Di Dunia Anime Dengan System

Di Dunia Anime Dengan System
Bertemu Dewi ? & Ingatan ?


__ADS_3

Ketika Sora sedang pingsan akibat serangan gelas yang Kanae lempar sebelumnya, tiba tiba saja dirinya sedang berada disebuah taman yang dipenuhi oleh macam macam bunga disana.


"di.. dimana ini.. apa aku mati lagi ?" tanya Sora sambil melihat sekelilingnya yang saat ini banyak sekali bunga disetiap sudutnya.


Mulai dari tulip, anggrek, mawar dan lain sebagainya, ketika Sora sedang bingung tiba tiba saja suara seorang gadis memanggilnya dari arah belakangnya.


"sekarang kau sedang berada dialam bawah sadarmu, Sora" ucap gadis tersebut pada Sora yang saat ini terlihat kebingungan.


Tentu Sora yang mendengar ini segera menoleh kearah suara itu dan melihat kalau ada seorang gadis mungil yang saat ini sedang duduk dibangku taman sambil meminum teh miliknya.


Terlihat kalau gadis itu memiliki rambut berwarna ungu gelap dengan mata berwarna kuning sedang duduk disana, melihat ini langsung saja Sora mulai menghampiri gadis itu dan mulai duduk didepannya sambil bertanya kearah gadis tersebut.


"si.. siapa kau ? lalu darimana kau tahu namaku ?" tanya Sora sambil menatap kearah gadis itu dengan raut wajah kebingungan.


"hmm.. mungkin karena kita sudah terikat ?" balas gadis tersebut sambil memiringkan kepalanya karena kebingungan.


"terikat ? apa maksudmu ?" tanya Sora ketika melihat gadis yang ada didepannya juga sama sama kebingungan.


"hmm.. apa kak Sora melupakan suara ini" ucap gadis itu sambil memiringkan kepalanya dengan polosnya.


Sedangkan Sora yang mendengar suara yang dia kenal dari kecil langsung saja dia berdiri dari kursinya dan segera menatap gadis itu dengan tidak percaya


"SCHWI !!" teriak Sora yang terkejut ketika melihat sosok Schwi dihadapannya.


Sedangkan Schwi yang melihat ini hanya menganggukan kepalanya saja sambil melanjutkan minum tehnya, melihat ini sekali lagi Sora bertanya padanya.


"anu.. Schwi ? ja.. jadi.. ke.. kenapa aku bisa ada disini ?" tanya Sora ketika mengingat dirinya saat ini sedang berada ditaman penuh bunga ini.


"hmm.. pingsan ?" balas Schwi sambil memiringkan kepalanya dengan imut.


"pingsan ? ahh.. aku ingat sekarang.." ucap Sora sambil mengingat kejadian sebelumnya ketika dirinya dilempar gelas oleh Kanae waktu itu.


"hmm.. kalau begitu biarkan aku memperkenalkan diriku dengan benar" ucap Schwi lalu segera meletakkan gelasnya, lalu segera memperkenalkan dirinya pada Sora yang saat ini sedang kebingungan.


"ehmm.. perkenalkan aku Dewi Bulan Diva, namun kakak bisa memanggilku seperti sebelumnya Schwi" ucap Schwi sambil memperkenalkan dirinya pada Sora.


"DEWI !! KAU SEORANG DEWI SELAMA INI SCHWI ?!" teriak Sora sambil menunjuk kearah Schwi yang saat ini sedang menatapnya tanpa ekspresi sama sekali.


"hmm.." balas Schwi sambil menganggukkan kepalanya pada Sora.


"hahaha.. aku tidak menyangka kalau adikku yang selalu bersamaku adalah seorang dewi ha.." gumam Sora sambil menghela nafas berat ketika mendengar kenyataan ini.


"kalau begitu.. untuk apa aku disini ?" tanya Sora sambil kembali duduk dikursinya.


Sedangkan Schwi yang mendengar ini langsung menjentikkan jarinya lalu muncul papan catur dengan beberapa pion atau bidak berjajar rapi disana.


"catur.. Schwi menantang Kakak" ucap Schwi sambil menunjuk kearah caturnya.

