
Matahari sudah mulai terbenam, jam sudah menunjukkan pukul 5.00 sore, kini saatnya Ali pulang ke rumah diantarkan oleh Adi sahabat lamanya itu.
"Ayo antarkan aku, kau harus tanggung jawab mengantarkan sampai rumahku dan minta ijin kepada orangtuaku untuk agenta besok"
"Sebentar aku mau makan dulu"
"Oke aku tunggu"
Setelah beberapa saat kemudian.... usai makan Adi bersiaplah memakai jaket dan sepatu guna mengantar Ali pulang kerumahnya dan meminta ijin kepada ayah dan bundanya untuk agenda besok.
"Ayo Li aku sudah siap ini"
"Rapi amat lu, tumben sekali kerumahku berpakaian seperti itu" rasa heran Ali melihat oenampilan Adi yang tak seperti biasanya.
"Siapa tahu adikmu suka denganku"
Ali memiliki adik perempuan yang kecil, imut, dan berparas cantik, seperti keturunan cina bagian matanya sipit, entah mengapa bisa berbeda dengan Ali yang memiliki paras tak begitu tampan dibandingkan Adi.
"Halu lu ya, mana mungkin adikku suka denganmu Di Di...." sambil tersenyum mengatakan hal itu.
"Tak mungkin sekali aku menerimamu sebagai adik iparku" lanjutnya.
"Santai aku kan tampan, gagah pula, jadi pasti suka adikmu itu" ucapnya sambil cengengesan.
"Terserah kau saja lah Di"
"Ayo keburu malam nanti aku ga berani pulang" gemam Adi.
"Nunggu apa lagi, dari tadi malah ngajak ngobrol" jawab Ali.
"Pake mobil saja ya Li, aku malas bertengkar dengan angin malam"
"Boleh juga, aku juga ingin tidur di perjalanan nanti"
"Dasar kau tukang tidur" gemamnya.
Usai berdebat, mereka langsung menaiki mobil Avanza milik ayah Adi yang memang ditinggal untuk digunakan oleh Adi. Adi yang sudah bersiap untuk mengantarkan Ali terkejut saat mau menginjak pedal gas, "Li.. Li.. baru saja naik sudah molor" ucapnya dalam hati.
Memang saat itu Ali setelah masuk kedalam mobil langsung molor, tak memperdulikan Adi sama sekali. Adi yang melihat hal itu sedikit geram hingga ia menginjak pedal dengan kencang, mobil yang mereka naiki begitu keluar dari gerbang rumahnya langsung melaju dengan kecepatan tinggi, membuat Ali kebangun.
"Ngapain ngebut Di"
"Tidur saja, biar aku yang mengantarkanmu pulang, kau nikmati saja tidurmu"
"Bagaimana bisa menikmati jika mobilnya melaju dengan kencang, yang bisa aku mati karna jantungan"
"Makanya jangan tidur, yemani ngobrol sini"
"Sini biar aku saja yang nyetir, kau pasti capek kan"
"Gausah Li, aku sudah biasa begini"
"Terserah Di, dibilangin gapernah nurut"
"Hehehe..." Hanya membalas dengan ketawa.
...**************************...
Masih melaju dengan sangat kencang, tepat di depan gang arah masuk rumah Ali, mobil itu tiba tiba berhenti, segeralah Adi melihat keluar untuk memastikan apa yang terjadi.
"Kenapa berhenti Di?" tanya Ali.
__ADS_1
"Kayaknya bannya kempes, coba aku lihat dulu" jawab Adi.
"Sial banget gue, kenapa bisa terkena paku" gumam Adi sambil marah marah dan tangannya memukul mobilnya.
"Nah kan itu akibatnya, rasain lu ya" ucap Ali yang masih duduk di dalam mobil sambil melihat ke arah Adi dari jendela mobil.
"Udah sini bantuin, atau telfon bengkel agar bisa cepat pulang"
"Aku punya teman bengkel, siapa tahu dia bisa membantu, bentar aku telfon dulu" sambil mengeluarkan Handphone, Ali melihat kontaknya dan menulis nama seseorang.
Kring.....
Kring.....
"Halo..." kata seseorang yang ada di telfon itu.
"Halo bro, bisa ke depan gang rumahku ngga?"
"Iya kenapa Li, bisa yang bisa aku bantu?" tanya balik dari seseorang itu.
"Ini ban mobil temanku bocor, bisa membantuku tidak ya?"
"Siap bos, segera meluncur" kata seseorang di telfon itu.
