Di Dunia Anime Dengan System

Di Dunia Anime Dengan System
Sebuah Pertemuan & Membantu Midoriya


__ADS_3

Beberapa saat telah berlalu, terlihat kalau Riku saat ini sedang berada digubuknya, terlihat kalau didepannya saat ini ada beberapa kayu, paku dan juga triplek yang merupakan pesanannya yang baru saja sampai.


"ha.. akhirnya pesananku sampai juga" gumam Riku sambil melihat kearah beberapa kayu tersebut dengan senangnya.


"kalau begitu.. waktunya kita memperbaiki gubuk ini" gumam Riku sambil mengikat lengan haorinya dengan tali tepat dibelakangnya.


 


3 jam kemudian


Terlihat kalau gubuk yang sebelumnya terlihat rapuh saat ini mulai berubah menjadi sebuah rumah sederhana yang enak dipandang oleh orang orang disekitar rumahnya.


Melihat ini Riku langsung saja mulai mengelap keringatnya ketika dirinya sudah selesai dengan pekerjaannya saat ini.


"ha.. selesai juga" ucap Riku dengan senang ketika melihat hasil jerih payahnya sudah terbayar dengan bangunan yang terlihat bagus kali ini.


"ohh.. gubuk yang bagus" ucap seseorang sambil menilai gubuk yang baru saja Riku betulkan.


Sedangkan Riku yang mendengar ini langsung saja menoleh kearah suara itu, dapat dilihat kalau orang yang baru saja menilai gubuknya adalah seorang pria kurus berambut kuning sambil menggunakan baju olahraganya.


"ahh.. terima kasih.. tuan ? " ucap Riku sambil menatap kearah pria itu.


"kau bisa memanggilku Toshinori" ucap Toshinori sambil mengacungkan jempolnya pada Riku.


"baiklah, Toshinori-San.. lalu kenapa kau berada disini" tanya Riku yang melihat kalau Toshinori sedang berjalan kearahnya dengan santainya tanpa memperdulikan penampilannya.


"ahh.. aku sedang melatih muridku saja, dan kebetulan aku melihat kalau gubuk tua itu akhirnya ada seseorang yang mau menempatinya itu saja.. " balas Toshinori sambil melihat lihat gubuknya Riku dan mulai berdiri disampingnya.


"ehh.. Toshinori-San sebenarnya sebelum gubuk ini diperbaiki pun aku sudah tinggal disini sejak lama" sahut Riku sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal ketika mendengar kalau gubuknya baru saja ditempati olehnya.


"APAA !!" teriak Toshinori yang terkejut ketika mendengar kalau Riku sudah lama tinggal digubuk ini.


"hahaha..." tawa canggung Riku ketika melihat Toshinori terkejut akan kebenarannya.


Namun ketika mereka sedang mengobrol tiba tiba saja terdengar suara dari kejauhan sedang memanggil Toshinori dengan sebutan yang berbeda.


"ALL MIGHT !!" teriak remaja yang seumuran dengan Riku dengan rambut berwarna hijau gelap sambil berlari kearah mereka.


"All Might ?" gumam Riku sambil menatap kearah Toshinori yang saat ini sedang menepuk keningnya ketika mendengar nama Pro Hero No 1.


Terlihat kalau dia mencoba untuk memberitahukan remaja itu dengan memberitahukan remaja itu untuk diam sementara.


"ahh.. Ri.. Riku-San.. humph" ucap remaja itu namun tiba tiba saja mulutnya ditutupi oleh Toshinori dengan panik.


"ahh.. mungkin anak ini sedang melihat A.. All Might lompat dibangunan sana.." ucap Toshinori yang panik sambil menunjukkan kearah gedung yang berada jauh disana.


Sedangkan Riku yang mendengar ini hanya menatap mereka berdua dengan datar saja, karena ia tahu kalau Toshinori saat ini sedang berbohong dihadapannya.


"All Might.. tidak baik kalau kau berbohong lohh.. apalagi didepan muridmu bukan ?" ucap Riku sambil menepuk keningnya ketika melihat Pro Hero No 1 berbohong didepannya.

__ADS_1


Sedangkan Toshinori dan Midoriya yang mendengar ini hanya bisa terkejut dengan perkataannya Riku, langsung saja Riku mengajak mereka kedalam gubuknya.


