
“Sudah berapa lama aku memikirkan Ayah dan Ibu” tanya Adi kepada diri sendiri.
Jam sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari, namun Adi masih belum kembali memejam,kan matnya, padahal esoknya harus melanjutkan perjalanannya.
“Pukul berapa ini? Kok aku belum tertidur kembali, padahal Ali begitu nyenyak tidurnya” tamya Adi kembali kepa dirinya sendiri.
Sungguh kini ia memikirkan keadaan orang tuanya yang berada di rumah, sampai menangis membayangkannya. Baru pertama kali ini ia menangis karena terbayang bayang wajah orang tuanya.
“Sebaiknya aku tidur, agar besok bisa melanjutkan perjalananku” gemamnya.
“siapa tahu aku bisa bertemu Ayah dan Ibu meski dalam mimpi.
Ucap Adi terus menerus memperlihatkan bahwa ia memang kangen dengan orang tuanya di kota. Ia juga berjanji malam ini bahwa akan kembali tepat waktu dengan keadaan selamat tanpa kurang suatu apapun itu.
“Aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan pulang tepat waktu dan kembali dalam keadaan selamat tanpa kurang suatu apapun itu” ucapnya dalam hati.
Tak lama setelah itu, ia berusaha keras untuk memejamkan matanya, akhirnya bisa tertidur.
Mimpinya kali ini berbeda dengan sebelumnya, yang mana mimpi sebelumnya itu terbayang sosok wanita misterius, kini mimpinya malah terbayang wajah kedua orang tuanya.
Ayah.....
Ayah.....
__ADS_1
Ayah.....
Adi berteriak memanggil ayahnya, Ali yang seketika mendengar teriakan itu terbangun, ia segera membangunkan Adi dan menyuruhnya untuk minum.
“Bangun Di, sini minum dulu”
“Di... Bangun” ucapnya kembali.
“Yaa....”
“Kau mimpi ayahmu ya Di?” tanya Ali.
“Iya, aku rindu kepadanya” Jawabnya.
“Yasudah ayo tidur lagi, sebelum tidur berdoa dulu”
Adi dan Ali kembali menikmati tidurnya, kini kejadian itu kembali terulang kembali, Adi berteriak memanggil nama ibunya.
Ibu....
Ibu....
Ibu....
__ADS_1
“Kau kenapa lagi Di?” tanya Ali sambil membangunkan Adi.
“Tak apa, aku hanya ridu saja” jawabnya yang baru terbangun sambil mengucek matanya.
“yasudah ayo kita tidur saja” lanjut Adi.
Adi masih belum tertidur setelah mimpi yang dialaminya itu, kini merenungi diri dan ditemani sahabatnya yaitu Ali, namun Ali sudah memejamkan matanya. Adi tak tega jika membangunkan karena tahu bahwa ia begitu lelah usai perjalanan selama 3 hari berlalu, bahkan besok masih melanjutkan perjalanannya.
Adi yang masih merasa ngantuk berusaha memejamkan matanya kembali, berharap bisa mimpi bertemu orang tuanya, kini dirinya sangat merindukan kedua orangtuanya, tak sanggup jika melihat wajah ayah dan ibunya bersedih karena ditinggal lama oleh anak kesayangan.
"Tenangkan hati kalian ayah ibu, aku akan pulang jika misi yang ku emban ini selesai" ucap Adi dalam hati.
"Aku berjanji pada diriku untuk kalian, bahwa aku akan kembali 4 hari yang akan datang, tunggu kepulanganku ayah, ibu" lanjutnya.
Mereka kembali melanjutkan mimpi ya masing-masing, kali ini sudah tidak mengigo seperti tadi, mereka pulas tertidur. Terutama Adi yang tidur belakangan karena masih terbayang wajah orang tuanya.
Tak lama setelah tidur, Adi kembali terbangun karena mendengar suara alarm yang menunjukkan waktu subuh tiba. adi segera membangunkan Ali sahabatnya, namun seperti biasa, Ali menolak untuk bangun awal, karena memang sudah menjadi kebiasaannya menunda waktu solat.
Adi mengambil minum lalu segera untuk keluar dari tenda.
"Alangkah baiknya aku keluar dulu" gemamnya dalam hati.
"sungguh tak mengenakkan mimpiku semalam, lebih seram dari sebelumnya" lanjutnya dalam hati.
__ADS_1
Adi yang terbangun segeralah membuka pintu tenda, dengan terkejutnya yang terjadi di luar tenda.
...***************************************************************************...