"Udah tenang temanku bentar lagi datang membantu kita" cakap Ali kepada Adi.
"Syukurlah akhirnya bisa juga pulang" ucapnya dengan rasa bersyukur dan mengelus dada.
"Makanya lain kali oelan saja jika mengendarai mobil" gemam Ali.
"Iya aku minta maaf"
beberapa menit kemudian, muncul seorang dengan membawa koper berisi alat bengkel, tak lain adalah teman Ali yang di telfon tadi.
"Kenapa mobilnya Li?" tanya orang itu kepada Ali.
"Terkena paku"
"Sini aku bantu, ada ban ganti ngga ya di belakang, coba cek dulu sana"
"Ada dibelakang sini" ucap Adi.
"Gampang ini sebentar lagi jadi"
"Terimakasih banyak bantuannya mas" gemam Adi kepada teman Ali.
Setelah menunggu kurang lebih setengah jam, akhirnya mobilnya sudah bisa untuk berjalan dengan mulus.
"Berapa biayanya mas?" ucap Adi.
"Satu juta saja" balas teman Ali dengan tertawa.
"Hah!!!" kaget Adi mendengarnya.
"Engga, becanda doang tadi, gausah bayar lagian Ali itu teman baikku, jadi santai saja"
"Kirain beneran satu juta" ucap Adi.
"Aku cuma bercanda tadi, gausah dipikir biayanya, yang terpenting sekarang kalian bisa pergi menggunakan mobil ini lagi"
"Terimakasih banyak mas, sudah membantu kami, kuharap bisa membalas kebaikanmu suatu saat nanti" gemam Adi kepada teman Ali.
__ADS_1
"Aku pulang dulu bro, masih ada pekerjaan di bengkel"
"Oke, hati hati di jalan" ucap ali.
"Untung ada temanku, jika tidak dorong saja sendiri mobilmu ini" ucap Ali kepada Adi.
"Sok sokan lu Li, ini cuma bocor doang"
"Dibilangin malah ngeyel, kau ini memang keras kepala dari dulu tak oernah berubah Di"
"Udah ayo aku antar pulang biar ga banyak ceramah kau ini"
"Buruan masuk sini, mari lanjut perjalanan" lanjut Adi.
Ali hanya mengatakan alisnya dan menggerutkan dahinya.
...****************************...
Sampailah mereka di rumah Ali, seorang gadis keluar membukakan pintu herbang, tak lain adalah Ami adik satu satunya dari Ali. Dengan oandangan yang tajam, dan benging melihat Ami, Adi begitu tak menyahut saat di ajak bicara oleh Ali.
"Mau mampir dulu atau gimana Di?" tanya Ali.
"Woi matanya dijaga woi" lanjutnya.
Namun Adi masih melihat kearah gadis cantik itu, Ali segera menutup matanya dengan tangan dan menepuk bahu Adi, spontan Adi kaget dan menjawab dengan gugup.
"I..i...i... iya Li kenapa?" jawab adi dengan gugup.
"Kenapa, kenapa, matanya itu di jaga jangan melotot mulu melihat adikku"
"Oh iya maaf aku terlalu terpesona melihat gadis candik dan seksi itu Di, apalagi dia memakai celana oendek diatas lutut itu" ucapnya masih dengan oandangan ke arah Ami.
"Aku colok juga lama lama matamu itu" gemam Ali bernada marah.
"Iya maaf Li, bercanda aku"
"Mau mampir atau langsung pulang?"
"Orang tuamu di rumah apa tidak emangnya, jika di rumah aku mampir dulu untuk ijin sekalian buat besok, jika tidak aku langsung pulang saja"
"Sepertinya tidak dirumah, mobilnya belum ada di garasi"
"Yasudah kalo begitu aku langsung pulang saja, nanti ijin senditi dengan orang tuamu"
"Hati hati di jalan, gausah ngebut ngebut, pikirin keselamatan, jangan mikirin cepat sampainya"
"iya... iya..."
"iya... iya... tapi ga paham juga"
"Sudah aku mau masuk dulu, pulangnya hati hati, pelan saja nyetirnya, nanti malam aku telfon jika sudah ijin sama orang tuaku" lanjut Ali.
"Oke aku tunggu"
"Sana buru pulang keburu magrib nanti"
"Aku pulang dulu Di, salam buat orang tuamu dan juga Ami adikmu, aku rindu padanya" cengengesan dan tertawa mengucapkan itu.
Usai itu Adi segera memutar balik mobilnya lalu meninggalkan rumah Ali.
...**************************************************...
__ADS_1