
Mendengar ini Sora hanya bisa diam tertegun dengan apa yang ia dengar saat ini, bahkan ia tidak menyangka kalau dirinya adalah hasil eksperimen dari Profesor itu.
Ketika Sora sedang mendengar percakapan mereka dengan serius, tiba tiba saja ruangan berganti lagi menjadi sebuah kamar dengan pria berambut hitam yang merupakan dirinya sendiri dengan usia 25 tahun sedang menatap laptopnya.
Terlihat kalau dindingnya saat ini terdapat beberapa poster gambar anime dengan berbagai jenis disana, bahkan lemarinya pun terisi beberapa action figure berupa Gundam, Idol, bahkan ada Light Novel disana.
"ha ?" ucap Sora yang tertegun dengan apa yang dia lihat saat ini.
Melihat ini langsung saja ia melihat kearah dirinya yang saat ini sedang menonton anime dilaptopnya dengan serius, melihat ini Sora hanya bisa menatap dirinya dengan pandangan datarnya karena sebelumnya dia adalah seorang Otaku.
"ha.. akhirnya selesai juga.. mungkin aku bisa mati dengan tenang.." ucap pria itu sambil meregangkan badannya dan mulai melihat kearah jendela dengan wajah santainya.
Melihat ini langsung saja Sora mulai melihat kearah jendela dan terlihat kalau ada sebuah pesawat terbang sedang jatuh mengarah kearah mereka saat ini dan mulai menabrak mereka.
"HAAAA !! PESAWAT !!" teriak Sora yang saat ini mulai bangun dari tidurnya sambil melihat lihat sekelilingnya, kalau dia masih berada ditaman bunga bersama dengan Schwi yang saat ini sedang duduk disampingnya.
"kak.. sudah sadar ?" ucap Schwi sambil menatap kearah Sora dengan muka polosnya.
Melihat ini Sora hanya bisa tersenyum pada Schwi sambil mengelus kepalanya dengan lembut.
"yahh.. aku sudah sadar.. terima kasih.." ucap Sora yang saat ini masih mengelus kepalanya.
"apa.. kak Sora marah ?" tanya Schwi sambil melihat kearah Sora dengan pandangan khawatir.
Melihat ini Sora langsung saja tertawa terbahak bahak ketika melihat Schwi sangat mengkhawatirkan dirinya, sedangkan Schwi yang melihat ini hanya bisa memiringkan kepalanya saja dengan bingung.
"haha.. tenanglah Schwi aku tidak marah kok, justru aku sangat berterima kasih padamu telah mengembalikan ingatanku" balas Sora sambil tersenyum cerah kearahnya, begitu juga dengan Schwi.
"kalau begitu.. waktunya mengerjakan tugasmu.." ucap Schwi sambil berdiri dan mulai membersihkan bajunya.
"ha ?" ucap Sora ketika mendengar soal tugas, tiba tiba saja sebuah layar transparan muncul dihadapannya saat ini.
[QUEST KETIGA DI LUNCURKAN !
NAMA MISI : MENJADI SEORANG PAHLAWAN ?
ISI TUGAS : MENDAFTAR KE SMA UA, KALAHKAN NOMU, KALAHKAN ALL FOR ONE
HADIAH : ???
HUKUMAN : INGATAN HOST AKAN DIHAPUS KEMBALI DAN AKAN DIPUTAR SAMPAI HOST TRAUMA]
"adikku.. apa kau serius ?" tanya Sora dengan ragu pada Schwi.
"hmm.. kalau begitu sampai jumpa lagi.." ucap Schwi sambil bersiap untuk menjentikkan jarinya.
"tu-"
__ADS_1
CTAAKK !!
Langsung saja Sora sudah menghilang dari hadapannya Schwi tanpa memberikan kesempatan untuk berbicara padanya.
"ahh.. Schwi lupa untuk memberitahukan kak Sora kalau waktu yang akan berjalan selama bertugas disana akan mulai berubah.." gumam Schwi yang baru saja mengingat sesuatu yang penting.
"hmm.. mungkin setelah dia sampai disana aku akan memberitahukannya nanti.."
Saat ini disebuah gubuk yang sudah hampir hancur terdapat seorang anak kecil berumur 7 tahun sedang tidur dikasur, terlihat kalau anak kecil itu mulai membuka matanya dan mulai bangun dari kasurnya.
"egghhhh.. dimana ini ?" ucap anak kecil itu sambil melihat ke sekelilingnya terdapat beberapa kayu yang sudah lapuk karena kayu itu sudah terlalu tua.
"hmm.. kenapa aku ada di-" namun sebelum menyelesaikan perkataannya, tiba tiba saja suara seseorang terdengar dikepalanya.
[kak Sora.. kau sudah bangun ?] tanya Schwi pada anak kecil itu yang tidak lain adalah Sora.
'ahh.. aku sudah bangun lalu ini ada dimana ?' tanya Sora yang saat ini sedang bingung pada Schwi.
