
"Ayo kita beresin tenda lalu lanjut perjalanan kita" ucap Adi.
"ya..." Ali hanya menjawab iya sambil menganggukkan kepalanya.
Mereka segera membongkar rumah kecil yang ditempati semalaman. sesudah itu langsung mereka melanjutkan kembali perjalanannya. waktu yang terasa begitu cepat, kini tiga hari sudah mereka berkelana, berjalan mencari cari yang entah kemana itu.
Perjalanan kali ini tak ada hambatan sama sekali, bahkan cuaca juga tak seperti hari sebelumnya, terik matahari membakar kulit mereka hingga sore hari. Lepas solat asar, Ali yang masih belum terima atas kekalahannya kemarin mengajak adi untuk taruhan kembali.
"Ayo kita taruhan lagi" gemam Ali.
"Boleh, mau taruhan apa kali ini" jawab Adi.
"Kita tebak, nanti malam angin berhembus kencang atau tidak?, gimana jika itu saja, mudah bukan"
"Apa kamu tidak takut jika kalah lagi, selama ini setiap menebak, aku sesalalu benar" balas Adi sambil tertawa jahat.
"Jangan sombong dulu, kali ini aku yang akan memenangkannya, silahkan tebak dulu"
"Aku rasa, nanti malam hembusan angin seperti ini, tidak terlalu kencang, bahkan bisa saja malah kita kepanasan di dalam tenda" gemam Adi.
"Yakin kau dengan jawabanmu itu? tidak takut jika salah?" tanya Ali kepada Adi.
__ADS_1
"Mana mungkin Adi salah menebak" jawabnya.
"Kita buktikan saja nanti"
"Gimana jika waktunya sampai jam 7 malam, jika lebih dari itu angin belum berhembus kencang, aku yang menang" pinta Adi.
"Saran yang menarik, kini aku pasti menang"
"Lihatlah kebelakang, setiap taruhan kau tak bisa mengalahkanku, apa hukuman jika salah satu dari kita kalah?" tanya Adi.
"Cukup seperti kemarin saja tak masalah bukan?" tanya Ali kembali kepada Adi
"Tidak menjadi masalah bagiku"
"hihihihi" Adi hanya membalasnya dengan tertawa.
...*****************************...
Usai bertaruhan, mereka melanjutkan kembali perjalanan ke dalam hutan, kali ini begitu sangat menegangkan, bukan karena ap apa, namun hanya karena tempat di dalam hutan tersebut banyak tulang belulang hewan, banyak tengkorak hewan besar yang entah mereka tak tahu hewan apa itu.
"Li, apaan ini, ada apa ini Li?" tanya Adi kepada Ali.
__ADS_1
"Entah, sepertinya disini tidak aman, pasti ada binatang buas yang sudah memangsa hewan hewan ini" jawabnya.
"Sebaiknya kita cepat keluar dari tempat yang menakutkan ini, sebelum hewan itu muncul dan memangsa kita" ucap Adi bergetar mulut dan tangannya yang menunjuk ke arah tulang tulang berserakan itu.
"kita harus cepat pergi dari tempat ini, lagian ini sudah sore, waktunya hewan buas mencari mangsa untuk makan malamnya" ucap Ali juga demikian, bergetar semua seujur tubuhnya.
Setelah tubuh mereka gemetaran melihat tulang yang banyak, bahkan ada tumbukan seperti gunung, mereka kaget dan langsung tidak berdaya, terdiamlah mereka usai membicarakan tulang itu. hanya saling memandang, karena terdengar suara aneh, ini seperti suara Harimau kemarin yang dijumpainya.
"Mari kita berlari dan segera meninggalkan tempat ini, aku masih belum mau menjadi bangkai bersama tulang ini" ucap Adi kepada Ali.
"Kita salah masuk hutan sepertinya, kejadian aneh tiap hari pasti terjadi" jawab Ali.
"Sudah, kini bukan saatnya untuk berdebat, kini adalah saatnya untuk menyelamatkan diri kita, sebentar lagi pasti hewan itu muncul"
"Iya juga ini kan sudah hampir petang, kita pergi saja ayo, lalu mencari tempat untuk mendirikan tenda.
Bergegas pergi meninggalkan tempat angker itu untuk mencari tempat lain buat tidur malam ini. Usai meninggalkan tempat itu, kini benar benar jauh dari tempat angker tadi, mereka sudah lega dan mencari tempat lagi.
"Ada pohon beringin besar itu, kita disana saja seperti hari pertama" gemam Ali sambil menunjuk ke arah pohon besar.
"Kali ini aku ikut denganmu" jawab Adi.
__ADS_1
"Ayolah segera, biar kita bisa istirahat dan memasak untuk makan sore ini"
Berjalanlah mereka ke tempat yang ditunjuk oleh Ali tadi. Mereka langsung membongkar tas dan segera mendirikan tenda, usai itu memasak untuk makan, lalu beristirahat sejenak dalam tenda tersebut.