Di Dunia Anime Dengan System

Di Dunia Anime Dengan System
Terbongkarnya Rahasia Riku & Motivasi Untuk Midoriya


__ADS_3

"ma.. maafkan aku Riku-San" gumam Hagakure yang saat ini sedang membungkukkan badannya pada Riku.


Terlihat kalau wajahnya Riku saat ini sedang memiliki sebuah bekas tamparan tepat dipipi kirinya, dan bekas tamparannya itu terlihat sangat jelas memerah disana.


"tidak apa apa Hagakure-San.. lagipula cepat atau lambat rahasia ini akan terbongkar juga.." balas Riku yang saat ini sedang menahan rasa sakit karena tamparan para gadis itu.


"y.. ya dari pada itu bagaimana kalau kita makan direstoran terdekat saja, bukankah kamu lapar Riku-San ?" tanya Kirishima yang saat ini mencoba untuk menenangkan suasana karena kejadian sebelumnya.


Sedangkan Mina, Iida dan Momo hanya menganggukkan kepalanya yang setuju dengan perkataannya Kirishima.


"ti.. tidak apa apa Kirishima.. aku hanya ingin pulang dan segera mengkompres pipiku ini.." balas Riku sambil memegang pipinya yang merah saat ini.


"ka.. kalau begitu.. ak.. akan kubantu" sahut Hagakure yang saat ini merasa bersalah karena menampar Riku terlalu keras, apalagi para perempuan juga ikut menamparnya.


"Ha.. Hagakure-San a.. aku mohon biarkan saja.. lagipula ini salahku karena harus merahasiakan ini dari kalian.." ucap Riku yang menolak permintaannya dengan gugup.


"a.. apa kau yakin ?" tanya Hagakure dengan panik ketika melihat Riku menolak permintaannya.


"ti.. tidak apa.. apa, kalau begitu aku pergi dulu.." ucap Riku yang membungkukkan badannya pada mereka lalu segera pergi kerumahnya dengan cepat.


"Rik.. Riku-San tunggu aku !!" teriak Midoriya yang mulai mengejar Riku didepannya.


Sedangkan mereka yang melihat Riku dan Midoriya pergi hanya bisa terdiam sambil merasa bersalah dengan kejadian sebelumnya.


"a.. anu.. bu.. bukankah kita berlebihan ?" tanya Uraraka yang melihat Riku pergi dengan terburu buru.


"ak.. aku rasa ki.. kita memang berlebihan pada Riku-San.." gumam Momo yang merasa bersalah karena telah menamparnya dengan keras.


"ba.. bagaimana kalau kita mengikutinya ? aku sedikit khawatir dengan keadaannya" tanya Kirishima yang saat ini khawatir dengan keadaan Riku.


"ide bagus semuanya, kalau begitu ayo kita ikuti mereka" balas Iida yang setuju dengan idenya Kirishima, begitu juga dengan yang lainnya.


Setelah mereka bertujuh setuju langsung saja mereka mulai mengikuti Riku dan juga Midoriya dari kejauhan agar tidak ketahuan.


 


Sedangkan digubuk tempat tinggal Riku, terlihat kalau Riku dan Midoriya saat ini sedang duduk diluar gubuk dengan secangkir teh yang telah dibuat oleh Midoriya.


Tentu suasana disana sangat canggung karena Midoriya sudah membeberkan rahasianya Riku tanpa seizinnya terlebih dahulu.


"sekali lagi aku minta maaf Riku-San.." gumam Midoriya sambil membungkukkan badannya pada Riku yang saat ini pipinya sedang dipasang kompres.


Sedangkan Riku hanya bisa menghela nafas sambil meminum tehnya dengan perlahan saja, setelah selesai langsung saja ia mulai angkat bicara pada Midoriya.


"Midoriya.. berapa kali aku harus mengatakan ini padamu.. aku baik baik saja.. dan kenapa kau masih memanggilku dengan sufik ? Riku juga tidak apa apa kok.." ujar Riku sambil menghela nafas ringan ketika mendengar Midoriya selalu meminta maaf dan juga memanggilnya dengan sufik setiap hari.

__ADS_1


"ba.. baiklah, Ri.. Riku.." gumam Midoriya lalu segera meminum tehnya.


