
'tubuhku.. tak mau bergerak' batin Midoriya dengan yang lainnya ketika melihat All for One menyapu bersih gedung yang ada dihadapannya dengan mudah.
Tentu hal ini membuat mereka merasa tertekan walau itu hanya keberadaannya saja.
Namun ketika mereka sedang terdiam karena serangan All for One maupun keberadaannya, tiba tiba saja mereka berlima mendengar suara seseorang yang mereka kenal.
"ughh.. baunya seperti sampah, apa apaan ini ?!" ucap Bakugou yang tiba tiba muncul dihadapan All for One karena cairan hitam tersebut.
'Kacchan ?! / Bakugou ?!' batin Midoriya, Todoroki, Iida, Kirishima dan Momo yang mendengar suaranya Bakugou.
"maaf.. Bakugou" sahut All for One yang mulai berbicara pada Bakugou ketika dirinya sudah datang tepat dihadapannya.
Dapat dilihat kalau kalau penampilan All for One saat ini sedang menggunakan setelan jas dengan topeng aneh yang menutupi seluruh wajahnya saat ini.
"ha !!" ucap Bakugou yang melihat All for One saat ini.
Ketika Bakugou sedang melihat All for One tiba tiba saja dibelakangnya muncul cairan hitam seperti yang dialami Bakugou sebelumnya.
Terlihat kalau cairan itu lagi lagi mengeluarkan para Villain yang sebelumnya sempat diikat oleh Kamui Wood, bahkan Shigaraki pun terlihat disana.
"kau gagal ya.. Tomura.."
Sedangkan Riku sendiri saat ini sedang berada diatas gedung tempat dimana ia menghancurkan lab Nomu itu sebelumnya.
Telihat kalau Riku saat ini sedang melihat kearah Midoriya dan yang lainnya sedang dalam keadaan tertekan, meskipun Midoriya sudah pernah dilatih olehnya namun sepertinya mentalnya Midoriya masih belum bisa untuk menahan keberadaan All for One itu sendiri.
Ketika All for One sedang sibuk dengan Shigaraki, langsung saja Riku mulai menarik nafas dan segera bergerak dengan cepat untuk membawa kelima temannya itu untuk menjauhkan mereka dari tempat itu.
Dan secara kebetulan All Might datang dan mulai menyerang All for One tentu All for One meladeninya dan mulai menahan serangan All Might hingga tanah yang dia pijaki mulai retak akan dampak dari serangan All Might sebelumnya hingga menimbulkan angin kencang disana.
Memanfaatkan situasi ini langsung saja Riku mulai mendekati Midoriya dan yang lainnya untuk segera menjauhi mereka tempat itu.
Ketika Midoriya dan yang lainnya sedang menahan angin dari serangan All Might tiba tiba saja mereka semua ditarik oleh seseorang dengan sangat cepat membawa mereka menjauhi tempat pertempuran sebelumnya terjadi.
Setelah mereka menjauh langsung saja Riku menjatuhkan mereka semua ketanah dengan kasar.
"ughh.. sial apa apaan itu tadi" gumam Kirishima yang merasakan sakit ketika terjatuh dari gendongannya Riku, begitu juga dengan yang lainnya.
"bahkan All Might pun-" namun sebelum Midoriya dapat menyelesaikan perkataannya tiba tiba saja ia sadar dan mulai melihat kearah depannya untuk memastikan siapa orang yang telah membawa mereka kemari.
"RIKU !!" teriak Midoriya yang terkejut ketika melihat Riku sedang berdiri didepannya dengan haori bulan miliknya.
Sedangkan Iida, Todoroki, Kirishima dan Momo yang mendengar perkataan Midoriya segera melihat kearah depan mereka.
Dalam pandangan mereka saat ini dapat dilihat kalau sosok orang yang mereka kenal saat ini sedang berdiri tepat dihadapan mereka.
