Di Dunia Anime Dengan System

Di Dunia Anime Dengan System
Valentine & Bisnis Gelap


__ADS_3

Keesokan harinya dapat dilihat kalau mukanya Rito saat ini sedang diperban sejak kejadian kemarin, awalnya Sora sempat berpikir kalau perbannya itu adalah efek samping dari alatnya Lala.


Namun semua itu salah, sebab apa yang dia dengar dari Rito kalau dirinya sempat tertangkap basah oleh adiknya dan juga Nana ketika sedang berganti baju tiba tiba saja ia berubah kembali menjadi laki laki dengan Mea dan juga Momo sedang berada dikamarnya.


Tentu Sora yang melihat dan juga mendengar ini hanya bisa menahan tawanya sambil berjalan kearah sekolah bersamanya.


"sepertinya kau harus ke ruang UKS Rito, dengan lilitan perban itu aku yakin kalau kau sedang bercosplay menjadi mummy hari ini" sahut Sora sambil menahan tawa ketika melihat lilitan perbannya Rito yang acak acak.


"ini salah Lala yang membuatku berubah menjadi perempuan dan bisakah kau berhenti menertawakan ku ?" tanya Rito yang kesal dengan kelakuannya Sora.


"ahahah.. maaf maaf, habisnya kau terlihat lucu" sahut Sora yang langsung keblablasan tertawa mengenai penampilannya Rito lalu segera meminta maaf padanya.


"kamu ini.." gumam Rito ketika melihat Sora sedang menertawakannya.


"habisnya kau sial terus sih, makanya aku menertawakanmu dan juga nasibmu dengan tunanganmu itu" lanjut Sora dengan santai ia berbicara seperti itu pada Rito.


"kalau itu aku tidak bisa membantahnya" balas Rito dengan nada berat akan nasib sialnya ketika bersama dengan Lala dan yang lainnya.


Sedangkan Sora yang mendengar ini hanya menggelengkan kepalanya saja ketika melihat nasibnya Rito sambil tersenyum ketika mengingat kejadian pertama kalinya mereka bertemu.


Tentu Sora dan juga Rito tetap melanjutkan perjanalan mereka menuju kesekolah, namun sebelum mereka sampai disekolah tiba tiba saja seorang gadis memberikan sebuah cokelat kepada Sora dan segera kabur dari hadapan mereka.


Sedangkan Sora dan Rito yang melihat ini seketika terdiam ketika melihat kejadian ini tepat didepan mereka dan langsung melihat kearah bungkusan cokelat gadis tersebut.


"ehhmm.. Rito ?" tanya Sora dengan wajah datar.


"hmm.." balas Rito sambil melihat kearah Sora.


"apa ini ?" tanya Sora sambil menunjukkan bungkus coklat padanya.


"aku yakin itu cokelat.." balas Rito dengan wajah datar.


"ehh.. kalau boleh tahu sekarang tanggal 14 februari kan ?" tanya Sora yang ingin memastikan hari ini adalah hari apa.


"begitulah.." balas Rito sambil melihat kearah ponselnya dan memeriksa harinya.


Setelah memastikan ini langsung saja mereka berdua mulai menghela nafas berat ketika melihat kejadian barusan, sedangkan Sora yang melihat ini langsung saja memasukkan coklat tersebut kekantongnya.


"ha.. jika Saruyama melihat ini dia pasti akan cemburu padamu, Sora" lanjut Rito sambil melanjutkan perjalanan mereka menuju kesekolah, begitu juga dengan Sora.


"ha.. kalau itu entahlah"


 


"Sabito-San, tolong terima ini" ucap seorang gadis sambil membungkukkan badannya sambil memberikan cokelatnya pada Sabito.


"ahh.. terima kasih" balas Sabito sambil menerima cokelat pemberian gadis itu sambil tersenyum.


Sedangkan gadis itu yang melihat senyum Sabito segera berlari menuju kelasnya dengan bahagia, bahkan dari kejauhan dapat dilihat kalau para gadis sedang membicarakan tentang cokelatnya pada Sabito.


Sabito sendiri yang melihat ini langsung tertawa canggung dengan apa yang dia lihat saat ini, namun tiba tiba saja ada seseorang yang memanggil namanya dari belakang.


"Sabito !!"


Tentu Sabito yang mendengar ini segera menoleh kebelakang dan melihat kearah Sora dan Rito yang saat ini sedang membawa setumpuk cokelat ditangan mereka.

