
Keesokan harinya terlihat kalau All Might saat ini sedang berjalan kedaerah pesisir pantai untuk mencari keberadaannya Riku.
Sebenarnya tadi pagi tiba tiba saja Riku meneleponnya untuk segera datang kedaerah pesisir pantai tempat biasanya Midoriya berlatih bersama mereka berdua dulu.
Terlihat kalau All Might saat ini sedang menggunakan wujud berototnya sambil menggunakan setelan kantornya.
Namun yang menjadi fokus utamanya All Might yaitu sosok Riku yang saat ini sedang menunggu dirinya.
Terlihat kalau Riku sedang menggunakan haori bulannya sambil melihat kearah lautan tepat dipinggir pantai dengan rambut yang mulai memutih saat ini.
"Riku-Shounen ?" gumam All Might yang melihat sosok Riku dengan rambut sedikit memutih disana.
"ahh kau sudah datang.. maaf sudah memperlihatkan wujud menyedihkan ini padamu.. All Might.. " gumam Riku yang langsung menoleh kearah All Might dengan senyum sedihnya.
Terlihat kalau penampilan Riku mulai berubah, mata 6 yang dia miliki dulu sekarang sudah menghilang diganti dengan 2 mata normal pada umumnya, namun sebagai gantinya ia harus memiliki tubuh yang sudah mulai menua.
"Riku-Shonen !! apa yang terjadi denganmu ?!" ucap All Might yang terkejut ketika melihat Riku sudah menua saat ini.
"ahh.. soal itu mungkin karena aku menggunakan Quirk ku secara berlebihan makanya aku terlihat tua saat ini.." sahut Riku dengan santainya ia berbicara pada All Might.
"kau pasti penasaran kenapa aku terlihat tua bukan ?" tanya Riku sambil memasukkan tangannya pada sela sela haorinya.
Sedangkan All Might yang melihat ketenangan Riku hanya bisa terdiam sambil menganggukkan kepalanya saja dengan pelan.
"itu semua karena aku membuat katana ini makanya aku terlihat tua saat ini, hohoho.." lanjut Riku sambil mengelus katana dagingnya yang ada dipinggangnya saat ini.
"RIKU-SHOUNEN APA KAU SUDAH GILA !! KENAPA KAMU MENGORBANKAN NYAWAMU HANYA UNTUK HAL ITU HA !!" teriak All Might yang marah dengan tingkahnya Riku yang sudah melebihi batas.
"ha.. All Might aku memiliki alasanku sendiri mengenai katana ini, tapi yang pasti aku hanya ingin kau memberikan katana ini pada Midoriya sebagai hadiah perpisahan karena telah menjadi penerusku" sahut Riku yang menghela nafas sambil berjalan kearah All Might dengan santainya.
"segala sesuatu perlu yang namanya pengorbanan All Might, begitu juga dengan Quirkku, meskipun aku tidak membuat katana ini sekali pun aku akan tetap mati karena Quirk ini sudah memakan usiaku" lanjut Riku yang berhenti didepannya All Might saat ini dan langsung melepaskan katananya yang ada dipinggangnya.
"Riku-Shounen.." gumam All Might yang tertegun ketika mendengar semua kebenaran mengenai Quirk Riku.
"maka dari itu aku mohon All Might berikan katana ini pada Midoriya, sebagai salam perpisahanku untuknya.. aku mohon.. " ucap Riku dengan nada sedih sambil memberikan katananya pada All Might dengan kedua tangannya.
Tentu All Might yang melihat ini sedikit enggan untuk mengambil katananya, namun ketika melihat tatapannya Riku yang serius langsung saja ia mulai mengambil katananya dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Melihat ini langsung saja sebuah senyuman mulai terukir diwajahnya Riku ketika melihat All Might mau mengambil katana miliknya.
"terima kasih.." gumam Riku yang membungkukkan badannya pada All Might karena mau menerima permintaan egoisnya.
Sedangkan All Might yang melihat ini langsung saja menganggukkan kepalanya dengan enggan lalu membawa katananya ditangan kirinya sambil menundukan kepalanya.
"bisakah kau beritahukan hal ini pada kepala sekolah All Might ? bahwa Nura Riku mengundurkan diri dari sekolah karena sudah menua" ujar Riku yang mulai melanjutkan menonton pemandangan laut disisi pantai.
"a.. apa kau yakin Riku-Shounen ?" tanya All Might yang saat ini sedang mengepal tangannya karena tidak bisa berbuat apa apa untuk menolong Riku.
"ya.. dan beritahu Midoriya untuk tidak mengendorkan latihannya.. " jawab Riku yang langsung membelakangi All Might, terlihat kalau ia sedang menggenggam kedua tangannya tepat dibelakangnya sambil menikmati hembusan anginnya di pagi hari ini.
"ba.. baiklah kalau begitu.. aku pergi dulu.. semoga dirimu sehat selalu.. Riku-Shounen.." ucap All Might yang membungkukkan badannya pada Riku dan langsung saja pergi kesekolah dengan perasaan menyesal karena tidak dapat menolong anak didiknya atau temannya yang satu ini.
Bahkan terlihat ada sebutir air mata keluar dari kelopak matanya dan langsung saja All Might mulai menghilang dari pesisir pantai itu sendiri.
