Dibalik Dunia Nyata

Dibalik Dunia Nyata
Tumbal!


__ADS_3

Tidur, kata yang bikin semua orang untuk beristirahat, saatnya melakukan ritual menenangkan badan pikiran dan sebagainya.


Namun berbeda dengan mereka, yang mana menggambarkan tidur sebaliknya, yaitu untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi, untuk berpikir bagaimana kedepannya, untuk bekerja keras menemukannya.


benar sekali, semua tidak akan sia sia dan semua berjalan sesuai rencana, mereka yang tertidur pulas tiba tiba terbangun.


Bukan artian terbangun dari tidur ya...


Namun artian bangun dari mimpinya, artinya mereka tiba- tiba bermimpi dan dalam mimpinya bertemu dengan seorang pria dengan mahkota mewah di kepalanya.


Tak lain pria itu adalah Raja dari abad ke 1, ayahanda dari puteri yang Adi cintai dan mereka cari selama ini.


Raja itu berkata dari kejauhan


" Kalian tidak usah khawatir, keselamatan dan kenyamanan akan selalu kami jaga "


Usai berkata demikian, sang Raja semakin mendekat hingga tepat di hadapan mereka.


Siapa yang tidak gemetar jika di hadapkan dengan raja dan di kawal oleh puluhan pengawal.


Namun dari sana mereka bertanya dan hasilnya tidak sia sia, hanya saja satu yang belum terjawab.


" Wahai hamba, bagaimana kehidupan kalian?, pasti kalian kesini untuk menanyakan sesuatu bukan? " ucap baginda raja.


" Benar baginda raja, kami kesini memang berniat untuk mencari tuan puteri dan akan mengajaknya pulang bersamaku " jawab Adi.


" Tidak semudah itu untuk menemukan anakku, tidak semudah itu untuk membawa pulang anakku " ucap baginda raja.


" Saya tahu akan hal itu baginda, namun saya ingin bertemu dengannya " mohon Adi kepada baginda raja.


" Baik, saya bisa membantu kalian, asalkan ada imbalan bagiku " jawab sang raja.


" Apapun akan saya lakukan baginda, asalkan saya bertemu dengan tuan puteri " jawab Adi.


" Syaratnya begitu berat, jika tidak bisa kamu akan kehilangan tuan puteri " ucap baginda.


" Apapun itu pasti saya akan mengusahakannya baginda " jawab Adi.


" Syaratnya satu, yaitu kamu harus memberikan temanmu itu kepadaku sebagai tumbal " pinta sang raja.


" Tunggu dulu baginda, apakah saya tidak salah mendengarkan hal ini? " ucap Adi.


" Kamu bisa melakukan apa tidak? jika bisa melakukan satu syarat ini saja makan silahkan bawa pulang anakku " ucap baginda raja.

__ADS_1


Usai berbincang bincang, mereka berdiskusi dan Adi bertanya kepada Ali, apakah Ali mau membantu Adi, dan apakah Adi ikhlas untuk mengirbankan sahabat baiknya hanya demi seorang perempuan?.


" Gila lu kalo mau mengorbankan aku, kamu tidak ingat berapa lama kita bersama? sudah berapa kali kita hidup susah senang " ucap Ali kepada Adi.


" Sabar dulu tak usah marah marah, jika memang kamu tidak ku korbankan aku tidak akan bertemu dengan Puteri, namun jika kamu aku korbankan aku akan kehilangan sahabat baik " jawab Adi.


" Syukurlah jika memang kamu sadar akan hal itu, jadi gimana? apa masih mau mengorbankan nyawa ku demi seorang perempuan? " tanya Ali.


" Tenang aku tetap mengorbankanmu tetapi aku akan menolongmu " ucap Adi.


" Maksudnya gimana? " tanya Ali.


" Gini, pertama aku akan mengorbankanmu, akan menyerahkan kamu kepada raja " ucap Adi


" Jika aku sudah bertemu Puteri aku akan menyelamatkan kamu dari genggaman sang raja " Lanjutnya.


" Jika tuan puteri mau, namun jika tidak kamu akan kehilangan aku selama lamanya " jawab Ali.


" Percaya padaku, aku akan segera menyelamatkanmu, silahkan ikut dengan raja, tidak lama aku akan membantumu " ucap Adi.


" Baik, aku ikut dengan raja, namun janji akan menolong dan menyelamatkanku dari tumbal itu? " pinta dan tanya Ali.


" Janji, sebelum ditumbalkan kamu sudah aku selamatkan " janji Adi kepada Ali.


" Aku akan menepati janjiku " ucap Adi.


