Dibalik Dunia Nyata

Dibalik Dunia Nyata
Sosok Itu Lagi


__ADS_3

"Sudah malam, alangkah baiknya aku tidur biar besok badanku fit untuk melakukan perjalanan selama satu minggu" ucap Adi dalam hati.


Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Adi yang sudah merasa kantuk kini segera menaiki pulau kapuk menuju mimpi indahnya malam ini.


"Sudah siap semuanya, tinggal menunggu hari esok" gumamnya dalam hati, rasa senang melabuhi dirinya hingga sudah terbayang akan esok hari.


Sudah beberapa menit berlalu, Adi belum juga bisa memejamkan matanya karena masih terbayang esok hari. pukul 11 malam yang seharusnya ia sudah tertidur lelap namun belum juga bisa memejamkan matanya. Terus terbayang dan terbayang, bagaimana kejadian esok hari.


"Huh...." mendesus.


"Kenapa aku tak bisa tidur malam ini, padahal aku biasanya jam segini udah tertidur" ucapnya.


"Kenapa harus terbayang besok pagi, seharusnya aku tidur bukannya terus membayangkan, seperti anak kecil saja aku ini" ucapnya sambil marah dengan diri sendiri.


Waktu terus berjalan, hingga pukul 12 tiba, tengah malam sudah berlalu, kini rasa kantuk masih belum juga datang, apakah memang Adi tak bisa tidur untuk malam ini.


...******************************...


Tanpa disadari jam sudah menunjukkan pukul 1 dini hari, kini Adi sudah tertidur pulas, baru juga menikmati tidurnya beberapa menit, ia sudah dihampiri oleh sosok itu, mimpi buruknya kembali hadir dalam tidurnya.


"Adi........."


"Adi........."


"Adi........"


Suara menggema dari kejauhan semakin mendekat, Adi duduk sambil melihat kanan kiri depan belakang dan ke atas, namun tak juga ditemukan asal dari suara itu.


"Adi......"

__ADS_1


"Adi......"


"Adi......"


Suara terus bergema ditelinga Adi, bingung, penasaran, pasti dirasakannya. Berteriaklah Adi dengan suara lantang.


"Siapa kau?" ucapnya dengan keras.


Namun suara itu malah semakin keras dan mendekat, Adi yang mendengarkan semakin kebingungan dan dihantui rasa takut yang besar.


"Siapa kau sebenarnya, sini muncul kalau berani" ucap Adi kembali.


"Jika tak berani, tak usah panggil namaku lagi" lanjutnya.


Muncullah sosok itu di belakangnya, dengan mengagetkan Adi, menepuk pundaknya sambil berkata.


"Adi, apa kabarmu kekasihku"


"Kau lagi, apa yang kau inginkan sebenarnya?" tanya Adi kepada sosok itu.


"Aku kekasihmu Adi, kau harus tau itu, aku menunggumu dihutan besok pagi Adi" jawaban darinya.


Seketika Adi kaget dengan jawaban itu, bagaimana ia bisa mengetahui apa yang akan dilakukan besok, bagaimana bisa tahu jika besok ia akan mencarinya dihutan bersama Ali.


"Kenapa bisa tahu itu jika besok aku mencarimu?" tanya Adi.


"Aku tahu semua tentangmu Adi, kau tak bisa mengelak dariku lagi"


"Kita bertemu disini, mari kita selesaikan urusan kita"

__ADS_1


"Tidak sekarang Adi, besok temui aku dihutan, maka urusan kita akan selesai"


"Apa maksudmu, aku tak kenal dengan kamu, bagaimana bisa masalah ini selesai"


"Kau memang tidak mengenalku, namun aku mengenalmu jauh lebih kenal dari siapapun orang terdekatmu"


"Apa maksudmu?"


Sosok itu terus membuat Adi kebingungan, bahkan ia seakan akan sudah mengenal Adi jauh lebih lama dibandingkan orang tuanya.


"Aku akan pulang jika kamu tak mau memberitahuku siapa dirimu"


"Silahkan pulang Adi, aku menunggumu besok pagi, silahkan beristirahat Adi"


"Sialan kau, siapa sebenarnya kau itu?"


"Nanti kamu tahu sendiri"


"Hihihihihi" balasan dari sosok itu hanyalah tawa yang menggelitik membuat Adi semakin jijik dengannya.


...*****************************...


Tak lama setelah itu, tiba tiba sosok itu menghilang, berganti dengan suara Adzan yang terdengar di telinga Adi, segeralah adi berdiri dan berlari mencari suara adzan itu, lama berlari, kelelahan sudah Adi, terpapar ditengah hutan belantara, ditemani rembulan yang saat itu posisinya melingkar (bulan purnama).


Terbangunlah Adi dari tidurnya.


"Ternyata ini hanya mimpi" ucap Adi.


"Kenapa mimpi itu kembali lagi, apa yang sebenarnya terjadi?" selalu bertanya tanya dalam hatinya.

__ADS_1


"Alangkah baiknya aku solat subuh terlebih dahulu lepas itu memberesi kamar dan menyiapkan kembali barang yang akan kubawa nanti" kembali ungkapnya.


Bergegas kebelakang guna mengambil air wudhu, lekas itu terus bergegas kembali melaksanakan solat subuh karena ia harus bersiao siap untuk packing barang bawaannya nanti.


__ADS_2