
Tes Pertama : Lari Sprint 50 Meter
Terlihat yang menempati posisi awal sebelum berlari saat ini adalah Riku dan juga Iida yang sekarang ini sedang bersiap dilapangan.
"bersiap.." ucap Aizawa sambil mengangkat pistol mainan kearah atas.
Tentu Iida yang mendengar ini segera bersiap diposisinya, sedangkan Riku sendiri langsung menarik nafas nya dalam dalam sebelum berlari.
"mulai.." lanjut Aizawa sambil menarik pelatuk pistolnya.
BANGG !!
Mendengar ini langsung saja Iida dan juga Riku mulai berlari terlihat kalau posisi mereka saat ini sama ketika berlari.
Tentu hal ini membuat Iida terkejut dengan kecepatan larinya Riku, begitu juga dengan teman satu kelasnya, kecuali Midoriya yang melihat kejanggalan Riku berlari.
Tanpa menunggu lama lagi langsung saja mereka berdua melewati garis finish hampir secara bersamaan.
"Tenya Iida 3.04 detik.. Nura Riku 3.05 detik.. berikutnya" ucap Aizawa yang mengumumkan hasil tes mereka berdua sambil memanggil murid yang lainnya.
"ha.. merepotkan lalu bagaimana dengan Midoriya.." gumam Riku sambil menghela nafas lega yang sedikit khawatir dengan tesnya.
"Katsuki Bakugou 4.13 detik.. Midoriya Izuku 3.06 detik.."
sahut Aizawa yang mengumumkan hasil tes Midoriya.
Setelah pengumuman itu langsung saja Midoriya berjalan kearah Riku yang saat ini sedang melihat tesnya, disisi lain Bakugou yang melihat Midoriya mengalahkannya dalam tes langsung menatap Midoriya dengan kesal.
"ho.. lumayan untuk 10 bulan berlatih teknik itu" sahut Riku sambil memuji Midoriya ketika mendengar hasil tesnya.
"ya.. terima kasih Riku-San berkat latihanmu itu sedikit mempermudahkan ku.. tapi.. " ucap Midoriya yang ragu dengan nilai tes Riku sebelumnya.
"sudahlah jangan memikirkan hal sepele seperti itu.. sebaiknya kita pergi ke tes berikutnya.." potong Riku yang berjalan kearah tes berikutnya sambil menghiraukan perkataannya Midoriya.
"ehh.. tu.. tunggu aku Riku-San" sahut Midoriya yang mulai mengikuti Riku.
Sedangkan Aizawa yang melihat obrolan mereka hanya menghiraukannya saja dan segera melanjutkan tes berikutnya.
Disisi lain mereka semua cukup penasaran dengan hubungan Midoriya dan juga Riku, kecuali Bakugou yang saat ini berdecih ketika melihat kedekatan mereka berdua ketika jaman SMP.
Tes Kedua : Tes Kekuatan Cengkraman.
Langsung Riku menarik nafasnya kembali dan mulai mencengkram alatnya dan menampilkan angka 136 KG disana, sedangkan Midoriya menampilkan angka 132 KG disana.
Tes Ketiga : Lompat Jauh Berdiri
Untuk tes ini Riku sebenarnya bisa saja melompat sangat jauh dengan teknik pernafasannya, namun ia memilih untuk menahan diri saja karena tidak ingin tampil mencolok.
Langsung saja Riku mulai menarik nafas panjangnya dan segera melompat kedepan dan hasilnya ia mendapatkan 10.9 meter.
Disisi lain Midoriya mencetak skor 15.7 meter disana.
---
Iida merasa bingung dengan tes yang dilakukan oleh Riku, apa ia pikirkan saat ini adalah apakah Riku memiliki 2 Quirk atau memang dari sananya Riku sudah kuat.
Bahkan beberapa dari mereka pun sempat berpikir tentang Quirk Riku ketika melihat Riku menunjukkan kekuatannya
dalam tes ini, mereka yakin kalau Riku memiliki Quirk peningkatan.
Bakugou sendiri merasa jengkel dengan kekuatannya Riku apalagi ketika melihat Midoriya hampir menyamai Riku disetiap tesnya.
'apa yang dilakukan mata 6 itu hingga Deku hampir menyamai posisinya'
Nura Riku aku tidak menyangka kalau dia saat ini sedang menahan kekuatannya dan mencoba untuk menyamai skornya dengan Midoriya.
__ADS_1
Bahkan aku pun tak menyangka kalau Midoriya tanpa Quirk pun bisa mendapatkan skor setinggi itu untuk orang orang yang melakukan tes ini tanpa Quirk sama sekali.
Sebenarnya aku cukup penasaran dengan Quirk Nura Riku ini, didalam daftarnya dia memiliki Quirk bernama Demon Sword memang benar tes ini tidak akan berguna jika dia menggunakan Quirk nya.
Namun yang membuatku bingung saat ini adalah kenapa dia menahan kekuatannya lalu dari mana kekuatan itu berasal.
