
Seminggu telah berlalu dan saat ini Riku sedang duduk diteras gubuknya sambil meminum teh yang sempat ia beli ketika perjalanan pulang waktu itu.
Terlihat kalau Riku saat ini tidak sendirian saat ini ia juga bersama dengan seseorang yang ia kenal yaitu Pro Hero No 1, All Might atau yang Riku kenal sebagai Toshinori Yagi tentu Toshinori juga ikut meminum teh buatannya Riku.
"jadi.. bagaimana dengan hasil tesnya Midoriya ?" ucap Riku dengan santainya sambil meminum tehnya dengan perlahan.
"yah.. tentu saja ia lulus, bagaimana mungkin penerusku tidak akan lulus dari ujiannya itu" ucap Toshinori dengan bangga melihat anak didiknya telah lulus ujian itu.
"seperti yang aku duga, tapi aku yakin kalau nilainya itu tidak lebih dari 60 bukan ?" lanjut Riku sambil meletakkan gelasnya diatas meja.
Sedangkan Toshinori yang mendengar ini langsung saja menatap kearah Riku dengan wajah terkejut, sedangkan Riku yang melihat ini mulai bertanya kembali padanya.
"nilainya tidak lebih dari 60 bukan ?" tanya Riku dengan ragu ragu ketika melihat raut wajahnya.
"lebih tepatnya 60 poin dalam poin Rescuenya.." balas Toshinori sambil meminum teh miliknya.
"ha.. tentu saja kau memberikan Quirk mu tepat dihari ujiannya, siapa yang akan berpikir kalau Midoriya akan menggunakan kekuatannya tepat dihari ujiannya ketika ia baru saja mendapatkan kekuatannya" sahut Riku sambil melanjutkan minum tehnya hingga habis.
"ahahah.." tawa Toshinori dengan canggung ketika mendengar ini dari mulut pedasnya Riku.
"lalu.. untuk apa anda kemari tuan simbol perdamaian" lanjut Riku sambil mengejek gelarnya Toshinori tepat dihadapannya.
"tentu saja untuk memberikan surat ini secara langsung kepadamu" balas Toshinori sambil memberikan surat dari UA untuknya.
"ma.. maaf Toshinori-San aku bukan pecinta sesama jenis" ucap Riku sambil sedikit menjauhkan dirinya dari Toshinori.
"BUKAN SEPERTI ITU RIKU-SHOUNEN !! INI ADALAH SURAT PEMBERITAHUAN DARI UA !!" teriak Toshinori dengan panik sambil memberikan suratnya pada Riku.
"HAHAHAH.. Toshinori-San lihat lah dirimu kau terlihat sangat panik saat ini" ucap Riku sambil tertawa terbahak bahak ketika melihat Toshinori panik.
Sedangkan dia yang melihat ini hanya bisa menahan rasa kesalnya pada anak didiknya yang satu ini, meskipun begitu ia harus tetap berterima kasih pada Riku karena sudah membantu penerusnya.
"ha.. meskipun begitu.. tetap saja aku harus berterima kasih padamu karena telah membantu Midoriya-Shounen dalam latihannya" sahut Toshinori sambil membungkukkan badannya pada Riku.
"santai saja Toshinori-San.. lagipula ia adalah teman pertamaku, setelah aku masuk kedalam sekolah bersamanya ketika jaman SMP" ucap Riku sambil mengingat masa lalunya ketika jaman SMP nya pada Toshinori.
"sepertinya kau memiliki masalahmu sendiri ya.. Riku-Shounen" ucap Toshinori sambil menghabiskan tehnya.
"yahh.. benar benar masa yang sulit, meskipun begitu aku tetap berjalan dijalan yang aku tempuh hingga saat ini" gumam Riku sambil melihat kearah langit yang saat ini terlihat sangat cerah hari ini.
