
"Ri.. Riku" gumam Midoriya yang terkejut ketika melihat Riku sedang berdiri disebelah Torino saat ini.
"hohoho.. Midoriya kah lama tak jumpa.." tawa Riku sambil mengelus dagunya ketika melihat Midoriya dengan baju pahlawannya.
"RIKU / RIKU-SAN !!" teriak Todoroki dan Iida yang melihat Riku sedang berdiri disana dengan tenangnya.
"ohh.. Todoroki dan Iida kah sepertinya kalian melakukan sesuatu yang besar kali ini" ucap Riku yang melihat kearah Stain yang saat ini sedang pingsan disana.
"kau siapa lagi ha !!" teriak para Hero yang bekerja dibawah naungan Endeavor.
Tentu Riku yang mendengar ini segera melihat kearah Para Hero itu sambil mengeluarkan niat membunuhnya yang lebih besar dari Stain.
Seketika mereka yang merasakan niat membunuh Riku mulai pingsan karena niat membunuh Riku lebih besar dari niat membunuhnya Stain sebelumnya.
Sedangkan Torino dan Endeavor yang melihat ini langsung saja mengeluarkan keringat dingin sambil menjaga jarak dari Riku dengan cepat.
Meskipun niat membunuh itu tidak mengarah ke mereka tapi tetap saja mereka berdua masih bisa merasakan niat membunuhnya Riku.
Tentu Todoroki dan Iida yang tidak kena niat membunuhnya Riku pun mulai merasa sesak nafas sambil menjauh sedikit dari Riku yang sedang mengeluarkan niat membunuhnya.
"RIKU !!" teriak Midoriya yang terlihat baik baik saja saat ini.
Tentu Riku yang mendengar ini segera menghentikan niat membunuhnya dan segera menghela nafas karena telah berlebihan.
"yahh.. aku tidak menyangka kalau aku terlalu emosi tadi.." gumam Riku yang mulai berjalan kearah Midoriya.
"tunggu berhenti disana !!" teriak Endeavor yang melihat Riku berjalan kearah Midoriya.
Sedangkan Riku hanya mengabaikan perkataan Endeavor dan tetap berjalan kearah Midoriya, namun setelah berjalan kearah Midoriya yang ada ia justru melewati Midoriya dan berjalan kearah Nomu yang saat ini sedang tergelatak ditanah dengan darah yang keluar dari kepalanya.
"hmm.. sepertinya dia memang ma-" namun sebelum Riku menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ia menoleh kearah suatu gedung disana sambil tersenyum.
---
Sedangkan disisi Shigaraki yang melihat Riku tersenyum langsung saja ia mulai menghancurkan teleskopnya dengan Quirknya.
"SIAL SIAL SIAL SIAL !! KENAPA DIA BISA TAHU KITA ADA DI SINI !! KUROGIRI CEPAT BUKA PORTALNYA SEKARANG !! KITA PERGI DARI SINI !!" teriak Shigaraki dengan panik ketika melihat senyuman Riku sebelumnya.
Tentu Kurogiri yang mendengar ini segera membukakan portalnya lalu segera membawa dirinya dan juga Shigaraki kabur dari tempat itu.
---
Sedangkan Riku yang melihat mereka kabur hanya bisa tertawa saja ketika melihat mereka berdua panik ketika ditatap.
"hahaha.. sepertinya rencana mereka gagal karena aku bukan.." gumam Riku yang saat ini sedang tertawa sambil mengelus dagunya.
Tentu Midoriya dan yang lainnya hanya bisa terdiam ketika melihat Riku tertawa saat ini, namun tiba tiba saja ia menoleh kearah Midoriya.
"yahh.. karena aku tidak memiliki urusan lagi mungkin aku akan pergi.. kalau begitu sampai jumpa" lanjut Riku yang melambaikan tangannya pada Midoriya dan yang lainnya.
