
"ha ? kau ingin aku berduel lagi denganmu, apa kau yakin Zastin-Dono ?" sahutku sembari melihat kearah Zastin lalu menggerakkan Ratuku untuk memojokkan Rajanya Shiro, hingga Shiro terkejut sambil mengeluarkan keringat ketika melihat ini.
"yahh.. aku yakin sekali Sora-Dono, maka dari itu aku ingin meminta bantuanmu" jawab Zastin yang masih menatap kearah papan catur milik kami dengan tajam.
Ketika Shiro sedang memindahkan Rajanya langsung saja aku mengakhiri permainannya yang membuat Shiro langsung terkejut ketika melihat ini dan hanya bisa merelakan kemenangan ku saja.
"baiklah kalau begitu, tapi sebagai syaratnya aku ingin kau mencari tempat pertandingan kita berdua, namun sebisa mungkin tempatnya sangatlah luas, aku ingin mencoba sesuatu ketika bertanding dengan mu" sahutku lalu melihat kearah Zastin dengan senyum diwajahku.
Dan entah kenapa aku melihat Yukino dan juga Yui yang muka mereka seperti memerah ketika melihat senyumku, namun aku hanya menghiraukannya saja dan menunggu jawaban Zastin.
"baiklah, akan aku carikan tempat yang kau maksud itu, maka dari itu kau tunggu kabar dariku Sora-Dono" ucap Zastin sambil berdiri lalu pergi dari ruang klub ini.
"ha.. orang yang merepotkan, 1 pertandingan lagi ?" tanyaku sambil melihat kearah Shiro yang hanya menggelengkan kepalanya lalu segera tidur dipangkuanku.
Sedangkan aku yang melihat ini hanya tersenyum lalu mengelus kepalanya saja, namun momenku diganggu oleh Yui yang terlihat kesal ketika aku dan Shiro terlihat begitu intim dalam mengusap kepala.
"apa ?" tanyaku pada Yui yang menatapku dengan kesal, lalu segera dia berbicara tentang perbincangan aku dan Zastin barusan.
"apa kau yakin ingin melakukan duel lagi dengannya ?" tanya Yui yang penasaran dengan pertandingan mereka walau dia memiliki sedikit kekesalan ketika melihat hubungan kami.
"tidak apa apa, aku yakin tidak akan ada masalah kali ini"
---
"Zastin-Dono ?" tanyaku pada Zastin sambil memakai haori bulan dan juga pedang kayu danau toya milikku yang berada dipinggangku saat ini.
"iya.. Sora-Dono ?" tanya balik Zastin-Dono padaku dengan pandangan bingung.
"kenapa mereka ada disini" sahut ku sambil menunjuk kearah Rito dan yang lainnya, dan parahnya lagi Sabito, Giyuu, Makomo, Shinobu dan juga Mea ikut serta menonton kali ini.
---
"ahh.. itu keinginannya Lala-Sama yang ingin membawa mereka semua termasuk ketiga temannya itu, sedangkan yang satu lagi itu keinginannya Nana-Sama" sahut Zastin dengan ringannya berbicara seperti itu pada Sora yang saat ini sedang memucat ketika mendengar ini.
"ha.. benar benar merepotkan, jadi apa kau sudah menemukannya ?" tanya Sora sambil menghela nafas berat saja dan menerima kenyataannya saja.
"tentu saja, saya sudah menemukannya kalau begitu kita pergi !" sahut Zastin sambil mengeluarkan sebuah remot lalu menekan tombolnya yang memindahkan mereka semua ketempat yang sangat luas dan terlihat tempat itu merupakan stadium bola namun tidak ada rumput sama sekali disana.
Tentu mereka semua yang melihat ini terkagum dengan seberapa luasnya tempat ini sedangkan Nana langsung menyombongkan tempat ini adalah miliknya.
