
Beberapa hari telah berlalu semenjak Riku keluar dari sekolah, terlihat kalau saat ini Riku sedang duduk ditaman sambil memakan beberapa nasi kepal dan juga sekotak susu disana.
"hohoho.. ternyata nasi kepal disupermarket lumayan enak juga.. walau tekstur dari norinya kurang.. tapi masih lumayan enak untuk dimakan" gumam Riku yang saat ini sedang makan sambil melihat beberapa Hero yang mulai berpatroli disana.
[Kak.. kau benar benar pemalas setelah tua..] ucap Schwi yang selama ini melihat keseharian Riku yang selalu mencari makan lalu malam mulai tidur dan itu terus terulang setiap harinya.
'mau bagaimana lagi adikku.. aku sudah lama menunggu, bahkan hasilnya masih belum ada kalau Nomu akan menyerang didaerah ini' batin Riku yang memakan nasi kepalnya saat ini.
[seharusnya malam ini adalah kejadiannya para Nomu akan menyerang Kak..] ucap Schwi dengan serius pada Riku.
Sedangkan Riku yang baru saja mau menggigit nasi kepalnya seketika berhenti ketika mendengar perkataannya Schwi tentang para Nomu itu.
'berapa ?' batin Riku yang bertanya pada Schwi dengan wajah serius sambil memegang nasi kepalnya.
[cuma 3 Kak..] balas Schwi yang memberitahukan jumlah Nomu yang akan melakukan penyerangan malam ini.
'begitukah.. mungkin aku harus segera bersiap.. tapi sebelum itu biarkan aku memakan sarapanku dulu..' batin Riku yang mulai menghabiskan makanannya dengan ekspresi senang diwajahnya.
[Kak.. sekarang sudah sore bukan pagi..] ucap Schwi dengan datarnya.
Tentu Riku yang mendengar ini segera melihat kearah langit, terlihat kalau mataharinya sudah mau turun hari ini.
Melihat inj seketika Riku terdiam dan mulai melanjutkan makannya dengan cepat sambil mengeluarkan keringat dingin ketika mendengar ucapannya Schwi.
[....]
---
Sedangkan disisi lain terlihat ada dua orang yang sedang berbincang diatas gedung, tentu kedua orang itu adalah Shigaraki dan Kurogiri yang saat ini sedang berbincang disana.
"bagaimana dengan tangan kirimu itu, Shigaraki ?" tanya Kurogiri yang saat ini sedang memakai baju bartendernya dengan kerah besi disekitar wajahnya yang seperti kabut.
"ahh.. aku tidak apa apa.. dan jika aku melihat orang itu lagi akan aku pastikan kalau aku akan membunuh dia dengan tanganku sendiri nantinya.." ucap Shigaraki yang saat ini sedang menggenggam tangan kirinya yang telah diganti menggunakan tangan besi disana.
"lalu apa yang akan kita lakukan dengan Hero Killer itu ?" tanya Kurogiri yang merasakan kalau Hero Killer itu tidak menuruti perkataannya Shigaraki.
"biarkan saja.. yang lebih penting lagi, Kurogiri lepaskan para Nomu.." ucap Shigaraki yang memerintah untuk mengeluarkan para Nomu itu.
Sedangkan Kurogiri yang mendengar ini langsung saja mengeluarkan sebuah portal dengan menggunakan Quirknya lalu segera mengeluarkan 3 Nomu dengan berbeda jenis disana.
Ada Nomu yang mempunyai sayap, lalu Nomu yang memiliki tubuh panjang dan ada juga Nomu yang memiliki otot disana, melihat.
"pergilah dan buat kekacauan yang lebih besar disana !!" teriak Shigaraki yang memerintahkan para Nomu untuk menyerang Kota Hossu ini.
Tentu para Nomu yang mendengarkan ini segera pergi kedaerah mereka untuk membuat kerusuhan disana, bahkan para Hero yang bertugas pun mulai kerepotan dengan para Nomu ini.
"hahaha lihatlah ini Kurogiri mereka sudah mulai menyerang para penduduk itu secara membabi buta disana" sahut Shigaraki yang melihat para Nomu itu sedang melakukan kerusuhan disana.
---
Disisi lain Riku sendiri sekarang sedang berlari kearah suara pertempuran yang sedang terjadi dikota ini, terlihat kalau Riku saat ini sedang membawa katana dipinggangnya.
