Dibalik Dunia Nyata

Dibalik Dunia Nyata
Perjalanan


__ADS_3

Makan pagi bersama keluarga sudah terlewatkan, sekarang saatnya Adi kembali memikirkan barang bawaannya, saat ini bukan lagi memikirkan apa yang kurang dan harus dibawa, namun memikirkan bagaimana caranya membawa kerumah Ali.


"Gimana ini, tak mungkin aku pakai motor membawa dua tas sebesar ini" pikirnya.


"Apa aku suruh pak supir mengantarkan saja ya?" Tanya dalam hati.


"Tak usah lah, aku pake motor ayah saja yang tidak repot, kan motor ayah matic, jadi bisa aku gunakan meletakkan tas yang satunya bagian depan" berkali kali mengatakan dalam hati.


"Aku memang pandai" memuji dirinya sendiri.


Menyiapkan motor yang akan dibawanya, Adi dihadang oleh pak sopir, katanya motor itu tidak boleh digunakan oleh ayahnya.


"Stop mas, maaf motor itu kata ayah mas Adi jamgan digunakan" tegur pak sopir.


"Memangnya kenapa pak?" Tanya Adi.


"Sepertinya nanti akan dipakai tuan mas" ucap pak sopir.


"Nanti bilang saja motornya dipake mas Adi, ayah jika mau pergi pake motor suruh bawa punyaku pak" ucap Adi.


"Yasudah kalau begitu mas, silahkan, nanti saya sampaikan kepada tuan"


"Nah gitu dong pak"


Adi memanasi motor sebelum ia gunakan, masuklah kedalam untuk mengambil tas gunung yang akan dibawa, salah satu tas berisi beras dan minuman sudah diletakkan di motor, yang satunya lagi digendongnya.


"Sebaiknya aku menelfon Ali terlebih dahulu" ungkapnya.


Kring....


Kring....


Kring....


"Halo" suara dari telfon itu.


"Halo Li, gimana sudah siap atau belum, aku sudah siap semuanya ini" ucap Adi.


"Aku belum mandi, ini baru bangun tidur malahan" jawabnya.


"Yasudah buri aku tunggu, jika sudah kabarin saja nanti aku meluncur kerumahmu"


"Siap bos, laksanakan"


"Buru sana, nanti malah kesiangan"

__ADS_1


"Sabar ngapa lu, baru bangun sudah di buru"


"Iya buru sana, bawa baju ganti jangan lupa"


"Oke"


Tut...


Tut...


Tut...


Dimatikan oleh Ali, Adi sangat kesal saat itu, padahal sudah pukul setengah sembilan, malah Ali baru bangun.


"Dasar kebo, sudah jam segini baru bangun" ucap Adi sambil marah melihat telfon genggamnya.


"Aku masuk dulu saja kalu begitu, sambil nunggu Ali aku nonton kartun dulu saja ah" batinnya.


Memang Adi sudah dewasa, namun kebiasaan nonton kartus belum juga hilang, bahkan ia setiap hari menontonnya, tak bosan rasanya, kartun itu ladahal sudah ditontonnya semua episode, tapi, masih saja tak bosan.


Wakakakakakakaka, suara tertawa terbahak bahak menggelegar seluruh rumah sampai belakangan kedengeran, itulah Adi, jika sudah menonton kartun kesukaannya tak menghiraukan apapun.


Kring.....


Kring.....


Kring.....


Kring.....


Kring.....


Kring.....


Berkali kali sudah berbunyi, ia masih belum sadar bahwa handphonenya ada yang menelfon, telfon dari Ali tentunya, yang sudah selesai mandi dan bersiap siap untuk dijemput oleh Adi.


Setelah beberapa menit, kebetulan kartunya selesai dan berganti film sinema, Adi segera melihat handphone miliknya itu, tak ia sadari sudah 10 panggilan tak terjawab dari Ali.


"Wah aku kesiangan nih, gara gara nonton kartun malah lupa jika mau menjemput Ali" panik seketika melihat langgilan tak terjawab itu.


"Aku harus buru buru kerumahnua, jika tidak pasti ngambek dia tak mau menemaniku" ungkapnya dalam hati.


...***********************...


"Pak sopir, tolong bukakan pintu gerbangnya" teriak Adi dari dalam.

__ADS_1


"Baik mas Adi" jawab pak sopir.


Terburu buru sampai berlari keluar untuk segera menjemput Ali, sesampai depan motor Adi menelfon Ali agar menunggunya di depan gang.


Tut.....


Tut.....


Berdering telefon Ali.


"Halo Li, aku sudah siap ini, kamu tunggu depan gang arah rumahmu ya" ucap Adi.


"Dari mana saja kamu Di, aku tungguin dari tadi juga, di telfon tidak diangkat, sudah hampir males ikut denganmu aku" jawab Ali marah kepada Adi.


"Iya aku minta maaf Li, tadi nonton kartun sebentar"


"Kebiasaan kamu itu Di"


"Yasudah ayo, aku meluncur sekarang"


Adi bernagkat dari rumah dengan motor matic milik ayahnya, kecepatan tinggi ia lakukan agar cepat sampai, karena terlambat menjemput Ali.


Sampailah Adi di depan gang rumah Ali, disana Ali sudah menunggu dengan wajah yang tak mengenakkan.


"Lama sekali kamu Di" marah Ali dengan Adi.


"Maaf terlambat, tadi asik nonton film kartun" ucap Adi.


"Ayo buruan berangkat" lanjutnya.


Setelah melewati perkotaan dan perdesaan akhirnya mereka sampai di suatu desa plosok tepat samping hutan, mereka menitipkan sepeda motornya kepada salah satu warga disana.


"Pak kami nitip motor selama seminggu ya, kami mau pergi ke dalam hutan" ucap ali kepada salah seorang warga.


"Kalian mencari apa sampai seminggu di dalam hutan?" Tanya salah seorang warga di desa itu.


"Kami hanya menikmati suasana alam pak, kebetulan kami suka dengan alam, dan kami juga sering mendaki gunung, menyisiri oantai dan hutan hutan" jawab Adi berbohong kepada warga.


"Hati hati, jika bulan purnama tiba kalian harus keluar dari hutan itu, kebetulan satu minggu yang akan datang bulan purnama" pesan dari warga setempat.


"Emangnya ada apa pak?" tanya Ali.


"Kalian bisa saja tidak menemukan arah pulang bahkan bisa hilang di hutan itu"


"Baik oak kami mengerti, sebisa mungkin kami pulang sebelum bulan purnama pak" jawab Adi kebingungan dengan oesan dari seorang warga setempat.

__ADS_1


"Kok aneh ya, ini seperti yang ada dalam mimpiku semalam, sam persis saat bulan purnama aku bermimpi itu, ada apa sebenarnya?" Dalam hati Adi bertanya tanya.


...*********************************************************************...


__ADS_2