
"Kurogiri.. bagaimana keadaan Tomura ?" tanya seorang pria dengan masker gas yang menutupi seluruh wajahnya dilayar TV, dia tidak lain adalah All for One itu sendiri.
"saat ini Tomura sudah kehilangan tangan kirinya karena ditebas oleh murid sekolah itu, meskipun begitu kami masih bisa menyembuhkan tangannya Tomura saat ini" balas Kurogiri yang menjelaskan keadaan Shigaraki pada All for One.
"jadi begitu.. siapapun yang berani memotong tangannya Tomura aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri karena sudah mengganggu rencanaku ini" ucap All for One yang saat ini marah karena nyawa dari penerusnya hampir menghilang.
Kembali kesekolah tepat disore hari terlihat Midoriya berjalan keluar sekolah dengan beberapa temannya sambil membawa koper yang diberikan All Might sebelumnya
"aku masih tidak percaya kalau Riku mengorbankan umurnya hanya untuk katana ini" gumam Midoriya yang saat ini sedang berjalan pulang sambil melihat kearah koper yang All Might berikan untuknya.
"lalu.. apa yang akan kita lakukan sekarang, Deku-Kun ?" tanya Uraraka yang khawatir ketika melihat Midoriya sedikit murung.
"bagaimana kalau kita ketempatnya Riku-San ? siapa tahu dia sedang berada dirumahnya" ujar Kirishima yang memberikan saran pada mereka.
"kalau begitu aku ikut !!" ucap Momo setuju dengan sarannya Kirishima.
"aku juga !!" teriak Jirou yang menganggukan setuju dengan idenya.
Sedangkan Iida & Tsuyu hanya menganggukan kepala mereka yang setuju dengan idenya Kirishima, tentu Midoriya yang melihat ini langsung tersenyum dan ikut menganggukkan kepalanya.
"kalau begitu ayo kita kerumah Riku"
Sedangkan Riku sendiri terlihat lagi memasukkan katananya kedalam sarung pedangnya, dan dibelakangnya terlihat ada beberapa kayu dan juga bambu yang telah terbelah saat ini.
"ha.. meskipun tubuhku tua untung saja aku masih bisa mengatur kekuatan tebasannya jika tidak mungkin punggungku akan patah karena berlebihan" gumam Riku yang melihat tumpukan kayu dan juga bambu yang telah ia potong sebelumnya.
"ya.. daripada itu sudah saatnya aku pergi bukan.." gumam Riku yang telah selesai latihannya.
'tapi sebelum itu.. buka status' batin Riku yang mencoba membuka status terbarunya.
____________________________
Nama : Nura Riku
Umur : 45 tahun
Jenis kelamin : Laki Laki
Pekerjaan : tidak ada
__ADS_1
Judul : Jenius, Kutu Buku, Gamer, Sis-Con, [ ], Pencinta Hewan, Penulis Novel, Ahli Pedang, Bodyguard, Pemburu Iblis, Pembantai Iblis, Penggila Latihan, Master Cinta, Kakak Idaman, Guru
Atribut :
Kekuatan : 270 > 319
Kepintaran : 287 > 341
Kelincahan : 267 > 328
Stamina : 250 > 300
Pesona : 50 > 78
Skill : Photography Memory, Pikiran Tenang, Memasak (MAX), Emperor Eye, Menulis Kilat, Intuisi Penulis, Cold Reading, Teknik Pernafasan Bulan, Demon Slayer Mark (MAX), Teknik Pernafasan Konsentrasi Penuh, Meditasi
____________________________
'gehh.. meskipun aku sudah tua tapi statusku terlihat kecil' batin Riku yang kaget ketika melihat statusnya hanya bertambah sedikit.
[itu dikarenakan Quirk Kakak..] ucap Schwi yang mendengar batinan Riku.
'Quirk ku ?' batin Riku yang mendengar perkataannya Schwi.
[hmm.. meskipun umur Kak Riku bertambah tapi kekuatan tidak akan bertambah kecuali kakak berlatih dengan tubuh tua itu..] lanjut Schwi yang menjelaskan tentang kekuatannya Riku yang hanya bertambah sedikit.
[Kak kau tahu.. kakak terlihat sangat mirip dengan kakek kakek yang sedang mengomel, kak tahu itu bukan ?] ucap Schwi yang melihat tingkah Riku saat ini.
Sedangkan Riku yang mendengar ini seketika terdiam akan perkataan adiknya ini, mendengar ini langsung ia mulai duduk sambil membuat lingkaran menggunakan ranting pohon dengan perasaan sedih sambil mengeluaekan aura putus asa.
'aku tidak menyangka kalau bukan hanya tubuhku saja yang tua, bahkan mentalku pun mulai menua karena Quirk sialan ini' batin Riku yang murung ketika mendengar perkataannya Schwi.