__ADS_1
"tch.. padahal aku ingin tidur setelah makan, namun aku tidak menyangka kalau para Nomu itu sedang menyerang dikota ini" gumam Riku yang kesal dengan para Nomu ini.
[bukankah Schwi sudah memperingati Kakak, kalau para Nomu itu akan menyerang kota dimalam hari] ucap Schwi yang merasakan kekesalan Riku saat ini.
"memangnya Schwi pernah memberitahukan hal itu padaku ?" tanya Riku dengan suara kecil sambil melompat lompat melewati mobil mobil yang sedang dalam keadaan macet lalu lintas disana.
[Kak.. kau sudah pikun.. lebih baik kau segera menyelesaikan tugasmu ini..] ucap Schwi yang merasa kalau Riku sudah mulai pikun pada misi ketiganya ini.
Tentu Riku yang mendengar ini seketika terdiam karena saat ini ia merasa kalau dia sudah semakin lupa akibat Quirk miliknya yang menyebalkan ini.
Ketika sedang berlari tiba tiba saja ia melihat dari kejauhan ada seorang Hero dengan tubuh pendek sambil menggunakan kostum heronya yang berwarna putih dan kuning disarung tangannya, sepatunya dan juga jubahnya saat ini.
Terlihat dari kejauhan kalau orang itu sedang membicarakan sesuatu pada Nomu itu, namun Nomu itu tidak mendengarkan perkataan orang itu dan langsung menyerangnya saja.
Melihat ini langsung saja ia mulai melompat sambil menghindari serangannya itu, namun ketika menghindari itu tiba tiba saja Nomu itu mulai menyerang penduduk yang ada didepannya.
Sedangkan Riku yang melihat ini segera melesat kearah Nomu itu dengan kecepatan penuhnya, ketika Nomu itu akan menyerang beberapa orang yang ada didepannya.
Langsung saja Riku mulai menarik nafas panjangnya sambil mengeluarkan katananya dari sarung miliknya dengan cepat dan langsung memotong kepala Nomu itu dengan rapi.
Tentu mereka yang melihat ini seketika membelakkan mata mereka ketika melihat Riku memenggal kepala Nomu itu, sedangkan Hero yang sedang berurusan dengan Nomu itu segera menghampiri Riku.
"siapa kau ?" tanya kakek tua itu sambil menatap tajam kearah Riku yang sudah membunuh seseorang didepan umum.
Sedangkan Riku telah membelah kepala Nomu itu langsung saja ia memasukkan katananya kembali lalu segera pergi dan meninggalkan kakek tua itu sendiri disana.
Tentu kakek tua itu yang melihat Riku sudah pergi segera melihat kesekelilingnya untuk mencari keberadaannya, namun hasilnya nihil ia bahkan tidak berhasil menemukan Riku yang pergi sebelumnya.
"siapa orang itu ?"
---
'hei.. Schwi.. apa kau tahu siapa pri- maksudku kakek itu aku tidak pernah melihatnya ?' batin Riku yang saat ini sedang berlari kearah Nomu berikutnya.
[orang itu adalah Gran Torino.. merupakan seorang pahlawan yang masih aktif saat ini, dan dia merupakan guru dari All Might] balas Schwi yang menjawab pertanyaan kakaknya.
'All Might kahh.. bagaimana kabarnya yahh..' batin Riku yang memikirkan keadaannya Toshinori saat ini.
[Kak.. Nomu berikutnya ada disebelah selatan 200 meter lagi] ucap Schwi yang memberitahukan keberadaan Nomu pada Riku.
Sedangkan Riku yang mendengar ini langsung saja ia pergi kearah yang ditunjukkan oleh Schwi saat ini, terlihat banyak sekali beberapa orang yang sedang menghalangi jalan disana.
Tentu Riku yang melihat ini berhenti dan melihat apa yang terjadi disana.
"semuanya tenanglah.. dan segera ikuti instruksi dengan tenang.." ucap polisi yang saat ini sedang mengevakuasi beberapa orang yang sebelumnya diserang oleh Nomu.
"evakuasi.." gumam Riku yang melihat para penduduk sedang dievakuasi para polisi saat ini.
Tentu Riku yang melihat ini segera mengabaikan mereka dan melihat kearah pertarungan yang para hero sedang menangani Nomu saat ini.
Melihat ini langsung saja Riku mulai melesat kearah Nomu itu dengan cepat lalu menebas Nomu itu hingga menjadi dadu dan segera pergi dari tempat itu secepat mungkin.