Sedangkan Riku yang merasakan All Might sudah pergi dari pantai ini langsung saja ia mulai berbicara pada Schwi dengan santainya.
'bagaimana menurutmu mengenai aktingku, Schwi ?' batin Riku sambil tersenyum pada Schwi.
[2/10 bahkan Kakak tidak terlihat seperti berakting saat ini] ucap Schwi dengan tenangnya berbicara pada Riku saat ini.
[lagipula kenapa kakak berbohong pada All Might mengenai umur mu yang akan berkurang karena Quirk mu itu ?] tanya Schwi yang mengganti topiknya pada Riku tentang dirinya yang sedang berbohong pada All Might.
'tentu saja aku berbohong, lagipula aku melakukan itu agar dia lebih fokus pada Midoriya dari pada aku itu saja' batin Riku yang mendengar Schwi mengganti topiknya.
[lalu.. apa rencanamu, Kakak ?] tanya Schwi dengan suara lembut pada Riku.
'tentu saja menunggu All for One tumbang dan segera membunuhnya simpel bukan ? dan tujuanku saat ini yaitu bersantai sambil menunggu waktu itu tiba' batin Riku yang saat ini memberitahukan tujuannya pada Schwi sambil tersenyum.
[....]
'Schwi ?' batin Riku yang tidak mendengar suara Schwi setelah ia menjawab pertanyaannya.
[kalau begitu semangat, Kakek..] ucap Schwi yang saat ini sedang mengejek tentang umurnya Riku.
'kamu ini..' batin Riku yang sedikit kesal karena ejekannya Schwi, meskipun begitu ia tetap tersenyum sambil melanjutkan kegiatannya yaitu menikmati pemandangan ditepi pantai.
__ADS_1
---
Sedangkan disekolah tepatnya siang hari ini tiba tiba saja Aizawa mengumumkan sesuatu yang membuat Midoriya dan yang lainnya terkejut ketika mendengar berita ini.
"mulai hari ini Nura Riku mengundurkan diri dari sekolah ini.. " ucap Aizawa yang saat ini tangannya sedang diperban karena kejadian para Villain yang menyerang mereka kemarin.
"APA !!" ucap meraka yang tidak percaya dengan berita ini, begitu juga Midoriya dan Tsuyu yang jelas melihat Riku marah waktu itu.
Tentu Midoriya yang mendengar ini langsung berdiri dari tempat duduknya karena terkejut ketika mendengar Riku keluar dari UA tanpa alasan yang pasti.
"lalu Aizawa-Sensei.. kenapa Riku-San keluar dari sekolah ? tidak mungkin dia keluar tanpa sebab bukan ?" tanya Hagakure yang khawatir dengan keadaannya Riku, begitu juga dengan yang lainnya.
"yahh mana mungkin ketua kelas keluar dari sekolah karena kejadian kemarin, bukan ?" tanya Kirishima yang langsung berdiri dari tempat duduknya.
Sedangkan Momo, Jirou, Mina, Uraraka dan Iida yang mendengar ini tentu ikut menganggukkan kepala mereka yang setuju dengan perkataannya Kirishima.
"itu.." sebelum Aizawa menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja pintu kelas terbuka dan menampilkan sosok All Might disana.
"biar aku saja yang memberitahukan ini pada mereka, Aizawa-Sensei" sahut All Might yang masuk sambil membawa koper ditangannya.
"All Might !!" teriak seluruh murid yang terkejut ketika melihat All Might datang kekelas saat ini.
Sedangkan Aizawa yang melihat ini langsung saja menganggukkan kepalanya dan membiarkan All Might menjelaskan semua hal yang terjadi pada Riku.
"All Might.. apa yang terjadi pada Riku ?" tanya Midoriya yang khawatir dengan keadaan Riku, begitu juga dengan yang lainnya.
"sebelum aku menjelaskan keadaannya Riku-Shounen.. bisakah kamu kemari sebentar Midoriya-Shounen ? ada sesuatu yang ingin aku berikan dulu padamu sebelum memberitahukan keadaannya Riku-Shounen.. " ucap All Might yang melihat kearah Midoriya dengan sayu sambil meletakkan koper dengan ukuran panjang didepan meja guru.
Tentu Midoriya yang mendengar ini segera berjalan kearah All Might dan mulai menyentuh koper itu sebelum membukanya.
Langsung saja ia melihat kearah All Might dengan ragu ragu, melihat ini All Might hanya menganggukkan kepalanya saja pad Midoriya untuk segera membuka kopernya.
Tentu Midoriya yang melihat ini segera membuka koper pemberian All Might padanya.
"i.. ini.." gumam Midoriya yang terkejut ketika melihat isi koper itu, begitu juga dengan yang lainnya sebab apa yang ada disana.
"benar.. ini adalah katananya Riku-Shounen.. dan katana ini akan menjadi milikmu mulai sekarang.. Midoriya-Shounen.. " ucap All Might yang melihat Midoriya terkejut dengan Katana dagingnya Riku.
__ADS_1
"a.. apa.." gumam Midoriya yang membelakkan matanya ktika mendengar ucapan All Might.
"katana ini dibuat dari Quirknya Riku-Shounen.. dan dia mengorbankan umurnya untuk membuatkan katana ini untukmu.. Midoriya-Shounen.."