"Riku.. tunggu.." ucap Midoriya yang mencoba untuk meraih Riku, namun telat karena Riku saat ini telah pergi sambil meninggalkan siluet angin dibelakangnya.
Tentu hal ini membuat Torino dan Endeavor terkejut ketika melihat kecepatan Riku, begitu juga dengan Todoroki dan Iida.
__ADS_1
---
Beberapa hari telah berlalu setelah kejadian itu dan saat ini Riku sedang berada diatas gedung sambil mendengarkan berita dari laptop yang ia miliki sebelumnya.
"beberapa hari telah berlalu setelah sosok seorang pria dengan setelan pakaian seperti seorang samurai telah membunuh 3 Villain yang membuat kerusuhan dikota Hossu ini"
"dari data yang diperoleh dari pihak para Hero kalau orang ini menggunakan Quirk tipe kecepatan tinggi untuk membunuh ketiga Villain tersebut"
Terlihat dilaptopnya Riku saat ini ia sedang melihat para reporter sedang membicarakan dirinya yang telah membunuh ketiga Nomu itu sebelumnya.
"gehh.. aku tidak menyangka kalau ada yang memfoto diriku disana" gumam Riku yang melihat ada foto dirinya yang sedang berdiri di belakang kerumunan para penduduk yang sedang evakuasi sebelumnya.
"tapi untungnya saja ia hanya memfoto bagian belakang ku saja.." gumam Riku sambil mengelus dadanya dengan lega ketika melihat berita ini.
[itu dikarenakan Kak Riku sudah tua makanya ceroboh..] ucap Schwi dengan datar ketika mendengar berita tentangnya.
'Schwi perkataanmu setiap hari semakin tajam saja..' batin Riku yang sedikit kesal ketika menyangkut pautkan dirinya dengan umurnya saat ini.
[dari pada itu coba Kakak liat status milikmu saat ini] lanjut Schwi tanpa memperdulikan kekesalan Riku saat ini.
'buka status' batin Riku yang langsung membuka status terbarunya.
____________________________
Nama : Nura Riku
Umur : 70 tahun
Jenis kelamin : Laki Laki
Judul : Jenius, Kutu Buku, Gamer, Sis-Con, [ ], Pencinta Hewan, Penulis Novel, Ahli Pedang, Bodyguard, Pemburu Iblis, Pembantai Iblis, Penggila Latihan, Master Cinta, Kakak Idaman, Guru
Atribut :
Kekuatan : 319 > 300
Kepintaran : 341 > 320
Kelincahan : 328 > 300
Stamina : 300 > 280
Pesona : 78
Skill : Photography Memory, Pikiran Tenang, Memasak (MAX), Emperor Eye, Menulis Kilat, Intuisi Penulis, Cold Reading, Teknik Pernafasan Bulan, Demon Slayer Mark (MAX), Teknik Pernafasan Konsentrasi Penuh, Meditasi
____________________________
'I.. INI !!' batin Riku yang terkejut ketika melihat pengurangan statusnya apalagi ketika melihat umurnya bertambah.
[seperti yang Kak Riku lihat semakin umur kakak bertambah maka poin status Kakak akan berkurang sedikit demi sedikit nantinya] sahut Schwi dengan serius ketika memberitahukan ini pada Riku.
'berarti penyebabnya cuma satu bukan..' batin Riku dengan wajah seriusnya ketika melihat status terbarunya saat ini, bahkan ia berpikir tentang pengurangan umurnya yang cepat dipastikan karena Quirknya.
__ADS_1
[ya.. seperti yang Kak Riku pikirkan ini dikarenakan Quirk Kakak, jika tidak ingin berkurang maka-]
'aku harus berlatih bukan ?' batin Riku yang memotong perkataannya Schwi.
[hmm..] balas Schwi dengan singkat.
'kalau begitu tunggu apa lagi kita harus pergi dari tempat lain bukan ?' batin Riku yang mulai berdiri dan memasukkan laptopnya dalam tempat penyimpanan sistem miliknya.