__ADS_1
Sedangkan para Hero yang sedang bertarung dengan Nomu itu segera terdiam ketika melihat Nomu itu telah terpotong menjadi dadu namun tidak ada orang yang memotongnya saat ini.
Ketika mereka terdiam tiba tiba saja seorang pria dengan rambut merah dengan api dijanggutnya datang dan bertanya pada mereka.
"ada apa disini ?"
---
"dimana Nomu terakhir itu sekarang, Schwi ?" tanya Riku yang mulai menjauh dari tempat kejadian karena keributan yang dia lakukan sebelumnya.
[Nomu terakhir ada diatas Kakak saat ini..] sahut Schwi dengan datar sambil memberitahukan lokasi Nomu itu pada Riku.
"diatas ?" tanya Riku yang langsung melihat kearah atas sesuai perkataannya.
Terlihat kalau Nomu saat ini sedang terbang diatasnya dengan kecepatan penuhnya mengarah kesuatu tempat saat ini.
"...."
[Kak.. tunggu apa lagi, ayo kejar dia] sahut Schwi dengan suara lembutnya yang dia keluarkan pada Riku yang saat ini terdiam ketika melihat Nomu itu terbang.
"kenapa 1 diantara 3 Nomu ini ada yang bisa terbang sih.. merepotkan saja.." ucap Riku yang kesal dengan Nomu ini dan segera pergi mengikuti Nomu itu.
Tentu Riku yang melihat ini mulai mengikutinya dari belakang sambil melompat lompat dari gedung kegedung berikutnya.
Namun ketika dia sedang mengejarnya tiba tiba saja Nomu itu mulai terbang kebawah dengan cepat untuk membawa seseorang disana.
Tentu Riku yang melihat ini segera berhenti dan melihat para pahlawan sedang mengobrol satu sama lain sambil menangkap seseorang yang saat ini sedang berusaha memotong tali ikatannya.
'ha.. para Hero itu sangat ceroboh sekali.. mereka tidak memeriksanya terlebih dahulu jika ada sesuatu didalamnya bajunya' batin Riku yang melihat kecerobohan para pahlawan itu.
'ehh.. Midoriya, Iida dan Todoroki kenapa mereka disini ?' batin Riku yang melihat ketiga temannya ada disini.
[sebenarnya mereka bertiga sedang melakukan praktek kerja lapangan dari sekolah, Kak..] balas Schwi yang mendengar perkataan Riku tentang keberadaan 3 temannya.
'bahkan pahlawan tua itu ada disini' batin Riku yang melihat Gran Torino sedang menendang wajahnya Midoriya.
Namun ketika Riku sedang berbicara dengan Schwi tiba tiba saja Nomu itu mulai membawa Midoriya pergi karena lengah, tentu hal ini membuat mereka semua terkejut begitu juga dengan Riku.
Ketika Nomu itu sedang membawa Midoriya tiba tiba saja orang yang diikat itu langsung membunuh Nomu tersebut dengan pisau yang ia bawa saat ini.
Tentu Riku yang melihat ini terkejut karena Villain itu mau membantu Midoriya setelah dirinya ditahan sebelumnya.
Namun tiba tiba saja dia merasakan merasakan hawa membunuh dari Villain itu sambil meneriaki sesuatu pada mereka.
"PAHLAWAN PALSU !! HARUS DIBUNUH.. HARUS ADA YANG BERSIMBAH DARAH.. HARUS ADA YANG MEMBANGKITKAN PAHLAWAN YANG ASLI" teriak Stain sambil melangkahkan kaki kirinya kedepan.
"KEMARILAH.. KEMARI SAJA !! PARA PEMALSU !! YANG BISA MEMBUNUHKU HANYALAH PAHLAWAN YANG ASLI.." teriak Stain pada mereka setelah itu ia mulai pingsan.
Ketika dia pingsan langsung saja hawa membunuhnya mulai memudar, tentu para pahlawan yang merasakan hawa membunuh dari Stain atau Hero Killer ini membuat sebagian dari mereka bergetar karena niat membunuhnya.
"hohoho.. niat membunuhnya lumayan juga.." gumam Riku yang saat ini sedang berdiri disebelah Torino.
__ADS_1
Tentu mereka yang mendengar suara Riku segera menoleh kearah suara itu dan terlihat saat ini Riku sedang tertawa ketika melihat Stain mengeluarkan niat membunuhnya.
"Ri.. Riku"