
Sampailah mereka di parkiran rumah warga.
"Nak, kalian yang waktu itu menitipkan sepeda motor ini kan? " kata pemilik rumah.
"Iya bu, seminggu lalu kami menitipkan disini " jawab Ali.
"Ngomong ngomong bapak kemana ya bu?, kemarin pas nitipin motor ada bapak " tanya Adi kepada pemilik rumah.
"Gini nak, bapak dua hari lalu mencari kalian masuk ke hutan, tapi belum sampai di perbatasan sudah tewas di halangi oleh sosok wanita penunggu hutan tersebut" ucap ibu pemilik rumah.
"Ma'afkan kami bu, seharusnya kami tidak berlama lama di dalam hutan itu, hingga mengorbankan bapak " ucap Ali perlahan sedih.
"Sudahlah, yang penting kalian sekarang sudah keluar dengan selamat, ibu tahu kalian bisa keluar karena bantuan dari wanita penunggu hutan itu" cerita ibu pemilik rumah.
"Bagaimana ibu bisa tahu, sedangkan kami saja tak tahu kenapa isa secepat ini sampai" ujar Ali.
"Sudah hiraukan, besok kalian pasti mengetahuinya sendiri tanpa harus ibu kasih tahu " ucap ibu.
" Terimakasih bu sudah mau direpotin nitip motor disini, terimakasih atas bantuannya, maaf jika saya dan teman saya merepotkan ibu " ucap Adi.
" Tak apa mas, semoga secepatnya bisa menemukan jawaban atas keganjalan ini " kata ibu pemilik rumah.
" Kami pulang dulu bu, sekali lagi terimakasih bu " ucap Ali.
__ADS_1
" Sama sama mas, hati hati dijalan, semoga sampai tujuan dengan selamat " ucap ibu.
" Amiin " jawaban mereka bersamaan.
" Mari kita pulang Di " ucap Ali.
" Ayo, gausah berlama- lama, keburu malam nanti " ucap Adi.
Mereka langsung berpamitan dengan ibu pemilik rumah dan langsung menancap gas menuju ke kota, perjalanan mereka begitu pelan, dikarenakan badan yang sudah terlalu capek karena sudah tujuh hari mereka berkelana.
"Aku ngantuk Di, gantian kamu yang depan "
" Baik, tapi nanti sampai kota gantian kamu lagi sampai rumah ya " jawab Adi.
" Yang penting aku bisa memejamkan mataku sebentar " ungkap Ali.
" Terimakasih Di, pelan- pelan saja, gausah terburu- buru yang penting sampe rumah dengan selamat " pinta Ali.
" oke bos, laksanakan perintah " jawab Adi.
Sudah berjam- jam mereka menempuh perjalanan, dan akhirnya sampailah di sebuah warung perbatasan kota, kurang lebih perjalanan sampi rumah Adi sekitar 1 jam.
" Li... Bangun sudah sampai batas kota, ayo kita makan dulu setelah itu gantian kamu yang depan " Kata Adi.
__ADS_1
" Kok sudah sampai aja, padahal belum terasa, baru juga memejamkan mata " jawab Ali.
" Sudahlah ayo kita mampir warung dulu sekedar menghangatkan badan dan mengisi tenaga, ngopi dulu supaya tidak mengantuk " ucap Adi.
" Kamu yang pesan, aku seperti biasa, kopi hitam tanpa gula, makanannya sama telur dadar saja " jawab Ali.
" Gausah dikasih tahu sudah paham yang di inginkan " jawab Adi.
Setelah memesan, dengan lahap mereka menyaji makanan itu, seperti halnya sudah sebulan tidak makan. Sebetulnya suatu hal yang wajar, karena sudah beberapa hari mereka berkelana di dalam hutan dan tidak merasakan makanan se enak itu.
" Lahap sekali makanmu nak " ucap ibu pemilik warung.
" Iya bu sudah seminggu kita tidak merasakan makanan seperti ini " jawab Adi.
" Memangnya kalian habis dari mana, kok sampai seminggu tidak merasakan makanan seperti ini " tanya ibu pemilik warung.
" Biasa bu, anak muda, sukanya berkelana, mendaki gunung, menyusuri hutan bu " jawab Ali.
" Kalian habis dari mendaki gunung nak?, pantas saja kalian lahap makan makanan sederhana seperti ini" ucap ibu pemilik warung.
" Iya bu, kami baru sampai kota hari ini " jawab Ali.
" Monggo silahkan kopinya " ibu pemilik warung sambil menyodorkan dua cangkir kopi hitam.
__ADS_1
seusai mereka makan dan minum kopi, tak lama langsung bergegas kembali melanjutkan perjalanan, jarak yang masih lumayan jauh.
...****************...