__ADS_1


"dari semua kemungkinan yang ada, kenapa harus catur ? tidak mungkin seorang manusia dapat mengalahkan dewa" ungkap Sora yang saat ini terkejut dengan ucapannya Schwi barusan.


"peraturannya : jika Schwi menang maka Schwi akan memberimu misi berikutnya" ucap Schwi tanpa mengubris pertanyaannya Sora.


"oii.. dengarkan aku dulu" gumam Sora dengan kesal ketika melihat Schwi tidak mendengarkan dirinya.


"namun jika Kakak menang maka Schwi akan memberikan ingatan masa lalumu sebelum bereinkarnasi" sahut Schwi yang membuat Sora yang mendengar ini membelakkan matanya.


"a.. apa.. i.. ingatan ?" tanya Sora yang terkejut dengan ucapannya sambil menatap kearah Schwi dengan tidak percaya.


Sedangkan Schwi yang melihat ini hanya menganggukkan kepalanya saja sambil berjalan kearah meja tersebut lalu mulai duduk disana.


Disisi lain Sora yang mendengar ini awalnya tidak percaya, namun setelah beberapa saat berpikir langsung saja ia mulai menghela nafas sambil menatap kearah Schwi dengan senyum menyeringai.


"baiklah.. kalau begitu.. ayo kita mulai permainannya"


 


2 jam kemudian


Saat ini ditaman bunga terlihat kalau Sora sedang menatap papan catur itu dengan tatapan datar kalau permainan yang mereka mainkan saat ini yaitu Seri.


"Seri.." ucap Sora sambil menatap kearah Schwi.


"hmm.. Seri.." balas Schwi sambil menganggukkan kepalanya pada Sora dengan wajah tanpa ekspresinya.


"maaf.." gumam Schwi sambil menatap kearah Sora dengan tatapan menyesal sebelum Sora pingsan.


 


Disisi lain Sora saat ini sedang berada disebuah lab tempat penelitian yang terlihat sangat suram, bahkan didepannya saat ini ada banyak sekali beberapa tabung menyala yang isinya adalah beberapa manusia dengan berbagai jenis kelamin dan bentuk sedang berjajaran disana.


"a.. apa apaan ini.." gumam Sora yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


Langsung saja dia mendekat kearah tabung yang saat ini terdapat anak laki laki dengan wujud sempurnanya berbeda dengan beberapa tabung yang lain.


Dibeberapa tabung yang dia lihat ada banyak sekali yang memiliki tangan besar namun tubuh kecil, kepala yang besar hingga melebihi badannya bahkan ada yang tubuhnya hanya bagian atasnya saja dengan berbagai organ keluar dibawahnya.


Tentu Sora yang melihat ini hanya bisa menatap kearah tabung tabung itu dengan wajah pucat saja ketika melihat betapa tidak manusiawinya yang ada dihadapannya saat ini.


Ketika dia sedang sibuk melihat ini tiba tiba saja ruang berganti menjadi berwarna putih, tentu hal ini membuat Sora terkejut.


Ketika sedang sibuk melihat lihat ruangan ini tiba tiba saja ia mendengar seseorang sedang memanggil sesuatu.


"01, kemari lah.." ucap seorang pria dengan setelan jas lab sedang memanggil seseorang, mendengar ini langsung saja dia menoleh kearah suara itu.


Ketika Sora sedang menoleh kearah suara itu tentu saja ia mulai terkejut dengan apa yang dilihatnya, kalau pria itu sedang memanggil seorang anak yang dia lihat sebelumnya.

__ADS_1


Sedangkan anak kecil berambut hitam itu hanya bisa menurutinya dan berjalan kearah dengan wajah tanpa ekspresi yang dia miliki saat ini.


"oi.. oi.. kau bercanda bukan ?" gumam Sora ketika melihat anak kecil itu.


Sekarang dia mulai berspekulasi kalau anak kecil itu adalah dirinya sebelum bereinkarnasi, ketika Sora sedang berspekulasi lagi lagi ruangan berganti menjadi ruang monitor.