__ADS_1


"Sa.. Sabito bisakah kau tolong kami ?" tanya Sora dengan beberapa tumpuk cokelat ditangannya, begitu juga dengan Rito.


Sedangkan Sabito yang melihat ini langsung memasang wajah datar ketika melihat ada beberapa cokelat sedang dibawa oleh mereka berdua dan segera membantu mereka.


 


Disisi lain Giyuu dan Makomo yang sedang mengobrol bersama dikelas langsung menoleh kearah Sora, Rito dan juga Sabito yang baru saja datang dengan beberapa cokelat ditangan mereka bertiga hingga menutupi pandangan mereka.


Tentu Giyuu dan Makomo yang melihat ini segera menolong mereka menurunkan cokelat yang mereka bawa hari ini, sedangkan Sora, Rito dan juga Sabito langsung menghela nafas lega karena ada yang membantu mereka.


Sedangkan para pria yang melihat Sora dan yang lainnya sedang membawa beberapa tumpuk cokelat langsung menatap mereka dengan perasaan cemburu dan iri bahkan beberapa dari mereka pun mengeluarkan aura suram mengarah pada kelompoknya Sora.


"ha.. terima kasih banyak kalian berdua" ucap Sabito sambil meregangkan badannya karena membawa tumpukan cokelat sebelumnya.


"untung saja kalian datang membantu kami bertiga" gumam Sora sambil mengatur nafasnya ketika harus membawa cokelatnya.


"terima kasih banyak, Giyuu-San, Makomo-San" ucap Rito pada mereka berdua.


"tidak apa apa, lagi pula ini cokelat punya siapa ? banyak sekali" tanya Makomo ketika melihat tumpukan cokelat valentine ini.


"aku yakin ini semua milik Sora" balas Giyuu sambil menatap kearah Sora dengan datar.


"yahh.. setengah benar setengah salah, sisanya punya Sabito" sahut Sora dengan santainya menunjuk kearahnya.


"oii !! jangan berbohong ini semua milikmu sialan !!" teriak Sabito sambil menunjuk kearahnya dengan kesal.


"tchh.." decih Sora ketika rencananya terbongkar.


"jangan berdecih padaku sialan !!" teriak Sabito yang kesal ketika melihat Sora berdecih.


Sedangkan Rito yang melihat kejadian ini hanya menggelengkan kepalanya saja sambil tersenyum ketika melihat mereka berempat.


 


Beberapa jam telah berlalu setelah jam pelajaran telah selesai, terlihat kalau Sora saat ini sedang duduk disofa miliknya sambil membawa 4 kantong yang berisi cokelat disisi sofanya.


Untung saja Sora membawa beberapa kantong plastik untuk masalahnya hari ini, bahkan itu pun masih akan bertambah lagi nantinya setelah pulang sekolah.


"ha.. benar benar hari yang merepotkan" gumam Sora sambil menghela nafasnya dengan panjang, tentu hal ini membuat Yukino dan Shinobu benar benar terganggu dengan suaranya.


"oi pria ubanan, bisakah kamu tidak mengeluarkan suara menyebalkan itu, kau mengganggu ketenangan kami kau tahu" ucap Yukino sambil melirik kearah dengan kesal.


"kami.. tidak biasanya kau protes padaku mengenai 'kami' ini Yukino atau jangan jangan kau sudah punya teman yahh.." sahut Sora sambil tersenyum menyeringai kearahnya sambil menekan kata kami padanya.


Sedangkan Yukino yang mendengar ini langsung kesal dan segera melanjutkan membaca novelnya walau terlihat ada sedikit rona merah diwajahnya ketika sedang membaca.


Tentu Sora dan Shinobu yang melihat kelakuannya hanya bisa menggelengkan kepala saja dan segera kembali ke kegiatan mereka, terlihat kalau Shinobu juga sedang membaca novel miliknya yaitu SAO vol 8 milik Sora.


Tentu Sora yang melihat ini hanya bisa menahan tawanya saja karena author dari novel itu saat ini sedang berada dihadapannya, namun Sora tidak mengubrisnya dan hanya membiarkan dirinya saja tanpa mengganggunya.


Melihat ini langsung saja dia mulai mengeluarkan laptopnya untuk meneruskan volume dari novel berikutnya namun sebelum Sora menyalakan laptopnya tiba tiba saja Yui masuk kedalam ruangan tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.


"halo semuanya, apa kalian merindukanku ?" ucap Yui sambil menyapa mereka semua.


"tidak.." gumam Sora tanpa melihat kearahnya sambil menyalakan laptopnya.

