
Hari ini adalah hari dimana Adi dan Ali pergi ke hutan mencari sosok itu. usai menjalankan kwajibannya, Adi mengambil tas gunung miliknya yang akan digunakan untuk membawa barangnya nanti.
"Waduh apa saja ya yang kurang?" Tanya Adi dalam hati.
"Sepertinya sudah semua" lanjutnya.
Setelah berfikir dan membongkar kembali bawaannya itu, adi teringat belum memasukkan mie instan dan sayuran.
"Oh iya mie instan" berjalan menuju dapur mengambil mie instan yang ada disana.
"Udah, tapi kayaknya masih ada yang kurang, tapi apa ya?" Masih kebingungan apa yang belum ia masukkan kedalam tas gunungnya.
"Sepertinya sayuran belum aku ambil di dapur" kembali berjalan menuju dapur.
Bibi yang saat itu baru selesai solat melihat tuan mudanya mondar mandir kebingungan, bertanyalah bibi kepada Adi.
"Apa yang dicari mas?" Tanya bibi kepada Adi.
"Ini bi sedang menyiapkan bekal" jawabnya tanpa menoleh sedikitpun ke arah bibi.
"Sini bibi bantu mas"
"Terimakasih bi, tak usah repot repot, aku bisa sendiri bi"
"Jika perlu bantuan panggil bibi aja mas"
"Baik bi"
Usai mengambil sayuran Adi kbali ke kamar melanjutkan packing barang bawaannya.
"Kompor sudah masuk, gas sudah masuk, panci sudah, korek api sudah, pisau sudah, belati juga sudah, tenda, matras, dan lainnya sudah" sambil mengingat kembali apa yang belum disiapkannya.
"Makanan ringan sudah masuk, mie instan sudah, sayuran sudah, terus apa yang kurang, sepertinya sudah semua ini" masih sama dengan sebelumnya, mengingat kekurangan apa yang belum dimasukkan.
"Oh iya aku belum membawa beras" Adi teringat bahwa beras belum dimasukkan kedalam tas.
Kembali turun dari tangga menuju dapur, kali ini Adi berlari hingga hampir jatuh dari tangga.
"Hati hati mas, tidak usah lari" ucap bibi yang melihat saat Adi mau terjatuh.
__ADS_1
"Iya bi, ini belum membawa beras" ucapnya.
"Bibi siapkan saja berasnya mas, mas Adi tunggu saja di kamar, nanti bibi anter" tawaran bibi kepada Adi.
"Terimakasih banyak bi atas bantuannya, kalau begitu aku naik lagi bi" jawab Adi.
"Baik mas"
Adi berlari kembali menuju kamar, melihat tas gunungnya yang sudah penuh, Adi kebingungan mau membawa beras gimana jika sudah penuh gini.
"Aku bawa tas dua saja kalau begini, yang satu untuk beras sama minuman" gemamnya dalam hati.
Tak lama setelahnya, pintu kamar ada yang mengetuk dan memanggil namanya.
Tok.... Tok.... Tok....
"Mas..."
"Mas Adi..."
"Bibi?" Tanya Adi.
"Iya mas, ini berasnya"
"Baik mas"
"Ini berasnya mas, mau diletakkan dimana mas?" Lanjut tanya bibi.
"Letakkan saja di atas kasur bi, nanti aku yang ngemas" jawab Adi.
"Bibi ke dapur dulu ya, keburu gosong nanti ikannya"
"Silahkan bi, terimakasih sudah di antar berasnya bi"
Tanpa jawaban, bibi berjalan keluar kamar dan kembali kedapur untuk melanjutkan memasak ikan goreng dan nasi goreng kesukaan Adi.
Sementara Adi masih dikamar dengan barang bawaannya yang sangat banyak itu.
"Akhirnya selesai sudah packingnya" ucap Adi.
__ADS_1
"Saatnya mandi terus sarapan pagi" lanjut ucap Adi.
Mandi kebiasaan Adi setelah solat subuh, namun kini berbeda, hari ini Adi mandi agak terlambat dikarenakan harus menyiapkan barang bawaannya.
Selesai mandi Adi bergegas menuju meja makan, disapa dengan ayah dan ibunya.
"Selamat pagi anakku tersayang" ucap ibu Adi.
"Good morning Adi" ucap ayahnya.
"Pagi juga yah, bu" jawab Adi.
"Tumbenan terlambat" tanya ayah kepada Adi.
"Aku habis packing barang bawaan yang akan kubawa nanti yah" jawabnya.
"Jadi ke hutan?" Tanya ayah kembali.
"Jadi yah, rencana satu minggu aku berkelana di hutan"
"Lama sekali perginya" gemam ibu Adi.
"Tak lama bu, setelah itu aku tidak pergi lagi bu, apapun hasilnya aku akan pulang bu"
"Yasudah kamu hati hati saja, pulang tepat waktu biar ayah dan ibu tidak khawatir" ucap ayah.
"Baik yah, bu, aku janji akan pulang tepat waktu" jawabnya.
"Pergi sama siapa jadinya?" Tanya ibu.
"Pergi sama Ali, lantas siapa lagi jika buka dia bu" jawabnya.
"Hati hati ya nak, ibu selalu merindukanmu" ucap ibu.
"Iya bu, tidak usah khawatir, Adi bisa jaga diri bu"
"Ibu percaya sama kamu nak" ucap ibu menahan air mata.
"Sudah ayo kita makan dulu" ucap ayah mengalihkan pembicaraan agar ibu tidak meneteskan air matanya.
__ADS_1
Makan pagi bersama keluarga, itu sudah menjadi keseharian mereka, sesibuk apapun mereka selalu mengusahakan agar bisa makan bersama saat pagi hari.
...**************************************************...