Sedangkan Momo hanya menjahili Nana kalau dirinya hanya ingin menyombongkan tempat ini bukan miliknya melainkan milik Zastin itu sendiri sambil tersenyum jahil padanya.
Ketika Nana jadi bahan candaan oleh Momo tentu itu membuat mereka semua tertawa termasuk Sora dan Shiro itu sendiri hingga membuat Nana memerah malu dan juga kesal dengan Momo dan Sora yang menertawakannya.
"baiklah kalau begitu bagaimana kalau kita segera mulai, tapi sebelum itu Lala-Sama bisakah anda membawa teman teman anda untuk mencari kursi untuk menonton ?" sahut Zastin meminta Lala dengan sopan.
"baiklah.. kalau begitu semuanya ikuti aku !!" sahut Lala sambil menarik tangannya Haruna dan juga Makomo yang terkejut ketika melihat ini, sedangkan Rito dan yang lainnya hanya bisa mengikuti Lala saja.
Ketika Sora dan Zastin melihat mereka semua sudah naik dan mulai duduk dikursi penonton, segera Zastin bertanya pada Sora tentang pertandingan mereka kali ini.
"apa kau siap Sora-Dono ?" tanya Zastin sembari mengeluarkan pedang hijau miliknya sambil mengambil ancang ancang, begitu juga dengan Sora.
"tentu saja.. kau bisa memulainya terlebih dahulu Zastin-Dono"
---
"hahaha.. akhirnya aku bisa melihat pria menyebalkan itu dipermalukan oleh Zastin, Zastin ayo habisi dia !!" tawa Nana sambil menyoraki Zastin dari pada Sora.
Sedangkan sebagian dari mereka kecuali Momo, Nana, Mea, Sabito, Giyuu, Makomo dan Shinobu hanya bisa tertawa canggung ketika mendengar perkataan Nana sebelumnya, sedangkan Yami masih melihat kearah Sora mengenai rambutnya.
"aku yakin Sora akan menang dengan mudah kali ini, namun mengapa dia menggunakan haori ?" sahut Rito sambil melihat kearah Sora yang saat ini mengganti penampilannya yang terlihat ala orang jepang tradisional.
"entahlah.. namun dia terlihat keren dan cocok ketika menggunakan haori bulan itu" sahut Sawada yang memerah ketika melihat Sora menggunakan haori begitu juga dengan Saki, Momioka, dan juga Mikan.
"yah.. kakak tidak akan kalah" sahut Shiro yang setuju dengan perkataan Rito begitu juga dengan yang lainnya.
"ehh.. memang Sora-Senpai bisa mengalahkannya ?" tanya Mea yang saat ini penasaran dengan perkataannya Rito, begitu juga dengan Momo dan Nana.
"ya.. Sora itu kuat kau tahu, bahkan dia pernah mengalahkan Zastin satu kali dan seri satu kali" sahut Lala sambil melihat kearah Mea dengan senyum polosnya.
Sedangkan Mea, Momo dan Nana yang mendengar ini hanya bisa terkejut, namun lagi lagi Nana hanya menyangkal perkataan kakaknya.
"hmm.. aku yakin pecundang itu yang akan kalah, tidak mungkin Zastin aka-"
TAAAANGGG !!
__ADS_1
Namun sebelum menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja mereka mendengar suara benturan pedang milik Sora dan Zastin yang sudah mulai beradu tebasan mereka dengan sangat cepat, begitu juga dengan gerakan mereka.
Sedangkan mereka semua yang melihat kecepatan serangan mereka hanya bisa terdiam sambil membuka lebar mulut mereka masing masing, sedangkan Yami dan juga Mea hanya bisa terdiam ketika melihat ini.
"ce.. cepat sekali !!" sahut Momo yang melihat kecepatan mereka menebas, sedangkan Nana hanya bisa terdiam ketika melihat ini.