"hmm.. teruskan apa yang kau yakini Riku-Shounen, jangan sampai kau menyesal dihari berikutnya, kalau begitu aku pergi dulu" balas Toshinori sambil memberikan kata kata semangat pada Riku lalu segera berdiri dari kursinya.
__ADS_1
"apa kau akan pergi ?" tanya Riku ketika melihat Toshinori berdiri dari kursinya.
"yahh.. aku masih ada beberapa urusan jadi sampai jumpa disekolah" balasnya sambil melambaikan tangannya pada Riku dan mulai pergi dari rumahnya sambil berjalan.
"sampai jumpa.. tunggu sekolah ?" tanya Riku yang bingung dengan perkataannya Toshinori ketika dirinya sedang melambaikan tangannya.
Melihat Toshinori sudah pergi langsung saja dia membuka suratnya, ketika Riku membuka suratnya tiba tiba saja sebuah speaker kecil jatuh dari surat itu dan langsung memproyeksi sebuah video dengan All Might yang saat ini sedang berada didalam video itu.
"Riku-Shounen, selamat karena sudah diterima di SMA UA ini, kau telah melebihi ekspetasi kami dalam tes menulis maupun tes praktik, selama tes praktikmu kau telah cukup mengalahkan Villian dengan 74 poin.
Namun bukan hanya itu saja poin pentingnya, selama tes praktik ini kau telah menyelamatkan seorang peserta dalam tes praktik ini maka dari itu kau mendapatkan 16 rescue poin dan menjadimu seseorang dengan nilai praktik paling tinggi UA tahun ini.
sekarang kemarilah Riku-Shounen, this is your hero academia"
Setelah selesai mengatakan itu langsung saja video itu berhenti, disisi lain Riku yang melihat ini hanya bisa menganga karena apa yang dia lihat saat ini benar benar membuatnya terkejut.
"EEHHHH !! JADI DIA ADALAH GURU DISANA !!"
---
Satu bulan telah berlalu dan saat ini Riku sedang berada di kaki gunung untuk melatih Quirk Demon Sword nya, terlihat kalau ada beberapa mata pedang katana mulai keluar dari sekujur tubuhnya.
Disisi lain Riku yang saat ini sedang mengeluarkan mata pedangnya, lalu segera Riku menarim kembali mata pedang itu kembali kedalam tubuhnya dengan cepat.
"seharusnya besok sudah mulai masuk sekolah bukan ? mungkin sebaiknya aku membeli beberapa makanan untuk bekal nanti, sepertinya persediaan kebutuhan ku sudah habis bulan ini.. " lanjut Riku sambil mengambil bajunya dan mulai memakai kembali bajunya lalu segera pergi kembali kegubuknya dan mulai berbelanja kebutuhan pokoknya hari ini.
---
Keesokan harinya terlihat kalau Riku sedang berjalan kesekolah dengan seragam abu beserta celana abu khas milik sekolah UA tersebut.
Ketika sedang berjalan menuju kelasnya tiba tiba saja ia melihat sebuah kantong tidur dengan pria terlihat pucat didalamnya sedang berdiri didepan kelas 1- A tempat Riku belajar nantinya.
"hmm.. perlu waktu 8 detik untuk membuat kalian semua diam, lalu kau yang disana cepat kedalam kelas ada sesuatu yang ingin aku umumkan pada kalian semua" sahut pria itu sambil menunjuk Riku untuk segera masuk kekelas.
Tentu Riku yang melihat ini hanya menganggukkan kepalanya saja dan segera berjalan kedalam kelasnya dan segera duduk dikursi yang masih kosong disana.
Ketika Riku masuk tentu dia menjadi sorotan bagi beberapa orang karena mereka tahu kalau Riku adalah orang yang menempati posisi pertama dalam ujian masuk tahun ini.
Tentu sebagian dari mereka ada yang terkejut ketika melihat sosok Riku terutama Midoriya, gadis headset dan juga gadis kepang hitam itu.
sebab hampir satu kelas tahu kalau Riku lah yang telah mengalahkan robot raksasa itu dengan mudahnya ketika ujian praktik sedang berlangsung.