---
Tes Kelima : Lempar Jauh
Setelah cukup lama Riku dan yang lainnya melakukan tes yang diberikan oleh Aizawa, sekarang mereka akan melakukan tes berikutnya hari ini.
Langsung saja Riku berjalan kedalam lingkaran itu sambil membawa bola pengukur jarak, namun sebelum Riku memulai tesnya tiba tiba saja Aizawa menanyakan sesuatu yang membuat seluruh kelas terkejut ketika mendengarnya.
"Nura Riku.. apa kau menahan kekuatanmu dalam tes ku ini ?" tanya Aizawa sambil menatap kearah Riku dengan serius.
Tentu mereka semua yang mendengar ini segera menatap Aizawa dengan tatapan terkejut karena tidak percaya dengan apa yang mereka dengar dari mulutnya.
Mendengar ini langsung saja mereka semua mulai menatap Riku dengan tidak percaya, kecuali Midoriya yang benar benar yakin dengan nilai tes yang Riku dapatkan sebelumnya.
"jadi memang benar kalau Riku-San menahan diri.." gumam Midoriya dengan pose berpikir ketika mengingat kejadian sebelumnya.
"menahan diri.. tunggu selama ini dia sedang menahan diri" ucap Iida yang terkejut ketika mendengar ucapannya Midoriya, begitu juga dengan Uraraka dan Bakugou.
"yahh.. Riku-San memang menahan diri tapi mengapa ?" gumam Midoriya sambil menatap kearah Riku yang saat ini sedang berdiri ditengah lingkaran itu.
Sedangkan Riku yang mendengar ini tentu terkejut bahkan ia sempat bergeming ketika mendengar ini, dan langsung saja dia mulai menghela nafas ringan lalu segera menjawab pertanyaannya Aizawa dengan cermat.
"memang benar aku sedang menahan diri selama tes ini, namun jika aku mengeluarkan semua kekuatanku, bukankah aku hanya akan memberikan tekanan pada mereka semua ?" ucap Riku dengan santainya menjawab pertanyaan Aizawa.
Tentu baik itu Aizawa dan yang lainnya ketika mendengar ini tentu saja mereka semakin terkejut dengan jawabannya Riku.
"ahh.. jadi begitu pantas saja kamu menahan kekuatanmu, baiklah aku menerima alasanmu, kalau begitu lanjutkan tesnya" balas Aizawa dengan santainya menerima alasan itu dari Riku.
Sedangkan Riku yang melihat ini langsung saja menganggukkan kepalanya dan segera melakukan tesnya, langsung saja dia mulai menarik nafas panjangnya karena kali ini dia akan serius dites terakhir ini.
Langsung saja bola yang dipegang oleh Riku mulai melesat hingga mencapai pagar pembatas lapangannya, sedangkan Aizawa yang melihat ini segera melihat ke handphone nya.
"walau tidak menggunakan Quirk, kamu masih bisa melempar bola itu dengan cukup jauh yahh.. 163.3 meter" sahut Aizawa sambil menunjukkan angkanya pada mereka semua.
Tentu hal ini membuat mereka terkejut dengan nilai yang Riku buat kali ini, begitu juga dengan Midoriya yang tidak percaya, kalau orang yang tidak menggunakan Quirk bisa melempar bola sejauh itu.
"baiklah.. berikutnya.." ucap Aizawa sambil melihat kearah Midoriya.
Tentu Midoriya yang melihat ini sedikit gugup dengan tesnya ini, sedangkan Riku yang melihat ini langsung menghela nafas dan segera menghampirinya.
Tentu hal ini membuat Midoriya dan Aizawa kebingungan dengan tingkahnya Riku begitu juga dengan yang lainnya, Riku sendiri tidak memperdulikan tatapan mereka dan segera membisikkan sesuatu pada Midoriya.
Sedangkan Midoriya yang mendengar ini tentu saja langsung membelakkan matanya yang terkejut dengan perkataannya Riku dan langsung melihat kearahnya.
Riku sendiri hanya menganggukkan kepalanya saja sambil berjalan kembali ketempat teman teman sekelasnya sedang berdiri walau dia sedikit menjauh dari mereka semua.
Tentu Midoriya yang mendengar ini langsung merasa percaya diri dengan ucapannya Riku, dan langsung saja ia segera menghirup nafasnya seperti yang dilakukan oleh Riku lalu segera melempar bolanya dengan Quirknya.
Terlihat kalau bola yang dilempar oleh Midoriya mulai melesat hingga ke langit, bahkan tangannya Midoriya pun tidak terlihat ada luka sama sekali.
Tentu hal ini membuat Aizawa terkejut sambil melihat kearah handphonenya dan segera memberitahukan hasilnya pada Midoriya dan yang lainnya.
"560.6 meter.." sahut Aizawa yang menunjukkan hasil tesnya pada mereka semua.