"sepertinya Sora dan Zastin masih belum mulai serius" sahut Yami sambil melihat pergerakan mereka berdua, meskipun sangat cepat namun Yami masih dapat melihat serangan mereka berdua.
"ehh !! mereka masih belum serius !!" tanya Nana yang terkejut ketika mendengar penuturannya Yami.
Sedangkan yang lainnya hanya menganggukan kepalanya saja Mea, Momo dan Nana yang mendengar ini hanya terdiam dan hanya menonton mereka saja.
Sabito, Giyuu, Makomo dan Shinobu saat ini masih menatap lekat kearah Sora, yang sepertinya mereka sangat mengenal siapa Sora ini terutama haori milik Sora, namun mereka hanya bisa menunggu dan menonton saja karena mereka benar benar ragu saat ini apa lagi Shinobu.
Terlihat kalau benturan kedua pedang mereka terlihat ada beberapa percikan api disetiap tebasan mereka, sedangkan Rito langsung saja bertanya pada mereka.
"tapi yang membuatku penasaran selama ini adalah bagaimana bisa pedangnya Sora terlihat baik baik saja ketika beradu dengan pedang milik Zastin ? bukankah itu pedang kayu ?" tanya Saki pada mereka semua dalam keadaan bingung.
Ketika mendengar ini tentu saja mereka semua saat ini benar benar penasaran dengan pedang kayu milik Sora.
Setelah mendengar ini langsung saja mereka melihat kearah pedang kayu milik Sora, yang saat ini masih menangkis setiap serangan Zastin.
"aku yakin pedang kayu itu sudah berusia berjuta juta tahun atau mungkin miliaran terlihat jelas dari warna kayunya yang sudah segelap itu, aku yakin kalau ada pohon yang mempunyai kekerasan yang bahkan pedang tertajam pun akan patah jika mengenai batang pohon tersebut" sahut Yami sambil mengobservasi pedang Sora maupun teknik miliknya.
"ehh !! miliaran tahun !!" teriak Mikan yang terkejut ketika mendengar penjelasan Yami, begitu juga dengan yang lainnya ketika mendengar tentang pedang kayunya Sora.
"tapi.. yang membuatku penasaran adalah bagaimana cara dia mendapatkan pedang kayu itu ?" tanya Momo sembari melihat pedang Sora
Namun ketika Momo sedang melihat pedang kayu Sora tiba tiba saja dia melihat Sora dan Zastin mundur untuk menjaga jarak, ketika Zastin melihat ini tentu ia terkejut sebab Sora lebih memilih untuk mundur dari pada menyerangnya.
"sepertinya kau memiliki intuisi yang bagus, Sora-Dono" sahut Zastin yang melihat Sora sedang menghirup nafas panjangnya.
"yahh.. sepertinya begitu, bagaimana kalau kita serius kali ini, Zastin-Dono" sahut Sora sambil mengambil ancang ancang untuk menyerangnya.
"tentu" sahut Zastin sambil berlari cepat kearah Sora, namun instingnya berkata dirinya harus mundur kali ini.
Tiba tiba saja Mark muncul pada pipi kanannya yang terlihat Mark nya kali ini adalah bulan, berbeda dengan Mark angin sebelumnya yang berada tepat dipipi kirinya.
Tentu mereka semua yang melihat ini terkejut, dan mereka bertambah terkejut lagi ketika melihat teknik pernafasan bulan milik Sora, apa lagi Sabito, Giyuu, Makomo dan Shinobu yang saat ini benar benar terkejut dengan teknik milik Sora.
"Teknik Pernafasan Bulan Bentuk Ketujuh : Kibasan Ekor Naga Bulan" sahut Sora sambil memberikan tebasan bulan raksasa secara horizontal dan juga mengeluarkan beberapa bilah bulan yang cukup besar mengarah pada Zastin.
Tentu mereka semua yang melihat ini terdiam, dan untuk Zastin sendiri ia harus menghindari beberapa bilah bulan yang Sora keluarkan padanya.