Dimana saat ini beberapa orang sedang menatap kearah monitor yang ada didepan mereka, ketika ruangan berganti langsung saja Sora melihat kearah beberapa orang tersebut yang saat ini sedang merayakan sesuatu disana.


"hahaha.. dengan anak itu kita bisa menguasai dunia ini hahaha" tawa seorang pria yang merupakan orang yang mengajak anak kecil itu.


Sedangkan Sora yang mendengar ini tentu saja ia terkejut dan segera melihat kearah monitor tersebut dengan panik, ketika melihat monitor tersebut apa yang dia lihat saat ini adalah pembantaian.


Telihat kalau anak kecil itu memiliki tangan seperti monster dengan sisik dan cakar ditangan kanannya bahkan darah para orang yang dibunuh oleh anak kecil itu pun masih berceceran dilengannya.


Sedangkan dipunggungnya terdapat 3 ekor kalajengking yang ukurannya sampai 20 meter sedang menggeliat dibelakangnya.


Sora yang melihat ini segera duduk dengan lemas ketika melihat pembantaian tersebut, terlihat kalau anak kecil itu sudah membunuh banyak sekali manusia disana tanpa pandang bulu baik itu yang muda maupun yang tua sekalipun.


Tentu Sora yang melihat ini segera berkeringat dingin ketika melihat jumlah orang yang anak kecil itu bunuh disana, ia yakin kalau yang dibunuh oleh anak kecil itu sudah melebihi dari angka 100.000 nyawa dengan wajah tanpa ekspresinya.


"i.. itu.." gumam Sora ketika melihat monitor yang ada didepannya saat ini.


Langsung saja dia mencoba untuk melihat kearah tangannya, ketika Sora sedang melihat tangannya saat ini ia mulai terdiam ketika melihat tangannya yang saat ini mulai berubah menjadi tangan yang sama seperti anak kecil itu.


Melihat ini langsung saja Sora segera berdiri lalu mencari cermin dengan panik, ketika dia sudah sampai didepan cermin langsung saja ia mulai melihat wujudnya yang ada dicermin itu.


Terlihat kalau wujudnya saat ini mulai menyamai wujud anak kecil yang ia lihat sebelumnya namun kedua lengannya sama sama seperti lengan yang sebelumnya yaitu sama sama memiliki sisik dan cakar yang terlihat keras dan juga tajam.


Namun setengah dari wajahnya berbentuk seperti kepala serigala disana dengan mata berwarna merah seperti darah dengan gigi yang terlihat tajam dimulutnya.


"i.. itu aku.." ucap Sora sambil melihat kedua lengannya.


Ketika sedang sibuk dengan lengannya tiba tiba saja ruangan monitor itu berganti menjadi tempat berdarah dengan beberapa darah berceceran disana, bahkan beberapa daging dan juga beberapa organ organ tubuh berceceran dilantai.


Melihat ini langsung saja Sora mulai merasa mual dan kulit mulai berubah menjadi pucat ketika melihat pemandangan mengerikan ini, namun tiba tiba saja suara seseorang kembali terdengar ditelinganya.


"ke.. ken.. kenapa.." ucap pria lab itu sambil menatap kearah anak kecil itu yang sudah mulai tumbuh menjadi anak berumur 17 tahunan.


Saat ini terlihat kalau kondisi pria itu mulai kritis dengan beberapa luka cakar dan juga ususnya yang mulai keluar dari perutnya.


"untuk membalaskan kematian mereka yang kau permainkan Prof.." ucap pria berambut hitam itu lalu mengembalikan wujudnya menjadi manusia.


Jika dilihat lagi kalau pria itu merupakan anak kecil yang telah Sora lihat sebelumnya.


"ha.. haha.. ahah.. jika ak.. u mati.. maka kau.. juga akan ma.. ti karena tu.. buhmu.. sendiri.." ucap pria itu sambil memperingati pria berambut hitam itu dan mulai mati karena kehabisan darah.


"aku tidak peduli.. dengan ucapanmu Prof.. bahkan aku pun bisa mati.. jika tidak memiliki wujud buatanmu ini.."

__ADS_1


__ADS_2