
Sudah 10 bulan dan hari ini adalah hari dimana Riku dan Midoriya akan melakukan ujian masuk mereka di sekolah terkenal UA merupakan departemen para pahlawan.
Sekolah ini adalah tempat dimana orang orang penuh harapan berjuang demi mendapatkan demi mendapatkan kualifikasi yang diperlukan demi menjadi seorang Pro Hero.
Tentu sekolah ini merupakan sekolah yang paling populer dan juga yang paling sulit diseluruh negeri, karena setiap tahun yang lulus hanya kurang dari 300 peserta saja.
Saat ini Riku dan juga Midoriya sedang berdiri didepan gerbang masuk sekolah itu, terlihat kalau ada banyak sekali orang orang yang masuk untuk mencoba keberuntungan mereka disini.
"akhirnya.. kita.. sampai.." gumam Midoriya dengan nafas terengah engah ketika tadi pagi dia sedang sibuk membersihkan sampah sampah terakhir dipantai itu.
"yahh.. kita sudah sampai.. jika kau tidak berteriak lebih dulu.." gumam Riku sambil menggelengkan kepalanya ketika mengingat kejadian dipantai itu.
"ahaha.. maafkan aku" balas Midoriya dengan wajah memerah malu ketika mengingat kejadian itu.
"kalau begitu aku duluan ya.." ucap Riku sambil menepuk pundaknya Midoriya dan segwra berjalan masuk kedalam sekolah itu.
"ahh.. sekali lagi terima kasih untuk bantuannya, Riku-San" balas Midoriya sambil membungkukkan badannya pada Riku.
Sedangkan Riku yang mendengar ini hanya melambaikan tangannya saja tanpa menoleh kearahnya, setelah dia pergi langsung saja Midoriya kembali keposisi sebelumnya dan segera berjalan.
Namun tiba tiba saja terdengar suara seseorang yang dia kenal dibelakangnya sambil berteriak kearahnya.
"MINGGIR KAU, DEKU !!"
Sedangkan Riku saat ini ia sedang duduk dikursi yang disediakan oleh pihak panitia disekolah ini setelah menyelesaikan tes tulisnya.
Bahkan dapat dilihat saat ini kalau ada beberapa orang dengan berbagai jenis Quirk sedang duduk dikursi mereka sambil menunggu pengumuman selanjutnya.
Ketika Riku dan lainnya sedang menunggu tiba tiba saja dia mendengar suara seseorang yang lumayan nyaring hingga memenuhi seluruh gedung ini.
"KALIAN SEMUA SELAMAT DATANG DIACARAKU !!"
"EVERYBODY SAY HEEYYY !!" teriak pria dengan kacamata dengan speaker dikerahnya, tentu saja dia merupakan Pro Hero yaitu Present Mic.
Namun bukan teriakan yang terdengar, justru suasana hening yang Present Mic itu dapatkan, bahkan hampir sebagian siswa maupun siswi hanya menatapnya dengan datar.
Kecuali Midoriya yang saat ini sedang bergumam tentang kehadirannya Present Mic dengan senangnya.
'ini akan menjadi hal yang merepotkan nantinya..' batin Riku ketika melihat orang yang merepotkan ada dihadapannya.
Setelah penjelasan yang cukup lama dan juga bising didalam gedung itu, langsung saja Riku dan peserta yang lainnya mulai berdiri didepan gerbang dan didepannya saat ini ada semacam kota yang merupakan tiruan yang dibuat oleh sekolah ini.
__ADS_1
"ini sih seluruh kota.."
"ada berapa banyak kota tiruan ini disekolah.."
"woaahh.. besarnya.."
"berapa banyak uang yang mereka keluarkan untuk membuat ini.."
Sedangkan para peserta yang lainnya mulai mengagumi seluruh sekolah ini bahkan ada dari mereka mulai membicarakan tentang diri mereka ketika sudah masuk kesekolah ini.
Disisi lain Riku sendiri yang melihat ini hanya bisa menghela nafasnya saja, bahkan ia juga dapat merasakan tatapan para peserta yang lainnya yang saat inu sedang menatap kearah dirinya dengan tatapan ketakutan ketika melihat wujudnya.
Meskipun begitu Riku tetap tidak memperdulikan pandangan mereka mengenai penampilannya, tiba tiba saja Riku dan yang lainnya mulai mendengar suara Present Mic dari gedung pencakar langit yang ada dibelakang mereka.
"DAAANN MULAI !!" teriak Present Mic pada seluruh peserta.
Namun beberapa dari mereka justru kebingungan dengan teriakannya Present Mic, kecuali Riku yang saat ini sudah menghilang dari tempat itu dan mulai berburu beberapa robot untuk mendapatkan poin.
"APA YANG KALIAN TUNGGU CEPAT PERTEMPURAN YANG SESUNGGUHNYA TIDAK ADA HITUNGAN MUNDUR AYO LARI LARI !!"
"EEEEHHHH !!" teriak beberapa peserta sambil berlari kearah kota itu dengan terburu buru karena mereka semua tidak ingin semua poinnya diambil oleh peserta yang lainnya.
Disisi lain Riku sendiri sekarang sedang memotong robot robot itu menjadi dua dengan katana dagingnya atau Quirknya.
Terlihat sudah ada banyak tumpukan robot dibelakangnya dengan berbagai jenis potongan disana, ada yang terbelah dua secara horizontal maupun vertikal, bahkan ada yang terpotong hingga menjadi dadu oleh Riku.
"ha.. 74 poin seharusnya itu sudah cukup.. sekarang waktunya memantau dari atas.." ucap Riku ketika menghitung seluruh jumlah poin yang ia dapatkan dari mengalahkan robot robot itu.
