
8 tahun telah berlalu dan saat ini Riku sudah berumur 15 tahun terlihat kalau dia sekarang sedang mengerjakan tugas Matematikanya dengan santai seperti tidak ada beban dalam hidupnya.
Terlihat kalau penampilannya saat ini sudah berubah, mulai dari rambut hitam gradasi merahnya yang mulai panjang sampai pinggang, lalu tubuhnya yang mulai berisi dan juga berotot kecuali wajahnya yang saat ini masih memiliki 6 mata yang lumayan mengerikan dipandang orang orang.
Meskipun begitu dia tidak dijauhi walau hanya sebagian sebab ada banyak dari orang orang pengguna Quirk memiliki penampilan mereka sendiri semenjak lahir ada yang wajah seperti kambing, lalu warna kulitnya yang berwarna hijau dan masih banyak lagi.
Tentu Riku yang melihat kalau bukan hanya dirinya saja yang memiliki penampilan aneh langsung menghela nafas lega ketika melihat ini.
Bahkan hampir 40% penduduk jepang saat ini memiliki Quirk dengan berbagai penampilan, awalnya Riku sempat bingung apa Quirk itu namun untungnya Schwi menjelaskan apa itu Quirk pada Riku.
Quirk yang sebelumnya dikenal sebagai Meta Ability adalah kemampuan manusia super yang dapat dimiliki oleh setiap manusia.
Selain unik untuk setiap pengguna, Quirks diurutkan ke dalam beberapa jenis kategori baik itu tipe serangan, tipe bertahan, maupun tipe pendukung dan masih banyak lagi.
Bahkan pengguna Quirk juga terbatas dan hanya bisa mengembangkan satu kemampuan saja untuk setiap manusia dan hampir 80% penduduk jepang memiliki Quirk.
Lalu manusia yang memiliki Quirk ini bisa menggunakannya untuk menolong sesama manusia dan berperan sebagai Hero atau bahkan bisa menjadi sebuah bencana bagi sesama manusia itu sendiri atau Villian, tapi semua itu tergantung dari bagaimana mereka menggunakan Quirk itu.
"ahh.. akhirnya selesai juga" gumam Riku sambil merentangkan kedua tangannya ketika tugasnya sudah selesai yang membuat dirinya lega.
"mungkin sebaiknya aku berlatih dihutan untuk melatih Quirk ku" gumam Riku lalu segera membereskan buku tulisnya kedalam tas miliknya.
Namun sebelum membereskan buku bukunya ia mulai melihat sekeliling rumahnya yang saat ini sudah mulai hancur tinggal menghitung hari saja atau mungkin badai yang akan datang nantinya.
"atau.. aku harus memperbaiki rumahku terlebih dahulu" gumam Riku sambil melihat rumahnya yang saat ini sudah tidak layak dipakai.
Melihat ini langsung saja ia mulai mengeluarkan kartu kredit miliknya dari tempat penyimpanannya, untung saja Schwi memberikan kartu kredit ini ketika dia sedang membutuhkan uang untuk kebutuhan hidupnya didunia ini.
"yahh.. aku masih tidak menyangka kalau Schwi akan memberikan kartu kredit ini padaku, bahkan isinya hampir mencapai 10 milyar yen didalamnya" gumam Riku sambil melihat kartu kreditnya dengan cermat.
"meskipun begitu aku lebih suka berhemat dari pada menghabiskan seluruh uangku untuk hal yang tidak berguna" lanjut Riku sambil melihat kearah laptop dan juga handphone miliknya yang merupakan keluaran terbaru.
"ehh.. yupp.. sebaiknya aku menghubungi tukang kayu saja dari pada tukang bangunan yang nanti membuatku mengeluarkan banyak sekali uang nantinya" gumam Riku sambil mengetik nomor tukang kayunya dan mulai menelepon mereka.
Sebenarnya Riku lumayan bagus dalam hal memperbaiki rumah, bahkan gubuk rumah yang berada dimisi keduanya pun ia perbaiki oleh dirinya sendiri.
"halo.. ya pak bisakah kau mengirimku ehh.. 20 papan kayu, beberapa paku dan juga 10 triplek.. ya bisakah tuan kirim barangnya kealamat yang saya kirim nanti.. kalau bayarnya saya pakai kartu kredit saja.. atas nama Nura Riku.. ya.. terima kasih pak.. " ucap Riku sambil tersenyum ketika mendengar pembicaraan mereka tentang bisnis mereka lumayan lancar.