[yahh.. Kakak benar dan Kakak akan pindah ke distrik Kamino untuk berlatih disana]
"yahh mau bagaimana lagi.. sudah waktunya kita pergi" gumam Riku yang sudah berdiri dengan bantuan pedangnya dan segera menghilang dari atas gedung itu dengan cepat.
---
Sedangkan dirumah sakit terlihat kalau Midoriya saat ini sedang membawa keranjang buah untuk Todoroki dan Iida, terlihat kalau saat ini Midoriya sedang ditelepon oleh Uraraka yang khawatir akan keadaan mereka bertiga.
"oke.. kita bicara nanti disekolah ! maaf sudah meneleponmu diwaktu yang tidak tepat seperti ini ! aku ingin segera bicara denganmu nanti !" ucap Uraraka yang terdengar terburu buru ditelepon dan segera menutup teleponnya.
Tentu Midoriya yang mendengar suara telepon tertutup segera melihat kearah handphonenya yang telihat kalau Uraraka menutup teleponnya.
"t.. teleponan dengan cewek.. i.. ini terlalu hebat !" gumam Midoriya dengan wajah memerah dan mata melotot ketika dia pertama kali teleponan dengan seorang perempuan dalam hidupnya.
Setelah ia selesai menelepon langsung saja Midoriya masuk kedalam ruang inap Todoroki dan Iida berada sekarang langsung saja ia membuka pintu.
"Todoroki, Iida aku datang menjenguk kalian berdua" sahut Midoriya yang masuk kedalam kamar mereka.
"ahh.. Midoriya kebetulan kamu kemari.. coba lihat berita ini" ujar Todoroki yang memberikan ponselnya pada Midoriya.
Tentu Midoriya yang melihat ini segera menyimpan keranjang buahnya diatas laci itu dan segera mengambil ponselnya Todoroki.
"ini.." gumam Midoriya yang melihat isi ponselnya Todoroki.
"yahh.. sepertinya Riku-San masuk berita hari ini" sahut Iida dengan serius ketika melihat berita tentang Riku disana.
"bahkan ia menjadi sorotan bagi publik dalam berita ini, dan aku yakin Riku-San akan akan dicari oleh beberapa pahlawan nantinya" lanjut Todoroki yang melihat ekspresi terkejutnya Midoriya dengan wajah datarnya.
Sedangkan Midoriya yang melihat ini hanya bisa terdiam sambil menenangkan dirinya.
"meskipun begitu aku yakin kalau Riku memiliki alasan lain untuk melakukan hal ini" balas Midoriya dengan ketika dia melihat berita tentang Riku itu sendiri.
"apa maksudmu Midoriya ?" tanya Todoroki yang melihat Midoriya terlihat tenang setelah terkejut mengenai berita Riku.
"apa kau tidak khawatir dengan keselamatan temanmu ?" tanya Iida yang melihat Midoriya terlihat tenang.
Meskipun Midoriya terlihat tenang diluar namun sebenarnya ia merasa khawatir dengan teman dan juga gurunya saat ini.
"tentu saja aku khawatir.." gumam Midoriya pada mereka berdua.
"lalu kena-" sebelum Iida menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja Midoriya memotong perkataannya dengan tenang.
"karena aku yakin kalau apa yang dilakukan Riku adalah demi kebaikan kita semua, mungkin kalian tidak tahu tentang Riku tapi aku tahu kalau dia mau mengotori tangannya demi temannya sendiri" ucap Midoriya sambil tersenyum pada Todoroki dan Iida mengenai Riku.
Sedangkan mereka hanya bisa terdiam ketika mendengar ini dan hanya saling pandang saja ketika pendapatnya Midoriya tentang Riku.
__ADS_1
"lagipula Riku adalah sosok guru dan juga sahabat bagiku"