Terlihat kalau rambutnya yang mulai berubah warna menjadi warna putih secara keseluruhan dengan tubuhnya yang terlihat tua seperti orang tua yang berumur 80 tahun disana sedang menatap mereka dengan wajah sedihnya.
"aku tidak menyangka kalau aku akan memperlihatkan wujud menyedihkan ini tepat dihadapan kalian semua, Midoriya, Todoroki, Iida, Kirishima, Yaoyorozu" gumam Riku yang sedang menatap mereka dengan wajah sedihnya.
Tentu mereka yang mendengar ini seketika terdiam ketika melihat penampilannya Riku, apalagi Midoriya dan juga Momo saat ini juga.
"Ri.. Riku.." gumam Momo yang melihat Riku sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya, Terlihat kalau air mata mulai mengalir karena melihat penampilan Riku saat ini.
Sedangkan yang lainnya hanya membelakkan mata mereka yang tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini, sebelumnya Riku hanya terlihat seperti orang berumur 40 tahunan saja namun sekarang mereka semua melihat Riku yang saat ini sudah mulai berumur tepatnya 80 tahun.
"karena aku tidak memiliki waktu lagi aku akan membawakan Bakugou kemari, jadi tunggulah.." ucap Riku yang mulai berbalik sambil meninggalkan mereka disana.
"RIKU !!" teriak Momo yang melihat Riku akan pergi lagi tepat dihadapannya, tentu Riku yang mendengar ini seketika berhenti.
"AKU MOHON KEMBALILAH !! KAMI SEMUA SANGAT MENGKHAWATIRKANMU !! JADI KUMOHON KEMBALILAH !!" teriak Momo yang saat ini benar benar menangis sambil memohon agar Riku kembali pada mereka semua.
Namun bukan jawaban yang Momo dapatkan dari Riku, justru Riku hanya mengucapkan sepatah kata saja yang membuat mereka semua terdiam akan perkataannya.
"maaf.."
Selepas Riku berkata seperti itu langsung saja dia mulai pergi meninggalkan mereka semua dengan meninggalkan siluet angin dibelakangnya.
Ketika Riku sedang dalam perjalanan untuk membantu Bakugou, tiba tiba saja ia kembali merasakan getaran ketika kembali ketempat itu.
Dan terlihat kalau All Might dan All for One saat ini sedang bertukar pukulan sampai sampai tercipta dorongan angin yang kuat dari tiap pukulan yang mereka buat.
Sedangkan Bakugou sendiri saat ini sedang terkepung oleh beberapa Villain yang saat ini ingin membawanya pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Tentu Riku yang melihat ini segera pergi kearah Bakugou untuk menyelamatkannya, terlihat kalau para Villain itu sedang memojokkan Bakugou.
Melihat ini langsung saja Riku mulai menarik nafasnya dan mulai menebas kelima Villain itu tanpa rasa bersalah sama sekali bahkan jika itu perempuan sedikitpun.
"Teknik Pernafasan Bulan Bentuk Kelima : Bulan Penyendiri Di Malam Abadi : Avici"
Terlihat kalau Riku mulai mengeluarkan rentetan tebasan berbentuk bulan kearah mereka dalam sekali tebasan, terlihat kalau tubuh mereka mulai terpotong hingga menjadi dadu karena serangan Riku sebelumnya.
Tentu hal ini membuat Bakugou seketika terdiam karena melihat tebasan tersebut yang terasa familiar sebelumnya, namun ketika dia sedang melihat ini tiba tiba saja ada seseorang yang memukul tengkuknya hingga membuatnya pingsan.
Tentu orang yang melakukan ini adalah Riku dan segera membawanya pergi meninggalkan tempat itu, namun sebelum dia pergi tiba tiba saja ia mendengar teriakan seseorang dibelakangnya.
"SIALL !! KAU LAGI !!" teriak Shigaraki yang melihat kelima rekannya mati ditangan Riku tanpa ampun sama sekali.