Langsung saja Riku segera menutupi teleponnya dan segera mengirim alamatnya pada tukang kayu itu dan tidak lupa sekalian dia membayarnya juga secara online.
Setelah mengirim pesan itu langsung saja ia mulai menyenderkan badannya pada kursi kayunya itu, namun tiba tiba saja perutnya mulai berbunyi karena lapar.
Mendengar ini langsung saja Riku mulai melihat kembali kearah handphonenya dan melihat kalau sekarang pukul 11:46 yang sudah hampir tengah hari.
__ADS_1
"ahh.. pantas saja sekarang sudah siang.. sebaiknya aku membeli makanan saja diluar saja" ucap Riku sambil berdiri dari kursinya dan segera pergi ke supermarket terdekat.
---
"se.. semuanya 900 y.. yen tu.. tuan" ucap perempuan itu yang merupakan kasir dari supermarket itu dengan gugup ketika melihat wajah Jin yang lumayan mengerikan baginya.
Terlihat kalau penampilannya Riku saat ini yaitu memakai haori berwarna putih polos dengan celana hakamanya yang berwarna hitamnya, dan memiliki tinggi 170 cm yang lumayan tinggi untuk anak berumur 15 tahun yang saat ini sedang berdiri didepan pegawai tersebut dengan tegaknya.
Tidak hanya pegawai supermarket itu saja, bahkan para pelanggan yang lainnya pun hampir semuanya sedikit menjauhi Riku karena penampilannya yang cukup mengerikan.
"ahh.. kau bisa menggunakan ini" ucap Riku sambil memberikan kartu kreditnya pada kasirnya itu.
Melihat ini langsung kasir itu langsung mengambilnya dan mulai memproses pembayarannya disana, setelah itu langsung saja ia memberikan kartu itu dengan terburu buru.
"ahh.. i.. ini tuan te.. terima kasih sudah berbelanja disini.. da.. datang lagi.. ya.." ucap kasir itu dengan gugup sambil membungkukkan badannya pada Riku.
'aku rasa sebaliknya' batin Riku dengan bibir berkedut ketika melihat tingkah pegawai kasir yang saat ini sedang ketakutan melihat dirinya, begitu juga dengan yang lainnya.
Namun Riku tidak mengubris pendapat mereka tentang penampilannya dan hanya membiarkan mereka lalu segera keluar dari supermarket itu dengan santainya.
Sedangkan para pegawai yang melihat ini langsung saja menghela nafas mereka ketika melihat Riku pergi, namun tiba tiba saja Manejer tempat itu datang dan mulai bertanya pada pegawainya.
"apa yang terjadi disini ? kau terlihat ketakutan ada apa ?" tanya Manejer yang melihat pegawainya menghela nafas lega seperti telah menghadapi bencana.
"a.. ahh Manejer barusan ada orang menakutkan dengan mata 6 datang kemari sambil berbelanja, begitu.." ucap kasir yang tadi melayani Riku dan segera menjawab pertanyaannya Manejer dengan cepat.
"e.. ehh.. berterima kasih ?" tanya pegawai tersebut yang saat ini kebingungan dengan tingkah atasannya.
"ahh.. sebenarnya beberapa hari yang lalu ketika putriku yang berumur 6 tahun itu hampir kecelakaan karena sebuah truk, tiba tiba saja putriku diselamatkan oleh orang bermata 6 itu, seperti yang kau bicarakan barusan.. " balas Manejer itu dengan senyum diwajahnya ketika mengingat Jin sudah menyelamatkan putrinya.
"ehh ?"
---
Sedangkan Riku saat ini tiba tiba saja bersin ketika dirinya sedang makan Roti Prancis ukuran besar miliknya dengan sekotak susu cokelat disampingnya.
"hachu.. ahh.. sepertinya ada seseorang yang sedang membicarakan tentang penampilanku" gumam Riku sambil mengelap hidungnya dengan sapu tangannya dan segera menghabisi rotinya.
Ketika Riku sedang memakan rotinya tentu saja ada beberapa orang yang melewati dirinya sedang makan dengan wajah ketakutan ketika melihat penampilannya.
Meskipun hanya sebagian orang yang ketakutan namun tetap saja ada yang ketakutan dengan penampilannya.
Bahkan pernah ada kejadian dimana beberapa orang mulai memanggil polisi untuk segera menangkap dirinya karena masalah penampilannya yang seperti seorang Villian.
