
"kau pasti bercanda.." gumam Riku sambil melihat kerumunan wartawan yang ada didepan gerbang masuk sekolah.
Terlihat para wartawan itu sedang menanyakan sesuatu pada para murid yang mau masuk sekolah mengenai All Might yang sedang mengajar di UA ini.
"cihh.. aku tidak bisa masuk kelas jika mereka ada didepan gerbang" gumam Riku yang saat ini sedang mengutuk keberuntungannya hari ini.
Tentu Riku saat ini sedang bersembunyi dibalik tembok sambil mengintip kegiatan para wartawan yang sedang mewawancarai para siswa siswi itu.
"Riku-San ?" tanya seseorang yang sedang menepuk pundaknya Riku.
Tentu Riku yang merasakan ini terkejut dan segera menoleh keasal suara itu, terlihat kalau yang menepuk pundaknya adalah Hagakure yang saat ini bersama dengan Momo.
"astaga.. kalian berdua.. membuatku jantungan.." sahut Riku sambil mengelus elus dadanya karena terkejut.
"ma.. maaf tapi kenapa kamu bersembunyi seperti itu ?" tanya Hagakure yang saat ini kebingungan dengan tingkahnya Riku saat ini.
Sedangkan Riku yang mendengar ini segera menunjuk kearah wartawan itu sambil mengintip begitu juga mereka berdua baik Hagakure dan juga Momo dapat melihat apa yang ditunjuk oleh Riku saat ini.
"wartawan ? kenapa mereka ada disini ?" tanya Momo yang melihat sekumpulan wartawan didepan pintu gerbang itu sambil mewawancarai beberapa siswa dan siswi disana.
"mereka semua sedang menanyakan topik tentang All Might yang mengajar disekolah ini" gumam Riku yang saat ini sedang dalam pose berpikirnya.
"bukannya kita tinggal melewati mereka saja apa susahnya ?" tanya Hagakure yang bingung dengan tingkahnya Riku, begitu juga dengan Momo.
Sedangkan Riku yang mendengar ini langsung menghela nafasnya sambil mengeluarkan koran tahun lalu yang ia bawa saat ini.
Langsung saja Riku memberikan koran itu pada mereka berdua, tentu Hagakure dan Momo yang melihat ini segera membaca isi surat itu.
Didalam koran itu tertulis berita mengenai sosok Riku yang merupakan seorang Villain yang sedang menyamar kedalam sekolah untuk mencari beberapa aset penting milik sekolah itu.
"m.. maafkan kami.." gumam Momo dan Hagakure yang tidak peka dengan keadaannya Riku saat ini.
"yahh.. daripada itu mungkin aku harus melewati tembok ini jika ingin masuk kesekolah" gumam Riku yang saat ini sedang melihat ketinggian tembok ini.
"haa.. seandainya aku memiliki topeng atau perban.." gumam Riku yang saat ini tidak mempunyai kedua barang itu.
Sedangkan Hagakure yang mendengar ini langsung melihat kearah Momo, begitu juga dengan Riku yang baru menyadari tentang Quirknya Momo.
Tentu Momo yang melihat mereka berdua mengerti apa yang mereka maksudkan saat ini.
---
"kalian bertiga bisa minta waktunya se-" namun sebelum reporter itu menanyakan sesuatu pada ketiga orang itu langsung saja omongan reporter itu langsung dipotong.
"ahh.. maaf maaf bisakah kalian memberikan kami jalan, kami ingin membawa teman kami ke UKS" ujar Momo dengan panik sambil membantu Riku berjalan.
__ADS_1
"ya.. teman kami ini ada sedikit masalah dalam perjalanan kesekolah.. jadi kami permisi dulu" sahut Hagakure yang juga ikut membantu Riku berjalan.
Sedangkan Riku sendiri saat ini sedang diangkat oleh kedua gadis ini dengan seluruh wajahnya diperban oleh Hagakure dan juga Momo.
"ka.. kalau begitu kami permisi.." balas mereka berdua sambil membawa Riku masuk kesekolah.
Tentu para wartawan hanya bisa terdiam ketika melihat kejadian ini dan lebih memilih untuk mewawancarai siswa yang lainnya.
---
Sedangkan Riku, Momo dan Hagakure yang sekarang ini sedang berada disekolah langsung saja mereka berdua melepas ikatan perban yang ada diwajahnya Riku.
"ha.. akhirnya masalah terselesaikan juga" sahut Hagakure yang merasa lega dengan nasibnya.
"yahh.. terima kasih untuk perbannya Yaoyorozu-San, entah apa yang akan terjadi padaku jika tidak ada dirimu" gumam Riku yang langsung berterima kasih pada Momo.
"s.. sama sama.." gumam Momo yang malu ketika mendengar perkataan Riku yang terakhir itu.
"kalau begitu tunggu apa lagi ayo kita ke kelas" sahut Riku sambil mengajak mereka berdua kekelas dengan santainya.
"ayo !!" teriak Hagakure dengan semangat sambil mengikuti Riku ke kelas.
"e.. ehmm" balas Momo yang menganggukkan kepalanya sambil mengikuti mereka berdua ke kelas.
---
Tentu ketika Riku dan yang lainnya sedang belajar tiba tiba saja Aizawa mengumumkan mengenai pemilihan ketua kelas dan juga wakil ketua kelas ini.
Terlihat kalau yang memvoting Riku saat ini yaitu 4 suara dan juga Momo mendapatkan 3 suara yang memvoting dirinya.