Tentu Zastin yang merasakan dampak serangan dari Sora pun terkejut, namun sebelum dirinya dapat bergerak tiba tiba saja Sora datang tepat dihadapannya sambil mengeluarkan teknik yang lainnya pada Zastin.
"Teknik Pernafasan Bulan Bentuk Pertama : Bulan Gelap : Kuil Malam Hari" sahut Sora sambil memberikan tebasan horizontal dengan beberapa bilah padanya.
Sedangkan Zastin hanya menangkisnya saja, begitu juga dengan beberapa bilahnya dia ikut menebasnya karena tebasannya Sora sudah cukup untuk membuatnya kerepotan.
---
Sedangkan ditempat penonton saat ini mereka benar benar terdiam, bahkan salah satu dari mereka ketakutan ketika melihat teknik milik Sora yang begitu kejam menebas Zastin tanpa memberinya nafas sama sekali.
"Ri.. Rito bi.. bisakah kamu mengingatkanku untuk tidak mem.. memprovokasinya lagi ?" sahut Saruyama yang melihat ini benar benar ketakutan apa lagi ketika melihat wajah datarnya Sora kali ini.
Sedangkan Rito hanya menganggukan kepalanya dengan gugup, tentu bagi mereka yang melihat ini hanya bisa terdiam dengan tubuh bergetar ketika melihat teknik Sora.
Namun disisi lain Yami dan juga Mea, mereka hanya bisa mengeluarkan keringat dingin ketika melihat ini teknik pernafasan milik Sora yang telihat kejam dan memiliki area serang yang cukup luas dan juga cepat.
Meskipun begitu mereka menjaga sikap mereka ketika melihat ini.
Untuk Sabito, Giyuu dan Makomo mereka bertiga hanya bisa terdiam lalu melihat kearah Shinobu yang saat ini sedang melihat Sora sembari mengeluarkan air matanya ketika melihat teknik dari seseorang yang dia cintai sebelumnya.
Sedangkan mereka bertiga langsung saja pergi dan membiarkan mereka semua menonton pertandingan Sora dan Zastin.
---
"Teknik Pernafasan Bulan Bentuk Kedua : Bunga Mutiara Cahaya Bulan" sahut Sora yang menyerang Zastin sambil mengeluarkan beberapa bilah bulan yang mengarah tepat kebelakang punggungnya dan juga bagian depannya.
Tentu Zastin hanya bisa menerima tebasan yang mengarah kebelakang punggungnya saja ketika sedang menangkis semua serangan milik Sora.
Tebasan tiap tebasan Sora keluarkan pada Zastin dan mulai memojokkan dirinya hingga beberapa jirahnya terdapat beberapa goresan.
Ketika melihat Zastin sudah mulai terpojok langsung saja Sora mengeluarkan teknik pernafasan bulan miliknya pada Zastin saat ini.
"Teknik Pernafasan Bulan Bentuk Kelima : Bulan Penyendiri Di Malam Abadi : Avici" sahut Sora sambil memberikan rentetan tebasan yang seperti tsunami dengan beberapa bilah bulan mengarah pada Zastin hingga dirinya terpental dan mulai menabrak dinding pembatas dan membuat jirahnya mulai retak karena serangan Sora.
Ketika pertandingan mereka berdua selesai, tiba tiba saja suasana menjadi hening namun itu tidak bertahan lama ketika Lala dan Shinobu mulai menyoraki Sora.
__ADS_1
Tentu mereka yang mendengar suara teriakan mereka berlima mulai mengikutinya, walau ada perasaan takut ketika melihat teknik berpedangnya Sora yang berbeda dari sebelumnya.
"hebat.. bagaiamana menur- eh.. dimana Makomo ?" sahut Lala sambil mencari Makomo yang sedang duduk disampingnya dengan Haruna.
