
Malam itu benar benar gelap, tanpa ada penerangan sedikitpun dari sinar rembulan, padahal dimalam sebelumnya mereka masih bisa melihat terangnya purnama, semakin dalam semakin jauh semakin gelap, hanya ditemani oleh tiupan angin dan suara hewan yang khas akan keberadaan dalam hutan.
"Sungguh sunyi sekali, gelap sekali, bahkan melihatmu saja tak bisa" ujar Tama kepada Adi
"Memang, ini kan di dalam hutan, mana ada jualan sate" jawab Adi dengan candanya.
"Siapa tahu seperti dalam film, satenya bang 100 tusuk"
mereka bercanda tawa hingga larut malam, pukul 8 malam, saatnya mereka melaksanakan kewajibannya beribadah dan meminta perunjuk.
ditengah kegelapan malam, rinbunnya hutan, suara hewan hewan hutan yang amat jelas terdengar, kesunyian ini membuat mereka tampak lebih khusyu' dalam menjalankan kewajibannya.
usai melaksanakan solat berjamaah, tak lupa mengisi perut yang sudah mulai keroncongan, makan seadanya, dengan nasi dan telur sisa bekal mereka.
"Cuma ada beras dan telur, ini hanya cukup sampai besok pagi, di hari ketujuh kita sudah tidak memiliki makanan" ujar Tama.
"Tenang saja, kita berburu hewan liar dihari ketujuh, kamu kan pandai membidik, aku bawa belati kamu besok cari hewan yang bisa kita makan" jawab Adi.
__ADS_1
"Aku menjawabnya dengan terpaksa" jawab Tama.
"Sudah ayo kita masak dulu viar tidak terlalu larut malam kita istirahat" ucap Adi
"Gantian aku yang masak, kamu tidur dulu saja, nanti tak bangunin kalo udah siap saji" ujar Tama.
Persahabatan mereka begitu erat, hingga sama sekali tidak ada hal yang membuat mereka marahan, apalagi sampai berantem, memang sufat Adi yang keras kepala juga Tama yang begitu sabar sangat cocok jika bersama dalam situasi seperti ini.
Waktu menunjukkan pukul 10 malam, masakan sudah siao saji, Tama membangunkan Adi yang sedang beristirahat, tanpa banyak bicara mereka langsung menyantap makanannya.
"Terimakasih Tam, sudah menemani sampai detik ini, besok kalau kamu mau pulang tak apa, aku nitip salam kepada papah mamah dirumah, bilangin jangan terlalu memikirkanku, aku baik baik saja disini" ujar Adi.
"Kali ini aku ikut denganmu, besok malam terakhir kita verkelana, semoga malam ini aku mendapat petunjuk"
"Nah gitu dong, gausah pusing memikirkan yang belum oasti, masih banyak cewek di kota"
"hmmm, Oke lah" jawab singkat dari Adi.
__ADS_1
Pukul 11 malam, hampir tengah malam mereka makan sambil ngobrol.
"Ayo kita tidur, jangan begadang, vesik kita masih berkelana" ucap Tama.
"Aku juga sudah mengantuk, biar besok ada tenaga untuk jalan mengembara"
"Jangan lupa doa" ucap Tama.
"Selalu kalau doa tidak pernah tertinggal" jawab Adi.
Mereka masuk jedalam tenda dengan alas yang tipis dan selimut sarung, sudah tak mengenal rasa dingin, saking capeknya mereka berjalan, pulas tertidur.
waktu menunjukkan pukul 10 pagi, terasa masih malam karena lebatnya hutan dan masih terlihat gelap.
"Tam bangun, sudah pukul 10, ayo kita solat lalu masak" ujar Adi jepada Tama.
"Hah sudah pukul 10 pagi, keta kesiangan" (Tama kaget dan bergegas keluar dari tenda).
__ADS_1
Berjalan bersamaan menuju sumber mata air untuk wudhu dan mengambil sedikit air guna masak.
setelahnya mereka melakukan solat berjamaah seperti biasa dan memasak mie instan makanan terakhir mereka di hari ini.