Bahkan didepan papan tulis pun terlihat hasil voting pemilihan ketua kelasnya disana, bukan hanya Riku dan Momo yang dapat bahkan Midoriya juga mendapatkan 3 suara disana.
Namun meskipun begitu ia tetap tidak terpilih karena Midoriya merasa kalau dirinya tidak pantas menjadi ketua atau wakil ketua kelas.
"JANGAN BERCANDA SIAPA YANG MEMBERIKAN SUARA UNTUK DEKU DAN MATA 6 ITU HA !!" teriak Bakugou yang kesal dengan hasil vote milik Midoriya dan juga Riku.
"yahh.. setidaknya kami tahu siapa yang kau voting !" balas Sero yang sedang mengejek Bakugou.
Sedangkan Iida hanya bisa terdiam dengan tubuh bergetar ketika melihat tidak ada yang memberikan suara untuknya.
"dengan begini ketua kelasnya adalah Nura Riku dan wakilnya adalah Yaoyorozu Momo" ucap Aizawa sambil memasuki dirinya kedalam kantong tidurnya.
"ya ampun.. itu nyaris sekali" gumam Momo yang saat ini sedang berdiri bersama Riku didepan kelas.
"Sensei.. apa aku bisa menukarnya ?" tanya Riku sambil melihat kearah wali kelasnya Aizawa.
__ADS_1
"tidak.."
---
"ha.. kenapa aku harus makan dikantin ?" tanya Riku yang sekarang sedang berada dikantin sekolah bersama dengan yang lainnya.
Terlihat kalau Riku duduk bersama Hagakure, Yaoyorozu dan Kirishima sedangkan yang duduk didepannya saat ini adalah Mina dan Jirou
"ayolah Riku-San tidak seburuk itu untuk makan bersama teman temanmu, bukan ?" tanya Mina yang saat ini sedang makan dengan lahapnya.
"yahh.. benar.. makan bersama dengan yang lainnya tidak buruk, bukan ?" balas Kirishima yang juga ikut makan sambil menatap kearah Riku.
"memang benar kalau makan bersama itu baik, tapi tetap saja aku merasa tidak nyaman dengan keramaian ini" gumam Riku yang memakan bekalnya dengan beberapa orang orang yang sedang makan dikantin saat ini.
"ayolah.. Riku-San kau harus sering sering makan bersama dengan yang lainnya, agar mereka dapat terbiasa dengan keberadaanmu" ucap Hagakure yang sedang menepuk nepuk punggungnya Riku dengan santainya.
"yahh dari pada itu bagaimana rasanya menjadi wakil ketua kelas, Yaoyorozu-San ?" tanya Jirou yang saat ini penasaran dengan Momo.
"itu.. sebenarnya aku berharap kalau aku yang menjadi ketua kelas, namun menjadi wakil ketua kelaspun juga tidak apa apa" balas Momo yang saat ini sedang makan dengan elegannya.
"ya.. menjadi wakil ketua kelas tidaklah buruk menurutku" sahut Kirishima yang saat ini masih mengunyah nasinya.
"benar.. posisi itu tidaklah buruk untukmu, apalagi setelah kamu menganalisis letak kesalahan mereka semua dengan mudahnya" ujar Riku yang memasukkan telur gulungnya dan juga nasinya sambil menutup keenam matanya.
"terima kasih" ucap Momo yang tersenyum ketika mendengar pujiannya Riku.
Namun ketika mereka sedang makan tiba tiba saja suara sirine terdengar diseluruh kantin itu, bahkan beberapa murid yang sedang makan dikantin itu pun mulai berbubaran keluar.
Tentu mereka berlima yang mendengar ini langsung mengikuti para murid untuk keluar karena peringatan sirine itu.
Sedangkan Riku yang melihat ini langsung saja menepuk tangannya hingga membuat mereka semua berfokus pada Riku.
PLAAAKKK !!
"semuanya tenanglah !! dan cobalah lihat keluar !! itu hanyalah beberapa wartawan saja yang sedang mencoba untuk menerobos sekolah !! jadi bersikaplah sesuai umur kalian disekolah ini !!" teriak Riku dengan tenangnya menjelaskan keadaan yang ada diluar kantin ini.
Tentu beberapa dari mereka melihat kearah lihat yang saat ini sedang mencoba menerobos masuk kedalam sekolah ini demi mewawancarai All Might.
Melihat ini langsung saja mereka mulai tenang kembali dan melanjutkan kegiatan mereka dikantin, sedangkan Riku yang melihat ini mulai menghela nafas lega sambil melanjutkan makannya.
"ha.. inilah alasan kedua aku tidak ingin makan dikantin.." gumam Riku sambil menghela nafas ketika melihat orang orang ini panik karena masalah sepele.
"woahh !! Riku-San kau terlihat keren barusan !!" ucap Mina yang kagum dengan ketenangannya Riku barusan.
"benar kawan !! kau terlihat tenang dengan tatapan intimidasi itu !!" ujar Kirishima yang kagum dengan sikapnya Riku.
__ADS_1
"mereka benar.. kau bahkan bisa membuat mereka semua tenang tanpa panik sekalipun" sahut Momo sambil tersenyum kearah Riku.
Sedangkan Riku yang mendengar pujian mereka bertiga hanya bisa tertawa canggung apalagi ketika mendengar kalimat terakhirnya Kirishima, ia yakin kalau Riku pasti akan membuat beberapa orang takut karena penampilannya.