"nah.. gitu dongg.. kan enak didengarnya.." balas Riku sambil tersenyum ketika mendengar Midoriya memanggil namanya.


"lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang, Riku ?" tanya Midoriya yang saat ini sedang melihat kearah Riku.


"hmm.. entahlah.." gumam Riku yang mulai menutup matanya sambil menikmati hembusan angin sorenya saat ini.


Sedangkan Midoriya yang mendengar ini hanya bisa terdiam lalu segera menatap kearah langit yang terlihat sudah berwarna jingga, dikarenakan matahari akan terbenam hari ini.


"kalau begitu aku bertanya padamu, Midoriya.." gumam Riku yang saat ini masih menikmati hembusan anginnya.


Sedangkan Midoriya yang mendengar ini segera menoleh kearah Riku dengan penasaran.


"apa yang akan kamu lakukan sekarang ?" tanya Riku dengan pertanyaan yang sama dengan yang diucapkan Midoriya barusan.


"i.. itu.." gumam Midoriya yang saat ini tertegun dengan pertanyaannya Riku.


Ketika Midoriya sedang kebingungan dengan pertanyaannya Riku, tiba tiba saja kepalanya dipukul oleh Riku dengan pedang kayu yang ada digenggamannya saat ini.


"aduhh.." gumam Midoriya yang saat ini sedang memegang kepalanya yang sakit karena pukulannya Riku, lalu segera melihat kearah Riku yang saat ini sedang menatapnya.


"kau terlalu lama dalam mengambil keputusan Midoriya, seharusnya kau bisa menjawab pertanyaan itu dengan mudah" sahut Riku yang menjelaskan ini pada Midoriya yang saat ini sedang kesakitan karena pukulannya.


"hal itu terjadi karena kamu terlalu ragu dalam mengambil sebuah keputusan Midoriya, kau memiliki kemampuan untuk mengingat Quirk orang lain baik itu kelebihannya maupun kekurangannya, apalagi kamu itu pintar.." lanjut Riku sambil menjelaskan kekurangan Midoriya dalam ujian pertempuran sebelumnya.


"itu.." gumam Midoriya yang saat ini sedang memegang dadanya ketika mendengar penjelasan Riku mengenai impiannya.


"baiklah.. tunggu apa lagi.. ayo cepat lakukan rutinitas harianmu, aku diminta olehnya untuk tidak mengendorkan latihanmu" sahut Riku sambil menepuk nepuk punggungnya Midoriya untuk segera berlatih hari ini.


"i.. iya" balas Midoriya yang saat ini mulai berdiri lalu segera masuk kedalam gubuknya Riku untuk berganti pakaian.


Sedangkan Riku yang melihat ini hanya menggelengkan kepalanya saja sambil meminum tehnya dengan perlahan.


"ha.. sudah kuduga ini hambar.." gumam Riku yang melihat teh buatannya Midoriya.


Namun yang tidak disadari oleh Riku dan Midoriya saat ini yaitu ada beberapa orang yang sedang mengintip kegiatan mereka berdua saat ini.


Terlihat kalau yang mengintip mereka berdua saat ini adalah Iida, Kirishima, Hagakure, Momo, Uraraka, Jirou dan juga Mina yang sangat ini sedang mengkhawatirkan keadaannya Riku.


"kita kemari ingin melihat keadaannya Riku-San, tapi sepertinya dia baik baik saja.." gumam Jirou yang saat ini sedang menggunakan Quirknya yaitu Earphone Jack untuk menguping pembicaraan Riku dan juga Midoriya,


Sedangkan Kirishima dan Mina hanya menganggukkan kepalanya saja yang setuju dengan perkataannya Jirou, begitu juga dengan yang lainnya.


"tapi aku masih tidak menyangka kalau Riku-San yang melatih Midoriya hingga sekuat itu.." gumam Iida yang melihat kedekatan Riku dan juga Midoriya saat ini.

__ADS_1


"kau benar.. mereka terlihat seperti guru dan murid padahal umur mereka sama.." gumam Momo yang saat ini kagum dengan sikapnya Riku, bahkan ada sedikit rona merah dipipinya.