[sekarang kak Sora berada dikota tepat dipinggir pantai] balas Schwi pada Sora.
'PANTAII ?!' batin Sora yang terkejut ketika mendengar pantai, langsung saja dia bergegas keluar dari rumahnya dan segera melihat disekelilingnya sambil mencari cari dimana letak pantainya.
Namun yang dia cari hasilnya nihil, dia tak menemukan apa apa disekelilingnya kecuali beberapa sampah yang menumpuk disana.
'Schwi.. aku tidak melihat adanya pantai dimanapun.. apa kau berbohong ?' batin Sora yang kecewa tidak dapat melihat pantai disekitarnya.
'ha ?' batin Sora yang terkejut ketika mendengar ini.
Langsung saja Sora segera pergi kearah tumpukan sampah sambil berlari dengan kaki pendeknya, setelah cukup lama ia berlari langsung saja ia menaiki tumpukan sampah itu dan segera melihat kedepan kalau didepannya saat ini ada lautan terbentang luas disana.
"jadi memang benar yahh.." gumam Sora lalu segera melihat kearah tumpukan sampah itu yang saat ini mulai berjajar luas hampir memenuhi pantai itu.
Saat ini Sora telah kembali dari penjelajahannya walau hanya sekitar pantai saja, terlihat kalau dia saat ini sedang duduk diatas kasur sambil berbincang dengan Schwi saat ini.
'jadi sekarang bagaimana ini Schwi apa aku harus masuk kesekolah terlebih dahulu ? atau apa ?' batin Sora yang saat ini kebingungan dengan langkah selanjutnya.
[bagaimana kalau kak Sora melihat status terbarumu terlebih dahulu..] ucap Schwi sambil memberikan saran padanya.
Sedangkan Sora yang mendengar ini langsung saja ia mulai membuka status terbarunya setelah pindah kemari ketika dirinya sedang berada dialam bawah sadarnya.
'buka status' batin Sora sambil membuka statusnya.
____________________________
Nama : Nura Riku
__ADS_1
Umur : 7 tahun
Jenis kelamin : Laki Laki
Pekerjaan : tidak ada
Judul : Jenius, Kutu Buku, Gamer, Sis-Con, [ ], Pencinta Hewan, Penulis Novel, Ahli Pedang, Bodyguard, Pemburu Iblis, Pembantai Iblis, Penggila Latihan, Master Cinta, Kakak Idaman
Atribut :
Kekuatan : 100
Kepintaran : 100
Kelincahan : 78
Stamina : 60
Pesona : 20
Skill : Photography Memory, Pikiran Tenang, Memasak (MAX), Emperor Eye, Menulis Kilat, Intuisi Penulis, Cold Reading, Teknik Pernafasan Bulan, Demon Slayer Mark (MAX), Teknik Pernafasan Konsentrasi Penuh, Meditasi
____________________________
'hmm.. Nura ? jadi Schwi apa statistik ini wajar untuk anak kecil sepertiku ?' batin Sora sambil bertanya pada Schwi mengenai statusnya.
[hmm.. tentu saja itu wajar.. mungkin ?] balas Schwi dengan ragu.
'kenapa kau terlihat ragu seperti itu ? yang lebih penting apa kau bisa mendaftarkanku kesekolah terdekat ?' batin Sora sambil meminta Schwi untuk mendaftarkannya kesekolah.
[tentu.. ahh.. Kak Riku kebetulan ada yang harus aku peringatkan terlebih dahulu padamu..] ucap Schwi sambil menyebutkan nama Jin darjpada Sora.
'hmm.. memangnya apa itu ?' batin Sora ketika mendengar hal ini darinya, dia hanya membiarkannya saja ketika Schwi memanggilnya Riku.
[waktu ditempat kak Riku saat ini akan mulai berubah, jika 2 tahun disini maka didunia kakak akan menjadi 1 hari disana itu karena kondisi kak Sora yang saat ini sedang pingsan karena Kanae] ucap Schwi sambil menjelaskan hal ini pada Sora.
'ahh.. aku baru ingat kalau aku baru saja pingsan karena Kanae' batin Sora yang mengingat kejadian itu sambil tersenyum.
[Masokis..] ucap Schwi dengan pelan sambil mengejek Sora.
'a.. a.. aku b.. bukan Ma.. Masokis' batin Sora sambil menyangkal perkataannya Schwi dengan panik.
[daripada itu.. kenapa kak Riku tidak melihat penampilanmu terlebih dahulu..] ucap Schwi sambil memberikan saran pada Sora.
'penampilanku ?' batin Sora ketika mendengar ucapannya Schwi.
Tentu Sora yang mendengar ini segera mencari cermin di rumah ini ketika sudah menemukannya langsung saja dia mulai melihat penampilannya.
Dapat dilihat kalau wajah Sora saat ini memiliki 6 mata disana dan juga Demon Slayer Mark yang sama seperti iblis bulan atas 1 ketika misi keduanya waktu itu.
__ADS_1
"APA APAAN DENGAN PENAMPILANKU INI !!"