Namun sebelum dia bergerak kearah Riku tiba tiba saja ada seseorang yang menendang kepalanya hingga membuat Shigaraki pingsan akan tendangan tersebut.
"Riku-Shounen !! Gran Torino !!" teriak All Might yang melihat mereka berdua saat ini, apalagi ketika melihat Riku.
"jadi kamu yang memotong tangan Tomura, bukan ?" tanya All for One yang melihat kearah Riku dengan penuh amarah.
Namun bukannya jawaban yang dia dapatkan justru ia hanya mendapatkan sebuah tatapan tajam dari Riku setelah menatap dirinya langsung saja Riku pergi dari tempat itu tanpa meninggalkan jejak sama sekali.
Tentu hal ini membuatnya marah akan kepergiannya Riku, sedangkan All Might yang melihat ini langsung saja memanfaatkan situasinya dan mulai memukul wajahnya hingga topeng tersebut hancur.
Disisi lain Riku sendiri saat ini sedang membawa Bakugou tepat dipundaknya langsung saja bergerak kearah teman temannya.
Tentu dia dapat melihat mereka saat ini benar benar menunggunya sesuai perkataannya, langsung saja Riku muncul dihadapan mereka sambil membawa Bakugou.
Sedangkan Midoriya dan yang lainnya tentu saja terkejut akan kedatangan Riku yang benar benar membawa Bakugou saat ini juga.
"sesuai janji aku membawakannya.. jadi pergilah dari sini.." ucap Riku yang langsung menurunkan Bakugou ditanah.
"lalu bagaimana denganmu, Riku ?" tanya Midoriya yang melihat Riku sambil mendekati dirinya.
"maafkan aku Midoriya, tujuanku dari awal hanyalah satu, yaitu membunuh All for One, dan semua ini sudah aku rencanakan dari awal" balas Riku sambil tersenyum kearah Midoriya.
"tapi kau harus kembali Riku !! lihatlah dirimu !! kau selalu memaksakan dirimu sendiri !! aku yakin teman teman kita sangat mengkhawatirkanmu Riku !! begitu juga dengan kami !!" teriak Iida yang saat ini sedang memarahi Riku.
Sedangkan Todoroki dan Momo hanya bisa menatap kearah Riku saja tanpa mengeluarkan satu kata pun dari mulut mereka.
"maafkan aku Iida, semuanya, meskipun aku kembali aku tetap tidak akan bisa bersama kalian lagi, sebab aku sudah kehabisan waktu saat ini" balas Riku dengan santainya ia berbicara seperti itu pada Iida dan yang lainnya.
Namun sebelum Iida membalas perkataan Riku, tiba tiba saja Riku mulai batuk sampai sampai ia mengeluarkan darah dari mulutya.
"Riku !!" teriak Midoriya dan Momo yang terkejut ketika melihat Riku mengeluarkan darah saat ini, langsung saja mereka berdua mendekati Riku.
[kak.. kita hanya memiliki waktu 10 menit lagi kalau tidak misimu akan dinyatakan gagal] ujar Schwi yang memberitahukan waktunya pada Riku.
Sedangkan Riku yang mendengar ini hanya bisa tersenyum kecut saja, namun ketika Riku sedang berusaha untuk berdiri tiba tiba saja ada sebuah angin kencang yang sedang melewati mereka dengan cepatnya.
Tentu mereka yang merasakan ini segera menahan angin itu dengan segenap kemampuan mereka, walau hanya sebentar angin itu tetap saja mendorong mereka walau itu sedikit.
"a.. apa yang terjadi ?!" tanya Kirishima yang merasakan angin tersebut sambil berusaha mengangkat Bakugou tepat dipundaknya.
Ketika mendengar ini langsung saja Todoroki mulai mengeluarkan handphonenya, lalu segera membuka saluran berita yang saat ini sedang tayang secara langsung.