Tentu Midoriya yang mendengar ini langsung tersenyum dengan hasilnya lalu segera melihat kearah Riku dengan senang.
Sedangkan Riku yang melihat ini langsung saja menganggukkan kepalanya dengan bangga akan deskripsi singkat yang Riku berikan padanya.
"apa memberitahukan sesuatu padanya ?" tanya Aizawa sambil menatap kearah Riku.
"aku hanya memberitahukan Midoriya tentang telur adalah dirinya dan oven adalah Quirknya itu saja, dan kau bisa memanggilku Riku, Aizawa-Sensei.. " balas Riku dengan santainya mengangkat kedua bahu ketika mendengar pertanyaannya.
__ADS_1
"ha.. baiklah kalau begitu ayo ke tes berikutnya dan jangan sampai membuang buang waktu kita" teriak Aizawa sambil melakukan tes berikutnya.
---
Setelah Riku dan yang lainnya melakukan tes langsung saja Aizawa menunjukkan peringkat hasil tesnya pada mereka semua.
Tempat Pertama : Yaoyorozu Momo
Tempat Kedua : Todoroki Shouto
Tempat Ketiga : Nura Riku
Tempat Keempat : Midoriya Izuku
Tempat Kelima : Bakugou Katsuki
....
Tempat Ke 18 : Kaminari Denki
Tempat Ke 19 : Jirou Kyouka
Tempat ke 20 : Hagakure Toru
...
Sedangkan Riku yang melihat ini langsung saja menoleh kearah Midoriya yang saat ini sedang menghela nafas lega dengan hasil tesnya.
Namun tiba tiba saja Aizawa mengatakan sesuatu yang membuat mereka terkejut, kecuali Riku, Momo, Bakugou dan juga Todoroki.
"ahh.. soal kalian yang akan dikeluarkan itu sebenarnya aku berbohong, aku sengaja menipu biar kalian bisa melakukan yang terbaik dalam tes ini" sahut Aizawa sambil tersenyum kearah mereka semua.
"EEEHHHH !!" teriak mereka ketika mendengar hal ini dari Aizawa, bahkan Midoriya terlihat sangat shock ketika mendengar ini.
"ayolah kawan kawan gunakanlah otak kalian, tentu saja itu cuma tipuan" ucap Momo ketika melihat mereka terkejut.
Sedangkan Riku yang melihat Momo tentu saja ia terkejut karena dia adalah orang yang pernah ia selamatkan dulu ketika dirinya akan diculik waktu itu.
"ha.. aku rasa Aizawa-Sensei tidak sedang menipu kita, sebab tahun lalu cuma ada 10 orang setiap kelasnya ketika festival olahraga, bukan begitu Aizawa-Sensei ?" tanya Riku yang membuat mereka semua terdiam ketika mendengar penjelasannya.
"entahlah.. yang pasti semua ini telah selesai, lembar kurikulum kalian ada didalam kelas jadi pergilah kekelas" sahut Aizawa sambil pergi kearah belakang gedung yang membuat mereka semua terdiam.
"...."
"ahh.. Aizawa-Sensei bisakah kau sampaikan salam pada Toshinori-Sensei kebetulan aku melihatnya disekolah ini" ucap Riku yang membuat mereka semua terkejut dengan ucapannya Riku, apalagi Midoriya yang mendengar ini dari mulutnya.
Sedangkan Aizawa tidak mengubris ucapannya Riku dan tetap meneruskan jalannya, tentu ia sempat terkejut dengan ucapannya namun ia memilih untuk membiarkannya saja.
"yupp.. dengan ini selesai saatnya pulang" gumam Riku yang segera berjalan kearah kelasnya.
"Ri.. Riku-San.. apa kau tidak berlebihan mengenai ini" ucap Midoriya yang panik ketika mendengar ini.
"santai saja Midoriya, justru kau yang terlihat panik tentu hal itu akan membuat mereka curiga padamu" ucap Riku dengan santainya ia berjalan kearah kelasnya bersama dengan Midoriya.
"ma.. maafkan aku.."
---
"mengakhiri impian bocah sepertinya bukan hal yang kejam, kok" sahut Aizawa dengan nada serius pada All Might yang saat ini menggunakan jas dan celana berwarna kuning.
"sudah kuduga.. kita berdua gak bakal cocok" balas All Might sambil menunjukkan jarinya pada Aizawa sambil tersenyum kearahnya.
"ah.. dan satu lagi" ucap Aizawa yang baru saja mengingat sesuatu pada All Might.
"hmm.. apa itu ?" tanya All Might ketika melihat Aizawa berhenti.
"ada salam dari Riku itu saja.." balas Aizawa sambil melanjutkan perjalanannya menuju ke kantor.
Sedangkan All Might atau Toshinori yang mendengar ini langsung terdiam dengan ucapannya Aizawa tentang Riku yang menyampaikan salam untuknya.
__ADS_1
'RIKU-SHOUNEN !!'