__ADS_1


Tentu hal ini membuat suasana menjadi tambah sunyi karena perkataannya Sora yang begitu tajam menusuk Yui tepat dihatinya.


"ehh.. masa kau tidak merindukanku Sora-Chii !!" teriak Yui sambil melihat kearah Sora.


"ha ? apa yang kau bicarakan ?" tanya Sora yang bingung dengan tingkahnya Yui.


"ehh.. tapi bukannya tadi kau mengatakan tidak sebelumnya ?" tanya Yui sambil melihat kearah Sora sama bingungnya dengan dirinya.


"memang iya, terus ?" tanya Sora yang bertambah bingung dengan tingkahnya Yui.


"sudahlah, aku capek berbicara denganmu hmm !!" ucap Yui dengan kesal sambil mengembungkan pipinya dan segera duduk disebelah Yukino.


Tentu hal ini membuat Yukino bingung dengan tingkah mereka berdua kecuali Shinobu yang saat ini sedang berusaha menahan tawanya, sebab ia sudah tahu kalau Sora sedang menjahili Yui dengan membuat dirinya kebingungan dengan kata katanya Sora.


Sedangkan Sora sendiri yang melihat Shinobu sedang menahan tawa segera menggelengkan kepalanya karena rencananya sudah ketahuan dan segera melanjutkan novelnya.


Namun tiba tiba Shinobu berjalan kearah Yui sambil membisikkan sesuatu padanya hingga membuatnya terkejut, tentu Yui yang mendengar ini langsung melihat kearah Sora yang saat ini sedang tersenyum sambil menatap laptopnya.


"TUNGGU SORA-CHII KAU MEMPERMAINKANKU KAN ?!" teriak Yui sambil menunjuk kearah Sora dengan kesal.


"entahlah.. menurutmu ?" balas Sora sambil melanjutkan pekerjaannya tanpa menoleh kearah Yui, namun senyumnya menunjukkan kalau dia sedang menjahili Yui lagi.


"WAHHH !! SHI-CHANN SORA MENGERJAIKU BANTU AKU !!"


 


"ha.. terima kasih sudah mau membantuku membawakan kantong kantong ini Rito, siapa yang menduga kalau aku akan mendapatkan cokelat sampai 7 kantong begini" sahut Sora sambil membawa 4 kantong plastik penuh dengan cokelat ditangannya.


"sama sama.. terus apa yang akan kau lakukan dengan semua cokelat ini, Sora ?" tanya Rito sambil membawa 3 kantong cokelat milik Sora.


"kalau begitu ikut aku.." balas Sora dengan wajah serius sambil berjalan meninggalkan Rito.


"t.. tunggu aku Sora !!" teriak Rito yang terkejut ketika melihat wajah seriusnya Sora lalu segera mengikutinya kali ini.


 


Setelah berjalan cukup lama terlihat kalau Sora dan juga Rito saat ini sedang berada di gang yang cukup gelap tanpa ada satupun orang disana.


Ketika Sora dan Rito memasuki gang tersebut langsung saja Sora menyimpan kantong itu dan segera mengeluarkan kacamata hitamnya.


Tentu hal ini membuat Rito bingung dengan tingkahnya Sora, namun tiba tiba saja dia mendengar suara seseorang tepat didepan mereka.


"bagaimana ? apa kau membawanya ?" tanya orang tersebut pada Sora.


"ahh.. semuanya 7 kantong sesuai janji.." balas Sora sambil memasukkan kedua tangannya tepat disaku jaketnya.


Tentu Rito yang melihat ini mulai gugup dengan percakapan mereka sebab apa yang baru saja dia lihat dan dengar merupakan sebuah bisnis ilegal, namun tiba tiba saja dia terdiam dengan penampilan orang yang akan membuat bisnis dengan Sora.


"baiklah sesuai janji.. aku akan memberikanmu kupon pemandian air panas untuk sekeluarga secara gratis" sahut Saruyama sambil menggunakan kacamata hitam yang sama persis dengan Sora.


"baiklah.. deal" ucap Sora sambil menjabat tangannya Saruyama, yang berarti bisnis mereka tahun ini lancar.


Langsung saja Sora dan Saruyama mulai saling menukar barang milik mereka berdua sambil tersenyum dengan barang yang mereka dapatkan tahun ini, disisi lain Rito hanya menatap mereka berdua dengan wajah datarnya.


'jadi.. ini bisnis yang mereka buat'

__ADS_1


__ADS_2