Dibalik Dunia Nyata

Dibalik Dunia Nyata
Mimpinya Begitu Nyata


__ADS_3

Adi dan tama jembali melanjutkan perjalanan mereka, sampai akhirnya ditengah oerjalanan mereka melihat ada rumah tua terbuat dari jayu yang sudah dipenuhi lumut, menandakan rumah itu sudah berpuluh tahun tak dihunu, bahkan bisa ratusan tahun.


"Apa ini? bagaimana bisa ada rumah ditengah hutan seperti ini?" tanya Tama kepada Adi


"Entah, apa yang terjadi, aku tak tahu pasti bagaimana bisa membangun rumah di tengah hutan" Adi menjawabnya dengan kebingungan.


Tak disadari bahwa rumah itu merupakan rumah yang sama persis di mimpi Adi semalam.


Semalam Adi bermimpi dijumpai oleh sosok wanita misterius itu, mereka berduaan mesra romantis, Adi diajak masuk kedalam rumah, didalamnya terdapat foto wanita berkerudung merah sekaligus foto pengantin.


"Sebentar Tam, aku sepertinya pernah masuk kedalam rumah ini" ujar Adi.


"Jangan becanda, kita sedang berada di tengah hutan" jawab Tama.


"Beneran, aku pernah masuk kesana" jawaban Adi ngotot bahwa dirinya pernah masuk kedalam rumah itu.


"Tak mungkin kamu pernah masuk kedalam rumah ditengah hutan seperti ini, sedangkan kita saja baru pertama kali ke hutan ini" ucap Tama.


"Tapi semalam aku bermimpi bertemu dengan sosok itu, lalu diajak kedalam rumah ini, dalam rumahnya begitu luas, ada kamar yang megah tertempel foto sosok wanita itu, dan satu foto pengantin " ucap Adi.


"Serius Di?" tanya Tama kepada Adi.


"Serius Tam, mari kita masuk, kita buktikan bersama" jawab Adi.


"Tapi pintunya di kunci apa tidak Di?" tanya Tama kepada Adi.


"Tenang kunci pintu ini sama dengan kunci pintu kamarku, kita masuk saja" jawab Adi.


Berjalanlah mereka mendekati rumah tersebut, benar saja rumah itu sudah berlumut dan sangat amat tua, bahkan di gembok dengan rantai besar, namun perkataan Adi tadi benar saja, ternyata kuncinya sama persis dengan kunci kamarnya.


"Nah kan apa yang aku katakan benar, kuncinya sama dengan kunci kamarku, semalam aku bermimpi seperti ini" ujar Adi.


Tama yang melihatnya begitu kaget saat omongan Adi memang benar nyata apa adanya.


Mereka langsung masuk, herannya mereka pada saat masuk begitu luas seperti kraton yang sangat megah, dipenuhi pernak pernik berlian, dan emas, padahal dilihat dari luar rumah itu hanya berluas 3 kali tenda yang mereka gunakan.


Tama mengajak Adi keluar, karena aneh melihat isi ruangan itu, namun Adi berusaha membuktikan ke dalam kamar apakah benar seperti mimpinya semalam atau bahkan berbeda.


"Ayo kita keluar saja, sepertinya ini bukan rumah biasa" ucap Tama ketakutan.

__ADS_1


"Tak usah takut, kita buktikan dulu, jika benar dalam kamar ada fotonya kita keluar, kita bermalam diluar, siapa tahu ada petunjuk baru" jawab Adi.


"Terserah kau saja lah, aku ngikut dari belakang" jawab Tama.


"Ayo ikuti aku, kamarnya berada di sebelah kiri ruang tamu ini"


tak lama kemudian menemukan sebuah kamar yang tak dikunci, terkejutnya mereka saat melihat foto besar wanita berkerudung merah dan foto kecil di sampingnya yaitu foto pengantin.


"Kok bisa sama persis ya... padahal kan aku hanya bermimpi semalam, apakah ini tanda jika sosok yang membayangiku setiap saat memang jodohku?" Adi bertanya kepada Tama.


"hmmm mungkin saja, tapi juga sangat tidak mungkin, jika memang adanya seperti itu, bagaimana bisa kamu akan menikah dengannya, kalian beda alam bahkan beda tempat tinggal" jawab Tama


"Tidak masalah jika beda alam, maupun tempat tinggal, aku akan membawanya pulang ke rumah" jawab Adi.