"ini.." ucap Todoroki yang terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Tentu mereka yang mendengar ini langsung saja pergi kearah Todoroki sambil melihat kearah ponselnya, ketika melihat ini tiba tiba saja mereka terkejut dengan apa yang mereka lihat saat ini.
Terlihat kalau All Might sekarang ini sedang dalam wujud kurusnya, terlihat kalau dia saat ini sedang melindungi orang yang sedang terjebak direruntuhan gedung tersebut dengan banyak luka ditubuhnya saat ini.
"i.. itu All Might ?!" teriak Kirishima terkejut ketika melihat wujud All Might saat ini.
Sedangkan Riku yang mendengar All Might segera berdiri dengan tubuhnya yang bergetar karena mulai melemah, tentu Momo yang melihat ini segera menahannya.
"RIKU !! AKU MOHON BERHENTI LAH JANGAN MEMAKSAKAN DIRIMU !!" teriak Momo yang mencoba untuk menghentikan.
Tentu Riku yang mendengar ini hanya menghiraukannya saja dan mulai berdiri dengan bantuan katananya, namun ketika Riku sudah berdiri langsung saja dia dihalangi oleh Momo.
"menyingkirlah.. kau menghalangi jalanku, Yaoyorozu-San" gumam Riku yang melihat Momo sedang menghalangi jalannya.
"TIDAKK !! AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU LEWAT DENGAN KONDISI SEPERTI ITU !!" teriak Momo yang sedang menahan Riku saat ini.
Sedangkan Iida, Kirishima dan Todoroki langsung saja ikut menghalangi Riku, tentu Riku yang melihat ini tidak mempunyai pilihan lain selain membuat mereka pingsan.
__ADS_1
Namun sebelum Riku bergerak tiba tiba saja Midoriya mulai memukul tengkuk Kirishima, Todoroki dan juga Iida dengan sangat cepat hingga mereka bertiga pingsan, tentu hal ini membuat Momo dan Riku terkejut.
"MIDORIYA APA YANG KAU LAKUKAN !!" teriak Momo yang melihat kelakuan Midoriya, tentu hal ini membuatnya marah akan sikapnya Midoriya.
"maafkan aku Yaoyorozu-San, tapi ini sudah jadi tugasku sebagai murid untuk membantu gurunya" ucap Midoriya dengan nada bersalah pada Momo, dan saja langsung ia berjalan kearah Riku untuk membantunya.
Sedangkan Riku yang melihat ini hanya bisa tersenyum kecut akan keputusannya Midoriya yang mau membantunya setelah apa yang dia lakukan disekolah.
"aku tidak menyangka kalau kau mau membantu orang tua ini, Midoriya" gumam Riku yang melihat Midoriya sedang berjalan kearahnya.
"meskipun kau terlihat tua tapi kau masihlah guruku, Riku" balas Midoriya sambil tersenyum kearahnya.
"kalau begitu ak-" namun sebelum menyelesaikan perkataannya Riku tiba tiba saja ia mendengar sebuah ledakan yang besar didepannya, bahkan angin topan tercipta karena ledakan tersebut.
Tentu ledakan itu terjadi akibat pukulan All Might yang sedang memukul All for One dengan segala kemampuannya, melihat ini langsung saja Riku mulai berteriak pada Midoriya.
"MIDORIYA !!" teriak Riku pada Midoriya.
Tentu Midoriya yang mendengar ini segera melihat kearahnya, ia mengerti akan maksud teriakan itu dan segera membantu Riku untuk membawanya kearah ledakan tersebut.
"Yaoyorozu-San aku serahkan mereka padamu, jadi jangan menghalangi jalanku" ucap Riku yang saat ini sedang dibawa oleh Midoriya tepat ditangannya sambil bergerak menuju tempat All Might saat ini.