Setelah perdebatan yang sangat panjang, akhirnya mereka sepakat bahwa Ali akan dibawa oleh raja dan Adi akan menyelamatkan sebelum di tumbal kan oleh sang raja.


Lama sudah baginda menunggu dan sampai menegur mereka, karena belum juga memberikan keputusan.


" Kalian jadi bertemu tuan puteri atau tidak?, jika tidak aku akan pergi meninggalkan kalian! " ucap baginda raja dengan nada yang keras.


" Jadi baginda, maaf telah membuat baginda menunggu " ucap Adi.


" Jadi bagaimana keputusannya? " tanya baginda.


" Saya setuju dengan keputusannya baginda, syarat akan ku lakukan, silahkan bawa sahabat baikku ini dengan baginda raja " ucap Adi.


" Sabar dulu anak muda, syaratnya bukan hanya itu, namun temanmu harus ikhlas untuk mengirbankan nyawanya " jawab sang raja.


" Jika tidak ikhlas maka semua akan gagal, dan syarat yang pertama tadi juga gagal nak " lanjut baginda raja.


" Saya mengerti baginda, silahkan di tanya ke sahabat saya, apakah dia setuju atau tidak " ucap Adi.

__ADS_1


Sang baginda raja langsung menanyakan apakah Ali bersedia untuk mengikuti persyaratan yang di berikan oleh baginda raja, kali ini sedikit membingungkan sang baginda dengan jawaban Ali yang mana sedikit tidak masuk akal.


" Kamu Ali, apakah setuju jika kamu di jadikan tumbal? " tanya baginda kepada Ali.


" Sebenarnya setuju namun aku harus menjadi super hero dulu " jawaban Ali.


Jawaban Ali seolah olah menolak tawaran dari sang raja, namun disini memang Ali orangnya suka bercanda pada siapapun itu, akan tetapi salah dalam memposisikan diri, yang seharusnya patuh dan sopan terhadap baginda raja, seketika menjadikan syarat tersebut sebagai bahan lelucon.


" Bagaimana maksudmu? apakah kamu sengaja membuatku marah? " sang baginda berkata sambil melotir dan menunjuk ke arah Ali.


" Tidak baginda, saya tidak berniat membuat baginda marah, namun saya hanya ingin bercanda sebelum akhir dari hidup saya " jawab Ali dengan santai.


" Baguslah, jika memnag sengaja membuatku marah, akan ku jadikan abu sekarang juga " kata sang baginda raja.


" Baik baginda, saya minta maaf jika saya kurang sopan dan lancang dihadapan baginda raja " jawab Ali sambil menundukkan kepalanya.


" Jadi, bagaimana dengan tawaranku itu? apakah kamu setuju di jadikan sebagai tumbal untuk syarat sahabat baikmu itu? " tanya baginda.


" Saya setuju baginda raja, bagaimanapun saya harus membantu sahabat baik saya " jawab Ali.


" Sekali lagi saya pastikan bahwa kamu memang ikhlas dan tidak ada paksaan apapun " ucap baginda.


" Saya ikhlas dari hati saya baginda, silahkan bawa saya, namun sahabatku harus bertemu dengan puteri mahkota terlebih dahulu " jawab dan pinta Ali.


" Saya akan kabulkan permintaan kalian, silahkan ikut denganku terlebih dahulu " ucap baginda raja.


" Pengawal, silahkan bawa Ali ikut bersama ku pulang ke negeri kita " lanjut baginda dengan memandang ke arah pengawal.


" Baik, perintah dilaksanakan baginda raja " jawab seorang pengawal.


" Mari ikut dengan kami " lanjut sang pengawal.


" Silahkan bawa saya, dan saya tidak akan melawan, bahkan sampai kabur " ucap Ali.


" Baiklah mari kita pergi sekarang " baginda mengatakan sambil menunjuk ke arah pengawalnya.


" Kamu Adi, silahkan tunggu di sini, tidak lama tuan puteri akan datang menemuimu " kata baginda dengan menolehkan pandangan kepada Adi.


" Saya akan menunggu di sini baginda " jawab Adi.


" Ali, maafkan aku harus berlaku seperti ini, jika memang ini jalan kita, dan kamu harus bertakdir seperti ini " ucap Adi kepada Ali.


" Tidak apa apa kawan, aku bisa menerima semua kenyataan ini " jawab Ali.

__ADS_1


Setelah ucapan Ali, sang pengawal langsung membawa pergi dan baginda raja juga pergi membawa Ali, di sana Adi merasakan hal yang seharusnya tidak perlu di lakukan oleh nya, namun ini harus dilakukan agar bisa mendapatkan jawabannya.


__ADS_2