"Kalo dia mau! kalau tak mau berarti kamu yang harus tinggal disini" ujar Tama.


"Lihat saja nanti"


"Sudahlah lupakan saja, kasihan orang tuamu menunggumu pulang, kita sudah seminggu berjalan, ini malam terakhir kita disini, semoga kita bisa mendapatkan petunjuk dan segera pulang" nasehat dari Tama kepada Adi.


"Kenapa? kamu mau pulang silahkan, sebelum aku bertemu dengan sosok itu, aku tak akan pulang" ucap Adi membentak Tama.


"Nah gitu dong, semangatin sahabatnya"


keluarlah mereka dari rumah mewah itu, lagi lagi tampak kecil dilihat dari luar, benar saja bahwa memang ada yang tidak beres dengan rumah itu, waktu menunjukkan pukul 5 petang, mereka mengambil air wudhu dan melaksanakan ibadah di depan rumah itu, usai solat didirikanlah tenda untuk menginap bermalam menunggu sosok itu muncul.


...****************...


Pukul 00.00 tengah malam, mereka masih begadang menunggu sosok itu muncul, namun hasilnya sangat sia sia, mereka memutuskan untuk beristirahat di dalam tenda.


Adi kembali bermimpi bertemu dengan sosok wanita itu, dalam mimpinya sosok itu menyuruhnya untuk pulang, dan sosik itu akan ikut dengannya sampai ke kota.


"Pulanglah, kasihan temanmu, kasihan orang tuamu, besok aku ikut denganmu, silahkan pulang, sudah aku siapkan bekal makanan dalam tas" kata wanita dalam mimpinya.


"Baik aku akan pulang, ikutlah denganku" jawab Adi.


"Aku selalu ada di sampingmu, suatu saat kamu pasti bisa melihatku" ujar sosok itu.


"Terimakasih, besok aku kembali ke kota"

__ADS_1


"hati hati diperjalanan, ada jalur yang kebih cepat, silahkna jalan lurus arah tenda kamu menghadap, nnati kamu akan sampai di perbatasan hutan belantara" ucap sosok wanita itu.


"terimakasih petunjuknya"


...****************...


Pagi telah tiba, kini pukul 5.00 pagi hari, mereka berduskusi untuk pulang ke rumah.


"Tam pagi ini kita pulang ke rumah, tadi malam aku bermimpi dan sosok itu menyuruhku untuk kembali ke kota, kita pulang lurus arah tenda ini berdiri, jangan berbelok kemanapun itu" cerita Adi.


"Aku ngikut kamu, sudah pasrah dengan keadaan" jawav Tama.


"Mari kita siap2 dan bergegas semoga waktu 3 hari cukup untuk kembali kerumah" ujar Adi.


"Hah... 3 hari? tak mungkin, kita berjalan sudah satu minggu masa pulang cuma 3 hari?" tanya Tama.


"Sudahlah ayo kita kemas kemas lalu berangkat suapa lebih cepat sampai, bekal kita sudah di sediakan oleh sosok itu dalam tas kita" ucap Adi.


Tama langsung mengecek tas dan benar saja banyak makanan di dalam tas mereka.


"Ayo kita kemas kemas lalu makan setelah itu pulang" ucap Tama bersemangat.


"Let's go..." jawab Adi.


Usai mereka berkemas dan siap untuk melanjutkan oerjalanan, tanpa berlama2 mereka langsung berlari menuju arah yang sudah diberikan oleh sosok wanita misterius.


kaget terheran heran saat mereka berhenti di perbatasan, oadahak baru satu jam m|eka berjalan, namun sudah berada diperbatasan, tanpa mereka sadari dan itu tidaklah sebuha hayalan, melainkan kenyataan.


...****************...


"Huft... kok bisa ya kita secepat kilat berlari sampai perbatasan hutan belantara ini" ujar Tama.


"Gak usah dipikirkan, ayo kita kembali ke motor lalu pulang" jawab Adi.


"Alhamdulillah, kenapa kemarn verangkat tidak lewat sini saja ya..." ujar Tama.


"Sudah terlanjur, besok besok lewat sini saja lebih cepat, hehehe" jawab Adi tertawa tipis.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2