"kalau begitu.. bagaimana kalau kita kedalam dulu tuan Simbol Perdamaian" ucap Riku sambil menekan gelarnya pada Toshinori dan segera menuntun mereka berdua kedalam gubuk sederhananya.


Sedangkan Toshinori dan Midoriya yang mendengar ini hanya menganggukkan kepalanya dengan keringat dingin ketika identitas Toshinori ketahuan, langsung saja mereka mengikuti Riku kedalam gubuknya.


 


"be.. begitulah.." ucap Midoriya yang menjelaskan semuanya tentang pertemuan pertamanya dengan All Might lalu menjadi penerusnya sampai berlatih bersamanya untuk mendaftar ke SMA UA.


"hmm.. jadi begitu" gumam Riku sambil mengelus dagunya ketika mendengar cerita Midoriya sebelemnya.


"jadi Riku-Shounen.. bisakah kamu merahasiakan ini dari yang lainnya ?" tanya Toshinori sambil menatap kearah Riku dengan wajah seriusnya.


"tentu saja.. lagipula untuk apa aku harus membicarakan ini pada orang lain.. justru yang ada mereka akan menganggap ku seorang Villian lalu segera melaporkan hal ini pada kepolisian karena tuduhan palsu karena aku berbohong" balas Riku dengan santainya menjawab pertanyaan Toshinori sambil mengangkat kedua bahunya.


Sedangkan Toshinori dan Midoriya yang mendengar ini hanya bisa tertawa canggung saja ketika mendengar pernyataan Riku yang terdengar sangat menyinggung dirinya.


"yahh.. aku tidak menyangka kalau temanku ini adalah penerusmu, lalu sudah sampai mana pelatihanmu ini Midoriya ?" tanya Riku sambil menatap kearah Midoriya dengan wajah datarnya, sebab jika ia tersenyum itu justru akan membuat beberapa orang ketakutan dengan wajahnya.


"a.. ah.. ba.. baru satu b.. bulan" balas Midoriya sambil menundukkan kepalanya dengan malu ketika memberitahukan ini padanya.


Sedangkan Riku yang mendengar ini segera menganggukkan kepalanya lalu segera berdiri dari kursinya hingga membuat Toshinori dan Midoriya menatap Riku dengan tatapan bingung mereka.


"kalau begitu biar aku membantumu dalam pelatihan ini" sahut Riku sambil berjalan kearah meja belajarnya sambil mengambil pedang kayu danau toya miliknya.


"hmm.. tentu saja.. lagi pula aku juga ingin mewariskan teknik pernafasanku padamu, agar tubuhmu dapat menampung warisannya All Might" sahut Riku sambil meletakkan pedang kayunya dipinggangnya.


"teknik pernafasan ?" tanya Midoriya dan Toshinori ketika mendengar nama teknik ini dari mulutnya Riku.


"yahh.. dengan teknik ini kau bisa membuat tubuhmu menjadi kuat hanya dengan mengontrol pernafasanmu itu" balas Riku sambil menjelaskan teknik pernafasannya pada mereka berdua.


"ohh.." ucap Midoriya dan juga Toshinori ketika mendengar ini dari mulutnya Riku


"bukan hanya itu saja masih ada banyak lagi keuntungan yang kau dapatkan ketika mempelajari teknik pernafasan ini, dengan teknik ini mungkin kau bisa menjadi seperti apa yang kau inginkan, Midoriya" lanjut Riku sambil memberikan motivasi pada Midoriya.


Tentu Midoriya yang mendengar ini mulai mendapatkan pencerahan dengan perkataannya Riku dan segera menatapnya dengan percaya diri akan latihannya kali ini.


"ba.. baiklah kalau begitu, mohon bantuannya Riku-San" balas Midoriya dengan percaya dirinya ketika mendengar ini dari Riku.


Sedangkan Toshinori yang melihat kedua anak muda ini mulai tersenyum senang karena Midoriya mungkin akan mendapatkan rekan kerjanya nanti jika bersama dengan Riku.


"hmm.. kalau begitu tunggu apa lagi ayo kita pergi" balas Riku sambil berjalan melewati mereka berdua dan segera pergi kearah pantai kotor itu.


"ha ?"