"ehh ? Sabito dan Giyuu juga menghilang !!" sahut Saruyama yang melihat mereka berdua menghilang, tentu semua orang langsung mencari keberadaan mereka.
Sedangkan Shinobu hanya bisa menghela nafas ketika melihat mereka bertiga sudah menghilang dari pengawasan dirinya dan juga yang lainnya.
---
Sedangkan Sora yang melihat ini hanya bisa menghela nafas lega saja ketika melihat kemenangan hampa miliknya, namun sebelum dia memasuki pedang kayunya tiba tiba saja dia merasakan kehadiran dibelakangnya.
Lalu segera saja dia menengok kebelakang dan melihat kalau Sabito, Giyuu dan Makomo saat ini sedang membawa katana berwarna biru dari tempat penyimpanan senjata yang mereka lihat ketika menuju kursi penonton.
"Sora-San kami bertiga ingin menantangmu !!"sahut Sabito yang tersenyum sambil mengarahkan pedangnya pada Sora, sedangkan Giyuu dan Makomo hanya menganggukan kepala meraka sambil ikut tersenyum.
Sedangkan Sora yang melihat ini terdiam dan lagi lagi ingatan buramnya muncul kembali, ketika melihat mereka bertiga dihadapannya.
"ha.. baiklah terserah kalian bertiga.. aku benar benar tidak diberi istirahat kali ini" sahut Sora sambil mengambil ancang ancangnya ketika dirinya akan melawan mereka bertiga.
---
"ha.. dasar mereka bertiga" gumam Shinobu yang dapat didengar oleh mereka semua yang saat ini sedang melihat dirinya.
"ehh.. Shinobu-San apa mereka bertiga akan baik baik saja, sepertinya Sora ak-" namun sebelum Momioka dapat melanjutkan perkataannya, tiba tiba saja Sabito dan Giyuu mulai menyerang Sora secara langsung.
Sedangkan Makomo langsung menuju kearah belakang Riku dengan cepat, langsung saja Sabito dan Giyuu menggunakan teknik pernafasan yang sama ketika menyerang Sora.
"Teknik Pernafasan Air Bentuk Ketiga : Tarian Arus Cepat" terlihat Sabito dan Giyuu mulai bergerak sembari menyerang Sora dengan cepat.
Tentu kali ini Sora benar benar kerepotan dengan mereka berdua yang selalu menyerang dirinya tanpa memperdulikan kondisinya saat ini.
Terlihat kalau tebasan air milik Sabito dan Giyuu mulai beradu dengan tebasan bulan milik Sora, tentu hal ini membuat para penonton mulai tercengang akan teknik mereka berdua yang dapat menyudutkan Sora saat ini.
"Teknik Pernafasan Air Bentuk Kedua : Roda Air" sahut Makomo sambil melompat dan melakukan tebasan vertikal sembari memutar tubuhnya pada Sora, tentu Sora yang melihat ini langsung menangkisnya dan kembali dengan mereka berdua.
Sedangkan Sora yang sedang menganalisis pertarungan ini langsung saja menyerang mereka sembari menjauhi agar dirinya dapat ruang untuk menyerang.
"Teknik Pernafasan Bulan Bentuk Keempat : Kutukan Pusaran Bulan Hantu" sahut Sora sambil mengeluarkan 3 tebasan bulan yang berpusar pada dirinya sembari mengeluarkan beberapa bilah bulan cukup besar disetiap tebasannya.
Tentu mereka yang melihat ini langsung menghindar kebelakang walau pun begitu mereka masih tetap mengenai bilah bulan milik Sora.
Ketika mereka bertiga sudah menjauh langsung saja Sora mengeluarkan teknik pernafasan bulan miliknya pada mereka sebelum mendarat dari serangan Sora sebelumnya.