Langsung saja Riku mulai berlari sambil melompat lompat keatas gedung yang berada didekatnya, dan segera berdiri diatas gedung itu sambil memantau keadaan sekitarnya.
Tentu pemandangan yang ia lihat saat ini adalah beberapa peserta yang sedang mengalahkan robot robot poin itu untuk mendapatkan poin mereka masing masing.
"hmm.. sejauh ini tidak ada masalah bukan.." gumam Riku sambil melihat lihat keadaannya saat ini.
Namun ketika sedang sibuk dalam memantau keadaan tiba tiba saja suara gedung hancur mulai terdengar oleh kupingnya, begitu juga dengan yang lainnya.
BOOOMMMM !!
Terlihat kalau sebuah robot berukuran raksasa muncul disana ketika para peserta yang lainnya sedang sibuk dengan robotnya masing masing.
"kau pasti bercanda.." gumam Riku ketika melihat ukuran robot itu dapat menghancurkan beberapa gedung yang ada didepannya dengan mudah.
Melihat ini langsung saja para peserta yang lainnya mulai berlari ketika melihat robot raksasa itu muncul dihadapan mereka.
Namun sialnya ada seorang gadis dengan sebuah headset dikepalanya mulai terjatuh karena beberapa puing puing bangunan itu yang diakibatkan robot tersebut.
__ADS_1
Ketika gadis itu terjatuh tentu saja ada beberapa puing puing bangunan mulai berjatuhan kearahnya, melihat ini langsung saja Riku mulai berlari kearah gadis itu dengan cepat sambil menggendong gadis tersebut dilengannya.
Sedangkan gadis itu yang tadinya pasrah akan dirinya yang mulai tertimpa puing puing bangunan itu segera menutup matanya, namun bukannya tertimpa justru ia merasa kalau ada orang yang saat ini sedang menggendongnya.
Tentu gadis itu yang merasakan dirinya digendong segera membuka matanya dan dapat dilihat kalau orang yang menggendongnya adalah seorang pria bermata 6 dengan haori putih yang tidak lain adalah Riku itu sendiri.
Melihat ini tentu saja gadis itu terkejut dengan keadaannya saat ini, namun ketika sudah jauh dari robot raksasa itu langsung saja Riku menurunkan gadis itu lalu meninggalkan gadis itu sendiri disana.
Tentu gadis itu ingin berterima kasih padanya, namun tiba tiba saja keberadaan Riku telah hilang dari hadapannya yang membuat dirinya terkejut, begitu juga dengan para peserta yang melihat kecepatannya.
Sedangkan Riku sendiri saat ini sedang berlari kearah robot raksasa itu sambil mengeluarkan katananya dari telapak tangannya.
Ketika sudah hampir sampai langsung saja ia mulai menggenggam gagang pedangnya sambil menghirup nafasnya dengan cukup lama, setelah sampai langsung saja Riku mulai mengeksekusi tekniknya pada robot tersebut.
"Teknik Pernafasan Bulan Bentuk Ketujuh : Kibasan Ekor Naga Bulan"
Langsung saja Riku mulai menebas kearah depan secara vertikal terlihat kalau tebasan raksasanya itu terdapat beberapa bilah bulan berukuran besar sedang mengarah ke robot raksasa itu.
Terlihat kalau robot itu mulai terbelah menjadi dua karena tebasan Riku, begitu juga dengan tanah yang ada didepannya saat ini.
Tentu hal ini membuat para peserta dan juga gadis yang menolong Riku langsung terdiam dan tidak bisa berkata apa apa dengan kejadian yang baru saja mereka lihat saat ini.
"WOAAHH !! APA APAAN ITU !!" teriak Present Mic ketila melihat robot dengan poin 0 dibelah menjadi 2 oleh Riku.
"hoho.. anak yang menarik" ucap seekor tikus dengan luka dimata kanannya sambil memegang secangkir teh ditangannya.
Tentu hal ini membuat beberapa pengawas ujian yang sedang menonton ini pun ikut terkejut, bahkan hampir sebagian dari mereka adalah Pro Hero yang saat ini sedang memantau ujian praktek ini.
Sedangkan All Might sendiri yang saat ini sedang dalam bentuk macho pun ikut terkejut ketika melihat ini tentu saja ia mulai menepuk keningnya ketika melihat aksi Riku dengan santainya ia menebas robot itu dengan teknik pernafasannya dihadapan para Pro Hero ini.
'Riku-Shounen kau baru saja membuat masalah dalam ujian kali ini'
Sedangkan Riku yang saat ini sedang menyarungkan katananya tiba tiba saja ia mulai bersin tanpa sebab, terlihat kalau robot secara perlahan mulai jatuh ketanah hingga bergetar ketika Riku sedang menyarungkan katananya.
Tanpa menunggu lama langsung saja ia mulai memasukkan katananya kedalam telapak tangannya secara perlahan, bahkan beberapa peserta yang melihat ini entah kenapa merasa aneh dengan Quirknya Riku.
"ha.. akhirnya selesai juga" gumam Riku ketika melihat robot tersebut mulai tumbang karena tebasannya.
Langsung saja ia mulai berjalan kearah gerbang masuk kota dimana tempat pertama kali mereka berkumpul dan dengan santainya ia menghiraukan tatapan para peserta padanya.
Terlihat kalau beberapa peserta ujian yang melihat Riku sedang berjalan pun mulai sedikit memberikan jalan untuknya.
__ADS_1
Dan disaat itulah pengumuman tentang ujian prakteknya Riku dan juga yang lainnya telah selesai.
"UJIAN TELAH SELESAI !!"