Di Dunia Anime Dengan System

Di Dunia Anime Dengan System
Sebuah Obrolan & Masalah Dikediaman Sora


__ADS_3

Saat ini dikediaman Sora terlihat kalau Kanae saat ini sedang duduk sambil mengelus kepalanya Shiro yang saat ini ada dipangkuannya debgan wajah bahagia.


Sedangkan Sora yang melihat ini hanya bisa menahan cemburunya saja karena ada orang lain yang sedang mengambil Shiro dari genggamannya saat ini.


Disisi lain Shinobu yang melihat ini hanya bisa tertawa canggung ketika melihat tingkah kakaknya yang sedang asik dengan adik orang lain daripada dirinya.


"silahkan tehnya.." sahut Tohru sambil memberikan tehnya pada mereka berempat saat ini.


"terima kasih Tohru-San" ucap Shinobu ketika melihat Tohru sedang mengantarkan teh untuk mereka.


"sama sama Shinobu-San, kalau begitu saya permisi dulu" balas Tohru sambil membungkukkan badannya pada mereka dan segera pergi kearah dapur untuk menyiapkan makan malam mereka.


Namun secara diam diam dia memasang penghalang suara disekitar mereka saja, agar tidak terjadi keributan hingga ketetangga sebelah maupun dirumah ini dan Tohru tahu akan apa yang terjadi selanjutnya.


Sedangkan Shinobu yang melihat ini hanya melambaikan tangannya saja pada Tohru dan berterima kasih lagi padanya.


Disisi lain Kanae yang sudah selesai dengan Shiro langsung saja angkat bicara dan meminta Shiro untuk berbicara dengan mereka berdua.


"ahh.. Shiro-Chan bisakah kamu meninggalkanku dulu dengan kakakmu ?" tanya Kanae pada Shiro yang saat ini ada dipangkuannya.


Mendengar ini langsung saja dia melihat kearah kakaknya, tentu Sora yang melihat ini hanya menganggukkan kepalanya pada Shiro untuk memenuhi permintaannya.


Melihat ini langsung saja Shiro mulai menganggukkan kepalanya dan segera menuruti permintaan Sora dan Kanae lalu segera pergi dari ruang tamu menuju kamarnya dan meninggal mereka bertiga diruang tamu.


"ehmm.. kalau begitu Riku atau aku harus memanggilmu Sora ?" tanya Kanae sambil meminum teh buatannya Tohru dan menatap kearah Sora dengan tajam.


Sedangkan Sora dan Shinobu yang melihat perubahan suasananya segera menjadi serius dengan pembicaraan mereka dengan Kanae kali ini.


"kau bisa memanggilku Sora saja seperti yang lainnya, Kanae-San" balas Sora sambil menatap kearah Kanae dengan serius walau ia merasa gugup kali ini.


"kau tahu kenapa aku menamparmu bukan ?" tanya Kanae sambil menatap tajam kearahnya.


Sedangkan Sora yang mendengar menganggukkan kepalanya saja, namun tiba tiba saja gelas yang Kanae pegang dilempar kearah Sora tepat dikepalanya hingga berdarah bahkan tehnya pun menumpahi seluruh tubuhnya.


"LALU KENAPA KAU MASIH BERTINDAK GEGABAH WAKTU ITU !! KAU TAHU SHINOBU SAMPAI MENGURUNG DIRI DIKAMARNYA WAKTU ITU SELAMA 6 BULAN KAU TAHU ITU BUKAN !!" teriak Kanae dengan penuh marah .


Tentu Sora hanya bisa menerimanya tanpa protes sama sekali, sedangkan Shinobu yang melihat ini langsung dia berdiri dan mulai meneriakinya, begitu juga dengan Kanae.


"NEE-SAN !! KAU BERLEBIHAN !!" teriak Shinobu pada kakaknya.


"DIAM SHINOBU !! KAU JANGAN MENCAMPURI URUSANKU DENGANNYA DULU !!" teriak Kanae yang juga ikut memarahi Shinobu karena berani menyelanya.

__ADS_1


Tentu Shinobu yang mendengar ini kesal dan ingin memarahinya, namun tiba tiba saja Sora menyentuh pundaknya hingga membuatnya menoleh kearahnya.


