
Pagi hari telah tiba, mereka turun dari lantai atas menuju ke ruang makan, seperti biasa, ritual keluarga mereka, makan bersama setiap pagi dan malam.
Disaat mereka sedang makan bersama, tiba tiba ada foto tertempel di pojok dinding atap rumah.
Tak lain itu foto wanita yang mereka cari selama ini, bertanyalah kepada ayah.
" Yah, itu foto siapa? " tanya Adi kepada ayahnya dengan menunjuk ke arah foto pojok dinding.
" Itu foto ayah beli bersama lukisan yang ada dalam kamarmu itu " jawab ayah.
" Itu foto yang disana wanita itu yang aku cari selama ini yah " ujar Adi.
" Hust ngaco kalo ngomong " sahut mamah Adi.
" Beneran bu, itu memang wanita yang kami cari " jawab dari Ali.
" Yang bener aja kalian, pasi tadi malam mimpi yang ngga ngga kan? " sahut ayah kembali.
" Iya tadi malam kami mimpi bertemu dengan sosok itu, foto itu wanita itu merupakan seorang putri dari kerajaan masalalu yah " penjelasan Adi dengan serius.
" Sudah gausah ngaco, memang pelukisnya bilang ini tuan putreri dari abad ke 1 dan sampai kini katanya masih hidup " jawab ayah.
" Berarti benar kan yah, kalau ini memang wanita yang aku cari? " ucap Adi.
" Bisa jadi, jika menemukan wanita itu, coba bawa pulang ke rumah, ayah pengen tahu seperti apa asli parasnya " pinta ayah.
__ADS_1
" Siap ayah, tapi direstui kan yah jika suatu saat aku menikah dengannya? " tanya Adi kepada ayahnya.
" Ga boleh, harus menikah dengan wanita sewajarnya! titik ngga pake koma " sahut ibu kesal.
" Ayah saja ngebolehin, masak ibu ngga? " Jawab Adi.
" Coba bawa saja dulu kemari, ayah kasih waktu dua minggu, jika tidak bisa membawa pulang, ayah tidak merestui " ujar ayah.
" Nah cocok kalau seperti itu ibu setuju, kalian pasti tidak bisa membawanya " sahut ibu dengan wajah tersenyum.
" Oke, akan kami buktikan kalau wanita itu masih ada " ujar Adi.
" Aku akan membantumu Di, tenang saja, aku sudah tahu gimana caranya biar kita bertemu kembali wanita itu " ucap Ali.
" Gimana memangnya? " jawab Adi sambil menggerutkan jidatnya.
Seketika dalam ruangan itu pecah dengan suara tertawa mereka, semua yang ada disana juga ikut tertawa.
Namun ada satu suara tertawa yang tiba tiba muncul, seketika kaget dan mencari dari mana asal tertawa itu.
" Foto itu kok bisa berpindah tempat " ujar Ali sambil menunjuk kearah foto di pojokan dinding.
" Iya itu fotonya kok bisa berubah posisinya ya " sahut ayah.
" Sudah, mungkin memang karena terkena kipas angin terus pindah tempat " ucap ibu dengan santai sambil menikmati sisa makanannya.
__ADS_1
" Benar juga kata ibu, tak usah di hiraukan, kita lanjut makan dulu biar badan tambah gemuk, hehe " ujar Adi.
" Siap pak bos " jawab Ali bersemangat.
Usai makan, kembali mereka kedalam kamar, baru pagi hari sekitar pukul 9 pagi mereka sudah merasakan hawa dingin bagaikan malam hari, padahal AC sudah dimatikan dan jendela di tutup, penghangat ruangan sudah dinyalakan, namun tetap saja merasa kedinginan.
Sesuatu yang aneh, semakin lama semakin dingin dan menyebabkan mereka mengantuk, apalagi tadi habis makan banyak.
" Hoaaahhhh, ngantuk aku Li " ucap Adi sambil menguap.
" Sama aku juga mengantuk " jawab Ali.
" Yasudah ayo kita tidur pagi, jarang jarang kita tidur jam segini " ujar Adi.
" Ayo aku juga ngga kuat matanya sudah mulai merem melek ini " jawab Ali.
" Jangan lupa berdoa dulu biar ngga mimpi seperti semalam " lanjut Ali.
" Ente juga doa, jangan hanya bisa menasehati saja " jawab Adi.
" Kalau aku mah selalu berdoa setiap mau melakukan aktivitas apapun itu " ucap Ali.
" Sok lu ya, padahal tadi makan saja tidak berdoa " jawab Adi.
Masalah sepele seperti ini menjadi perdebatan antara mereka, dan menjadi perbincangan yang amat seru sebagai bahan candaan. Hampir setiap hari pasti ada saja yang di ributkan mereka.
__ADS_1
Setelah berdoa mereka menarik selimutnya masing masing dan tanpa basa basi langsung memejamkan matanya.