__ADS_1
Tentu hal ini membuatnya kerepotan ketika berurusan dengan para polisi dan segera menjelaskan kesalahpahaman ini pada para polisi itu.
'ahh.. sungguh kenangan yang buruk' batin Riku sambil memasukkan sampahnya pada kantong plastik itu dan segera membuangnya ketempat sampah.
Tentu setelah membuang sampahnya Riku langsung saja pulang kerumahnya, ketika dia sedang melewati gang kecil yang ada didepannya, tiba tiba saja ia mendengar suara teriakan seorang gadis.
"TOLONGG !!" teriak seorang gadis dari dalam gang kecil itu.
Sedangkan Riku yang mendengar ini segera berlari kearah suara itu dengan cepat, ketika sedang menelusuri gang tersebut dia mulai melihat 3 orang sedang mencoba untuk menculik gadis itu kedalam mobil mereka.
Melihat ini langsung saja Riku berlari kearah mereka dan segera memukul wajah orang tersebut dengan sangat kuat hingga orang tersebut pingsan.
Tentu kedua rekan mulai terkejut dengan kedatangan Riku yang tiba tiba saja menghajar temannya, begitu juga dengan gadis itu yang saat ini terkejut dengan aksinya Riku.
Namun ketika mereka semua melihat penampilan Riku langsung saja mereka semua mulai ketakutan dengan penampilan Riku yang menurut mereka mengerikan, begitu juga dengan gadis itu.
"si.. si.. siapa kamu ?" tanya pria itu dengan ketakutan ketika melihat Riku datang dan menghajar rekannya hingga pingsan langsung saja ia mulai mengeluarkan Quirk nya, begitu juga dengan yang satunya lagi.
Sedangkan Riku sendiri tidak mengubris perkataan orang tersebut dan segera menghilang dari hadapan mereka lalu mulai menghajar mereka berdua.
Tentu kedua orang tersebut mulai terkejut dengan kecepatan Riku yang tidak dapat mereka lihat, namun tiba tiba saja mereka berdua merasakan pukulan Riku yang cukup kuat hingga membuat mereka terpental dan pingsan ditempat.
Sedangkan gadis itu yang melihat seluruh kejadian itu mulai bertambah ketakutan ketika melihat orang yang seusianya dapat mengalahkan 3 orang Villain sendirian.
Disisi lain Riku yang melihat ketiga orang tersebut pingsan langsung saja menghela nafas lega, langsung saja ia mulai mendekati gadis itu yang saat ini sedang ketakutan.
Terlihat kalau penampilan gadis itu memiliki rambut kepang berwarna hitam pekat dengan lekuk tubuh yang terlihat sempurna bagi anak remaja, terlihat kalau bajunya saat ini ada beberapa bagian yang sobek dibagian lengannya.
"hei.. apa kau tidak apa apa ?" tanya Riku dengan nada khawatir pada gadis tersebut.
Namun alih alih menjawab pertanyaannya justru gadis itu mulai mundur sedikit dengan tubuh bergetar karena ketakutan ketika melihat Riku berjalan kearahnya.
Riku yang melihat ini segera berhenti dijalan dan segera melihat kearah gadis itu dengan raut wajah sedih karena gadis itu tidak menerima niat baiknya hanya karena penampilannya.
"ha.. seharusnya aku tidak menolongmu.." gumam Riku dengan nada sedih ketika melihat gadis itu menjauhi dirinya.
Sedangkan gadis itu yang mendengar ucapan Riku mulai terdiam lalu mulai melihat kearahnya dengan raut wajah menyesal karena kesalahannya.
"sebaiknya kau pergi dari sini saja nona, sebelum orang orang ini sadar kembali" sahut Riku yang mulai berbalik sambil mulai berjalan kearah gang yang ia lewati barusan.
"tu.. tunggu.." ucap gadis itu dengan nada bersalah sambil mencoba untuk berdiri karena ketakutannya.
Tentu Riku yang mendengar ini langsung saja berhenti namun ia hanya menghiraukan perkataan gadis itu lalu segera pergi sambil bergerak dengan cepat terlihat ada siluet angin dibelakangnya.
__ADS_1
Sedangkan gadis itu hanya bisa terdiam saja ketika melihat Riku pergi dari hadapannya tanpa memperdulikan kata katanya.
Tentu hal ini membuat dirinya merasa bersalah karena sikapnya yang tidak sopan pada orang yang baru saja menolongnya.