Dibalik Dunia Nyata

Dibalik Dunia Nyata
Tebakan Adi Benar


__ADS_3

Tebakan Adi Benar lagi.....


Usai didirikannya tenda sebagi rumah kecil mereka malam itu, Ali yang saat itu menunggu angin akan berhembus kencang. Namun sayang seribu sayang, angin itu tak kunjung tiba.


"Sialan, kenapa bisa tak ada sedikitpun angin yang melintas disini" ucap Ali.


"Sudahlah ini waktunya tinggal 1 jam lagi, ngaku saja kalah, silahkan siap siap masak untukku" ucap Adi.


"Waktu masih panjang, jangan sombong dulu, bisa saja nanti anginnya kencang" jawab Ali.


"Tak mungkin itu terjadi, sudah jelas ini tak ada hembusan angin sama sekali" ucap Adi.


"Sabar dulu makanya, waktunya masih satu jam, mungkin anginnya baru sampai di tempat lain" sanggah Ali.


"Kita tunggu saja nanti jam 7 apakah masih seperti ini, atau mungkin ada angin yang melintas" ucap Adi sambil tertawa mengucapkannya.


"Emang kau itu tak bisa menunggu sebentar saja, mengejek dan tertawa bisanya" jawab Ali yang masih kokoh dengan keyakinannya.


"Kan aku yang selalu menang" ucap Adi.


...********************


...


Ali yang menunggu angin tak kunjung tiba, gelisah sudah hatinya, hingga hampir jam 7 malam masih belum juga datang anginnya.

__ADS_1


"Sudahlah, aku nyerah saja, yang di tunggu tak kunjung tiba" ucap Ali.


"Nah gitu dong, buru buatin makanan, sudah lama menunggu ini" ucap Adi.


"Hadeh, okelah kali ini aku kalah lagi denganmu" jawab Ali.


"Cepat sudah laper aku ini" gemam Adi.


"Pergi denganmu malah sial mulu"


"Gimana? Kau mau pulang sekarang, silahkan saja sana?" Tanya Adi mendesak Ali.


"Ah sial kau ini Di"


"Iya...." Jawaban Ali singkat tanpa melirik sekalipun ke arah Adi.


Makanannya sudah siap disajikan, saatnya mereka menyantap makanan itu, usai itu, seperti biasanya, mereka melaksanakan kewajiban, lepas itu mereka tidur untuk beristirahat di malam ke-4 ini. Masih tersisa 3 hari berkelana di dalam hutan itu.


"Akhirnya bisa tidur nyenyak malam ini, perutku sudah terasa nikmat" gemam Adi.


"Terimakasih dulu padaku" ucap Ali.


"Iya terimakasih kasih" jawab Adi.


"Mari kita tidur, besok masih melanjutkan perjalanan lagi" ucap Ali.

__ADS_1


"Ayo, aku juga sudah mengantuk ini"


"Semoga besok kita bisa menemukan apa yang selama ini kamu cari" doa Ali sebelum tidur.


"Aamiin, terimakasih doanya, mudah mudahan saja besok bisa bertemu dengannya" jawab Adi.


Tak selang lama setelahnya mereka memejamkan matanya, terlelap dalam tidur, terhembus dalam mimpi.


Adi, yang pura pura tertidur, ia memikirkan sosok wanita misterius itu, bagaimana bisa menemukannya, sedangkan hutan ini begitu luas, rasanya menemukan wanita itu adalah hal yang mustahil.


“Gimana ini? Jika tak bisa menemukan wanita itu bagaimana? Apakah Ali akan kecewa padaku?” pertanyaan beruntut muncul dari dalam hati Adi.


“Huh, semoga saja besok bisa bertemu dengannya” lanjutnya.


“Tolong beri aku mimpi yang bisa aku jadikan petunjuk untuk mencari wanita itu ya “ doa Adi dengan merenungi dirinya.


“Sebaiknya aku tidur, siapa tahu nanti bermimpi dengannya, dan dia memberiku oetunjuk yang pasti” ucap Adi dalam hati.


Adi melihat Ali yang sudah tertidur, ia menggelengkan kepala, seolah kasihan melihat Ali yang ia ajak berburu sosok misterius itu. “Andai saja aku tak mengajakmu Li, kamu pasti sudah enak di rumah, sudah nyaman tidurmu, tidak kedinginan seperti ini” ucap Adi dalam hati sambil menggelengkan kepalanya.


Tak lama setelah itu, adi kembali tidur, dalam tidurnya itu ia sangat berharap bahwa akan dipertemukan dengan sosok itu, meski dalam mimpi, yang terpenting mendapatkan petunjuk baru untuk mencarinya.


...*****************************************************************


...

__ADS_1


__ADS_2