumah mereka sambil melihat Kanna dan Tohru yang mempunyai ekor sungguhan.
"aku pulang !!" sahut Sora yang saat ini sedang melihat mereka berempat sedang menatap ekornya Kanna dan juga Tohru.
"ahh.. Sora kau sudah pulang, bagaimana dengan novelmu itu?" tanya Saki yang saat ini sedang menyambutnya ketika dia sudah selesai membereskan piringnya.
"novel ? tunggu Sora sejak kapan kau membuat novel ?" tanya Giyuu yang mendengar percakapan Saki dan juga Sora, begitu juga dengan yang lainnya yang saat ini sedang penasaran.
"hmm.. sekitar 1 tahun yang lalu, aku membuat novel bersama dengan Shiro" sahut Sora sambil mengingat kapan dirinya dan Shiro membuat novel.
"lalu judul novel nya apa ?" tanya Sabito yang saat ini sangat penasaran dengan Sora.
Sedangkan Sora yang melihat ini langsung tersenyum menyeringai dan meninggalkan mereka yang saat ini penasaran dengan novelnya.
"AHHH !! AYOLAH BERI TAHU KAMI !!" teriak Giyuu yang putus asa ketika melihat Sora pergi yang membuat dirinya penasaran, begitu juga dengan Sabito dan Makomo.
Dan Shinobu hanya tertawa canggung saja ketika melihat Sora menjahili mereka bertiga, namun tidak berlangsung lama ketika Sora berhenti sebelum dirinya naik tangga.
Terlihat senyum licik sebelum memberitahukan hal ini pada mereka bertiga, namun Shiro dan Saki yang melihat ini tahu apa maksud tujuan Sora kali ini.
"kalian ingin tahu ?" tanya Sora dengan senyum diwajahnya pada Sabito, Giyuu dan Makomo.
"KAMI SANGAT INGIN TAHU !! " jawab mereka bertiga yang saat ini sedang bersemangat ketika Sora akan memberitahukan novelnya.
"baiklah.. jawabannya adalah.." sahut Sora dengan senyum diwajahnya, sedangkan mereka yang mendengar ini hanya bisa melihat Sora dengan tatapan serius, bahkan keringat keluar dikening mereka bertiga.
"cari tahu aja sendiri HAHAHAHAHA" sahut Sora sambil lari kekamarnya dengan cepat, yang membuat mereka terkejut ketika Sora sedang menjahili mereka bertiga.
"SIAALAAN !!"
__ADS_1