__ADS_1
"baiklah.. aku adalah wali kelas kalian, Aizawa Shouta, senang bertemu dengan kalian" sahut Aizawa sambil memperkenalkan dirinya pada mereka semua.
Sedangkan para murid mulai melihat Aizawa dan satu sama lainnya, mereka semua berpikir satu hal yang sama, bagaimana bisa pria lesu ini adalah seorang pro hero.
Sedangkan Riku sendiri tidak memperdulikan pandangan mereka mengenai wali kelas mereka, namun yang pasti Riku merasa kalau Quirk wali kelasnya ini mungkin akan cukup merepotkan bagi mereka.
Disisi lain Aizawa langsung saja mengambil baju olahraga UA dari balik kantong tidurnya dan segera memberitahukan sesuatu pada mereka semua.
"mungkin ini mendadak, tapi ambil baju ini dan segera pergi kelapangan, akan kutunggu disana" ucap Aizawa sambil meletakkan baju olahraganya diatas mejanya lalu segera pergi kelapangan sekolah,
Tentu hal ini membuat para murid dalam keadaan bingung dengan tingkah wali kelasnya kecuali Riku yang saat ini langsung berdiri lalu segera mengambil bajunya dan segera mengganti pakaiannya diruang ganti yang sempat ia lihat dijalan.
"Ri.. Riku-San tu.. tunggu aku.." ucap Midoriya yang melihat Riku mengambil baju olahraga langsung mengikutinya, begitu juga dengan yang lainnya.
---
Beberapa saat kemudian terlihat kalau para murid dan juga Riku sedang menggunakan baju olahraga mereka, saat ini mereka semua sedang berada dilapangan sekolah bersama dengan Aizawa wali kelas mereka.
"tch.. ini tidak nyaman aku merindukan haoriku" gumam Riku yang saat ini tidak nyaman dengan baju olahraganya.
Tentu beberapa dari teman sekelasnya mulai menatap Riku dengan penasaran akan apa yang diucapkannya namun tiba tiba saja seseorang yang dia kenal mulai berbicara padanya.
"Riku-San kau harus bersabar" bisik Midoriya ketika mendengar dirinya.
"ahh.. Midoriya apa kau kenal dengannya ?" tanya gadis berambut cokelat yang sedang berbicara dengannya.
"ah.. U.. Uraraka-San.. i.. itu.. y.. ya" balas Midoriya dengan wajah memerah karena gugup ketika berbicara dengan seorang wanita.
"kau terlihat gugup lohh.. Midoriya.." gumam Riku dengan wajah datar ketika melihat kegugupannya Midoriya ketika berbicara dengan seorang wanita.
"baiklah.. karena kalian semua ada disini maka aku akan mengadakan Tes Kepandaian Quirk kalian.." ucap Aizawa sambil mengumumkan sesuatu pada mereka semua.
Sedangkan Riku dan yang lainnya yang mendengar ini tentu saja terkejut karena mereka harus melakukan sebuah tes dari pada harus mengikuti upacara penerimaan.
"lalu bagaimana dengan upacara peneriamaannya dan orientasi nya ?" tanya Uraraka yang bingung dengan perkataannya Aizawa.
"jika kalian ingin menjadi seorang Hero, maka kalian tidak harus mengikuti acara seperti itu, itu hanya akan membuang waktu kalian saja" balas Aizawa dengan acuh ketika mendengar pertanyaannya Uraraka.
'sudah kuduga dari sekolah terpopuler' batin Riku ketika mendengar jawaban Aizawa.
"lalu jika kalian mendapatkan nilai rendah saat dites maka kalian akan dikeluarkan dari sekolah ini" lanjut Aizawa sambil tersenyum menyeringai pada mereka semua.
__ADS_1
"ha ?"