"tapi kenapa Riku-San tinggal digubuk itu, apa dia tinggal disana sendirian selama ini ?" tanya Mina yang melihat Riku tinggal digubuk itu, meskipun gubuk itu terlihat bagus namun tetap saja itu gubuk.


Tentu mereka yang mendengar ini hanya bisa terdiam lalu menatap kearah Riku dengan perasaan bersalah ketika mengingat kejadian sebelumnya.


Namun ketika mereka sedang menguping pembicaraan Riku dan Midoriya, tiba tiba saja dibelakang mereka ada seseorang yang sedang mengikuti mereka tanpa mereka sadari.


 


Sementara itu terlihat kalau Riku sendiri sedang meminum teh nya sambil menunggu Midoriya berganti pakaiannya, namun tiba tiba saja ia mendengar suara teriakan seseorang yang ia kenal dari kejauhan.


"Riku-Shounen !!" teriak All Might yang saat ini sedang dalam wujud machonya.


Tentu Riku yang mendengar ini segera menoleh kearah All Might, namun sebelum ia menyapa All Might tiba tiba saja Riku menyemburkan teh yang baru saja ia minum.


Terlihat kalau All Might saat ini sedang membawa sekotak kue didalamnya, namun bukan itu yang membuat Riku terkejut melainkan teman temannya yang dibawa All Might saat ini.


"pffttt.. uhukk.. uhukk.. Al.. All Might-Sensei kenapa kau kemari ? kalian juga ?" tanya Riku yang menyemburkan tehnya ketika melihat kearah All Might dan juga teman temannya.


"ALL MIGHT !!" teriak Midoriya dari dalam ketika mendengar All Might dari mulutnya Riku, langsung saja dia keluar dari gubuk Riku dengan baju olahraganya.


"SEMUANYA !!" lanjut Midoriya yang kembali berteriak ketika melihat teman temannya sedang berada dikediamannya Riku dengan All Might.


"yahh.. Riku-Shounen, Midoriya-Shounen, kami kemari untuk menjenguk Riku-Shounen karena masalah sebelumnya, maaf tidak bisa membantumu.. " sahut All Might sambil memberikan kotak kuenya pada Riku sambil bergumam bagian terakhirnya.


"ahh.. tidak apa apa All Might.. seharusnya kau tidak perlu repot repot kemari hanya untuk memberikan ini, bukankah kamu sibuk hari ini ?" tanya Riku yang menerima kuenya dengan khawatir akan keadaannya All Might yang sedang memaksakan dirinya saat ini.


"kau tenang saja Riku-Shounen aku masih memiliki waktu untuk menjenguk mu, namun karena kalian semua sudah ada disini maka aku permisi dulu" ucap All Might yang melambaikan tangannya pada mereka sambil tersenyum, setelah itu langsung saja ia pergi dengan melompat kegedung yang ada didepan mereka saat ini.


Tentu hal ini membuat Midoriya dan yang lainnya terdiam dengan lompatannya All Might, kecuali Riku yang sudah tahu mengenai interval waktunya All Might.


"yupp.. sudah kuduga kalau All Might saat ini sedang sibuk, lalu untuk apa kalian semua kemari ? ini sudah sore lohh.." sahut Riku sambil meletakkan kuenya diatas meja tempat didekatnya saat ini.


"ahh.. i.. itu kami kemari sebab khawatir dengan keadaanmu, begitu.." balas Kirishima dengan gugup karena rencana mereka ketahuan karena All Might.


Sedangkan yang lainnya hanya menganggukkan kepalanya saja yang membenarkan perkataannya Kirishima, terlihat para gadis saat ini memiliki rona merah dipipi mereka ketika ketahuan oleh All Might.


"ya.. karena kau baik baik saja kami permisi dulu.." lanjut Jirou sambil menarik. mereka semua pergi dari kediamannya Riku.


Tentu hal ini membuat Riku dan juga Midoriya terdiam dengan sikap ketujuh temannya saat ini, melihat ini langsung saja Riku bertanya pada Midoriya.


"Midoriya ?" tanya Riku yang saat ini kebingungan dengan tingkah mereka semua.


"iya.." balas Midoriya yang saat ini juga kebingungan.

__ADS_1


"sebenarnya, apa yang terjadi disini ?"


__ADS_2