Melihat raut wajah Sora yang serius membuat Shinobu hanya bisa mengepal tangannya saja sambil menahan rasa kesalnya pada kakaknya karena terlalu berlebihan.


"Kanae-San aku tahu kau marah padaku kau boleh memarahiku sepuasnya, namun kau tidak harus memarahi adikmu sendiri" ucap Sora sambil menatap kearah Kanae dengan serius.


Sedangkan Kanae yang mendengar ini segera menenangkan dirinya terlebih dahulu karena terlalu berlebihan hingga amarah mengambil alih dirinya tanpa melihat siapa yang baru saja ia marahi.


"maafkan aku Shinobu.." gumam Kanae sambil meminta maaf pada adiknya.


Tentu Shinobu yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya saja, melihat ini langsung saja Sora mulai angkat bicara pada Kanae.


"Kanae-San.. aku memiliki alasanku sendiri melakukan hal gegabah waktu itu.. " ucap Sora lalu mulai kembali duduk sambil berbicara pada Kanae dengan santainya.


"LALU KENAPA KAU MASIH MELAKUKAN ITU ?! KAU TAHU SEBAGIAN DARI MEREKA MENYALAHKAN DIRI MEREKA SENDIRI KETIKA MELIHAT KAU MATI !! TERMASUK SABITO, GIYUU, MAKOMO, TANJIRO BAHKAN AKU SENDIRI WAKTU ITU !!" teriak Kanae dengan emosi yang meluap luap ketika melihat tingkahnya Sora saat ini.


"tentu saja untuk menebus dosaku.. " balas Sora sambil menatap Kanae dengan tatapan kosongnya.


Tentu baik itu Kanae dan Shinobu yang mendengar ini langsung terdiam dan tidak bisa apa apa ketika mendengar jawabannya Sora, bahkan amarah Kanae pun langsung mereda ketika mendengar ini.


"kau tahu Kanae-San aku melakukan itu untuk menebus dosaku pada nyawa mereka yang tidak berhasil aku selamatkan.. bahkan aku tidak bisa tidur nyenyak ketika melihat nyawa mereka hilang tepat dihadapanku.. " balas Sora sambil mengepalkan tangannya hingga berdarah.


Sedangkan Kanae dan Shinobu yang mendengar ini hanya bisa terdiam sambil mengeluarkan air mata mereka saja sebab mereka tidak tahu apa yang Sora rasakan waktu itu.


"BAHKAN AKU MASIH BISA MENDENGAR TERIAKAN MINTA TOLONG MEREKA HINGGA SAAT INI BAIK YANG MUDA MAUPUN YANG TUA !! AKU TIDAK PEDULI KAU MEMARAHIKU BAHKAN SAMPAI MEMBUNUHKU PUN AKU TIDAK PEDULI !!" teriak Sora sambil memukul meja didepannya hingga hancur dan terbelah menjadi 2 bagian.


"bahkan hingga aku dibenci oleh dunia maupun dewa pun aku tidak peduli.. karena ini adalah salahku dosa yang aku tanggung sendiri.. bahkan jika surga dan neraka menolak keberadaanku pun aku tidak peduli.. " ucap Sora sambil menangis tersedu sedu ketika harus mengingat semua kejadian itu.


Tentu semua yang diucapkan Sora membuat hati mereka yang hancur hingga berkeping keping ketika mendengar ini, semua yang Sora katakan pada mereka adalah kenyataannya.


"naif.. ya aku memang naif waktu itu, jadi aku mohon Kanae-San bencilah aku seperti sebelumnya, kumohon" lanjut Sora sambil membungkukkan badannya pada Kanae sambil menangis.


Sedangkan Kanae yang melihat ini hanya bisa terdiam dan sambil mengeratkan kedua tangannya, yang ada dipikirannya saat ini adalah minta maaf pada Sora, begitu juga dengan Shinobu.


Namun tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Kanae karena dia terlalu sibuk dengan pikirannya yang saat ini sedang kacau.


Sora yang tidak mendengar jawaban dari Kanae pun mulai berdiri lalu mengganti posisinya menjadi bersujud kearah Kanae.