 


Saat ini mereka bertiga sedang berada dipantai tempat biasanya Midoriya berlatih bersama dengan All Might, terlihat kalau saat ini Midoriya sedang mendorong kulkas bekas itu dengan seluruh kekuatannya.

__ADS_1


Bahkan kulkas bekas itu pun tidak terlihat terdorong sedikitpun, disisi lain All Might dan juga Riku yang melihat ini hanya bisa menghela nafas saja ketika melihat ini.


"ha.. sepertinya akan sulit, lalu aku harus memanggilmu apa All Might atau Toshinori-San ?" tanya Riku sambil melirik kearah Toshinori ketika bingung harus memanggilnya dengan sebutan apa.


"kau bisa memanggilku Toshinori seperti biasanya Riku-Shounen" balas Toshinori sambil mengacungkan jempolnya pada Riku.


"baiklah.. lalu bisakah aku melihat daftar pelatihan yang kau buat untuknya" ucap Riku sambil menunjuk kearah Midoriya yang saat ini sedang terbaring diatas pasir.


"tentu.." langsung saja Toshinori memberikan daftar pelatihannya Midoriya pada Riku.


Tentu Riku yang melihat ini segera mengambilnya, dapat dilihat kalau nama daftar pelatihannya Midoriya jelas terpampang disana.


"Incar Kelulusan Dengan Rencana Impian Amerika.. uwahh.. betapa noraknya nama ini.." gumam Riku sambil melihat nama daftar pelatihannya Midoriya dengan nada tidak percayanya.


Sedangkan Toshinori yang mendengar kata norak dari Riku hanya bisa terdiam karena perkataan Riku sangat tajam hingga menusuk dirinya.


"hmm.. Toshinori-San bisakah jadwal paginya diganti dengan pelatihan teknik pernafasan milikku, sebab jika aku melatihnya disore hari mungkin akan memperlambat pelatihannya nanti" ucap Riku sambil melihat lihat daftar pelatihannya Midoriya.


"tentu saja !! aku tidak keberatan !!" balas Toshinori sambil berubah kewujud All Might nya.


"u.. uwahh Mode Machonya keluar.." gumam Riku sambil melihat Toshinori dengan bentuk Macho nya.


"KHUUEEGHH !!"


Mendengar ini langsung saja Toshinori mulai batuk darah hingga berubah kembali menjadi manusia kurusna, Riku sendiri tidak mempedulikannya dan segera berjalan kearah Midoriya yang saat ini sedang mendorong kulkasnya itu.


"oii.. Midoriya bisakah kau berhenti sebentar !!" teriak Riku sambil berjalan kearahnya.


Sedangkan Midoriya yang mendengar ini segera menghentikan kegiatannya dan segera berjalan kearah Riku yang saat ini sedang berjalan kearahnya.


"ada apa Riku-San ?" tanya Midoriya ketika mendengar Riku memanggilnya.


"mulai besok pagi aku ingin kau datang kerumahku setiap harinya, aku sudah mendapatkan izin dari All Might untuk mengganti pelatihan pagimu mulai jam 04:00 pagi" ucap Riku yang membuat Midoriya terkejut ketika mendengarnya.


"la.. lalu bagaimana dengan ini ?" tanya Midoriya sambil melihat beberapa tumpukan sampah dipantai ini.


"tenang saja.. aku juga akan membantu walau hanya sebagiannya saja" balas Riku dengan santainya berbicara itu pada Midoriya.


Sedangkan Midoriya yang mendengar ini langsung saja menghela nafas lega karena Riku akan membantunya dalam membersihkan sampah sampah ini, walau hanya sebagian saja.


"baiklah kalau begitu sampai jumpa besok pagi" balas Riku sambil berjalan pergi dan mulai meninggalkan siluet angin dibelakangnya.


Tentu hal ini membuat Midoriya terkejut dengan kecepatannya Riku, begitu juga dengan Toshinori sendiri yang melihat ini dari kejauhan.


"a.. apa itu ? apa itu teleportasi.. atau apa.. se.. sebaiknya aku bertanya pada Riku besok dan mencatatnya" gumam Midoriya sambil mengucapkan kata kata aneh dengan cepat dari mulutnya.


Disisi lain Toshinori yang melihat kecepatan Riku hanya bisa membelakkan matanya saja sambil bergumam.


"anak itu.."

__ADS_1


__ADS_2