"Teknik Pernafasan Bulan Bentuk Keenam : Cermin Keburukan : Keangungan Bulan" sahut Sora sembari mengeluarkan 5 tebasan vertikal yang disetiap tebasannya terdapat bilah bulan yang membuat tanah yang mereka pijak terdapat 5 goresan dan juga goresan bulan di tanah.
Tentu mereka bertiga yang melihat ini menghindar, namun lagi lagi mereka diserang oleh teknik pernafasan bulan milik Sora yang lainnya.
"Teknik Pernafasan Bulan Bentuk Kesebelas : Pelangi Bulan Sabit" sahut Sora sembari mengeluarkan beberapa tebasan seperti petir yang menyambar dengan beberapa bilah bulan yang besar kearah mereka.
Sedangkan Sabito dan Giyu langsung menghindari setiap tebasan milik Sora, namun Makomo langsung saja maju sembari menghindari setiap setiap tebasan Sora dengan teknik pernafasan air miliknya.
"Teknik Pernafasan Air Bentuk Kesembilan :Percikan Air" sahut Makomo yang melaju cepat kearah Sora terlihat percikan air disetiap gerakannya, begitu juga dengan mereka berdua.
"permainan berakhir !!" teriak Sora yang kesal ketika dirinya melihat mereka terus berdatangan kearahnya dan segera mengeksekusi teknik miliknya pada mereka bertiga.
"Teknik Pernafasan Bulan Bentuk Kesepuluh : Malapetaka : Sabit Tenjin" sahut Sora sembari mengeluarkan beberapa rentetan tebasan raksasa dengan bilah bulan baik itu yang cukup besar maupun yang sedang kearah mereka bertiga.
---
Sedangkan dikursi penonton saat ini mereka benar benar terdiam ketika melihat Sabito, Giyuu dan Makomo berhasil menyudutkan Sora walau tidak berlangsung lama.
Tentu Yami dan Mea hanya bisa terdiam, meskipun mereka adalah alat pembunuh namun ketika menghadapi serangan Sora mereka tetap saja akan menerima serangan itu dengan parah apalagi beberapa bilah bulan itu akan mengganggu mereka bila mereka sedang menghindari setiap tebasan milik Sora.
"a.. apa mereka baik baik saja, kalian tahu.. Sora terlihat akan membunuh mereka bertiga kalian tahu itu bukan ?" ucap Momioka yang panik ketika melihat kondisi Sabito, Giyuu dan Makomo yang saat ini ditubuh mereka ada beberapa goresan dari serangan Sora.
"ahahah.. jangan khawatir, jangan khawatir biarkan aku yang mengobati mereka semua, ayo semuanya semangat !!" balas Lala yang melihat ini adalah hal biasa saja sembari menyoraki Sora dan yang lainnya.
"Lala.. aku rasa bukan waktunya untuk menyoraki mereka" sahut Run sambil memeluk lengannya Rito dengan kuat hingga wajahnya Rito memerah ketika merasakan ini.
"yahh.. apa yang dikatakan Run memang benar kita harus segera men-" sebelum menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja mereka mendengar suara teriakan Sora yang kesal.
"permainan berakhir !!"
Setelah mengatakan itu terlihat beberapa rentetan tebasan raksasa mengarah kearah mereka bertiga, tentu mereka yang melihat ini langsung saja bangkit dari kursi mereka.
Namun ketika mereka akan melihat ini tiba tiba saja debu menghalangi pandangan mereka, ketika debu nya sudah menghilang terlihat kalau Sabito, Giyuu dan Makomo sedang mengarahkan pedang mereka kearah Sora yang saat ini tidak bisa bergerak.
Tentu ini membuat mereka semua terkejut, namun tiba tiba saja mereka semua mendengar suara pecah dari ketiga pedang mereka.
__ADS_1
Sedangkan Sora yang melihat ini langsung saja memasukkan pedang kayunya sambil tersenyum kearah mereka bertiga dan berkata.
"permainan sudah selesai kawan kawan.."