Sedangkan Momo yang melihat Riku dan Midoriya sudah pergi hanya bisa terdiam saja sambil melihat kepergian mereka sambil menangis disana.
Disisi lain saat ini All Might yang sudah memukul All for One hingga pingsan langsung saja mengangkat tangannya dan mulai mengubah wujudnya kembali untuk mengumumkan kemenangannya.
Tentu para penonton yang melihat ini segera meneriaki namanya dengan bangga, karena telah mengalahkan Villain itu dengan segenap tenaganya.
"VILLAIN NYA.. TIDAK BERGERAK !! ALL MIGHT MENANG !! DAN DIA MASIH BERDIRI DISANA !!" teriak reporter yang melihat All Might masih berdiri disana.
Sedangkan Gran Torino hanya bisa terduduk disana karena kelelahan, namun tiba tiba saja ada seseorang yang melewati dirinya hingga membuatnya terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini.
"bocah itu.." gumam Torino yang melihat Midoriya sedang membawa Riku saat ini.
Tentu hal ini membuat para penonton yang sedang menyaksikan ini terkejut begitu pula dengan para Hero yang sedang berada dilokasi itu.
"BERHENTI DISANA !!"teriak Edgeshot yang mencoba untuk menghentikan Midoriya disana.
Tentu Midoriya yang mendengar ini hanya menghiraukan perkataannya dan kembali bergerak kearah All Might sambil membawa Riku kesana.
"Midoriya-Shounen !! Riku-Shounen !!" ucap All Might yang telah kembali kedalam wujud kurusnya.
Sedangkan Riku yang melihat ini langsung saja meminta Midoriya untuk menurunkannya, tentu Midoriya hanya menurutinya saja dan membiarkan Riku berjalan kearah All for One dengan sisa kekuatannya.
Langsung saja Riku mulai mengeluarkan katananya dan mulai menebas All for One tepat dikepalanya hingga kepalanya lepas dari tubuhnya.
Tentu hal ini membuat mereka yang sedang terdiam karena melihat Villain itu mati disana dengan kepalanya yang lepas dari tubuhnya.
"dengan ini.. misi.. ku.. te.. lah.. sele.. sai" gumam Riku dengan suara lemahnya dan mulai terjatuh disana.
"RIKU !! / RIKU-SHOUNEN !!" teriak Midoriya dan All Might yang langsung bergerak kearah Riku yang sedang terjatuh saat ini.
Disisi lain Riku yang sedang terbaring ditanah langsung saja ia mendengar suara Schwi dikepalanya.
[QUEST KETIGA SELESAI !
NAMA MISI : MENJADI SEORANG PAHLAWAN ?
ISI TUGAS : MENDAFTAR KE SMA UA, KALAHKAN NOMU, KALAHKAN ALL FOR ONE
HADIAH : KARTU SKILL DAN 2 KOTAK EMAS ]
Ketika pandangannya Riku mulai menggelap ketika sedang melihat hadiahnya dan tiba tiba saja tubuhnya mulai berubah menjadi pecahan cahaya secara perlahan dan mulai menghilang disana.
Sedangkan Midoriya yang melihat ini langsung saja terdiam dan mulai mengeluarkan air mata ketika melihat Riku sudah pergi tepat dihadapannya.
Sedangkan All Might sendiri hanya bisa terduduk sambil mengeluarkan batuk darah karena melihat Riku telah pergi tepat dihadapannya dan juga muridnya.
Bahkan kejadian ini ditonton oleh banyak orang yang sedang melihat berita ini secara langsung, bahkan beberapa orang yang mengenal Riku pun mulai ikut menangisi kepergiannya.
Disisi lain Momo yang melihat kejadian ini tentu saja terkejut dan terdiam akan kepergian Riku yang sangat menyayat hatinya karena rasa bersalahnya.
Bahkan air matanya tidak bisa untuk tidak berhenti ketika melihat kejadian ini
"maaf.."
__ADS_1