
Setelah dibawa pergi, beberapa saat kemudian datang seorang wanita cantik berpakaian kebangsaan (Puteri), benar saja ia merupakan puteri kerajaan dari abad ke satu, meletakkan selendang di leher Adi, sambil mengucapkan.
" Tenang, kita akan menyelamatkan sahabatmu "
ucapan itu tampak meyakinkan Adi, lantas intuk apa selendang yang diberikan oleh tuan puteri itu, apakah hanya sebagai ucapan kasih sayang atau kenang kenangan darinya, atu memang ada maksut tersendiri dari pemberiannya itu.
" Lantas apa maksud kamu memberikan selendang ini " tanya Adi kepada tuan puteri.
" Tak ada maksud apa apa, tak lain hanya untuk meyakinkanmu bahwa kita bisa menyelamatkan sahabatmu dengan selendang ini " ucap sang puteri.
" Hanya selendang bisa menyelamatkan nyawa sahabatku ini, apakah kamu sudah gila, bahkan baginda raja di kawal begitu ketat oleh pasukan kerajaan, bagaimana mungkin " tanya Adi.
" Mungkin saja, percaya kepadaku bahwa kita bisa menyelamatkan sahabatmu, karena ini satu satunya senjata untuk mengalahkan ayahku " jawab tuan puteri.
" Baik, kali ini aku percaya kepadamu, namun jika kamu berbohong, aku tak segan segan melupakanmu dan tidak mau mengenalmu lagi " ucap Adi.
" Silahkan kita buktikan, tidak usah khawatir, aku tidak akan membohongimu, yakin kepadaku " meyakinkan Adi yang masih belum percaya.
" Lantas bagaimana caranya " tanya Adi kepadanya.
" Jadi ketika berada dihadapan baginda, kamu keluarkan saja selendang itu dan minta tukar dengansahabatmu, karena ini merupakan selendang kelemahan ayahandaku " ucap tuan puteri.
" Kita berangkat sekarang saja, tapi jangan pernah meninggalkanku, dan jangan sekali kali menjebakku, karena lawanku adalah ayahmu sendiri " ucap Adi masih tak percaya dengan tuan puteri.
" Mari kita laksanakan sekarang, kita naik kuda saja, aku panggilkan kuda istana biar cepat sampai dan tidak capek untuk sampai kesana " ucap tuan puteri.
" Mana kudanya, cepat panggilkan kemari, sebelum sahabatku menjadi abu disana " ucap Adi.
tuan puteri bersiul merdu guna memanggil kuda kerajaan yang akan membawanya kehadapan sang raja, tak lama menunggu, akhirnya kuda itu datang juga, Adi baru oertama kali melihatnya terkejut, bahkan tak percaya ini sebuah kenyataan.
" Suit suit suit " siul tuan puteri memanggil kuda istana.
Setelah beberapa saat kuda itu datang...
" Wahai kuda istana, antarkan kami ke hadapan sang raja " ucap tuan puteri kepada kuta tersebut.
" Baik tuan puteri, mari naiklah aku akan mengantarkan kalian " jawab kuta tersebut.
" terimakasih kuda, tolong cepat sedikit jalannya ya " pinta tuan outeri.
__ADS_1
" siap dilaksanakan oerintah tuan puteri " kata sang kuda.
" Mari kita naik biar menghemat tenaga " ucap tuan puteri kepada Adi.
" Baiklah " jawab Adi.
Setelah mereka menaiki kuda itu, tuan puteri kembali mengatakan kepada kuda bahwa harus segera mungkin sampai ke hadapan baginda raja.
" Kuda, kuharap kamu bisa lebih cepat dan membawa kami kehadapan sang baginda raja " ucap tuan puteri.
kuda tersebut terbang tinggi di angkasa dan terbang dengan laju melebihi pesawat terbang, semakin kencang laju sang kuda, dan tidak sampai sepuluh menit mereka telah tiba di hadapan baginda raja.
" Silahkan turun tuan putrri sang baginda sudah ada di dalam istana " ucap kuda.
" Terimakasih kuda, tolong tunggu kami di atas, dan sewaktu waktu kami butuh bantuan segeralah kamu turun menjemput kami " ucap tuan puteri.