[daripada itu.. kenapa Kakak tidak pindah ke kota Hossu saja untuk langkah berikutnya..] ucap Schwi yang memberikan saran pada Riku yang murung saat ini.
'ha.. baiklah dari pada harus berdiam diri disini' batin Riku yang mulai berdiri dari duduknya dibantu oleh katana miliknya.
[kak.. apa dengan tumpukan kayu ini Kakak masih bisa menyebut diri Kakak sedang berdiam diri ?] tanya Schwi yang melihat beberapa tumpukan kayu yang telah Riiu potong sebelumnya.
'yahh.. dari pada itu mari kita pergi saja, apa aku sudah memasukkan semua barangku pada tempat penyimpananku Schwi ?' batin Riku yang berusaha mengganti topiknya ketika ditanya Schwi.
[sudah.. tinggal berangkat saja..] ucap Schwi yang mengkonfirmasikan pertanyaan Riku.
"bagus.. kalau begitu.." ucap Riku yang mulai menghilabg dari hutan itu dengan meninggalkan siluet angin dibelakangnya.
__ADS_1
"RIKU-SAN !! APA KAU ADA DIRUMAH ?!" teriak Kirishima yang sedang mengetuk pintu gubuknya Riku.
Sedangkan yang bersama dirinya saat ini adalah Midoriya, Uraraka, Iida, Jirou, Momo dan Tsuyu yang juga ikut untuk melihat keadaan Riku.
"RIKU-SAN !! APA KAU DIDALAM ?!" teriaknya kembail mengetuk pintu rumah itu.
"apa Riku-San tidak ada dirumahnya ?" tanya Jirou yang tidak mendengar balasan dari dalam gubuknya Riku.
"apa mungkin Riku-San pergi dari rumahnya ?" tanya Uraraka yang khawatir akan keadaannya Riku, begitu juga dengan yang lainnya.
"hmm.. mungkin Uraraka benar.. aku bahkan tidak mendengar suara Riku-San didalam rumahnya" sahut Jirou yang menggunakan Quirknya kedalam tanah untuk mencari keberadaan Riku didalam gubuknya.
"lalu kemana dia ?" tanya Momo yang merasa khawatir akan keadaannya Riku, begitu juga dengan yang lainnya.
"hmmm.. aku tidak menyangka kalau masih ada orang yang menjual dango disana" gumam Riku yang saat ini sedang makan dango sambil duduk didalam kereta ekspress bersama beberapa orang disana.
"harusnya aku membeli beberapa lagi disana" gumam Riku yang sudah selesai menghabiskan dangonya, namun tiba tiba saja ia mendengar suara pengumuman dispeaker kereta ini.
"Stasiun berikutnya Hossu.. Hossu.. silahkan para penumpang yang mau berhenti di Stasiun Hossu segera turun di Stasiun berikutnya.."
"ohh.. sepertinya sudah mau sampai.." gumam Riku yang mendengar pengumuman itu segera berdiri dari tempat duduknya.
Ketika Riku berdiri tiba tiba saja kereta mulai berhenti secara perlahan, setelah berhenti langsung saja pintu gerbong itu mulai terbuka.
Melihat ini langsung saja Riku mulai keluar dari gerobong kereta itu dengan senyum diwajahnya, meskipun sudah tua tetap saja Riku menjadi sorotan dimata orang lain karena masih terlihat keren dengan umur yang setua itu.
"hohoho.. jadi inikah Hossu menarik" ucap Riku yang sudah sampai distasiun saat ini sambil mengelus dagunya.
Ketika Riku keluar tentu saja ia menjadi sorotan bagi para orang yang mau masuk kedalam kereta ekspress, terlihat kalau penampilan Riku saat ini sedang menggunakan haori bulan miliknya.
Juga ia menggunakan hakama warna hitamnya bahkan rambut putihnya pun sangat mencolok bagi beberapa orang yang sedang lewat disana.
Bahkan beberapa orang mulai kagum dengan penampilan Riku yang terlihat seperti paman paman bersamurai yang ada dalam sejarah jepang, bahkan beberapa dari mereka berpikir kalau Riku adalah Hero itu sendiri.
[sekarang apa Kak ?] tanya Schwi yang melihat kalau Riku sudah tiba dilokasi.
'tentu saja ada 1 hal.. atau mungkin 2.. atau mungkin 3.. atau..'
[cepat tentukan.. ] ucap Schwi yang kesal dengan sikapnya Riku.
__ADS_1
'yang pasti kita cari makan dulu..' batin Riku yang sudah melihat lihat stasiun Hossu, lalu segera berjalan jalan sambil mengelilingi distrik Hossu ini dengan senang.
[....]