Dibalik Dunia Nyata

Dibalik Dunia Nyata
Gemuruh Suara Hujan


__ADS_3

Setelah beberapa saat mereka berada dalam tenda sambil bercanda, keluarlah mereka karena perut yang sudah keroncongan itu, Adi menyuruh Ali untuk memasak dan membuat kopi untuknya, karena kalah taruhan dengan Adi.


"Ali, perutku sepertinya tidak sanggup lagi menahan lapar, ayo buatkan mie instan dan secangkir kopi untukku" pinta Adi kepada Ali.


"Dasar kau ini Di, sudah seperti bos saja, kalau aku tidak kalah taruhan, mana mungkin menurut apa yang kau suruh itu" balasnya dengan kesal.


"Sudahlah, kau kalah taruhan tadi, alangkah baiknya jika kau cepat membuatkan makanan untukku"


"Oke tak masalah, akan ku balas besok jika aku menang taruhan darimu"


"Itu kan jika menang, jika kalah? Aku yang akan menyuruhmu" ucap Adi mengejek temannya itu.


"Kamu beruntung saja tadi bisa menebak, seharusnya aku yang menang" jawabnya kesal kepada Adi.


"Buktikan saja besok jika memang kau bisa mengalahkanku" jawaban Adi begitu yakin bahwa dirinya akan menang taruhan dengan Ali.


"Sudah buruan buatkan aku makanan dan kopi, sudah sangat kelaparan aku" lanjut Adi.


"Iya....." Jawaban Ali sepertinya tidak rela jika kalah taruhan dan harus melayani Adi layaknya pembantu.


Segeralah Ali keluar bersama Adi, kini Ali mengeluarkan kompor kecilnya dan mulai memasak, sedangkan Adi melihatnya sambil tertawa mengejek Ali.


"Wakakakaka.... Andai setiap hari" ucap Adi sambil tertawa melihat ke arah Ali.


Ali yang sedang membuatkan makanan untuknya hanya diam dengan kekesalan atas kekalahan yang ia alami. Tak ada jawaban sama sekali bagai orang yang sedang bermusuhan.


"Jawablah Li, kenapa hanya diam kau ini, biasanya kau yang banyak bicara" tanya adi kepada Ali.

__ADS_1


"Aku lapar, sudah diam dulu sebentar, usai makan, kita lanjut bicaranya" jawabnya kesal.


"Malam ini akan turun hujan seperti yang aku katakan padamu tadi sore"


"Tak mungkin lah jika malam ini hujan, cuaca begitu cerah mana mungkin bisa turun hujan" ucap Ali dalam hati.


Beberapa saat terdiam, akhirnya makanan yang dimasak oleh Ali sudah siap disajikan, mereka langsung melahao makanan itu meskipun dalam keadaan panas. Adi memakannya lahap, habis sudah makanan Adi tak sampai 5 menit. Ali melihat ke arah Adi terheran melihat tingkahnya itu.


"Cepat sekali kau makan, biasanya setengah jam baru selesai" ucap Ali terheran heran melihat Adi saat itu.


"Lapar, kini masih terasa lapar, jika punyamu tidak habis, aku makan saja sini berikan oadaku" jawab Adi.


"Enak saja, ini jatahku, jangan ganggu, aku sedang menikmati makan malamku"


"Baiklah jika begitu, aku minta rokoknya buat teman kopi hitam ini" pinta Adi kepada Ali.


"Ambil saja di tas kecilku itu" sambil menunjuk kedalam tenda tepat dia letakkan tas kecilnya.


"Dasar serakah, ingatlah masih ada besok, jangan dihabiskan semua hari ini"


"Buru habiskan makananmu, sini temani aku ngopi sambil menunggu hujan turun"


Beberapa saat setelah itu, Ali yang sudah menghabiskan makanannya kini datang menghampiri Adi. Mereka lagi dan lagi, membahas hujan oada malam ini, Ali begitu heran dengan Adi, kenapa bisa seyakin itu bahwa hujan akan segera turun pada malam ini, yang jelas cuacanya sangat bagus tak ada awan hitam sedikitpun.


"Kenapa kau begitu kokoh dengan keyakinanmu itu?" Tanya Ali sambil menikmati rokoknya dan kopinya.


"Yakinlah padaku, tak lama lagi akan hujan"

__ADS_1


"Awas saja jika tak datang hujan"


Belum juga Adi menjawabnya, angin bertiup begitu kencang, langit yang tadinya cerah kini berubah menjadi sekumpulan awan hitam. Ali seketika kaget, dan bertanya tanya dalam hatinya.


"Kenapa bisa terjadi?" Ungkap Ali dalam hati.


"Kenapa terdiam Li? Kau heran dengan apa yang aku ucapkan?" Tanya Adi.


"Tidak, ini hanya kebetulan saja, tak mungkin jika akan terjadi esok hari" jawab Ali.


"Buktikan saja besok apa yang aku ucapkan"


"Besok kita taruhan lagi seperti tadi, besok aku yang akan memenangkan" dengan yakin Ali bisa menebak apa yang terjadi esok hari.


"Silahkan jika bisa" jawab Adi sangat santai dan memberi senyuman kepada Ali.


Mereka yang melihat akan turunnya hujan, segera masuk kedalam tenda untuk menghangatkan tubuh mereka sambil menikmati sisa rokok yang belum habis.


Wusssssss wusssss wussssss


Suara angin begitu sangat kencang, suara air mulai terdengar diatas tenda mereka, benar saja hujan turun malam ini, bahkan cuaca buruk, hujan semakin lebat, angin semakin berhembus kencang, tenda yang mereka huni sebagai rumah dimalam ini bergoyang karena tiupan angin.


"Bahaya ini jika tenda kita bocor" ucap Ali panik melihat kencangnya angin dan derasnya air hujan malam ini.


"Santai saja, tak akan terjadi apa apa, ini tenda baru dan kualitasnya bagus, aku membelinya dengan harga mahal" balas Adi.


"Kita tidur saja yuk, dingin sekali malam ini, semoga hujannya cepat berhenti"

__ADS_1


"Aamiin, ayo kita tidur" jawab Adi sambil menganggukkan kepalanya.


Adi mengeluarkan selimut yang ia bawa, begitu juga dengan Ali. Tak lama setelah mereka memakai jaket dan selimut sebagai penghangat tubuhnya, segera berbaring dan memejamkan mata. Tidurlah mereka sampai esok hari ditemani suara angin dan suara air hujan sebagai penghantar tidur mereka.


__ADS_2