" Baik tuan puteri hamba selalu setia denganmu " jawab kuda tersebut.
" Mari kita langsung masuk, pasti di dalam sedang mempersiapkan upacara tumbal sahabatmu itu " ucap tuanputeri kepada Adi.
Mereka berjalan masuk kedalam istana, dan oengawalpun tidak berani menghadang Adi karena ia bersama puteri kerajaan.
" Tunggu baginda, apakah anda yakin akan mengorbankan sahabatku " tanya Adi kepada baginda raja.
" Yakin, apakah kamu akan menyelamatkan sahabatmu itu " ucap baginda raja sambil tertawa b|bahak bahak bersama permaisurinya.
" lantas apa yang akan kamu lakukan Adi " tanya baginda kepada Adi.
" Jika yakin coba lihatlah apa yang aku bawa, dan apa yang akan aku lakukan setelah ini " ucap Adi sambil memperlihatkan selendang yang $iberikan tuan puteri.
" Apa itu, dari mana kamu mendapatkan selendang itu" sang raja kebingungan dan merasa ketakutan melihat selendang itu.
" Tolong bawa kesini selendang itu " ucap baginda.
" Tidak, asalkan baginda mau menukarnya dengan sahabatku " pinta Adi kepada baginda raja.
" Baik jika memang itu kemauanmu akan ku turuti, asalkan kamu menepati omonganmu akan memberikan selendang itu kepada ku" ucap baginda raja.
" Pengawal, lepaskan Ali " ucap baginda sambil menunjuk ke arah pengawal yang sedang merantai Ali.
__ADS_1
" Baik baginda " jawab seorang pengawal.
" Bawa kesini selendang itu " ucap baginda.
" Ali sampai di tanganku selendang ini sampai di hadapan tuan " ucap Adi.
Setelah di lepaskan, Ali berlari ke arah Adi dan selendang itu di lempar ke baginda raja, dengan sigap setelah melemparkan selendang itu, tuan puteri memanggil kuda istana untuk membawa mereka pergi dari kerajaan.
" Suit suit suit, kuda, cepatlah " ucap tuan puteri.
Tak lama kemudian kuda itu datang dihadapan mereka, tak w langsung menaiki dan dibawa terbang, kuda itu merupakan satu satunya yang bisa terbang, di istana tidak ada lagi selain kuda tersebut, mereka dibawa jauh dari istana.
" Bawalah kami ke tempat aman yang tidak ada seorangpun bisa menemukan kami " pinta tuan puteri kepada kuda istana.
" Aku akan membawa kalian ke dunia lain yang tak akan ada yang bisa menemukan kalian " jawab kuda itu.
" Terimakasih kuda " ucap tuan puteri.
Kuda istana membawa mereka ke dunia lain tak lain yaitu dunia istana langit. Disana disambut dengan baik, terutama Adi dan tuan puteri.
" Silahkan masuk, langsung menuju ke ruang tamu " ucap salah satu dari penjaga istana.
" Terimakasih " jawab Adi.
Mereka berjalan beriringan menuju ruang tamu istana, dan sudah di sajikan banyak makanan, dengan melihat saja Adi dan Ali sudah merasa kenyang, sehingga sangat menambah rasa lapar mereka.
"Wah banyak sekali makanannya, kalo seperti ini bisa gemuk aku di sini" ucap Adi.
Mereka duduk melingkar dan dipersilahkan makan oleh seorang pelayan yang ada di sana.
"Silahkan menikmati sajiannya" ucap seorang pelayan.
"Terimakasih pelayan" jawab tuan putri.
Dengan lahap mereka menyantap makanan itu, seketika Ali yang tadinya bengong saja terus menerus menyantap akhirnya bisa kembali ceria dn kembli mulai menunjukkan sikap aslinya, penuh canda di ruangan itu.
Tuan puteri yang awalnya tidak suka bercanda akhirnya ikut menikmati candaan mereka, sampai tertawa terbahak bahak dibuatnya.
Selesai makan tiba tiba saja ada suara dari belakang, tepatnya dari pintu masuk.
__ADS_1
"Sudah selesai belum" suara dari arah pintu masuk ruangan itu.