"aku mohon Kanae-San bencilah aku.. aku mohon.. " ucap Sora sambil bersujud dihadapannya dengan air mata yang terus mengalir hingga jatuh kelantai, begitu juga dengan darahnya.


Melihat ini baik itu Kanae dan Shinobu semakin merasa bersalah pada Sora, Shinobu yang melihat ini langsung saja mulai mengambil inisiatif.

__ADS_1


Namun sebelum dia mengambil inisiatif tiba tiba saja Kanae berdiri lalu segera mengangkat badannya Sora lalu segera memeluknya sambil menangis tersedu sedu.


Tentu hal ini membuat Sora maupun Shinobu terkejut dengan aksinya Kanae, bahkan Sora pun hanya bisa terdiam dengan tingkahnya.


"maaf.." gumam Kanae sambil menangis dipelukannya Sora.


"Kanae-San.. kenapa ?"tanya Sora sambil menatap kearah Kanae dengan tatapan kosongnya.


"maaf.. maaf.. maafkan aku.. maafkan aku yang tidak tahu apa apa mengenaimu Sora.. maafkan aku.." balas Kanae sambil memeluknya dengan erat.


"seharusnya aku tahu apa yang kamu rasakan waktu itu.. namun aku justru memarahimu tanpa alasan yang jelas.. seharusnya aku yang dibenci olehmu Sora.. " lanjut Kanae sambil menyalahkan dirinya sendiri atas sikap sebelumnya.


"ta-" belum selesai dengan ucapannya langsung saja Kanae mulai mencium bibirnya Sora sambil menangis.


Tentu hal ini membuat Sora dan Shinobu kembali terkejut dengan aksinya Kanae yang secara tiba tiba mencium Sora, setelah puas berciuman langsung saja Kanae melepas ciumannya dan mulai mengutarakan perasaannya pada Sora.


"kau tahu Sora aku juga menyukaimu, namun aku hanya bisa mengalah pada Shinobu agar bisa memilikimu saja kau tahu itu ?" ungkap Kanae pada Sora sambil mengeluarkan air matanya.


"aku hanya seorang wanita yang hanya bisa mempermainkan perasaan orang lain saja.. aku tidak pantas menerima kenyataan ini.. aku-" langsung saja Sora mencium kembali bibinya Kanae hingga membuatnya membelakkan matanya karena terkejut.


Setelah itu langsung saja Sora melepaskan ciumannya dan langsung memeluk Kanae dengan lembut dan mulai berbicara padanya.


"tidak Kanae-San.. aku mohon tetaplah seperti itu.. tetaplah seperti Kanae yang aku kenal.. aku tidak peduli ini salah siapa namun yang pasti aku ingin kita semua kembali seperti dulu lagi.. aku mohon.. tetaplah seperti dulu.. Kanae.." ucap Sora sambil menangis kearahnya.


Sedangkan Kanae yang mendengar ini langsung saja mulai melanjutkan tangisannya kembali sambil memeluk Sora dengan keras, bahkan ketika menangis pun ia tetap mengatakan maaf berkali kali pada Sora.


Sementara itu Shinobu yang melihat ini hanya bisa tersenyum sambil menghapus air matanya saja dengan perasaan senang ketika melihat kakaknya Kanae mulai mengungkapkan perasaan sesungguhnya pada Sora.


Perlu waktu beberapa menit untuk menenangkan Kanae ketika menangis, setelah selesai menangis langsung Kanae mulai angkat bicara.


"Sora.. apa kau memaafkan ku ?" tanya Kanae sambil membenamkan wajahnya didadanya Sora sambil memeluknya dengan erat karena tidak ingin berpisah lagi dengannya.


"aku memaafkanmu.. Kanae.. apa kau memaafkanku juga ?" tanya balik Sora pada Kanae sambil memeluk balik dirinya.


"hmm.. aku memaafkanmu.. Sora" balas Kanae sambil tersenyum kearahnya.


"begitukah.. syu.. kur.. lah.. " gumam Sora yang saat ini kesadarannya mulai pudar dan mulai melepaskan pelukannya Kanae.


Sedangkan Kanae dan Shinobu yang mendengar dan melihat Sora pingsan segera panik dan mulai meneriakinya.


"SORA !!"

__ADS_1


__ADS_2